Sebuah tanda tanya

Pulang bekerja Safira pergi ke rumah kakaknya. Malam itu, ia butuh teman curhat untuk menumpahkan segala rasa yang bercekol di dalam dadanya,. Berhadapan dengan Jeff seharian membuatnya merasakan sesak yang begitu dalam di dadanya.

"Sudah 2 tahun, Fir. Come on, lupakan dia." Crystal memberikan semangat. Sebenarnya, ia sudah merasa muak dengan semua ini, apalagi saat melihat adiknya datang pasti langsung menangis dan mengucapkan hal yang sama. "Aku masih mencintainya, Kak. Kenapa dia tega meninggalkan aku begitu saja, tidak cukup kah pengorbananku selama ini untuk dia?"

Fu*ck! Ingin sekali, Crystal mengumpat di hadapan pria bajingan yang sudah membuat hati adiknya terpotek hingga sampai saat ini. Dan ingin sekali menampar wajah Jeff yang sangat menyebalkan itu.

"Apakah kamu pernah bertanya kepadanya? Kenapa meninggalkan mu begitu saja?" tanya Crystal. Dan dijawab gelengan kepala Safira.

Crystal menghela nafas panjang. "Sepertinya ada sesuatu yang harus di luruskan. Cobalah, kamu sesekali ngopi santai sama dia dan tanyakan alasannya kenapa dia meninggalkanmu." Crystal memberikan usul.

"Jika aku bisa melakukannya, maka aku akan melakukannya. Melihatnya dari kejauhan saja sudah membuatku merasakan sesak di dalam dada," jawab Safira masih dengan sisa isak tangisnya. Luka hati yang torehkan Jeff begitu menganga di rongga dadanya, di tambah lagi ia masih sangat mencintai Jeff, membuatnya susah untuk melupakan pria tersebut.

"CK!" Crystal berdecak kesal menanggapinya, tidak tahu harus bagaimana lagi menasehati adiknya yang keras kepala, karena memilih mempertahankan cintanya dari pada melupakan.

"Apa kamu ingin es krim?" tanya Crystal, mengalihkan pembicaraan juga perhatian Safira.

Bisanya kalau orang patah hati sukanya makan yang manis-manis, seperti coklat dan es krim. Karena dua makanan tersebut mampu membuat hati tenang dan senang.

"Boleh."

"Oke, good. Tadi Aksa dan Anya baru membeli satu cup besar es krim dengan Papanya," ucap Crystal, seraya beranjak dari ruang keluarga menuju dapur. Tidak berselang lama, ia kembali membawa dua gelas es krim di tangannya.

"Nah, nikmati dulu yang manis-manis, agar hidupmu itu lebih berwarna tidak hanya ada kepahitan saja di dalamnya." Crystal berucap sembari menyerahkan es krim kepada adiknya.

Ucapan Crystal mengandung kalimat sindiran yang membuat Safira tersenyum getir.

"Thanks," ucap Safira mulai memasukan satu sendok es krim ke dalam mulutnya. Terasa manis strobery dan meleleh di dalam mulutnya, membuat perasaannya lebih tenang, melupakan sejenak masalahnya untuk menikmati es krim yang sayang sekali jika di lewatkan rasanya.

"Keponakan aku kemana?"

"Sedang berenang bersama Papanya di kolam renang belakang," jawab Crystal, seraya meletakkan gelas yang sudah kosong diatas meja, begitu pula dengan Safira melakukan hal yang sama.

"Anya, aku merindukan gadis kecil itu," gumam Safira, seraya beranjak menuju kolam renang yang letaknya di belakang rumah tersebut. Dan Crystal pun mengikutinya dari belakang.

*

*

*

Di sisi lain. Jeff saat ini sedang berada di sebuah Club malam, duduk di meja bartender, masih menggunakan pakaian kerjanya. Namun bedanya, jas dan dasinya sudah ia lepaskan, dan beberapa kancing kemejanya terbuka memperlihatkan dada bidangnya yang begitu sexy menggoda. Ia sepertinya sudah sangat mabuk, karena sudah terlalu banyak meminum beralkohol terlalu banyak. Ya, begitulah dirinya, setelah tidak bersama Safira, ia menjadi pemabuk karena dengan mabuk, ia bisa melupakan Safira walau hanya sejenak.

Akan tetapi, malam ini dirinya sudah kelewat batas. Pria itu sangat mabuk parah, bahkan ia menimbulkan kekacauan, dan terus menyebut nama Safira. Bahkan ia sampai di amankan oleh dua security.

"Coba hubungi kerabatnya," titah sang Manager Club malam tersebut kepada salah security yang memegangi Jeff.

Salah Security merogoh kantong celana Jeff, yang di yakini ada ponselnya. Beruntung ponsel Jeff tidak di kunci, jadi security tersebut bisa menghubungi seseorang dari ponsel Jeff. Tidak peduli siapa yang di hubunginya yang terpenting pria yang mabuk ini segera di bawa pulang.

