Bab 18.

Devano berlari begitu kencang sekali sampai Ia tak menyadari dirinya tersesat ke sebuah daerah lain di pinggiran Kota Los Angeles, Usa. Dimana Ia menjadi kebingungan dengan hamparan gurun dan kaktus yang berjarak satu -satu di sekitar daerah tersebut.

" Hai, Anak muda sedang apa kamu di daerah tandus ini ?" Sapa seorang pria tua yang sedang mengendarai mobil truk tua warna merah pada Devano.

" Aku tersesat, Paman..!" Jawab Devano sambil memegangi pinggangnya untuk bernapas usai berlari begitu kencang dari daerah pergudangan di pinggiran kota Los Angeles bagian utara.

" Ouh, begitu ceritanya..! Ya, sudah kau masuk dan naiklah ke dalam trukku ini agar Aku bisa mengantarkan mu pulang ke tempat tinggalmu." Kata pria tua itu dengan ramah sekali kepada Devano.

" Ah, ya...Terimakasih Paman..! " Sahut Devano dengan bersyukur sekali.

Di dalam perjalanan menuju ke dalam kota Los Angeles, Devano berbincang -bincang dengan pria tua yang bernama Ronan yang menanyakan tentang dirinya dengan penuh perhatian yang besar dan bersahabat sekali.

" Kau ingin mencari pekerjaan yang cocok untuk mu , begitukah ?" Tanya Ronan yang menoleh sekilas kepada Devano yang duduk di kursi di sisi sampingnya.

" Iya, Paman..Ah susah sekali aku bisa dapatkan pekerjaan yang cocok untuk ku di kota besar ini karena Aku baru pertama kalinya menjalani hidup mandiri tanpa biaya hidup dari keluarga ku yang sangat menginginkanku dapat memperoleh kekayaan ku sendiri dari jerih payahku sendiri..!" Jawab Devano yang menaruh wajahnya di kaca jendela mobil truk Ronan untuk menghirup udara segar yang mungkin dapat menghilangkan rass kesal di hatinya.

" Kau jangan merasa putus asa, Nak. Sebab ,kau masih sangat muda sekali dan Aku yakin suatu saat kau bisa memperoleh pekerjaan yang cocok untuk mu untuk membuktikan kepada keluarga mu kalau kamu bisa hidup mandiri tanpa biaya hidup dari mereka keluarga mu..!" Kata Ronan yang memberikan nasehat kepada Devano.

" Ya, Paman Ronan kau benar sekali..! " Jawab Devano berkali -kali menghela napas.

Di sisi lain, Soledad sudah mulai menyibukkan diri nya dengan bekerja di sebuah restoran siap saji sebagai tukang pencuci piring kotor di dapur di restoran yang bertuliskan Wendy'S.

" Hai, Soledad..Ini piring kotor yang baru, tolong kamu cuci dengan bersih..! " Kata seorang rekan kerja Soledad yang bertugas sebagai pelayan resto tersebut yang membawakan setumpuk piring kotor untuk di cuci bersih oleh Soledad dari ruang lain di restoran itu ke dapur.

" Ya, Kian..Terimakasih..!" Kata Soledad sabar.

" Soledad, nanti siang saat jam makan siang mau kah kau temani aku untuk makan siang bersama ku?" Tanya Kian teman kerja Soledad.

" Iya, tentu saja Kian..! " Jawab Soledad dengan senyum yang memikat Kian.

" Astaga cantik sekali senyumnya Soledad...! " Puji Kian di dalam hatinya sambil membantu Soledad mencuci piring kotor di wastafel lain di dapur restoran siap saji tempat mereka bekerja.

Siang hari yang begitu terik sekali menambah panasnya kepala Devano yang tak sengaja lihat kemesraan Soledad dengan rekan kerja gadis itu melalui kaca jendela luar restoran tersebut usai Devano sudah tiba di dalam kota Los Angeles dengan bantuan Ronan si supir truk pengantar makanan siap saji dari restoran tersebut.

"Mmm, dasar gadis genit yang tak bisa ditinggal sedetik saja oleh ku ..! Uh, dia sudah bersikap lenjeh ke cowok lain..!" Maki Devano dengan raut wajah merah.

" Dev, ayo masuk dan ikuti aku untuk temui Bos pemilik restoran ini untuk kamu bisa melamar pekerjaan sebagai karyawan di restoran Wendy' S ini..!" Panggil Ronan dari tangga di samping pintu masuk restoran tersebut kepada Devano.

