Ruby Yolanda tersenyum risih begitu dirinya telah berduaan dengan Devano Wandani di Helikopter yang akan membawanya ke negeri jauh lain dari kawasan benua Asia.
"Menjauhlah dariku.." Kata Devano Wandani nada dingin sekali kepada Ruby Yolanda yang duduk di sampingnya.
".." Gumam Ruby Yolanda dengan sinis segeralah Ia pindah duduk untuk menjauh dari suaminya yang amat judes itu.
Devano Wandani mengabaikannya dengan sibuk mengaktifkan Ipad untuk menghubungi Lucia Sang gadis pujaan hati pria itu yang tinggal di negara Malaysia.
" Luc..Jawab dong We chat ku..Aku sangat cemas memikirkan mu seharian ini karena kamu tidak ada satu pun pesan di Wa mu,Sayangku." Kata Devano Wandani melalui interkom langsung di google meet untuk melakukan video call dengan Lucia.
Namun tak ada jawaban apapun yang di layar Ipadnya dan yang ada adalah laporan tentang isi pemblokiran segala informasi dan media sosial maupun media seluler yang berhubungan dengan Lucia oleh Akongnya yang ada namanya di bawah layar Ipadnya.
" Ihh..Akong sungguh memblokir semua hal yang berhubungan dengan Lucia..!" Teriak Devano nada kesal sekali dengan kedisplinan aturan keras dan tegas dari Andy Peter Wan Akongnya yang amat otoriter itu.
Kekesalan Devano Wandani di lampiaskan kepada Ruby Yolanda yang duduk di seberangnya dengan pria muda ini menarik rambut panjang istrinya itu dengan cengkeraman kasar sekali.
" Auh..Sakit..! Kau kenapa sih ?" Tanya Ruby yang meringis kesakitan kulit kepalanya yang panas karena rambutnya di tarik begitu kencang oleh Devano Wandani.
" Wanita sialan semua karena dirimu ! Hidupku ini sekarang menjadi sengsara..! Kau penyebab Aku harus putus dari Lucia kekasih ku yang paling ku cintai di muka bumi ini..Aku akan membuatmu ini hidup menderita untuk sakit hatiku ini..!" Teriak Devano Wandani dengan berang kepada Ruby di hadapannya.
" Ughh..! Kauuu..!" Jerit Ruby Yolanda yang begitu kesakitan dengan sikap kasar Devano Wandani.
Devano Wandani menyeretnya keluar dari dalam Helikopter begitu mereka berdua tiba di villa yang amat asri dan sejuk di sebuah kota pinggiran dari Ibukota Dublin, Irlandia.
Bruk..!
" Augh..! Kau mau apa ?" Tanya Ruby Yolanda di ikat di tiang tempat tidur oleh Devano Wandani.
"Aku mau apa ? Aku mau kau merasakan artinya sakit hati karena cinta ku harus pupus di tengah jalan oleh ikut campur tangan Kakek ku yang amat menginginkan mu untuk menjadi istriku..!" Jawab Devano Wandani yang melucuti pakaian Ruby dan menerkam Ruby dengan beringas sekali.
" Kyaaaaa..!! Sakittt..!!" Jerit Ruby Yolanda yang merasa dirinya bagaikan seekor kelinci yang amat malang sekali di terkam oleh harimau buas dan liar serta ganas seperti Devano Wandani.
" Bagaimana rasanya kamu bisa memenuhi apa yang di inginkan oleh Akong ku secepatnya dapat memberikannya cucu buyut laki -laki pertamanya itu?" Tanya Devano Wandani yang melakukan hal itu terhadap Ruby Yolanda dengan amat kasar dan beringas sampai gadis ini jatuh pingsan berulang kali karena gadis ini begitu kesakitan sekali.
Pagi hari berikutnya, Ruby Yolanda di suruh oleh Devano Wandani untuk melakukan pekerjaan di kandang sapi yang begitu kotor dan bau sekali tanpa bantuan siapapun.
" Bersihkan kandang sapi dan mandikanlah sapi -sapi itu sampai bersih..!" Perintah Devano yang mendorong Ruby dengan kasar ke kandang sapi sampai gadis itu tersungkur di tengah kotoran sapi.
Brukk..!!
" Auw..Sakit..! Augh bau sekali..!" Rintih Ruby yang menangis sedih karena Ia di perlakukan dengan kasar oleh suaminya sendiri.
