Bab 5.

Ruby Yolanda sudah berganti pakaian dan riasan penampilannya yang sesuai dengan perintah dari suaminya yang bernama Devano Wandani yang kini menunggunya di luar ruang ganti pakaian.

" Lama sekali sih kamu itu cuma ganti pakaian saja tingkah mu sudah mirip Miss Universe saja." Kata Devano Wandani dengan nada ketus kepada Ruby Yolanda yang sudah berada di hadapannya.

" Maaf.." Kata Ruby Yolanda dengan nada sopan kepada Devano Wandani.

"Ah,basi tahu gak sih maaf mu itu..!Ayo cepat kita harus temui keluarga kita sebelum kita berangkat dengan helikopter menuju ke Villa kita di Ibukota Dublin, Irlandia." Kata Devano Wandani dengan kasar menarik lengan Ruby Yolanda untuk jalan bersama dengannya menuju ke aula utama dari rumah besar keluarga Wan.

Di aula utama sudah hadir orang tua Ruby Yolanda dan orang tua Devano Wandani beserta keluarga mereka berdua lainnya yang sudah menanti kedua orang muda itu untuk bercengkerama hangat dan bersahaja sebelum kedua orang muda itu pergi bulan madu ke Irlandia.

" Mama..! Papa..!" Panggil Ruby memeluk kedua orang tuanya yakni Cecilia Yung dan Alexander Rolando.

" Sayang,mulai hari ini kamu harus patuh dan jaga sikap mu dengan baik kepada suamimu Devano Wandani dan keluarga mu yang baru sebagai istri yang baik,menantu yang baik dan wanita yang baik di keluarga Wan." Kata Cecilia Yung memberi amanat kepada Ruby Yolanda.

" Ya, Mama." Jawab Ruby Yolanda dengan patuh kepada Mama nya.

" Sayang, kamu juga harus bisa secepatnya untuk hamil dan melahirkan cucu buyut laki -laki pertama untuk Akong Andy Peter Wan dan Ahma Angela Wan dalam waktu setahun ini ya ,sayang. Maka kamu akan menjadi anak yang baik budi dan penuh pengertian sekali bagi Papa dan Mama mu di rumah kita di Korea Selatan." Kata Alexander Rolando memberikan pesannya juga kepada putri kesayangannya itu.

" Iya, Papa ku sayang." Jawab Ruby Yolanda yang memeluk Papa nya itu usai memeluk Mama nya.

" Dev, tolong kamu jaga putri Papa dan Mama mu ini dengan baik dan penuh tanggung jawab serta cintailah ,hormatilah dia sepenuh hati mu dan juga bimbinglah Ia di rumahmu,ya?" Pesan Cecilia Yung dengan penuh ketulusan hati menyerahkan putri kesayangannya kepada Devano Wandani.

" Iya, Mama.Devano pasti akan penuhi permintaan Mama dengan baik dan penuh tanggung jawab." Jawab Devano Wandani memberikan pelukannya yang sekilas kepada Mama mertuanya itu meski dirinya amat risih terhadap orang yang jauh lebih rendah kastanya di bandingkan dirinya itu.

"Devano Wandani sebagai laki -laki..Papa minta tolong kamu jaga putri kecil Papa dan Mama mu ini sepenuh jiwa dan ragamu..Jika kau merasa Ia kurang baik dan Ia melakukan kesalahan kepada mu di kemudian hari tolong maafkanlah dia dan berilah Ia pelukan kasih sayangmu dan janganlah pernah sekali -kali kamu membentaknya atau pun mengkasari dirinya atau kamu akan berhadapan langsung dengan Papa Alexander Rolando yang menuntutmu untuk mengembalikannya kepada Papa dan Mama mu ini dalam keadaan sehat fisik dan mentalnya." Pesan Alexander Rolando dengan nada tegas berwibawa sekali kepada menantunya itu.

" Ya, Papa Alex janganlah Papa khawatir banyak hal mengenai Cheni yang sekarang menjadi Istri Van Van karena Van Van akan menjaganya sesuai pesan Papa." Jawab Devano Wandani dengan nada tegas pula meskipun di dalam hatinya itu Ia amat enggan mematuhi pesan Papa mertuanya itu.

" Sayang, ingat pesan Akong jika Van Van galak kepadamu tolong kamu beritahukan kepada Akong mu ini biar Akong yang akan menanganinya untukmu." Pesan Andy Peter Wan memeluk Ruby Yolanda dengan kasih sayang yang amat besar sekali.

" Iya, Akong." Jawab Ruby Yolanda dengan nada hormat kepada Andy Peter Wan.

