Bab 15.

Devano masuk ke unit apartemennya tinggali itu usai menghabiskan waktu sore harinya di taman di dekat kawasan gedung apartemen yang amat klasik dan unik di kawasan pinggiran kota Los Angeles, Usa.

" Auh..Perutku keroncongan lagi nih..! Ah, Aku cari makanan ah di kulkas..!" Kata Devano yang mengelus -elus perutnya yang dibuka kaos nya itu sambil melangkah menuju ke dapur.

Devano memeriksa isi kulkas mini nya dan isi nya kosong melompong yang artinya tak ada persediaan makanan dan minuman di kulkas nya itu. Maka Ia mengerang keras dengan geram sekali karena kesal tak ada makanan yang bisa di makannya itu. Ia melangkah ke kamar tidur Soledad yang menggedor -gedor pintu kamar.

Buk..!

Bukk..!

" Soledad..! Buka pintu kamarmu ! Cepat..! Atau Aku akan mendobrak pintu kamarmu hingga jebol..! " Teriak Devano.

"Ugh..Kenapa lagi sih tuh cowok gila ? " Keluh Soledad sebal tetapi gadis itu bangun dari tidur nya untuk membuka pintu kamarnya untuk pria tampan yang menyebalkan itu.

" Mau apa ? " Tanya Soledad menatap langsung Devano.

" Makan..! " Jawab Devano dengan gerahamnya berdecit.

" Ya, sana kau carilah makan mu sendiri dan kau jangan mengganggu ku..! " Kata Soledad yang menggunakan jari memberitahu Devano untuk mencari makan nya sendiri.

" Kau bilang apa? Ah..! Aku sudah mencari -cari makanan di kulkas tapi nyata kulkas kosong isi nya semua..! Apa sih kerja mu itu seharian di luar rumah kalau tak mencari uang untuk makan kita berdua ?! " Bentak Devano di depan wajah cantik Soledad yang persis dengan Ruby Yolanda.

"Hei..! Kau ini seenaknya saja bicara keras pada ku yang sudah menghidupimu selama dua tahun ini ! Aku sungguh sudah sangat baik hati dan sabar menghadapimu yang sangat tak ada rasa manusia normal sedikitpun..! Aku muak hidup bersama mu..!" Balas Soledad yang masih sakit pada bagian bawah perutnya itu pasca aborsi secara rahasia dari suami gadungannya itu.

Buk..!

Tinju sudah melayang ke pintu kamar di depan Soledad yang mengejutkan Soledad yang segera mundur ketakutan sekali ke dinding karena gadis ini melihat Devano memerah sekali pada wajah tampan itu.

" Kau bilang apa barusan kepadaku tadi ?! Ah! Kau bilang sudah muak untuk hidup bersama denganku..! Apakah kau pikir aku tidak merasa muak dengan segala kekonyolan Akong yang mau kita menikah dan jalani hidup yang sangat sial ini di sini..?! " Kata Devano yang berteriak di depan Soledad yang meringkuk dan menangis di dinding.

"Hik..! Hik..! Hik..! Tolong kamu lepaskan Aku saja karena Aku bukan istrimu ! Aku orang lain yang wajahnya di ubah oleh mu melalui dokter -dokter terbaik yang menjadi sahabat mu di Irlandia..! Tuan Devano Wandani, tolonglah Aku cuma seorang Soledad Zevanya yang miskin dan hidup di rumah gubuk di tepi pantai selatan yang berada dekat di villa mu itu..! " Isak Soledad yang memohon -mohon kepada Devano yang terlihat ingin memukuli nya itu tetapi Devano tak lakukan hal itu karena pria ini terpaku melihat Ruby yang menangis di hadapannya itu.

" Ruby..! Cheni..! ! " Panggil Devano yang tiba -tiba merengkuh wajah yang berantakan tertutup rambut yang berwarna kemerahan yang indah dan wangi itu.

".." Soledad tercengang melihat Devano malah memanggilnya dengan panggilan yang lembut sekali dengan nama yang terdengar asing bagi nya selain kata Ruby yang di kenalnya itu.