Sementara itu, Devano Wandani menikmati waktu liburan bulan madunya dengan berkuda di tengah padang rumput yang amat asri dan indah sekali di sekitar vila.
Angin pedesaan yang di terpa gelombang rumput yang hijau dan membumbung tinggi menambah keindahan daerah yang sangat menarik di negara Irlandia.
" Hai..Indah sekali pemandangan tebing ini yang amat curam dan menjorok ke lautan lepas yang amat bergelombang air laut warna hijau dan biru yang menerpa batu -batuan besar di pesisir tebing ini." Kata Devano Wandani dengan perasaan hati nya begitu hampa sekali memikirkan hatinya yang kosong karena Lucia yang amat di cintainya itu telah di pisahkan begitu saja oleh Akongnya.
" Waahh topi ku...!" Terdengarlah seruan gadis cantik berrambut yang bergelombang indah dari arah pantai.
" Aduhai cantiknya gadis Irlandia.." Kata Devano Wandani meleletkan lidahnya melihat kecantikan gadis yang berlarian di pantai untuk mengambil topi pantai yang terbang dan jatuh di air laut.
" Hei..Hati -hatilah di sana dalam sekali..!" Teriak Devano Wandani yang segera berkuda menuju pantai dan meraih topi dengan cemeti kudanya yang masuk ke air laut lalu Ia membalikkan kuda ke arah gadis yang menatapnya dengan kagum luar biasa.
" Kau sungguh menarik sekali ,kawan." Kata gadis ini melayangkan senyuman yang memikat hati Devano Wandani yang sedang patah hati karena putus cinta yang terpaksa itu.
" Yaaah? Aku sangat menarik sekali.Namamu ini siapakah Nona cantik ?" Tanya Devano Wandani memamerkan lesung pipi nya yang indah dan juga memikat hati gadis itu.
" Soledad Nathalia." Jawab Gadis itu memberikan jemarinya untuk di kecup bibir manis Devano dari atas punggung kuda pria itu.
" Nama yang sesuai dengan orangnya dan Kamu membuatku ingin mengenalmu lebih jauh lagi eh salah lebih dekat lagi." Kata Devano Wandani kini turun dari kuda dan memutuskan untuk berjalan bersama -sama dengan Soledad Nathalia gadis Irlandia yang sangat menarik itu.
Soledad Nathalia mengajaknya ke rumah gadis itu yang berada tak jauh dari kawasan pantai yang amat indah itu.Di rumah yang sangat asri dan juga khas Irlandia banget ada seorang wanita tua dan seekor anjing warna hitam yang tinggal di sana dan di perkenalkan kepada Devano Wandani oleh gadis itu.
" Ibuku dan namanya adalah Victoria Nabelio. Aku dan ibuku hanya tinggal berdua saja di rumah ini bersama dengan Pedro anjing liar ini.Pekerjaan ku adalah pengantar susu sapi ke seluruh daerah ini dan Aku juga bekerja di cottage milik Tuan Pablo Montero di bagian selatan daerah ini." Tutur dari Soledad Nathalia menceritakan sedikit riwayat nya kepada Devano Wandani.
" Oh, kasihan sekali nasibmu tapi kau sungguh amat mengagumkan sekali dengan perjuanganmu sebagai seorang gadis muda yang tangguh dan mandiri sekali untuk menghidupi dirimu dan Ibu mu yang sudah lanjut usia itu," Kata Devano yang begitu terpikat dengan kecantikan wajah dan juga keindahan tubuh Soledad Nathalia itu begitu amat manis sekali memuji gadis itu.
" Terimakasih.Kamu sendiri siapakah namamu itu dan dimanakah kamu tinggal ?Karena Aku dapat melihat dirimu ini sungguh berbeda dengan pria -pria di sini." Kata Soledad Nathalia yang ingin sekali berkenalan dengan pria asing yang amatlah memikat hatinya itu.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Stanalise (Deep)🖌️
Tapi ya ga gini juga loh woii, kau bisa memperlakukan dia lembut kan. Penuh emosi gini jadi gatal tanganku ini
2022-10-23
2
El_Ni.Mar
soledad jd inget lagunya Westlife sedih loh
2022-10-15
2
Nona Angel™©🍼🍼
Kejam banget Devano dan kini Devano berniat selingkuh
Ih rasanya mau gue tonjok si Devano
Sungguh malang sekali nasibmu Rubby
2022-10-01
2