" Cheni, ingat ya sesampainya kamu di Villa.Kamu harus minum ramuan herbal yang Ahma dan juga Mama mertua mu berikan kepadamu supaya kamu sepulang dari honeymoon bisa segera isi seorang bayi laki -laki pertama yang tampan dan lucu seperti Van Van kami ini." Pesan Angela Wan memberikan pelukan hangat sekali kepada Ruby Yolanda yang pindah memeluk orang tua Devano Wandani yang memberikannya pesan yang amat panjang sekali dan di haruskan untuk di ingatnya dengan baik itu.

" Vano, ingat kamu itu bukan lagi bujangan yang bebas ya? Kamu sudah beristri cantik dan baik seperti Cheni ini.Kamu harus bisa mengatur waktu mu dengan baik untuk keharmonisan hubungan rumah tangga kalian berdua.Ingat jangan suka mabuk -mabuk alkohol dan berjudi di bar favorit mu bersama kelompok teman berengsek mu itu atau Akong mu ini akan menyita semua asetmu tanpa memberikanmu kesempatan untuk hidup mewah lagi seperti hari -harimu dahulu dan saat ini.Dan, satu lagi jika kamu berani galak dan kasar kepada Cheni..Hmm ,Akong juga akan tarik aset mu dan menyuruhmu kerja sebagai buruh kasar di pertambangan di Brazilia." Kata Andy Peter Wan dengan nada tegas dan berkarismatik yang amat besar kepada Devano Wandani yang menelan air liur nya dengan susah payah karena tahu sifat keras Akong nya itu kepadanya.

" Iya, Akong.Ih, tenang saja Vano pasti akan jadi cucu yang baik untuk Akong." Jawab Devano nada yang di harapknya bisa menyakinkan Akong nya.

"Suamiku, tolong jangan terlalu keras kepada Van Van kita ini.Lihatlah ,Dia sudah ketakutan sekali." Kata Angela Wan yang memanjakan Devano amat besar.

"Istriku ,kau ini terlalu memanjakannya sehingga Ia jadi besar kepala tuh.." Kata Andy Peter Wan dengan nada sedikit menegur Istrinya itu yang selalu membela Devano Wandani apabila di tegur olehnya.

" Papa , ucapan Mama itu benar sekali, kita bisa lihat Van Van sekarang sudah benar-benar jadi cucu bungsu mu yang baik ,dewasa dan bijaksana sekali.Lihatlah ,Ia memeluk istrinya dengan kasih sayang dan perhatian besar." Kata Papa kandung Devano Wandani yang begitu membanggakan anak nya itu di hadapan Andy Peter Wan.

Mereka melihat Devano Wandani memeluk Ruby Yolanda dengan kasih sayang dan perhatian yang amat besar seperti menyuapi Ruby makan kue pengantin mereka berdua dengan kelembutan hati dan sikap yang penuh kebijaksanaan seorang pria dan suami yang mencintai Istrinya dengan amat besar.

"Terimakasih." Kata Ruby Yolanda dengan lembut kepada Devano Wandani yang menurutnya amat licik sekali dengan memanfaatknya untuk Devano Wandani mendapat nilai yang sangat baik di mata kedua keluarga besar mereka berdua.

" Sama-sama ,Sayang.Bagaimana rasa kue yang kamu makan ini,Sayang?" Dengan raut wajahnya yang selembut sutra kepada Ruby Yolanda tapi tatapan matanya sekilas itu sangatlah setajam silet yang mengiris sembilu Ruby Yolanda dengan suapan yang kasar sekali dan nyaris membuatnya tersedak karena kue yang di paksa untuk masuk ke mulut dan tenggorokan Ruby Yolanda.

Bersambung...!!

Terpopuler

Comments

Stanalise (Deep)🖌️

Stanalise (Deep)🖌️

Sabar woi, apalah kau ini, dia wanita Weh... Beda denganmu, cowok mah kalo ganti cepet...

2022-10-23

2

Nona Angel™©🍼🍼

Nona Angel™©🍼🍼

Wah kejam juga ya Ahkong nya Devano mewanti wanti Devano harus sayangi Yolanda istri nya dan Vano di larang mabuk² an kalo melanggar semua maka aset Devano di sita 😱😱😱

Tegas sekali si Ahkong wkwkkw


Dihhh vano pura² romantis ckck

Biar di nilai harmonis ihh licik

2022-09-21

2

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

kelicikan Devano untuk mengelabuhi keluarganya, takut disegel hartanya ya Deeeevvvv😄😄🤣 jangan nakal2 sama Ruby

2022-09-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!