Bab 7.

Sampai sore hari menjelang malam Devano dapat mengakhiri kunjungannya ke rumah gadis cantik yang baru saja di kenalnya itu.Ia tampak ceria dan berseri -seri sekali setelah mempunyai sahabat baru yang menarik hatinya itu.

Ia kembali mengerutkan keningnya dengan sebal saat Ia melihat istrinya yang sangat tidak di sukai nya itu yang bernama Ruby Yolanda yang tampak berlumuran aneka aroma bau kandang sapi di hadapannya.

" Iih, kau sungguh menjijikan sekali membuatku muak melihatmu." Kata Devano Wandani dengan dingin kepada Ruby Yolanda yang tampak sangat menyedihkan bagi orang yang mempunyai hati dan perasaan iba terhadap gadis muda belia itu.

" Aku begini juga karena ulah mu yang menyuruh Aku membersihkan sapi -sapi dan kandang nya seorang diri sejak subuh hingga sore hari Aku baru bisa menyelesaikannya dan sekarang kamu malah mencemoohku dengan kata -kata kasarmu itu kepadaku." Kata Ruby Yolanda dengan mata berlinang air mata kemarahan kepada suaminya yang tak punya hati dan perasaan itu.

"Oh, kau berani memarahiku ya?! Kau pikir kamu itu siapakah ?Ah!! " Bentak Devano Wandani nada keras sekali kepada Ruby Yolanda sambil tangan nya menuding kasar istrnya itu.

"Aku istri mu bukan budakmu..!" Balas Ruby yang berbalikan badannya menuju ke kamar mandi.

" Kau bukan Istriku dalam bentuk sejatiku tetapi kau wanita hina murahan yang terpaksa untuk ku nikahi supaya Aku mendapatkan hak warisanku dari Akong ku yang menyebalkan itu..!" Bentak Devano Wandani dengan menggedor -gedor pintu kamar mandi dengan kasar sekali.

Ruby Yolanda menangis pilu menyayat hati di bawah pancuran air shower yang hangat dan juga mengguyur seluruh tubuhnya yang berlumuran kotoran sapi dan rasa sakit akibat malam pertama yang menyiksanya itu kemarin malam.

" Aku tidak tahan lagi..Aku harus pergi dari rumah ini untuk menjauh dari bajingan sialan itu." Kata Ruby Yolanda di sela-sela tangisannya.

Tekad bulat Ruby Yolanda untuk kabur dari rumah liburan bulan madu nya yang pahit itu ternyata tak bisa di lakukannya karena Devano Wandani telah mengetahui niatnya itu lalu mengurungnya di kamar.

" Buka pintu kamar..!!" Teriak Ruby Yolanda dari dalam kamar.

" Kau tak bisa kabur dariku wanita murahan..!" Balas Devano Wandani dari luar kamar.

" Kau pikir kau bisa mengurungku..? Ah..Bajingan bauu..!" Teriak Ruby Yolanda yang menendang pintu kamar dengan bunyi yang amat keras.

Duk..!

Duk..!!

Devano Wandani melotot dari luar kamar karena Ia amat emosi sekali dengan teriakan dan makian dari mulut Ruby Yolanda.Maka,Ia membukakan pintu kamar untuk melihat apa yang akan di lakukan Ruby untuk kabur darinya.

" Eiii..Dia lari dari jendela kamar..!! " Teriak Devano Wandani kesal melihat daun jendela kamar wanita itu terbuka lebar.

Devano Wandani mengejar Ruby yang berlarian kencang menuruni bukit untuk kabur darinya.Ia pun mengejar dengan lebih kencang lagi dan Ia terkekeh senang sekali melihat gadis itu berhenti di ujung tebing.

" Kau mau lari kemana ? " Tanya Devano dengan wajah sangar kepada Ruby Yolanda.

"Aku lebih memilih untuk terjun dari tebing curam ini daripada Aku harus hidup bersama denganmu laki -laki berengsek," Jawab Ruby dengan suara keras di antara deru angin laut.

"Ahmm sial ! Kalau Ia mati berarti Aku gagal dapat warisan dari Akong." Kata Devano merasa jengkel di dalam hatinya.

"Ruby, apakah kamu mau keluargamu menderita kehilanganmu karena kebodohanmu yang memilih untuk terjun dari tebing curam ini daripada kamu harus hidup bersama denganku?" Tanya Devano yang terpaksa menghaluskan nada suaranya itu untuk membujuk isterinya tidak terjun dari tebing curam.

