Bruk
Safira merebahkan tubuh Jeff yang berat itu diatas tempat tidur yang berlapis sprei berwarna abu. Safira melepaskan kaki Jeff yang menjuntai, lalu membenarkannya diatas tempat tidur.
Safira menghela nafas, seraya menegakkan punggungnya. Ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar tersebut. Masih sama, hanya saja tidak ada fotonya lagi yang terpajang di dinding, kamar bernuansa abu dan wangi maskulin menyeruak masuk kedalam indra penciumannya. Safira memejamkan matanya erat, hatinya terasa sesak, kepingan memori bersama Jeff muncul di pikirannya, layaknya film kaset rusak.
Matanya kini beralih menatap Jeff yang terpejam, terlihat sangat tampan dan semakin tampan di usianya yang sudah tidak muda lagi. Kenapa dia harus terjerat cinta dengan pria egois ini? Kenapa dia sangat mencintainya sampai saat ini, sudah jelas sekali jika pria ini sudah menyakitinya terlalu dalam.
Enyahlah dari pikiranku! Menggeram di dalam hati, Jiwanya memberontak ingin lari dari kenyataan ini. Tuhan, berikanlah pintu ajaib doraemon agar ia bisa lari kemana saja, untuk membuang hatinya yang di penuhi oleh Jeff.
"Ugh." Jeff terlihat menggeliat pelan, dan sedikit membuka matanya. Ia sudah mulai kembali sadar walau tidak sepenuhnya. Ia menatap seorang wanita yang berdiri di dekat ranjangnya, pandangannya sedikit mengabur karena efek meninum alkohol yang terlalu banyak. Ia juga merasakan jika kepalanya berdenyut nyeri. Ia masih masih menatap wanita tersebut yang ia yakini adalah Safira. Padangannya memang mengabur akan tetapi, ia hafal wangi Safira. Wangi vanilla yang sudah sangat ia rindukan. Ah, apakah dia berhalusinasi?
"Safira," bergumam dalam hati.
Safira menghela nafasnya berulang kali, agar perasaannya lebih tenang. Ia sudah tidak kuasa berlama-lama di sini. Segera beranjak, akan tetapi tangan kekar itu menarik tangannya, hingga membuat dirinya terhuyung dan jatuh di tepian tempat tidur. Terkejut, matanya membola sempurna saat menyadari jika Jeff sudah sadar.
"Jeff," lirih Safira.
"Fir." Jeff mengangkat sedikit kepalanya yang berdenyut nyeri dan berat, salah satu tangannya menggenggam tangan Safira dengan erat.
Safira menatap wajah Jeff yang terlihat tidak segar, mata tajam itu menatapnya dengan sayu.
Safira terdiam dan menatap instens Jeff yang berusah untuk mendudukan diri.
Safira segera melepaskan genggaman tangan Jeff, akan tetapi tangan Jeff terlalu kuat.
"Apa kamu ingin lari dariku?" desis Jeff seraya memegangi kepalanya yang terasa ingin pecah. Ia mendongakkan kepalanya, dan menatap Safira dengan penuh kerinduan. Ya, dia teramat sangat merindukan wanita yang sangat di cintainya.
"A .. aku .." Nafas safira tercekat, ketika Jeff mendekatkan wajahnya. Tercium aroma alkohol dari mulut Jeff.
Safira mengeraskan rahangnya dengan kuat. Kenapa perasaan ini semakin lama-semakin kuat. Aroma alkohol itu justru membuatnya hampir terlena, saat Jeff semakin mendekatkan wajahnya.
Jeff tersenyum smirk, salah satu tangannya terulur untuk mengusap wajah cantik Safira. Safira tidak bisa menghindar, salah satu tangannya di genggam erat oleh Jeff, hingga membuatnya meringis kesakitan.
"Aku merindukanmu, Fir."
Deg
Jantung Safira berdetak tidak karuan, mendengar kalimat itu lagi, malah semakin membuat dirinya semakin tersakiti. Menelan ludahnya dengan kasar, memejamkan matanya sesaat.
