Malam itu merupakan malam pertama kali bagi Ruby Yolanda bermimpi tentang masa lalunya yang di duga dan di yakini nya amatlah buruk sekali sampai Ia tiada pernah bisa melupakan mimpi -mimpinya di dalam tidurnya itu.
Meski semilir angin dingin di dalam kalbunya ini membuatnya merasa bersalah yang amat besar sekali terhadap suaminya yang baru yang sudah di kenalnya sebagai seorang pria yang sangatlah baik hati , dewasa dan bertanggung jawab.
" Meski aku membenci pria di dalam mimpi ku itu namunn Aku tak bisa melupakannya sampai Aku merasa tak nyaman untuk memenuhi tugas dan kewajibanku sebagai seorang istri dan juga wanita bagi Richard Evander yang menjadi suami ku sekarang ini..! Sebenarnya apa yang telah terjadi di masa lalu ku itu? Siapakah pria itu dan siapa nama nya ? " Berkali -kali Ruby terus menanyakan hal itu di benaknya tiap kali dirinya merasa dilema yang begitu berat.
Seperti di malam hari ini yang merupakan hari di malam sekian kalinya Ia tak bisa memenuhi kewajibannya sebagai istrinya Richard yang telah di ketahui nya di kehidupannya sekarang ini adalah suaminya yang sah.
" Oh, Tuhan..Engkau hukumlah aku yang sangat tak pernah bersyukur memiliki seorang suami dan pria sebaik Richard karena aku memikirkan pria lain di mimpi ku itu yang seharusnya Aku kubur dalam -dalam sebagai kenangan masa lalu ku yang paling terburuk..! " Kata Ruby di sela -sela tangisan nya memandangi langit malam di balkon kamar tidurnya yang memancarkan siluet keindahan malam di Ibukota Dublin, Irlandia.
Bintang -bintang yang bertaburan di awan -awan hitam malam menambah keindahan langit yang di bawahnya ada begitu banyak gedung -gedung pencakar langit yang memiliki sinar lampu yang menyilaukan namun sangat menawan hati tiap orang memandangi keindahan tersebut.
Di kamar tidur nya sendiri yang luas dan terang benderang cahaya lampu kamarnya, Richard tak pernah berhenti memikirkan cara untuk dirinya bisa membahagiakan Sumiati Zevanya wanita amnesia yang sangat di cintainya itu dengan seluruh jiwa raga nya.
" Sum...Aku harus menemukan cara yang paling baik untuk mu di masa depan bisa bahagia hidup bersama ku , yakni Aku harus menyelidiki jati diri mu yang sebenarnya dan darimana asalmu di masa lalu mu untuk kamu bisa menilai dan juga memilih jalan kehidupan mana yang menurutmu yang paling membuat mu bebas dan bahagia...! Hanya itu yang bisa ku lakukan saat ini untuk mu di dalam penantian panjang ku untuk kamu bisa membuka hati mu untuk ku pria masa kini mu yang selalu berusaha untuk memberikanmu rasa bahagia di masa akan datang mu untuk selama -lama nya...! " Kata Richard sambil memandangi layar laptopnya yang menampilkan bagan -bagan kesehatan organ dalam di otak manusia.
*********
Los Angeles, Usa.
Devano Wandani menggeliat dan mengerang keras sambil merenggangkan tubuhnya dan kedua lengannya di ranjang saat Ia terbangun di pagi hari berikutnya dan menemukan dirinya ada di ranjang milik Soledad Zevanya istri gadungan nya atau istri sewa nya itu.
" Umm..Sejak kapan aku bisa berada di ranjang wanita barbar itu? " Tanya Devano mengucek -ucek kedua matanya yang sembab.
" Kau sudah bangun ? Mandilah dan cepatlah kau berpakaian rapi lalu ikut aku pergi melamar bekerja di tempat kerja yang sudah ku temukan untukmu..! " Kata Soledad yang sedang menata rambutnya serapi mungkin di kursi depan meja rias kepada Devano.
" Ehh..?! "
" Kenapa ehh ?" Tanya balik Soledad yang tak sabar untuk tak menghadapi Devano yang amat menyebalkan itu.
" Gak napa -napa , aku oke aja wanita kuntilanak bau jengkol..! " Jawab Devano yang segera turun dari ranjang dan berlari masuk ke kamar mandi.
