Soledad cepat keluar dari ruangan lain restoran tempatnya bekerja untuk menemui Devano yang meneriaki bos nya dengan kasar karena yang di lihat oleh Soledad adalah raut wajah berang dari Devano.
" Kau wanita domba berwujud serigala ! " Maki Devano begitu marah kepada Samantha Aguilera Bos restoran tempat kerja nya Soledad.
" Dev..! Apa -apaan kau ini..?! Kenapa kamu itu meneriaki bosku ? Ada apa sebenarnya?" Tanya Soledad yang menubruk Devano dengan tangan nya menahan Devano maju untuk menampar Samantha yang sudah keluar dari kantornya.
" Kau tanyakan saja kepada Bos gila itu mu itu..!" Jawab Devano yang mendorong Soledad lalu meninggalkan restoran tersebut dengan marah.
Samantha mendengus lalu menaiki tangga untuk kembali ke kantornya dengan sikap angkuh luar biasa sampai Soledad menengok ke Ronan yang di harapkannya bisa memberikan penjelasan kepada Soledad.
" Mereka adalah mantan teman satu kampus yang saling bermusuhan karena Devano amat hebat menolak ajakan mesum bersama nya di kantor nya dengan alasan menerima lamaran kerja Devano ke restorannya...!" Kata Ronan yang memuji ketegasan Devano yang luar biasa sekali dalam menjaga harga diri dan martabat seorang pria sejati di hadapan Soledad.
" Umm..Begitu rupanya..!" Kata Soledad yang dengan geram sekali menaiki tangga untuk Ia bisa menemui Samantha di kantor wanita itu.
" Mau apa kau datang ke kantorku ? Apakah kau tak takut kalau aku akan memecatmu dari sini?" Tanya Samantha berang kepada Soledad.
" Aku mau melakukan ini kepadamu..!" Jawab Soledad yang meraih kerah baju Samantha lalu menyiram kopi ke wajah Samantha yang kaget seraya berkata.
" Wanita *****kau layak mendapatkan ini dariku atas kelancangan perilakumu kepada Devano Gilberto Xu suamiku...! " Kata Soledad menatap berang Samantha lalu melemparkan surat resign atau pengunduran diri kerjanya ke wajah cantik Samantha.
Lalu meninggalkan kantor Samantha dengan menutup pintu kantor wanita itu dengan kasar hingga pintu kantor Samantha rusak di gagang pintunya.
" Sialan..! " Maki Samantha dengan kesal sekali untuk harinya yang paling buruk.
Soledad mengejar Devano yang terus berjalan di depan ke arah jembatan penyeberangan untuk melihat sungai yang mengalir tenang dan jernih airnya di bawah jembatan untuk meredakan api amarah di dada Devano.
" Dev....!" Panggil Soledad dengan hati -hati dari belakang punggung tegap pria tampan itu.
" Apakah aku saat ini sedang menerima karma ku karena aku telah melakukan tindakan yang salah dan kejam kepadamu Ruby? " Tanya Devano menatap langit biru di atas sungai.
"Kau bicara apa, Dev? Janganlah kamu merasa putus asa seperti ini ! Aku percaya kamu adalah seorang pria yang kuat !" Kata Soledad yang ikut merasa sedih melihat Devano sedang bersusah hati sekali.
Devano menatap langit biru yang menampakkan segumpalan awan putih yang amat terang sekali namun di antara gumpalan awan putih itu ada siluet wajah Ruby Yolanda yang tersenyum amat manis kepadanya yang mendatangkan gelora rasa kerinduan yang mengalir ke setiap relung Devano.
*******
Seorang gadis muda yang menggendong bayi laki-laki yang sangat tampan di pelukannya di sekitar jalan khusus untuk pejalan kaki di Dublin, Irlandia. Gadis ini di tangannya yang lain sibuk menjinjing tas belanjaan berisi perlengkapan bayi.
" Selamat siang untuk mu ,Nyonya Evander..!" Sapa Suster Emma yang ramah di depan tangga menuju ke gedung apartemen tempat tinggal Ruby Yolanda.
" Wah, selamat siang juga untukmu Suster Emma yang manis..! Tumben sekali kamu ada waktu jalan keluar dari rumah sakit Cherry Orchard tempat mu bekerja," Sapa balik Ruby tersenyum ramah kepada Suster Emma.
