Devan menatap nyalang Cindy yang masih bersimpuh di depan istrinya. "Bangun kamu! Pergi dari sini dan jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi di hadapan keluarga ku! Bisa saja saat ini aku menghabisimu karena sudah berbuat jahat kepada putriku. Tapi, aku tidak ingin mengotori tanganku, biarkan Tuhan sendiri yang memberimu hukuman! Kamu akan mendapatkan karmanya!!!" ucap Devan dengan menggebu dan penuh emosi.
"Ya, benar yang di katakan suamiku. Jika kamu akan mendapat karma yang setimpal dari perbuatanmu!" tambah Raya. Ia merasakan sakit hati yang luar biasa kepada Cindy. Ia ingin rasanya mengutuk Cindy menjadi batu atau menjadi kodok. Begitu geram, Raya kepada Cindy.
Cindy perlahan beranjak, ia menundukkan kepalanya. Perasaannya juga ikut hancur karena Devan dan Raya yang sudah ia anggap orang tuanya sendiri saat ini sangat membencinya. Ini adalah konsekuensi yang ia dapatkan dari perbuataannya.
Apa yang kamu tanam maka itulah yang akan kamu tuai. Salah satu peribahasa yang cocok untuk Cindy.
Cindy menyesali semua perbuatannya. Hanya karena cinta dan ke egoisannya, ia rela menyakiti semua orang terdekatnya. Ini baru kemarahan Devan dan Raya yang diterimanya. Ia tidak bisa membayangkan amarah dan kecewanya Crystal dan Ryan kepada dirinya. Lagi-lagi hanya satu kata yang terlintas di kepalanya yaitu menyesal.
Tapi, masih beruntung, ia bisa keluar dari rumah mewah tersebut dengan keadaan hidup dan kepalanya masih utuh.
*
*
*
"Dan kau Jeff, kenapa kamu diam saja selama ini! Kamu juga bersalah dalam ini!!" Raya menuding Jeff dengan perasaan yang emosi, dan menatap Jeff dengan tajam.
"Mami aku melakukan semua ini karena ingin menjaga perasaan kalian. Jika saat itu aku mengatakan yang sejujurnya, pasti kalian akan sakit hati dan akan menghabisi Safira. Aku tidak ingin itu terjadi. Saat itu aku memendam rasa sakit hatiku sendiri, melihat orang yang aku cintai tidur dengan pria lain. Tapi, sekarang sudah terungkap. Aku mengaku salah karena aku mengambil kesimpulan sendiri dan tidak menyelidikinya terlebih dahulu," jelas Jeff dengan penuh rasa sesal di dalam dadanya.
Raya dan Devan menghembuskan nafasnya dengan kasar. Alasan Jeff masuk akal, dan ada benarnya. Tapi, keduanya itu tetap saja tidak bisa memaafkan Jeff begitu saja.
"Mami, Papi, aku memohon maaf kepada kalian karena sudah meninggalkan Safira begitu saja. Aku ingin mengulang lagi hubungan kami dari awal lagi, aku memohon restu dari kalian." Jeff memohon kepada kedua orang tua yang ada di hadapannya itu.
"Enak sekali kamu ngomong seperti itu!! Apa kamu pikir putriku ini adalah sebuah mainan?!" sentak Raya tidak terima. "Sudah 10 tahun Jeff, entah berapa banyak air mata yang sudah ia keluarkan untukmu. Semula aku masih diam, karena aku berfikir jika kamu adalah pria yang tepat untuk putriku, tapi aku salah. Kamu selalu menyakiti hati putriku!" ucap Raya dengan menggebu.
"Mi, aku mohon berikan aku restu lagi. Aku harus bertanggung jawab atas perbuatanku," ucap Jeff penuh dengan keberanian, walau pun di dalam hatinya merasa ketar-ketir.
"Bertanggung jawab apa? Aku rasa putriku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi denganmu!" jawab Devan dengan datar dan sangat dingin.
Jeff menarik nafas yang panjang, ia memejamkan matanya dengan sesaat. Kedua telapak tangannya terkepal erat. "Aku sudah mengambil hal yang berharga milik Safira."
"Apa?!"
Mantap Jeff, lanjutkan bikin Readers esmosi🤣🤣
Jangan lupa like, Komentar, vote, favorite, dan hadiah💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
bunda n3
double shock pastinya Raya sama Devan
2024-12-25
0
Agustina Kusuma Dewi
esmosi jiwaaaaaa
2024-07-13
0
Wati_esha
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2024-07-09
0