Devan dan Raya beranjak dari duduknya, saat melihat kedatangan dua tamu yang tidak di undang. Namun, tatapan mereka mengarah pada Jeff yang berani sekali menginjakkan kakinya di rumah mereka.
"Kamu mau apa lagi?!" Devan tidak basa-basi lagi, bertanya dengan nada yang sengit kepada Jeff.
"Pi, aku minta maaf. Aku ke sini untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi 2 tahun ini." Jeff menjawab dengan penuh keberanian.
"Pi? Jangan pernah memanggilku dengan sebutan itu lagi! Aku bukan orang tuamu!" Devan berucap dengan nada yang berapi-api, nafasnya memburu dan sorot matanya sangat tajam, setajam silet.
Bagaimana bisa? Pria yang sudah mencampakan putrinya, berani datang ke rumahnya. Sungguh punya sembilan nyawa pria ini!
"Maaf." Jeff berkata lirih, seraya menghela nafas panjang. Jeff melirik tajam Cindy yang berdiri di dekatnya. Dan Cindy menyadari itu, nafasnya terasa sesak dan tenggorokkannya terasa tercekik, karena ia dilanda ketakutan yang sangat luar biasa. Wajahnya berubah pucat, seolah aliran darah yang mengalir di otaknya itu tersumbat, dan kepalanya tiba-tiba terasa pening. Dia belum siap untuk mengakui semua ini, mentalnya belum siap. Akan tetapi, ia berfikir, jika ini adalah konsekuensi yang harus ia terima atas perbuatannya selama ini. "Ya, Tuhan, rasanya aku ingin mati saja." batin Cindy menjerit dalam hati yang di selimuti ketakutan.
"Om dan Tante ... A-a- aku ..." Cindy terbata-bata, bahkan ia meremas ujung dress-nya dengan kuat. Ia butuh kekuatan untuk mengatakan semua kebenaran ini.
Devan dan Raya mengernyit heran, saat melihat tingkah Cindy yang tidak biasa. Wanita itu terlihat ketakutan luar biasa.
"Ada apa? Apa kamu di sakiti oleh pria bajingan ini?!" Devan berkata sembari menuding Jeff dengan sengit.
Cindy menggeleng dan tiba-tiba menangis histeris, membuat Devan dan Raya terkejut. Belum hilang rasa terkejutnya, kini Devan dan Raya bertambah terkejut saat melihat Cindy bersimpuh di bawah kaki mereka. "Aku mohon pengampunan, kepada Om dan Tante. Aku mohon ampun ...." Cindy menangis histeris, lalu memeluk kaki Raya.
"Cindy, kamu ini kenapa?" Raya menarik lengan Cindy yang sudah ia anggap anaknya sendiri.
"Tante, aku berdosa besar kepada Kalian semua, terutama kepada Safira ...." Cindy menarik nafas dengan dalam, selanjutnya ia mengungkapkan semua kepada Devan dan Raya tanpa terlewat sedikit pun.
"Astaga Cindy!!!" bentak Devan, wajahnya merah padam menandakan jika dia sangat emosi.
Sedangkan Raya tidak mampu untuk mengungkapkan satu patah kata apa pun. Air matanya meluncur tanpa di minta. Ia menepis kasar tangan Cindy saat wanita itu akan meraih tangannya. "Apa salah putriku kepadamu? Apakah dia pernah menyakitimu? Ataukah dia pernah melukaimu secara fisik?!" Raya berucap dengan lirih namun, penuh dengan penekanan.
"Nyatanya cintamu kepada Aries, malah membuat semua orang tersakiti! Kamu sudah gila!!" maki Devan. Ingin rasanya, ia menampar dan menjambak rambut Cindy sampai botak, akan tetapi niat itu di urungkannya.
"Kami kecewa kepadamu. Bahkan kamu sudah aku anggap anak sendiri! Kamu sangat keterlaluan Cindy! Aku tidak sudi memaafkan wanita seperti dirimu! Karena kamu, putriku sangat menderita!" ucap Raya dengan menggebu, menatap tajam Cindy yang masih bersimpuh di bawah kakinya.
"Dan kau Jeff, kenapa kamu diam saja selama ini! Kamu juga bersalah dalam ini!!" Kali ini tatapan tajam itu beralih kepada Jeff.
"Mami ... Aku--"
Udah 4 bab hari ini ya, jangan lupa like dan votenya❤💃
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Wati_esha
Aku ... aku ... t e r l a m b a t !!!
2024-07-09
0
Wati_esha
☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺
2024-07-09
0
Pia Palinrungi
bener jeff jg hafus dihukum.krn nggak berpikikiran jernih hanya egonya saja yg dipertahankan
2023-08-25
0