Bab 12.

Angin pagi hari yang sejuk menerpa kulit di raut wajah cantik Ruby Yolanda yang memeluk diri nya sendiri bagai memeluk boneka hidup yang tak bergeming sama sekali di balkon kamar tidur pasien di rumah sakit Cherry Orchard,Ibukota Dublin,Irlandia.

"Sumi..Coba kau lihat surat apakah di tanganku ini?" Tanya Dokter Richard Evander tersenyum manis untuk menghiburnya.

"Iya..?" Ruby Yolanda kini memakai nama baru yakni Sumiati Zevanya dikarenakan dirinya telah mengalami amnesia yang cukup parah sekali yang membuatnya melupakan identitas dirinya dan segala hal tentangnya di masa lalunya.

"Surat keterangan dirimu sudah sehat dan boleh keluar dari rumah sakit.Apakah kau tak merasa senang dirimu bisa aktivitas kembali seperti dulu kamu lakukan?" Ucap Dokter Richard menoleh menatapnya dengan memeluk tiang balkon.

"Ya,Aku merasa senang sekali bisa keluar dari rumah sakit.Tapi,Aku merasa bingung sekali di karenakan Aku tak punya rumah dan keluarga di luar rumah sakit ini." Jawab Ruby dengan hati yang pedih sekali kepada Richard Evander.

"Kata siapa kau tak mempunyai rumah dan juga keluarga di luar rumah sakit ini ?Lihat Aku ini saudaramu dan rumah ku adalah rumahmu juga sampai kapanpun kau mau tinggal dengan rasa nyaman." Kata Richard tersenyum ramah kepada Ruby Yolanda yang terlihat sangat mengibakan hati Richard yang melihat keadaan diri gadis di hadapannya itu.

"Terimakasih,Rich.Aku sangat bersyukur sekali dapat berjumpa dengan orang baik sepertimu di keadaan diriku yang sangat kacau ini.." Kata Ruby pedih menunjuk ke perut buncitnya yang kini semakin besar saja dengan pakaian piyama seragan rumah sakit Cherry Orchard kepada Richard Evander.

"Sumi yang cantik..Tolong kamu harus berpikir positif untuk suasana hatimu ceria dan pikiran mu mencerna anugerah Tuhan di dalam perut mu itu,ya? Ada aku kok yang akan menjaganya seperti seorang Uncle atau Paman yang dapat menjaga keponakannya sendiri." Kata Richard meraih jemari Ruby seraya menatap sendu pada gadis manis yang malang itu.

"Ahmm...Iya,Rich..Aku tahu...Makasih ya.." Kata Ruby tersenyum manis kepada Richard.

Emma mendengarkan percakapan mereka dari pintu kamar pasien dan suster ini merasa kalau keduanya sangat serasi untuk menjadi pasangan kekasih yang sangat baik dan penyayang.

"Kau harus ingat kalau Dokter Richard sudah ada tunangannya yang berasal dari Malaysia." Kata perawat pria yang ikut melihat mereka dari atas kepala Emma.

"Hmm..Susah juga sih untuk menemukan orang yang tepat di saat kita sudah berada di jalan yang tak tepat." Kata Emma menghembuskan napas sambil menutup rapat pintu kamar pasien Vvip itu.

"Seperti kamu yang menemukan ku di rumah sakit ini namun kau sudah mempunyai kekasih hati di kampung halamanmu di negara asalmu di Bulgaria." Kata Boy nama perawat pria yang baik hati itu kepada Emma.

"Iyaa..Kasus kita berbeda dengan mereka,Boy. Aku dan kekasih ku saling mencintai satu sama lainnya,sedangkan kamu cuma cinta bertepuk sebelah tangan denganku..!" Ucap Emma nada sedikit sarkatis kepada Boy.

"Ya,ya ya..Kau memang si bule yang angkuh deh ah.." Kata Boy dengan gerutuannya sambil pria itu pergi ke ruangan lain untuk memeriksa para pasien lain sebagai tugasnya di rumah sakit itu.

Los Angeles,Usa.

Dering ponsel di atas meja kecil di samping kiri lampu hias tempat tidur terus saja memanggil -manggil Devano Wandani untuk bangun dan Ia di haruskan untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya dan kehidupannya yang tak sesuai dengan harapannya.

