" Akong..!" Pekik Devano Wandani begitu dirinya berbalikan badannya dan berhadapan langsung dengan Tuan Besar Peter Wan yang menyeretnya keluar dari toilet ruang riasnya dengan tergesa -gesa.
" Cepat! Cepat kamu harus cepat ke sana !"
" Iy..Iya, Akong..! Tapi,gak perlu kayak gini kali..! Aku bukan kerbau yang akan membajak sawah..!"
Ceklek..!!
Pintu kayu terbuka lebar di kedua sisi tanpa ada batas lainnya untuk Devano Wandani harus maju menuju ke altar untuk mengucapkan janji suci pernikahannya dengan Ruby Yolanda di hadapan seluruh anggota penting keluarganya bahkan di siaran langsung ke seluruh media sosial dan juga elektronik yang ada di seluruh negeri Tirai Bambu dan dunia.
" Wahai para hadirin sekalian marilah kita semua yang hadir di sini untuk menyaksikan suatu acara yang sangat spetakuler untuk menyatu kedua keluarga besar yang terhebat di dunia bisnis Asia dan dunia dengan ritual pernikahan antara putra kedua Tuan Besar Benny Wan dan Nyonya besar Lilian Bong dengan putri tunggal Tuan Besar Alexander Rolando dan Nyonya Besar Cecilia Yung yang di hadiri langsung oleh Tuan Besar Peter Wan dan Nyonya Besar Angela Wan sebagai saksi yang sangat penting di acara hebat ini."
Terdengarlah pidato resmi dari pihak Keluarga Besar Wan yang menyampaikan laporan tersebut kepada sejumlah wartawan media yang hadir di acara pernikahan tersebut.
Devano Wandani dengan perasaan hatinya yang terpaksa namun Ia harus mengucapkan sumpah dan janji pernikahan dengan suara lantang dan tegas di hadapan semua orang yang hadir di hari pernikahannya dengan Ruby Yolanda di hari itu.
" Saya Devano Wandani menyatakan untuk diri Saya bersedia menjadi seorang suami yang baik dan bertanggung jawab baik dalam suka maupun duka ,senang atau tidak senang untuk selalu setia terhadap istri Saya yang bernama Ruby Yolanda." Ucap Devano Wandani dengan suara lantangnya itu.
Kemudian, Ruby pun mengatakan hal yang sama di hadapan semua orang di hari itu dengan suara tegas dan terakhir adalah Devano Wandani untuk memberikan cincin berlian pernikahan kepada Ruby sebagai penutup acara itu adalah sebuah ciuman manis di bibir Ruby dari Devano Wandani.
" Selamat kalian berdua di nyatakan sah sebagai suami dan istri." Kata pemuka agama yang jadi wakil membimbing upacara pemberkatan yang di langsung di dalam gereja terbesar di Ibukota Beijing, China.
Acara selanjutnya adalah resepsi pernikahan yang di gelar di sebuah restoran mewah dengan di hadiri sejumlah tamu undangan penting dari kedua belah pihak keluarga keduanya.
" Kau hanya menjadi istri pajanganku saja." Kata Devano Wandani dengan nada sinis dan dingin kepada Ruby Yolanda yang duduk di pelaminan di bagian kanannya itu.
" Tenang saja, Aku pun tidak sudi menyerahkan diri ku kepada orang tak punya hati dan jantung serta ginjal sepertimu." Balas Ruby dengan bibir nya selalu tersenyum manis kepada setiap tamu yang menyalami mereka berdua.
" Cucu -cucuku yang baik dan manis setelah acara resepsi ini,kalian berdua akan kami berdua berikan izin untuk pergi honeymoon ke villa terbaik kita di Ibukota Dublin, Irlandia." Kata Tuan Peter Wan yang menghampiri keduanya dengan memberikan selembar buku pernikahan mereka kepada mereka berdua.
" Ya, Akong terimakasih." Jawab Ruby Yolanda.
" Akong,apakah kamu tak merasa secepat ini agar kami segera pergi bulan madu ke Irlandia?" Tanya Devano Wandani menatap Akong nya dengan sikap seorang cucu yang baik dan enggan untuk berpisah begitu lama dengan kakeknya itu.
