" Apa maksud mu, Rich? Kenapa kamu berdusta kepada Papa dan Mama mu mengenai kita yang mereka salah pahami itu? " Tanya Ruby Yolanda atau Sumiati Zevanya berbisik di telinga Richard.
" Aku hanya ingin meluruskan kesalahpahaman mereka berdua mengenai hubungan kita berdua dengan meminta restu mereka untuk kita berdua bisa menikah dan memulai hidup kita yang baru demi masa depan putra kita..!" Jawab Richard yang mengeraskan suaranya agar orang tuanya dapat mendengar perkataannya itu dengan amat jelas.
" Tapi..? " Tanya Ruby mengangkat alis nya.
" Sumiati sayang, tak ada kata tapi lagi karena ku mau menikahi mu dengan serius dan tulus hati di hadapan keluarga pribadiku..! " Jawab Richard dengan menatapnya begitu dalam.
Mama nya Richard mendekatinya dan berbicara dengan nada keibuan yang sangat lembut dan menyentuh sekali sampai Ia tak bisa menolak kembali pinangan Richard terhadapnya.
" Sum, Tante Winda dengan sungguh hati sekali meminta maaf kepadamu karena Tante pernah tidak menyetujui hubungan asmara mu dengan Richard putra Tante. Tetapi, sekarang Tante dan Oom Riko merestui hubungan asmara kalian. Semua itu demi kebahagiaan mu dan Ziko cucu kami..! Jadi, tolonglah jangan bersikeras lagi ya dengan menolak pinangan Richard terhadapmu yang sudah di anggap oleh Tante Winda dan Oom Riko sebagai menantu kami..! " Kata Tante Winda dengan selembut kasih ibu kepada Ruby.
Ruby pun hanya bisa mengangguk dan Richard begitu gembira sekali sambil memeluknya lalu membawakan tas nya di punggung pria muda yang sangat baik hati itu. Kemudian, Ruby ikuti mereka keluar dari rumah sakit bersalin menuju ke area parkiran yang berada di depan gedung rumah sakit.
Di mana mobil keluarga Evander telah menanti mereka untuk masuk di dalamnya lalu melaju cepat membawa mereka ke gedung apartemen yang di tempati oleh Richard Evander sebagai tempat tinggal pria itu di Ibukota Dublin, Irlandia.
"Sum..Kamu istirahatlah di kamar mu bersama dengan Ziko dan biarkanlah untuk urusan lainnya akan aku kerjakan..! " Kata Richard dengan nada lembut mengantarkannya masuk ke kamar yang sudah di sediakan untuknya dan Ziko oleh pria itu.
" Iya..! " Jawab Ruby tersenyum kepada Richard sebelum menidurkan Ziko di tempat tidur.
" Baiklah, selamat beristirahat untukmu , Honey..! " Kata Richard mengecup keningnya dengan lembut sebelum menutup pintu kamar dan pergi ke ruangan lainnya.
Richard menemukan Mama Winda sedang sibuk memasak makan malam di dapur untuk mereka sekeluarga. Ia dengan tersentuh oleh kasih yang hebat dari Mama nya itu menghampiri Mama nya sambil memeluknya dari belakang sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada Mama nya itu.
" Ei..Ada apa sih dengan kamu, Rich? Kenapa kamu bersikap manja seperti ini memeluk Mama mu, Sayang? " Tanya Mama Winda mengelus -elus pipinya dengan lembut.
" Gak ada apa -apa kok..Rich cuma mau bilang makasih banyak atas pengertian Mama kepada Rich..! " Jawab Richard mencium pipi Mama nya.
" Ah, kau ini..! Dikira Mama ada apa ?! " Ucap Mama nya tersenyum keibuan kepadanya.
" Hehehe..Ya, Ma..Mama sedang masak sayur apa untuk makan malam kami eh kita semua ?" Tanya Richard yang tertarik dengan sayuran yang sedang di olah oleh Mamanya itu diatas kompor di dalam wajan.
" Sayur ayam opor untuk kita dan sup ayam arak untuk Sum agar proses pemulihan masa nifas nya cepat membaik dan sehat kembali dengan tepat waktunya yakni selama satu bulan..!" Jawab Mama nya menunjuk ke panci presto di atas kompor lain.
