Bab 11.

Los Angeles,Usa.

Awan yang berarak-arak di langit begitu cerah dan menyilaukan bagi Soledad yang melangkahkan kedua kakinya yang jenjang dan indah ke tangga di depan bangunan megah dan indah bukan main bagi siapapun yang baru saja memasuki salah satu mansion terbaik di miliki oleh Keluarga Wan di dunia,termasuk di Los Angeles ini.

"Selamat datang di rumah mu dan Devano yang merupakan hadiah ulang tahun Devano yang ke dua belas tahun yang sekarang sebagai tempat tinggal kalian berdua setelah Devano menikahimu sebagai istrinya." Kata Andy Peter Wan tersenyum kepada Soledad yang di kiranya sebagai Ruby.

"Ya, Akong terimakasih banyak atas hadiah yang Akong berikan kepada kami.." Kata Devano yang cepat mewakili Soledad menjawab Akongnya.

"Iya..Akong tak hanya memberikan rumah ini dan asetnya tetapi Akong juga ingin kamu bekerja di sini dengan sangat baik sebagai wakilnya Akong di perusahaan keluarga kita yang bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata."Kata Andy Peter Wan memberikan berkas -berkas pekerjaan yang harus di kerjakan oleh Devano Wandani yang menjadi wakilnya.

"Tentu saja Akong.Aku pasti akan bekerja dengan baik sekali untuk memajukan perusahaan kita ini sesuai harapan Akong berikan kepada Devano." Jawab Devano Wandani yang mengambil berkas -berkas itu dengan sopan sekali.

" Ei..Apakah kamu tak mau melihat dan membaca dahulu berkas -berkas itu sebelum kamu merajuk kepada Akong untuk pekerjaan yang kamu terima di perusahaan keluarga kita itu?" Tanya Angela Wan dengan tatapan matanya mengarah kepada Devano Wandani sambil menyeruput secangkir kopi Americano yang disediakan oleh staff rumah bagian dapur kepadanya.

"Ya,tentu..Aku akan melihat dan membacanya." Jawab Devano Wandani yang membuka berkas dan melihat dengan kedua alisnya berkerut lalu di lemparkan berkas itu ke meja ruang keluarga.

" Apa maksud Akong memberikanku pekerjaan yang amat rendah sekali di perusahaan keluarga kita ?" Tanya Devano dengan marah kepada Akong nya itu.

" Akong sudah pernah bilang kepadamu untuk kau bisa memulai dari awal lagi untuk meraih sukses mu sendiri di dalam kehidupan baru mu ini setelah kamu dewasa dan menikah sebagai pelajaran mu bisa hidup mandiri bersama dengan istrimu." Kata Andy Peter Wan yang memberikan isyarat kepada para staf membawakan barang -barang pribadi milik Devano dan Ruby keluar dari rumah mewah itu.

"Eiii...Akong..Tolong jangan sekejam ini kepadaku cucu mu sendiri..!Lihatlah ,Aku tak pernah berbuat kasar kepada Ruby sejak Ia menjadi Istriku.." Kata Devano merangkapkan kedua tangannya dengan maksud hatinya meminta kebijakan dari Akong nya itu.

"Ya,Aku sudah lihat semua yang telah kau berbuat kepada Ruby semenjak kalian menikah dengan sangat baik tetapi Aku harus mengajarkan kamu bagaimana cara mendapatkan uang sepersenpun dari darah dan keringatmu sendiri untuk kamu bisa menghidupi istri dan anak -anakmu kelak dari usaha mu sendiri bukan dari usaha keluarga kita yang di rintis oleh leluhur kita dari nol." Kata Andy Peter Wan memberikan penjelasan begitu detail kepada Devano Wandani.

" Aih..Akong..! Lalu Aku harus tinggal di mana?" Tanya Devano dengan mendecakkan lidahnya itu kepada Akong nya saat melihat barang -barang di milikinya dan Soledad di bawa keluar dari rumah mewahnya itu oleh staf Akong nya.

" Di apartemen yang sudah Akong siapkan untuk kalian berdua di alamat yang tertera di kertas di tangan Ruby." Jawab Akong nya santai sekali.