" Tidak ,justru Akong dan Ahma sudah tidak sabar untuk kami berdua bisa segera memiliki seorang cucu buyut dari kalian berdua sesudah kalian ini pulang dari bulan madu kalian di Irlandia." Jawab Tuan Besar Peter Wan membalas tatapan cucu kesayangannya dengan tatapan mata penuh doa dan harapan yang besar sekali.
" Emm..Lalu bagaimana usaha Akong yang ingin Akong serahkan kepada Devano setelah Devano memenuhi keinginan terbesar Akong dan Ahma ini dengan menikahi cucu perempuan sahabatnya Akong yang berasal dari negara Korea Selatan ini? " Tanya Devano Wandani dengan nada suaranya yang terlihat dewasa di hadapan Akongnya itu.
" Semua akan di atur sesudah kalian berdua tiba di Los Angeles, Usa.Yakni, sesudah kalian kembali dari bulan madu kalian di Irlandia. Disana akan ada Bayu yang akan menemani pekerjaanmu itu sebagai wakilmu.Namun,sebelum itu Akong ingin kalian belajar hidup mandiri dengan hasil jerih payah kalian sendiri dengan hidup sederhana di mulai dari nol." Jawab Tuan Besar Peter Wan nada yang sangat tak bisa di bantah oleh Devano dan Ruby Yolanda.
" Apa arti ucapan Akong barusan kepada kita tadi di resepsi pernikahan kita?" Tanya Ruby Yolanda di ruang ganti pakaian sebelum dirinya bersiap -siap untuk pergi bulan madu ke Irlandia dengan Devano Wandani.
"Kepadamu bukan kepadaku.Beliau ingin kamu bisa hidup hemat dan mandiri tanpa uang dariku." Jawab Devano Wandani dengan seenaknya saja kepada Ruby Yolanda.
" Emm..Ya, aku masih bisa bekerja sebagai artis dan penyanyi dengan modal kecantikan dan juga bakatku yang sudah di akui dunia.Aku sih santai saja menghadapi pola pikir cara hidup dari Akong atur untuk kita." Kata Ruby Yolanda tanpa beban sedikitpun kepada Devano Wandani yang menatap dirinya dengan sinis.
" Kau di larang bekerja kembali di dunia seni mu karena kau istri Devano Wandani yang berarti kau dan dunia gemerlap mu akan tertutup selamanya bersama ku." Kata Devano Wandani memberikan berkas kepada Ruby Yolanda yang terpana sekali dengan sikapnya itu.
" Loh kenapa Aku di larang bekerja di dunia seni ku lagi ?" Tanya Ruby Yolanda dengan nada menuntut keadilan kepada Devano Wandani yang menatap dirinya dengan garang.
"Karena hidupmu sekarang berada di tanganku dan keluargaku.Maka ,setiap tingkah lakumu ,nada bicaramu ,penampilanmu serta apapun yang ada di dirimu ini bukan lagi milik mu melainkan milikku dan keluargaku.Sekarang ubah cara penampilan kamu itu dengan cara penampilan yang sesuai dengan citra nama baik keluarga besar Wan yang terkenal sopan dan anggun di dunia perbisnisan Asia dan dunia." Jawab Devano Wandani meraih wajah Ruby Yolanda dengan satu genggaman jari tangan kanannya saja.
Ruby menelan saliva nya dengan hatinya mulai ada rasa getir dan hampa mendengarkan setiap ucapan yang keluar dari mulut suaminya itu yang Ia tahu sama sekali tidak ada rasa manis sama sekali.
" Kenapa kamu masih berdiri diam di situ?Ayolah cepat ganti pakaianmu dan tata cara dandanan rambut dan make up mu itu? Aku akan menantimu di sini dan waktu mu hanya sepuluh menit dari sekarang." Perintah Devano Wandani kepada Ruby Yolanda.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Stanalise (Deep)🖌️
Sabar bang .. Jan buru-buru kek gitulah
2022-10-23
1
Stanalise (Deep)🖌️
Othor suka banget ya nama-nama timur kek gini... Ciri khas emang, udah ini...
2022-10-23
2
Stanalise (Deep)🖌️
Akong tuh apaan Thor?
2022-10-23
2