"Dev..Ini sarapanmu.." Kata Soledad menaruh nampan yang di atasnya ada piring berisi roti panggang dan segelas susu hangat di tempat tidur.

"Ini lagi..?" Tanya Devano dengan bosan.

" Ya? Habisnya kita tak ada uang lagi untuk beli makanan enak seperti khayalanmu itu." Jawab Soledad dengan jengkel.

"Oh,trus kamu salah aku ? Begitukah ?" Tanya Devano melotot kepada Soledad yang segera mundur dan keluar dari kamar.

Prang..!

Devano melempar makanan sekaligus nampan nya ke pintu kamar dengan raut wajah kesal.

" Ini semua karena Akong yang sudah buat hidup ku bagai neraka..! " Jerit Devano menumpahkan amarahnya dengan menghancurkan segala yang ada di kamar nya itu.

Devano menyusupkan jemari tangannya ke atas kepala nya untuk mencengkeram rambutnya itu dengan wajahnya geram dan suara mulutnya itu mengeluarkan suara mengerang yang sangat sering di dengar Soledad dari ruangan lain di unit apartemen mereka yang kecil dan sempit.

" Dasar laki -laki tak ada gunanya..! Dia itu hanya bisa marah dan mengamuk saja..! Huh..Sungguh sial banget nasibku menjadi isterinya.."Omel Soledad dengan nada pelan sambil mengambil tas selempangnya dari sofa lalu Ia segera pergi bekerja tanpa memperdulikan Devano di dalam unit apartemen mereka.

Devano yang tak mendengar suara balasan dari Soledad merasa hening bukan main.Ia turun dari tempat tidur lalu segera mandi dan berpakaian rapi untuk mulai mencari pekerjaan yang sesuai dengan penampilan dan pendidikannya itu.

Satu-persatu setiap kantor dan perusahaan yang di datanginya adalah kantor -kantor yang sangat bonafit tetapi tak seorang pun menerimanya di karenakan Ia di kenal sebagai cucu Tuan Andy Peter Wan yang tentunya tak mungkin sekali ,Ia mau bekerja di perusahaan orang lain yang amat tidak sesuai dengan derajatnya itu.

Akhirnya,Ia melamar pekerjaan ke sebuah kafe yang sama sekali tak pernah ada seorang pun yang mengenal dirinya.Ia di terima di kafetaria dengan bekerja sebagai kasir yang sangatlah mempermudah dirinya untuk bertemu dengan orang -orang baru di kehidupannya yang baru.

"Hai,perkenalkan namaku Gina,usiaku delapan belas tahun dan asalku dari Texas." Kata gadis cantik yang bekerja sebagai pramuniaga di kafe yang sama dengannya.

"Hai juga,namaku Devano ,usiaku dua puluh tujuh tahun dan asalku dari Los Angeles ini." Kata Devano menyunggingkan senyuman yang memikat sekali kepada Gina.

"Ekhem..Kalian ini ingin bekerja di kafeku atau berpacaran?" Tanya Kepala manajer Kafe nada judes sekali kepada Devano dan Gina.

"Dua -duanya...Terus kamu mau apa?Ah...!"Tanya Devano mendelik kasar kepada Kepala manajer Kafe yang memerah marah lalu memecatnya di hari itu juga.

"Sial...!! Aku sungguh tak mengira nasibku akan seburuk iniiii..!" Teriak Devano di tepi sungai yang terbentang luas di bawah jembatan layang.

"Berisik..! " Tegur seorang nenek tua yang tangan kanannya membawa tongkat dan nenek tua itu duduk di rumput -rumput hijau tepi sungai.

" Aish..Galak sekali kamu nenek tua..!" Balas Devano dengan mendelik tajam kepada Nenek tua itu sampai Sang Nenek mengetuk sepasang kakinya dengan tongkat karena tersinggung oleh ucapannya itu.

Bersambung..!!

Terpopuler

Comments

El_Ni.Mar

El_Ni.Mar

galak bgt devvv

2022-10-20

0

Nona Angel™©🍼🍼

Nona Angel™©🍼🍼

Terlalu manja kamu Devano



Semoga Richard bisa nikahi Rubby

2022-10-05

2

R. Yani aja

R. Yani aja

kapok kamu Dev. Pukul aja nek, anak yang enggak punya sopan santun itu... 🤭😅

2022-09-23

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!