"Oouuhh, Mama gak perlu khawatir karena Aku sebagai Dokter tentu mengerti sekali untuk hal satu ini yang tentunya akan menyehatkan fisik dan organ dalam Sumiati dengan cepat dan sehat..!" Kata Richard yang memberitahukan ke Mama nya mengenai obat -obatan dan vitamin yang berdasarkan ilmu kedokterannya yang tinggi untuk kesehatan Sumiati.
" Hmmm...Ya, Pak Dokter..Pak Dokter memang paling pintar untuk pengobatan modern, tetapi Pak Dokter tidak pintar untuk pengobatan cara tradisional khususnya untuk fisik dan organ dalam tubuh wanita." Kata Mama nya yang tak mau kalah saing tentang pengobatan dengan nya.
"Ehemm ya, Bu Sinshe..! " Kata Richard dengan nada mengalah berdebat dengan Mama nya.
Richard menemui Papa nya yang sedang sibuk menguras aquarium di ruang keluarga hingga banjir di lantai di sekitar aquarium yang nyaris membuat seekor kucing persia cantik terpeleset di lantai karena genangan air aquarium.
" Aduh , Papa -ku sayang..Sibuk apa sih serius sekali sampai mengompol tak sadar? " Tanya Richard halus menegur Papa nya.
" Hehehe..Papa sibuk bersihin rumah nya Nemo dan keluarga nya yang nyaris terlupakan akan kebersihan nya olehmu karena kesibukanmu itu sebagai Dokter super sibuk...! " Jawab Papa nya tanpa memunculkan wajah dari dalam aquarium.
" Aih, ya..Karena Aku sibuk demi menolong tiap orang yang membutuhkan pertolonganku yang berprofesi sebagai ahli kesehatan dan juga demi kebanggaan diri Papa juga 'kan di hadapan para sahabat, kerabat dan keluarga Papa ? Papa suka membicarakan ku dengan bangga di hadapan mereka..!" Kata Richard yang memilih untuk Ia menolong Sisi kucing persia kesayangannya itu dari lantai.
********
Di Los Angeles, Usa.
Devano duduk di bangku taman pada malam hari sepulangnya Ia dari mencari pekerjaan di mana -mana yang nyatanya tak sesuai dengan pendidikannya dan terlebih lagi dengan kasta nya.
" Mereka yang menolak ku adalah orang -orang paling bodoh di dunia..! Karena mereka tidak tahu siapa aku...?! " Gerutu Devano sambil asyik menikmati sate sosis yang dilumuri mayonaise dan saus sambal.
" Aku heran kenapa aku selalu di pecat dan di tolak bekerjasama dengan orang -orang itu yang sungguh menyebalkan sekali...! " Kata Devano dengan dengusan sebal.
Di saat Devano sedang asyik makan sate sosis yang di lumuri mayonaise dan saus sambal, Ia tak sengaja melihat Soledad yang berjalan begitu hati -hati sekali seakan menahan rasa sakit pada pinggang gadis itu.
Ia mengabaikan gadis itu sampai Soledad yang melewati nya untuk berbelok ke arah gedung apartemen mereka tinggal dan masuk ke sana tanpa melihatnya.
" Ehemm..Dasar wanita kasta bawah yang amat lemah sekali sih..! " Kata Devano dengan nada mencemooh Soledad tanpa berbelas kasihan kepada gadis pengganti istrinya itu.
" Uuuuh..Ternyata sesakit ini ! " Keluh Soledad yang meringkuk di ranjang kamarnya.
Rasa sakit pasca aborsi secara diam -diam di lakukan nya itu ternyata tak sesakit perasaan di hatinya yang menilai dirinya telah kejam hati kepada buah hatinya sendiri karena Ia begitu membenci dan kecewa sekali kepada Devano yang di nilai nya begitu egois sekali dan tak ada perasaan sama sekali terhadapnya dari pria itu.
Bersambung...!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nona Angel™©🍼🍼
Kenapa kamu bunuh anak mu Soledad??? bayi yang tak berdosa
Kasian banget kamu Devano sulit mencari pekerjaan wkwkkw
2022-10-07
1
R. Yani aja
ku bertanya... Untuk wanita yang sudah melakukan aborsi, bagaimana perasaan mu? Puaskah? menyesal kah? Apapun alasannya, aku merasa iba bagi kalian.. .
2022-09-23
2
✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸
penasaran ketika kesadaran Ruby kembali, bagaimana kalau keluarga Devano mengetahui faktanya? lanjut kak
2022-09-14
0