Soledad hampir tidak dapat mempercayai segala hal yang menimpanya itu,gadis ini merasa bahwa perjumpaan pertama antara dirinya dengan pria asing blasteran oriental ini adalah musibah yang tiada tara bagi dirinya.
" Kau sudah tak waras ya,Devano? Kamu sudah tahu jelas -jelas aku ini Soledad bukan Ruby? Tapi kau malah memperkeruh keadaan yang mengira aku adalah Ruby isterimu? " Tanya Soledad yang menilai Devano Wandani sudah tak masuk akal.
" Kamu harus menjadi Ruby Yolanda untuk kamu bisa mendapatkan biaya pengobatan jantung Ibu mu..Aku cuma minta kamu bersandiwara sebagai Ruby di hadapan keluargaku,Soledad.Lihatlah diri kamu sekarang adalah Ruby Yolanda Wandani." Jawab Devano Wandani yang membalikkan tubuh Soledad untuk menghadapi cermin di dinding.
"Agh..! Ini bukan diriku ! Aku bu..Kan.." Suaranya Soledad menghilang di karenakan Devano telah membungkannya dengan ciuman yang membara sehingga Soledad terpengaruh desiran lincah pria itu menciumnya.
" Kau suka 'kan? " Tanya Devano meremas rambut Soledad dengan senyuman yang memabukkan bagi Soledad.
" Ah..?!"
" Gausah sok suci deh..Kamu suka kepadaku 'kan? Jika kau merasa suka kepadaku? Tak perlu untuk menolak menjadi Ruby Yolanda di keluargaku..!" Kata Devano Wandani dengan tangannya yang lain menyelusuri belakang rambut dan lehernya Soledad dengan sentuhan yang melunturkan rasa emosi di hati Soledad.
" Iya..Tapi tak seperti ini caranya..!" Tutur Soledad yang menggigil dengan sentuhan kecil Devano.
"Hmmm?" Gumam Devano Wandani yang melihat Ruby Yolanda di diri Soledad yang memandangi dirinya dengan merona.
" Menjauhlah dari ku..! Aku muak dengan tatapan matamu yang sok malang itu.." Kata Devano yang mendorong Soledad darinya karena Devano lupa kalau gadis di hadapannya bukanlah Ruby istrinya tetapi Soledad gadis Eropa yang di ubah olehnya sebagai Ruby Yolanda Wandani.
Devano Wandani keluar dari ruangan pribadinya dengan perasaan hatinya amat kacau balau usai belakangan ini Ia selalu bermimpi tentang Ruby Yolanda yang di dorongnya jatuh ke lautan lepas dari tebing curam karena Ia emosi mendengar Ruby Yolanda menyesali perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua Ruby dengan pihak keluarganya Devano Wandani.
" Aku kenapa sih selalu memikirkan wanita sialan itu?"Tanya Devano geram pada dirinya sendiri.Ia mengambil sebotol tequila di laci minuman keras nya lalu menegak minuman itu dengan emosi.
Rumah Sakit Cherry Orchard,Dublin,Irlandia.
Dokter Richard Evander memeriksa keadaan gadis asia yang terbujur kaku di ranjang pasiennya yang sangat intensif sekali.Ia melihat monitor jantung dan lain yang di pasang di selang -selang infus di seluruh tubuh gadis asia malang ini.
"Denyut mu sudah normal dan kondisi janinmu juga baik -baik saja.Kau tenanglah Aku Richard akan melakukan yang terbaik untuk menolongmu dan bayi mu hidup dengan sehat." Kata Dokter itu yang tangan menyentuh dahi gadis asia malang itu dengan lembut yang kepalanya tertutup perban yang melingkari kepala gadis itu.
"Dok..Kita harus mencari tahu tentang diri gadis ini untuk memberikan laporan kepada pemerintah mengenai kita merawat gadis asing di rumah sakit ini." Kata perawat cantik yang selalu setia sekali menemani Dokter Richard Evander merawat gadis itu.
" Emma..Di baju piyama gadis itu ku temukan satu buah cincin batu akik yang bisa menentukan diri gadis ini berasal dari Indonesia karena batu akik adanya di Indonesia." Kata Dokter Richard yang menduga gadis asia itu berasal dari Indonesia.