" Eii...Dia bicara apa barusan kepadaku ? " Tanya Soledad yang bingung dengan bahasa yang di ucapkan oleh Devano tadi di ranjang nya.
Lima belas menit kemudian, Devano sudah rapi dan siap untuk sarapan pagi bersama dengan Soledad yang sudah menyiapkan sarapan pagi berupa semangkuk sereal gandum rasa blueberi dan segelas jus jeruk segar di meja makan di ruang makan yang sangat sederhana di dalam unit apartemen klasik ala Americano.
" Hmmm...! " Gumam Devano menghadapi menu sarapan paginya.
" Bersabarlah untuk menunggu bulan depan Aku dapat uang gajian dari lima tempat kerja ku yang akan memenuhi pasokan makanan lezat dan juga minuman segar untukmu di kulkas kuno kita itu..!" Kata Soledad yang berusaha sabar untuk menghadapi Devano yang menurutnya sangat terbiasa di manjakan oleh keluarganya yang superzuper kelas atas dunia sehingga sifat dan sikap Devano sangatlah kekanak -kanakan dan sangat tak pernah bisa adaptasi dengan gaya hidup baru nya yang sesuai dengan amanat dari Kakek nya Devano.
" Ummm..Ya..Mau gimanalagi..? Aku mau pindah dari apartemen bau dan sumpek ini..! " Gerutu Devano sambil menyendok sereal gandum nya dan memasukkan makanan itu ke mulutnya.
"Hmm apartemen ini baik -baik saja kok kalau kita bisa merapikannya dan membersihkannya dengan segala perlengkapan yang sesuai kamu inginkan tetapi perlengkapan itu harus sesuai dengan keuangan yang kita punya saat ini..! Ah maksudku adalah keuangan ku..! Karena kamu tak ada uang sedikitpun di saku celana jeans mu itu..!" Kata Soledad yang berusaha hati -hati jaga nada bicara nya kepada Devano.
" Emmm..Lakukan saja apa yang menurut kamu sangat baik untuk ku..! " Kata Devano menatap nya tajam.
" Dasar..! " Gerutu Soledad dalam hatinya.
Mereka berdua meninggalkan apartemen di pagi hari untuk mencari pekerjaan yang cocok untuk Devano di seluruh kota Los Angeles bagian timur yang berjarak cukup dekat dengan lokasi gedung apartemen klasik yang mereka tempati.
" Disini ada gudang barang botol plastik yang sedang memerlukan seorang pegawai di bagian penataan barang -barang botol plastik di dalam gudang ini..! Ah, kurasa sangat cocok untukmu..! " Kata Soledad menunjukkan sebuah gudang dari sebuah perusahaan botol plastik minuman kepada Devano.
" Apakah tak ada pekerjaan lain yang lebih baik untuk ku? " Tanya Devano yang sangat enggan untuk bekerja di gudang yang menurutnya amat tak relevan sekali.
" Mmm..Ada, yakni kau bisa menjadi seorang model atau bintang iklan di sebuah perusahaan periklanan di sebelah gudang perusahaan botol plastik ini..!" Jawab Soledad yang menunjukkan tempat pekerjaan lain kepada Devano.
Devano mengerutkan keningnya saat melihat dan membaca iklan tawaran pekerjaan di depan pintu perusahaan periklanan itu lalu memandang marah kepada Soledad yang memandanginya dengan tersenyum puas dan menang darinya.
" Ka..Kauu..?! "
" Apa ? Ya, sudah..Kau cari pekerjaan mu dengan cara mu sendiri saja..! Aku sudah lelah sekali di dalam mengurusi mu dan sekarang aku mau pergi kerja..! " Jawab Soledad yang segera pergi ke arah lain untuk menuju ke tempat kerjanya dan meninggalkan Devano seorang diri di daerah pergudangan yang amat asing dan menakutkan bagi Devano.
" Ughh..Tempat apa ini..? " Tanya Devano yang segera berlari dengan cepat lalu meninggalkan daerah pergudangan yang amat asing bagi nya.
Bersambung...!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nona Angel™©🍼🍼
Kerja dong Devano biar dapat uang banyak jangan manja lagi
Kasihan Rubby ke ingat masa lalunya yg suram
2022-10-15
1
R. Yani aja
sudah miskin masih sombong aja sih kamu Dev... 🤦♀️
2022-09-25
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸
Dasar Devano, hmmm Lanjut kak
2022-09-14
2