" Ah, Iya, Paman Ronan..! Aku datang..!" Sahut Devano yang segera mengikuti Ronan menaiki tangga besi yang berliku -liku ke kantor bos dari pemilik restoran siap saji.

Tok..!

Tok..!

Ronan mengetuk pintu depan kantor yang ada tulisan 'ruang kerja Samantha '. Lalu terdengar suara dari dalam ruang kantor itu .

" Masuklah..! "

Ronan memberi isyarat untuk Devano masuk ke kantor yang di tempati seorang gadis berrambut pirang ikal yang sangat cantik dan begitu gadis itu mengangkat wajahnya untuk melihat tamu nya itu.

"Devano Gilberto Xu rupanya kamu yang telah datang ke restoranku untuk melamar pekerjaan di sini ?! " Ucap Samantha terkejut melihat Devano.

" Dan, Kau Samantha Aguilera yang pernah satu kampus denganku di Harvard, Boston ?" Tanya Devano yang mengenali mantan teman satu kampusnya itu.

" Oh,ya Akulah Samantha Aguilera yang biasa di panggil si cupu Tatha oleh mu dan kawan -kawan satu geng mu di kampus kita dahulu..! Uh , kamu itu dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah sama sekali, yakni kau tetaplah seorang Devano Gilberto Xu yang menyebalkan di seluruh kampus Harvard..! " Jawab Samantha Aguilera tertawa kecil untuk Devano yang raut wajahnya masam seketika itu juga.

" Sudah cukup ejekan mu itu kepadaku..! Atau Aku tak sudi untuk melamar pekerjaan di resto mu ini..!" Kata Devano yang sudah akan berbalik ke pintu.

" Hei, tunggu dulu..Kau jangan mengambek lagi seperti bocah cilik tak memperoleh mainan yang di sukai deh..! " Kata Samantha Aguilera yang kini menutup pintu kantor di depan Ronan yang melongo kaget mendengar percakapan antara bos nya dengan pemuda asing yang baru saja di kenalnya itu.

" Kau mau apa menghalangi ku untuk keluar dari kantormu yang sumpek ?" Tanya Devano nada tajam kepada Samantha yang merangkul leher Devano dan mengecup leher Devano dengan lembut.

" Aku mau kamu bekerja di restoran ku sebagai asisten pribadiku yang tampan..! Jangan cemas aku akan memberikan mu upah yang besar dan biaya hidup yang sesuai dengan taraf hidupmu, jika kau mau menjadi kekasih ku yang baik dan manis..!" Jawab Samantha yang tangannya itu sudah meraba dada bidang Devano yang masih memakai kemeja putih.

" Ou, begitukah ? " Tanya Devano yang meraih jemari Samantha yang ingin meraba bagian inti tubuhnya.

" Iya, dari dulu Aku sudah berkhayal menjadi kekasihmu , Dev..! Ayolah..!" Jawab Samantha yang mulutnya sudah maju untuk mencium bibir Devano.

Devano memiringkan wajahnya dan mendorong Samantha dengan kasar dan membuka pintu kantor sambil berteriak keras sekali dan kasar kepada Samantha Aguilera dengan telunjuknya menunjuk bengis ke kantor Samantha.

" Kau jangan gila ya ! Aku Devano Gilberto Xu bukanlah pria murahan yang demi pekerjaan rendah dan gaji rendah bersedia menjadi pria penghibur mu...! Huh..Gadis gila..!" Teriakan Devano di dengar oleh Soledad yang sedang makan siang bersama dengan Kian di dalam ruangan lain di restoran tersebut.

" Astaga..! Ei, sejak kapan laki -laki pemarah itu bisa berada di tempat kerjaku ? " Tanya Soledad kaget sekali melihat Devano yang berteriak di luar melalui kaca jendela ruangan lain dari resto siap saja tempatnya bekerja.

Bersambung...!

Terpopuler

Comments

Nona Angel™©🍼🍼

Nona Angel™©🍼🍼

Wkwkwk Devano marah di anggap cowok murahan 🤣🤣🤣🤣


Cari kerjaan susah Dev apa lagi kamu kerja milih² gimana mau sukses

2022-10-15

1

R. Yani aja

R. Yani aja

iya sih, butuh kerjaan... tapi kalo jadi "pacar" bayaran mah.. HARGA DIRI BRO!!! 😅

2022-09-25

1

ikmaliq

ikmaliq

Mantabz 👍

2022-09-07

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!