Devano Wandani mengambil kertas itu dari tangan Soledad begitu cepat lalu membacanya dalam diam,kemudian Ia meraih jemari Soledad keluar dari rumah mewahnya dengan berjalan kaki yang cukup jauh sambil menyeret koper-koper yang lumayan berat dan besar di sepanjang jalan tanpa menoleh kembali kepada Akong dan Ah ma nya yang sudah masuk ke mobil untuk perjalanan yang amat singkat sekali untuk kembali ke China.

" Percuma aku membuang biaya besar untuk Aku bisa mengoperasi wajah Soledad seperti wajah Ruby wanita sialan itu..! Aku juga sudah banyak membiayai pengobatan Ibunya itu di Irlandia, jika Aku harus tetap menjalani awal kehidupan yang amat berat dari bimbingan gila Akong..!" Gerutu Devano Wandani di dalam hatinya dan Ia makin kesal saat melihat apartemen yang di berikan oleh Akong nya itu sangatlah kecil dan sempit sekali.

"Wah,bagus sekali apartemen ini.." Kata Soledad yang seumur hidup belum pernah melihat atau pun menempati rumah di dalam gedung tinggi di cakar langit.

" Untukmu bagus sekali tetapi bagi ku rumah ini tak lebih baik dari kandang kuda yang sangatlah bau dan kotor.." Kata Devano nada datar sekali dengan tangannya melepaskan genggamannya itu dari tangan Soledad yang menengok kaget sekali dengan sikap dinginnya itu.

"Vano..Kenapa kau mengatakan rumah ini tak lebih baik dari kandang kuda?Bukankah asalkan kita punya tempat tinggal sudah cukup baik sekali daripada kita harus tinggal di jalanan di negara asing ?" Tanya Soledad yang menengok kepada Devano yang mengerang dengan suara geraman yang sangat mengejutkan Soledad yang cepat mundur untuk menjauhi Devano.

" Kenapa kau mundur dan menjauh dariku,Ruby?" Tanya Devano Wandani yang lupa kalau gadis di hadapannya itu bukanlah Ruby.Ia melangkahkan kedua kakinya untuk maju mendekati gadis yang semakin mundur dan terjengkang ke ranjang di ujung ruangan sempit itu.Ia mengurung kedua tangan gadis itu di tiang tempat tidur tanpa peduli pekikan yang keluar dari mulut gadis yang telah di bungkamnya dengan ciuman kasar darinya.

" Dev..Tolong jangan melakukan itu kepadaku..!Aku bukan istrimu..! " Jerit Soledad yang berusaha keras untuk mempertahankan dirinya dari Devano yang menggila dengan kekasaran pria itu yang merenggut kehormatannya untuk pertama kalinya dengan sangat menyakitkan sekali.

Devano tertidur pulas di atas tubuh Soledad yang terbuka di pagi hari berikutnya tanpa menyadari dirinya telah menodai seorang gadis yang bukan istrinya itu di karenakan dirinya marah dan sangat kecewa terhadap keputusan dari Akong nya itu.

" Jahat sekali kau..! Aku bukan istrimu tetapi kau sudah mengambil semua milikku yang paling ku jaga seumur hidupku..!" Ucap Soledad dengan nada lirih yang di sertai isak tangis.

" Ruby..Dimanakah kau berada?Aku akan mencari mu bila kau masih hidup dan jika kau sudah mati aku pun akan mencari jasad mu sampai aku bisa membuktikan sendiri dirimu yang selalu hadir di otakku dan menghantui ku terus -menerus baik aku tidur maupun diriku sedang sibuk dengan segala aktivitasku yang padat.." Batin Devano di dalam mimpi dan tidurnya itu mencari -cari Ruby yang tenggelam di lautan lepas di Irlandia.

Bersambung..!!

Terpopuler

Comments

Nona Angel™©🍼🍼

Nona Angel™©🍼🍼

Kasihan banget kamu Soledad di kasari Devano saat hubungan intim dan kini kamu sudah tidak perawan lagi


Yang sabar Soledad

2022-10-05

2

R. Yani aja

R. Yani aja

syukurin kamu Devano... mau Ruby itu hidup atau mati, dia udah bisa membuat kamu enggak bisa hidup dengan tenang...

2022-09-20

1

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

lanjuuuutt

2022-09-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!