"Jika kamu masih mencitaiku kenapa kamu meninggalkan aku?" Akhirnya pertanyaan yang terpendam selama 2 tahun ini tersampaikan untuk kedua kalinya di malam yang sama, walau orang yang di ajak bicara tidak sepenuhnya sadar,
Mata indah bermanik abu Safira, menatap Jeff penuh luka dan kesalitan. Ia mengelus rahang Jeff yang di tumbuhi bulu-bulu kasar itu. "Katakan, Jeff! Apa salah ku?!" tanya Safira dengan nada yang bergetar, matanya berkaca-kaca, sudah siap untuk meluncurkan air matanya. Entah sudah berapa ember air mata yang Safira keluarkan untuk Jeff selama 10 tahun ini. Selama itu kah? Ya, tentu saja, kalau tidak percaya baca Oh! My Bodyguard agar kalian tahu perjuangan cinta Safira dan Jeff. 😁
Jeff terkekeh pelan, mendengar pertanyaan Safira. "Kamu bertanya apa salahmu?!" Rahang Jeff mengeras dan matanya berubah nyalang menatap Safira. "Apakah kamu lupa pada saat malam itu kamu bersamanya di sebuah kamar hotel!!!"
Safira tersentak mendengar ucapan Jeff. Di sebuah hotel? Bersamanya? Siapa? Pikir Safira berkecamuk.
"Apa yang kamu bicarakan Jeff? Aku tidak mengerti!" tanya Safira yang kini nada bicaranya mulai meninggi.
"Kamu lupa? Atau kamu sengaja melupakannya?Atau kamu ingin aku ingatkan kembali?!" Dengan cepat, Jeff menarik tubuh Safira dan segera menindihnya di bawah kungkungannya.
"Jeff! Apa yang kamu lakukan!" bentak Safira, meronta di bawah kungkungan pria perkasa itu.
"Mengingatkanmu! Jangan berlaga seolah kamu yang paling terluka disini! Aku yang paling terluka Fir!!!" sentak Jeff, tubuhnya sudah di selimuti emosi. Ia mencium bibir Safira dengan sangat kasar.
"Le ... pas!" Safira sudah ketakutan dan menangis histeris, berteriak meminta tolong akan tetapi apartemen Jeff kedap suara, ingin berteriak sampai pita suaranya putus, tidak akan ada yang mendengarkannya.
"Ini kan, yang kamu lakukan bersama pria itu?! Kalian bercinta di depan mataku! *****!"
Jantung Safira terasa di remas saat mendengar umpatan Jeff yang di tunjukan kepadanya. Sangat sakit, dan membuat harga dirinya terluka.
"Aku tidak seperti yang kamu tuduhkan!!" Safira membela diri, karena dirinya merasa tidak bersalah.
"Bullshit!!" Jeff berkata sembari menatap tajam Safira. Sorot mata itu menyiratkan kebencian dan luka yang mendalam.
"Jeff hentikan!!!" Teriak Safira saat tangan Jeff mulai menggerayangi tubuhnya. Efek alkohol yang dia minum, memperngaruhi kesadaran dan juga emosinya. Di tambah lagi di bawah kungkungannya ada wanita yang dia cintai dan juga ia benci, membuat gairahnya membumbung tinggi.
"Kamu menyukainya bukan?" Jeff menyeringai setan, salah satu tangan kekarnya merangsek masuk membelai perut Safira yang putih mulus, dan perlahan naik ke atas dan berhenti di gundukan kenyal milik Safira. Dan salah satu tangannya lagi mengunci kedua tangan Safira menjadi satu, diatas kepala gadis itu.
Safira sudah terhimpit, tidak bisa melarikan diri.
"Jeff, aku mohon hentikan." Safira memohon dan menangis kepada Jeff agar menghentikan aksi gilanya. Tubuhnya kian meremang, merasakan sentuhan tangan Jeff yang meremat dua benda kenyalnya bergantian.
"I Want You!" desis Jeff, matanya yang menggelap karena emosi kini terganti dengan kobaran api gairah. Jeff menundukkan kepalanya, dan mulai mencium bibir Safira penuh gairah.
Safira hanya bisa pasrah saat Jeff mencumbunya, tenaga dan suaranya sudah habis saat ia melakukan perlawanan tadi.
"Lakukan sesukamu, Jeff. Lakukan apa yang kamu mau, dan jangan pernah menyesalinya," ucap Safira dengan perasaan teramat sesak di dada.
Akan tetapi, sepertinya Jeff tidak mendengarkan ucapan Safira, telinganya sudah tuli dan tubuhnya semakin panas karena terbakar gairah.
Jangan lupa kasih like, Favorite, komentar, vote, hadiah dan kasih rate bintang lima.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Wati_esha
Jeff ternyata pengecut, tidak mencari kebenarannya.
2024-07-07
1
Wati_esha
Tq update nya.
2024-07-07
0
Wati_esha
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
2024-07-07
0