Safira yang sudah berada di dalam mobil, tersentak ketika mendengar suara ponselnya berdering. Dan yang lebih membuatnya terkejut adalah saat melihat nama Jeff di layar ponselnya. Jantungnya berdetak tidak karuan, tangannya gemetar saat akan mengangkat panggilan telepon tersebut.

"Halo," jawab Safira ketika ia menempelkan benda pipih itu di telinganya.

" ...." ucap seseorang di sebarang sana, tidak terdengar jelas, maka dari itu Authornya tidak bisa menjabarkannya.😁

"Baiklah saya akan ke sana." Safira menutup teleponnya, dan segera bergegas malajukan mobilnya.

*

*

*

"Maafkan dia karena sudah membuat kekacauan," ucap Safira, kepada Manager Club malam tersebut. Ia juga harus membayar denda karena Jeff sudah menghancurkan beberapa gelas dan meja yang ada di Club malam tersebut.

Dua security memapah Jeff yang sudah tidak sadarkan diri dan memasukkannya ke dalam mobil Safira.

Sebenarnya apa yang ada di pikiran Safira? Kenapa dia masih begitu baik kepada Jeff yang telah menyakitinya? Katakan saja dia itu adalah wanita yang paling bodoh sedunia.

"Terima kasih, Pak," ucap Safira, lalu segera memasuki mobilnya. Ia menghembuskan nafasnya dengan dalam, lalu menoleh ke belakang, dimana Jeff terlentang di Jok belakang. Ia melajukan mobilnya menuju apartemen Jeff.

"Harusnya aku membiarkanya di Club malam itu. Safira kamu terlalu lemah." gumam Safira, merutuki dirinya sendiri dan juga Jeff.

"Safira." Jeff mengigau memanggil namanya. Pria itu terlihat menggeliatkan badannya, mulai tersadar dan meracau tidak jelas.

Jantung Safira berdetak tidak karuan, bahkan ia menahan nafasnya untuk sekian detik. Dalam keadaan tidak sadar, Jeff memanggil namanya, apakah pria itu masih mencintainya? Safira bertanya-tanya di dalam hati.

"Aku mencintaimu, Fir," racau Jeff lagi.

Safira yang sedang menyetir mobil sontak langsung menepi, meneleh ke belakang, memastikan jika ia tidak salah dengar.

"Aku mencintaimu!"

Safira membekap mulutnya debgan telapak tangannya, ketika mendengar racauan Jeff. Air matanya meluncur begitu derasnya. "Jika kamu masih mencintaiku, kenapa meninggalkan aku Jeff? Apakah kamu tidak tahu, betapa tersiksanya aku," lirih Safira, masih menoleh kebelakang. Berharap jika Jeff mendengar perkataannya, dan menjawab tanda tanya besar yang menyebabkan Jeff meninggalkannya.

Diam, Jeff tidak menjawab. Hanya terdengar suara dengkuran halus dari bibir Jeff.

Safira menarik nafas panjang, menghapus air matanya lalu, segera melanjutkan perjalannya lagi.

Tidak berselang lama, ia sudah sampai di apartemen Jeff. Ia di bantu oleh dua security untuk membawa Jeff sampai ke depan Unit apartemen pria itu.

"Apa kodenya?" gumam Safira, saat akan menekan kode pintu apartemen tersebut.

"Nona bisakah anda lebih cepat. Tuan, ini sangat berat," keluh salah satu security, yang mengalungkan tangan Jeff ke pundaknya.

"Ya, maaf. Aku sedang mengingatnya," jawab Safira. Jari lentiknya menekan kode pintu tersebut dengan perasaan ragu. Dulu kode pintu tersebut menggunakan tanggal pertunangan mereka. Dan Safira tidak menyangka, jika Jeff tidak mengganti kode pintu tersebut sampai saat ini.

Like, vote, kasih bintang lima ya❤❤

Visual Jeff Smith

Visual Safira

Terpopuler

Comments

bunda n3

bunda n3

ada yg janggal sepertinya diantara mrk

2024-12-25

0

Agustina Kusuma Dewi

Agustina Kusuma Dewi

ambekan gede gaesss

2024-07-12

0

Wati_esha

Wati_esha

Tq update nya.