" Lalu apakah Anda menemukan keterangan diri gadis ini di batu akik yang Anda temukan di baju piyama nya ?" Tanya perawat Emma menoleh ke arah Dokter Richard Evander yang sibuk meneliti batu akik yang sebenarnya batu pemberian teman Ruby Yolanda yang berasal dari Ibukota Lima, Peru.
" Ada namanya di batu akik ini..! Emma ,kemarilah lihat nama di batu akik ini?!" Seru Richard dengan antusias sekali kepada Emma.
Emma mendekatinya untuk ikut melihat ukiran di cincin akik itu dan gadis asal Bulgaria ini dapat menemukan sebuah nama yang terdengar aneh dan asing di lidahnya yang terlalu terbiasa sekali bicara bahasa lokal negara Irlandia yaitu Inggris.
"Sumiati Zetanya" Kata Emma membaca tulisan di ukiran batu akik dengan mengerutkan keningnya.
" Astaga namanya Indonesia banget.." Kata Dokter Richard Evander yang tersenyum kecil menatap gadis asia yang terbaring di ranjang pasiennya itu.
"Apa itu Indonesia banget,Dok?" Tanya Perawat Emma menengok kepada Dokter Richard Evander yang senyum -senyum sendiri menatap sendu dan lembut sang pasien cantik itu.
" Artinya sangat kental dengan negara Indonesia yakni negara ku yang berada di kawasan Asia Tenggara dengan nama lain negara seribu pulau yang terbentang indah di cakrawala dunia." Jawab Richard Evander yang dadanya mengembang saat mengingat negara tercintanya itu.
" Oh ,Aku ini baru tahu kalau Anda berasal dari negara Indonesia juga ya ,Dok? Kalau aku boleh tahu Anda berasal dari daerah apa tinggalnya?" Tanya Emma berbinar -binar ingin tahu banyak hal tentang negara Indonesia yang di kenalnya dari google saja kepada Richard Evander.
" Ya,aku berasal dari Indonesia dan daerah aku itu adalah Ibukota Jakarta namun Papa dan Mama ku berasal dari daerah yang berbeda yakni Papa ku dari Kota Jambi di pulau Sumatera dan Mama ku berasal dari kota Denpasar,Bali.Kami menetap di Ibukota Jakarta di pulau Jawa,Emma.Pokoknya Indonesia itu amat luas sekali.." Jawab Richard Evander yang terus memandangi gadis asia yang terbaring koma di ranjang pasiennya.
" Mmm..Jadi,nama gadis ini adalah Sumiati Zevanya ya,Dok?" Tanya seorang perawat laki -laki yang membawa map untuk menulis nama pasien yang di rawat oleh Dokter Richard Evander dan juga Perawat Senior Emma.
" Iya,Bruce.Namanya Sumiati Zevanya..," Jawab Richard Evander yang melihat bulu mata pasien cantik bergerak -gerak halus oleh kedutan kecil yang menunjukkan perkembangan kondisi pasien cantik itu terus maju.
"Wah,dia merespon..?!" Ucap Emma dengan hati terharu entah karena apa yang di rasakannya itu saat Ia melihat pasien cantik menggerakkan bulu mata nya di balik pejaman kedua mata yang tentu saja sangat cantik apabila kedua mata itu dapat terbuka.
" Iya..Itu tandanya Ia menjawab namanya sesuai dengan yang kita duga melalui cincin batu akik nya ini." Kata Richard Evander yang meraih jari -jari halus dan indah pasien cantiknya itu.
Di Vila yang sangat indah terlihat Devano Wandani yang menyeret koper dari ruangan dalam vila dan di ikuti oleh Soledad dan sejumlah keluarganya di belakangnya yang kemudian memasuki mobil -mobil mewah yang berbaris di undakan tangga vila untuk meninggalkan vila bersama -sama.
Bersambung..!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Nona Angel™©🍼🍼
Cepatlah sadar Rubby
Wehhh Richard nama pasien cantik mu itu Rubby Yolanda bukan Sumiati
2022-10-01
2
TK
ngopi dulu Thor ☕✍️✍️✍️
2022-09-26
1
R. Yani aja
Ealah... dokter Richard juga dari Indonesia toh... 🤭🤭🤭
2022-09-20
0