Safira menuju ruang makan dengan lesu. Menyantap sarapan yang sudah di siapkan oleh ibunya dengan malas.
Devan menatap putrinya dengan rasa iba. Sejujurnya ia dulu sudah memberikan hukuman untuk Jeff, yaitu berupa pukulan bertubi-tubi di layangkan ke pada pria brengsek itu hingga membuat Jeff masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri beberapa hari. Tapi, yang ia lakukan itu percuma saja karena tidak dapat menyembuhkan luka hati putrinya.
"Fira, makan sarapanmu dengan benar!" tegur Devan.
Safira yang sedang mengaduk-aduk makanannya pun menongak seraya menghela nafas kasar. Dengan terpaksa menghabiskan sarapannya. "Sudah," jawab Safira lesu.
"Papi ingin berbicara denganmu, ke ruang kerja Papui sekarang," ucap Devan, seraya beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Safira.
"Jangan terlalu keras dengan putrinya," pesan Raya kepada Devan sebelum berlalu.
Devan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Sedangkan Safira menundukkan kepala dengan perasaan yang teramat kacau, karena mengingat kejadian tadi malam, dimana ia harus kehilangan kesuciannya. Rasanya ia sangat merasa berdosa dengan kedua orang tuanya karena ia tidak bisa menjaga dirinya. Ia seperti produk yang gagal.
"Safira, harus dengan cara apalagi Papi bisa membuatmu bahagia?" tanya Devan seraya mendesah frustasi.
"Nothing," lirih Safira, seraya mengangkat kepalanya, menatap ayahnya dengan sendu. "Semua yang Papi lakukan terbaik untukku," jawab Safira. Ia tersenyum tipis saat mengucapkannya.
"Begitu?" Safira mengangguk sebagai jawaban.
"Lalu kenapa sampai saat ini kamu masih bersedih? Dan tidak melupakan dia? Tahukah kamu jika sikapmu yang seperti itu melukai perasaan Papi. Papi dan Mami ikut sedih melihatmu seperti ini," ucap Devan.
"Sory .... aku sudah berusaha untuk melupakan dia, tapi semakin aku lupakan, rasa ini semakin berkembang disana, aku harus apa?" tanya Safira dengan kepedihannya. Di tambah kejadian tadi malam, membebani hati dan pikirannya.
Devan mengusap jambangnya dengan resah, ia tahu semua ini tidak akan mudah untuk di jalani Safira. Bagaimana tidak? Jika anak gadisnya itu sudah menjalin cinta dengan Jeff selama 8 tahun. Akan tetapi, hidup juga harus tetap berjalan bukan?.
"Aku berangkat kerja, Pi." Safira beranjak lalu mengecup pipi kiri Devan.
*
*
*
Sementara itu Jeff saat ini sedang menemui seseorang yang ia suruh untuk menyelidiki kejadian 2 tahun yang lalu di Cafetaria tidak jauh dari apartemennya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Jeff.
"Lihat saja sendiri," ucap pria yang duduk berseberangan dengannya, sembari memperlihatkan rekaman CCTV dari ponselnya.
Manik mata berwarna abu itu menggelap, saat melihat rekaman CCTV tersebut. Tangannya terkepal erat. Damn! Kenapa dia bisa bertindak bodoh selama ini! Kenapa dia tidak menyelidiki masalah ini terlebih dulu, hingga berlarut sampai 2 tahun lama. Dia sudah menyakiti Safira yang tidak berdosa.
Pria yang di seberangnya itu tersenyum miring, seolah menertawakan Jeff. "Sudah jelas? Kalau ingin lebih jelas lagi, bertanya lah kepada nara sumbernya langsung."
"Apa maksudmu?" Jeff yang sedang menekuri layar ponsel tersebut, kini mendongak menatap pria yang ada di hadapannya itu.
"Alamatnya, kamu bisa meminta kejelasan darinya. Karena dia adalah kunci dari semua ini," ucapnya seraya menyodorkan sebuah kartu nama yang di sana tertera alamatnya sekaligus.
"Bukankah ini ...?" ucapan Jeff terjeda, ketika ia membaca nama yang tertera di kartu tersebut.
"Ya itu dia. Kamu tidak akan percaya dengan semua ini, begitu pula denganku."
"Tapi, bagaimana kamu bisa mengetahui dan mendapatkan informasi sedetail ini?" Sebuah pertanyaan bodoh yang lolos dari bibir Jeff, membuat pria itu sedikit tergelak seolah mengejeknya. Kemudian beranjak dari duduknya, meninggalkan Jeff yang termenung sambil menatap kartu nama itu.
Nggak mau up lagi kalau nggak like, vote, favorite dan ngasih hadiah😒
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Wati_esha
Tq update nya.
2024-07-09
0
Wati_esha
🤔🤔🤔🤔🤔 siapa dia Jeff, kau mengenalnya ya?!
2024-07-09
0
Wati_esha
Pengecut & bolot sih kamu, Jeff.
2024-07-09
0