2024-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Sebuah tanda tanya
3 Lakukan sesukamu!
4 Bercak darah di permukaan seprei
5 Titik terang
6 Terlambat!
7 2 tahun yang lalu
8 Flashback (2 tahun yang lalu)
9 Ke egoisan Cindy (Masih Flashback)
10 Kebohongan Cindy (Masih Flashback)
11 Musuh dalam selimut
12 Cintamu membuat semua orang tersakiti.
13 Pengakuan Jeff Smith
14 Sesuatu yang terenggut
15 Anggap saja aku ini jallang untukmu!
16 Beri aku kesempatan
17 Jadi telor orak-arik
18 Si Jery
19 Jeff Sialan!
20 Kemalangan Cindy
21 Trauma?
22 Safira, Cintaku
23 Membalaskan dendam
24 Aku bukan istrinya!
25 Menjalankan Missi
26 Aku mau Ginjal dan Jantungnya
27 Sama-sama bajingan!
28 Pelajaran untuk Aries
29 Apa kamu memberikan restu?
30 Karena aku mencintaimu
31 Cinta?
32 Apa yang harus aku lakukan, Fir?
33 Berdamai dengan hati
34 Siapa Jery?
35 Realistis
36 Hanya Dia
37 Tidak Sabar
38 Menemui Xander
39 Pengumuman GIVE AWAY
40 Dibutakan cinta!
41 Pembalasan Crystal
42 Pelajaran untuk Cindy
43 Aku tunggu pinanganmu
44 Tuan Max?
45 Oh, ternyata dia
46 Jery ingin berkunjung
47 Sakit tapi enak
48 Tubuhmu Canduku
49 Kegilaan Jeff
50 Kita menikah
51 Sudah Sah
52 Istri orang lebih menggoda
53 Si Jery mirip balon?
54 Secepat ini kah?
55 Jery lapar
56 Garis satu?
57 Main solo?
58 Morning Sickness
59 Calon Berudu?
60 Kamu yang terbaik
61 Nikmati saja prosesnya
62 Obrolan ibu dan anak
63 Pelayanan yang baik
64 Istri pajangan
65 Lebih baik pergi
66 Mbak Sinzu?
67 Kekurangan gizi
68 Jery menang
69 Kadal Tua!
70 Memberikan pelajaran
71 Ada yang menonjol
72 Gugatan cerai
73 Kucing nakal
74 Hibernasi
75 Yes! Daddy
76 Nimati prosesnya
77 Baby Girl
78 Baby Q
79 Buka puasa
80 Akhir yang bahagia
81 Pengumuman Pemenang Give Away
82 Karya Baru Emak ( Suddenly married)
83 Pengumuman
84 Terbit cetak Karya Emak
85 Pengumuman
86 Karya Baru Emak (Lena Linol)
87 Karya Baru Emak (My Sweet Babysitter)
88 DANCE FOR RICH MAN (KARYA BARU)
89 Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
90 KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
91 Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
92 Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Prolog
2
Sebuah tanda tanya
3
Lakukan sesukamu!
4
Bercak darah di permukaan seprei
5
Titik terang
6
Terlambat!
7
2 tahun yang lalu
8
Flashback (2 tahun yang lalu)
9
Ke egoisan Cindy (Masih Flashback)
10
Kebohongan Cindy (Masih Flashback)
11
Musuh dalam selimut
12
Cintamu membuat semua orang tersakiti.
13
Pengakuan Jeff Smith
14
Sesuatu yang terenggut
15
Anggap saja aku ini jallang untukmu!
16
Beri aku kesempatan
17
Jadi telor orak-arik
18
Si Jery
19
Jeff Sialan!
20
Kemalangan Cindy
21
Trauma?
22
Safira, Cintaku
23
Membalaskan dendam
24
Aku bukan istrinya!
25
Menjalankan Missi
26
Aku mau Ginjal dan Jantungnya
27
Sama-sama bajingan!
28
Pelajaran untuk Aries
29
Apa kamu memberikan restu?
30
Karena aku mencintaimu
31
Cinta?
32
Apa yang harus aku lakukan, Fir?
33
Berdamai dengan hati
34
Siapa Jery?
35
Realistis
36
Hanya Dia
37
Tidak Sabar
38
Menemui Xander
39
Pengumuman GIVE AWAY
40
Dibutakan cinta!
41
Pembalasan Crystal
42
Pelajaran untuk Cindy
43
Aku tunggu pinanganmu
44
Tuan Max?
45
Oh, ternyata dia
46
Jery ingin berkunjung
47
Sakit tapi enak
48
Tubuhmu Canduku
49
Kegilaan Jeff
50
Kita menikah
51
Sudah Sah
52
Istri orang lebih menggoda
53
Si Jery mirip balon?
54
Secepat ini kah?
55
Jery lapar
56
Garis satu?
57
Main solo?
58
Morning Sickness
59
Calon Berudu?
60
Kamu yang terbaik
61
Nikmati saja prosesnya
62
Obrolan ibu dan anak
63
Pelayanan yang baik
64
Istri pajangan
65
Lebih baik pergi
66
Mbak Sinzu?
67
Kekurangan gizi
68
Jery menang
69
Kadal Tua!
70
Memberikan pelajaran
71
Ada yang menonjol
72
Gugatan cerai
73
Kucing nakal
74
Hibernasi
75
Yes! Daddy
76
Nimati prosesnya
77
Baby Girl
78
Baby Q
79
Buka puasa
80
Akhir yang bahagia
81
Pengumuman Pemenang Give Away
82
Karya Baru Emak ( Suddenly married)
83
Pengumuman
84
Terbit cetak Karya Emak
85
Pengumuman
86
Karya Baru Emak (Lena Linol)
87
Karya Baru Emak (My Sweet Babysitter)
88
DANCE FOR RICH MAN (KARYA BARU)
89
Karya Baru Emak (It's Okay If You Forget Me)
90
KARYA BARU EMAK (PERFECT HONEYMOON)
91
Karya Baru Emak Otor (DEEPEST LOVE IN THE DEEPEST SEA)
92
Karya Baru Emak (Tonight You're Sleeping With Me)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!