"Mama ! Papa...! Kalian sudah menjerumuskanku dengan memilihkanku pasangan hidup orang stres kayak gini..!" Jerit hati Ruby yang terkikis.

"Hei ,kurang ajar sekali kamu memakiku orang stres..? Ku hajar kau..!" Teriak Devano marah pada Ruby.

Devano mendorong Ruby hingga terjengkang ke bawah tebing curam dan gadis ini tertusuk pada kepalanya oleh batu tebing sebelum Ruby terjatuh ke dalam air laut dengan suara deburan yang luar biasa amat kencang.

Byurr..!!

" Oh ,Tuhan apa yang sudah ku lakukan barusan itu pada gadis itu?" Tanya Devano panik di kala Ia sadar dari perbuatannya itu.

"Devano ,kamu sedang apa di situ sendirian saja di tengah malam begini?" Tanya Soledad Nathalia yang semakin mengejutkan rasa panik di wajah Devano dari arah belakang pria itu.

" So..Soledad apakah kamu melihat sesuatu di sini di atas tebing curam ini sebelum kamu tiba di belakangku?" Tanya Devano dengan wajah panik dan suaranya terdengar bergetar kepada gadis di sampingnya itu usai Devano berhadapan dengan Soledad Nathalia.

"Ya ,aku lihat sesuatu di tebing curam ini." Jawab Soledad Nathalia dengan tersenyum jahil kepada Devano yang langsung tahu bahwa gadis cantik itu berkata jujur bahwa gadis ini tidak melihat Ia mendorong Ruby Yolanda dari tebing curam itu.

" Ahh, kau pasti hanya melihat diriku saja 'kan?" Tanya Devano Wandani menarik pinggang kecil Soledad untuk mendekatinya lalu dia mencium mesra bibir Soledad Nathalia yang sangat manis itu.

" Dev..Ini pertama kalinya Aku mendapat first kiss dari seorang laki -laki loh?!" Ucap Soledad yang merona wajahnya itu.

" Dan,Aku merupakan laki -laki pertama yang telah mencium mu dong?Aku sangat bahagia sekali bisa jadi orang pertama di dalam hidupmu yang merasakan manisnya bibir mu ini," Kata Devano yang kembali mencium bibir Soledad hingga gadis ini merasakan desiran hangat dari sentuhan pada rongga mulutnya oleh Devano Wandani.

" Dev.." Panggil Soledad di sela -sela ciuman yang begitu hangat itu kepada Devano Wandani.

"Iya,Sayang ? " Tanya Devano Wandani yang sudut matanya terarah ke air laut untuk mendoakan Ruby benar-benar meninggal dunia karena kepala gadis itu terbentur dan tertusuk batu tebing curam sebelum akhirnya gadis itu jatuh ke air laut.

" Aku benar -benar jatuh cinta kepadamu ,Dev.Aku berharap kamu bisa selalu baik kepadaku." Jawab Soledad Nathalia yang merangkul erat Devano.

" Iya,tentu saja Soledad.Aku bahkan ingin sekali menikahimu secepatnya,Sayang.Tapi dengan satu syarat yang harus kau penuhi untuk ku,Sayang?" Pinta Devano Wandani dengan senyuman yang sangat memikat hati Soledad Nathalia.

" Ya,kenapa kamu mau menikahiku dengan syarat yang harus ku penuhi untukmu?" Tanya Soledad dengan tatapan matanya yang penuh kepolosan hatinya.

" Mengganti nama dan jati dirimu dengan nama Ruby Yolanda." Jawab Devano Wandani yang membius Soledad dengan jarum suntik kecil di genggaman tangannya yang di selipkan secara diam -diam melalui ciumannya tadi ke leher gadis cantik itu sampai Soledad jatuh pingsan.

Bersambung..!

Terpopuler

Comments

R. Yani aja

R. Yani aja

dih... segitu kejamnya Devano rupanya...

2022-09-18

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

kau sunggu kejam Devano, persiapanmu dengan membawa suntikan sangatlah biadap. memanfaatkan ketampananmu dengan mengelabui Soledad dan membunuh Ruby. Tapi aku yakin Ruby akan selamat dan membalasmu

2022-09-14

1

TK

TK

🌷✍️

2022-09-06

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!