" Iya, karena Aku di suruh oleh Pak Dokter Rich untuk membawakanmu sekotak suplemen yang sangat bermanfaat untuk kesehatan fisikmu yang sedang memproduksi asi yang cukup untuk Ziko putra kalian..!" Kata Suster Emma yang baik hati membantu Ruby membawa tas belanjaan Ruby.
"Emm, terimakasih sekali ku ucapkan untukmu Suster Emma..! Mari, silakan masuk ke rumah kami..!" Kata Ruby mempersilakan Suster Emma masuk ke rumahnya begitu mereka sudah tiba di unit apartemennya dan Richard Evander.
Suster Emma membawakan tas belanjaan Ruby lalu meletakkannya di atas meja dapur sambil memerhatikan Ruby mengambil sebotol jus jeruk dari lemari es dan gelas bening dari rak piring.
"Apakah kau menyukai segelas jus jeruk ?" Tanya Ruby sambil menuangkan sebotol jus jeruk ke gelas bening lalu memberikannya kepada Suster Emma.
"Ya, tentu saja Aku suka sekali segelas jus jeruk apalagi kalau buah jeruk nya berasal dari Pulau Jeju, Korea Selatan..Aduh ,manisnya bukan main rasanya itu loh..! " Jawab Suster Emma yang selalu tersenyum lebar kepada Ruby seraya meminum jus jeruk itu dari gelas bening yang di berikan oleh Ruby kepadanya.
"Pulau Jeju ?" Tanya Ruby yang termangu saat mendengar nama Pulau Jeju dari Emma yang membuat kilasan ingatan di masa lalunya telah muncul kembali di ingatan Ruby.
" Iya, Pulau Jeju yang indah seperti yang pernah aku lihat di film -film drama Korea Selatan yang menjadi favoritku , Sum..!" Jawab Emma yang menggantikan Ruby menggendong Ziko karena Ruby ingin memasak untuk makan siang mereka berdua.
" Aku tahu film -film Kdrama kesukaanmu, Emma ku yang manis." Kata Ruby dari dapur sambil menggoreng ikan salmon di wajan di kompor pada Emma.
"Ohya, Sum..Ngomong -ngomong kapan kamu dan Dokter Richard merencanakan pergi liburan honeymoon kalian..?" Tanya Emma yang sedang menidurkan Ziko di ranjang bayi Ziko yang ada di kamar nya Ruby.
"Entahlah, Emma..!Aku tidak tahu tentang hal ini karena aku belum mendengarnya dari Richard yang selalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai Dokter..!" Jawab Ruby yang menaruh piring isi steak salmon di atas meja dapur.
"Wah, kelihatan steak salmon yang kamu buat ini sangat lezat..!" Kata Emma yang tanpa sungkan lagi melahap steak salmon buatan Ruby untuk makan siang mereka.
"Emma..Ada yang ingin ku tanyakan kepadamu? Apakah kamu bisa memberitahuku segala hal yang ingin kutanyakan kepadamu?" Tanya Ruby menatap Emma sambil mengunyah steak salmon nya sendiri.
" Iya..? "
"Apakah Kamu tahu kalau aku ini mengalami sakit amnesia akut yang membuatku tak dapat mengingat masa laluku ?" Tanya Ruby yang ada sedikit merasa dirinya bodoh menanyakan hal yang sudah di ketahui dengan amat jelas sekali kepada Emma.
" Ya, tentu saja aku tahu sekali tentang kamu yang mengalami sakit amnesia akut akibat kamu mengalami kecelakaan jatuh dari tebing bagian utara pantai laut Inchydoney ke laut lepas lalu di temukan oleh Richard secara tak sengaja pada saat Richard sedang berlibur akhir pekan di sana dengan bermain jetski." Jawab Emma yang tak sadar telah menceritakan kronologi Richard Evander menyelamatkan Ruby pada hari itu yakni di hari Ruby mengalami peristiwa kelam di masa lalu.
Bersambung..!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nona Angel™©🍼🍼
Dasar ganjen Samantha
Devano apa kamu menyadari kesalahan mu terhadap Rubby??
2022-10-15
1
R. Yani aja
Mungkinkah devano mulai sadar akan kesalahannya?
2022-09-25
0
Radiah Ayarin
wah...luar bisa sekli kelakuannya
2022-09-14
2