" Cheni..! Aku minta maaf karena aku tidak ada maksud untuk mendorong mu dari tebing ke laut lepas hingga kau tenggelam..! Aku hanya emosi sesaat karena kau kabur dari vila kita dan aku khawatir Akong akan marah kepadaku dan aku akan di coret sebagai pewaris tunggal keluarga Wandani di Beijing..! " Kata Devano yang mulai menyadari dirinya telah jatuh cinta kepada Ruby Yolanda semenjak dirinya menyesal sekali telah berbuat kasar kepada Ruby.

Soledad semakin terpaku saat Devano mencium bibir nya dan menjelajahi mulutnya dengan luar biasa lembut sehingga Soledad terhanyut di dalam kelembutan Devano.

" Cheni, bisakah kau memaafkanku ? " Tanya dan pinta Devano dengan lembut menjilati rongga mulut Soledad yang di kira Ruby.

" Iya..Ya..! " Jawab Soledad otomatis karena di berikan kehangatan dan kelembutan yang amat di impikannnya selama ini.

Devano yang tenggelam kembali dengan ingatan kelam nya itu tanpa sadar kembali melakukan hubungan intim dengan Soledad yang sekarang merelakan dirinya itu di berikan kepada Devano dengan harapan besar di dalam benak Soledad.

" Aku ingin di cintai oleh mu , Dev..! Aku sadar juga Aku tak pernah membencimu bahkan Aku merasa iri sekali terhadap Ruby yang begitu kau cintai sepenuh jiwa ragamu..! Aku ingin kamu bisa mencintai ku sebagai Soledad bukan Ruby yang sudah meninggal dunia begitu lama...! " Kata Soledad yang membelai lembut punggung kekar Devano yang berbaring di atas tubuhnya yang terbuka tanpa pakaian itu.

Devano tertidur pulas di atas tubuh Soledad di ranjang yang sangat pas ukurannya itu untuk mereka berdua bisa mencurahkan perasaan di hati mereka meskipun tak searah. Hal, ini karena Devano memikirkan Ruby sedangkan Soledad memikirkan Devano sehingga tak sejalan dan searah mengenai perasaan keduanya itu.

*******

Di Dublin , Irlandia.

Suasana malam yang sangat hangat dan penuh kekeluargaan terjadi di dalam apartemen yang selalu ramai dan terang benderang itu karena di dalam apartemen itu ada orang -orang yang baik hati dan penyayang satu sama lainnya.

" Sum..Silakan kamu nikmati camilan malam yang Mama buatkan untuk mu sebelum tidur..! " Kata Mama nya Richard Evander yang datang ke kamar tidur Ruby Yolanda yang asli dengan membawakan semangkuk buah pepaya segar dan manis untuk Ruby.

" Iya, Ma...Makasih banyak..!" Jawab Ruby yang sangat tersentuh dengan sikap keibuan dari Mama nya Richard Evander yang sudah meminta nya untuk memanggil wanita paruh baya yang murah senyum ini dengan sebutan Mama.

"Sama -sama, Sayang. Mari kau serahkan Ziko kepada Mama untuk di gendong Mama agar kau bisa istirahat untuk memulihkan kesehatan mu pasca melahirkan sekitar empat puluh hari yang lalu..! " Kata Mama nya Richard Evander yang mengambil bayi Ziko dari Ruby agar Ruby bisa menemani Richard yang sudah resmi menjadi suami nya Sumiati Zevanya setelah mereka resmi menikah di catatan sipil kota Dublin di kantor Kedubes Indonesia.

" Ah, iya Mama..! " Kata Ruby yang dengan halus mengerti maksud Mama mertua nya itu yang menginginkannya untuk memenuhi kebutuhan jasmani Richard setelah mereka berdua menikah sekitar dua hari yang lalu bertepatan dengan hari selesai masa nifas nya Ruby.

Ruby pun setelah menghabiskan camilan buah pepaya nya itu beranjak menemui Richard yang sedang mengetik sesuatu di layar laptop pria itu yang di letakkan di tempat tidur pria itu di dalam kamar yang lain.

" Rich..! " Panggil Ruby lembut kepada Richard yang mendongakkan tatapan matanya dari laptop nya untuk menghadapi Ruby yang telah berdiri di depannya dekat tempat tidur nya.

Bersambung...!!

Terpopuler

Comments

Nona Angel™©🍼🍼

Nona Angel™©🍼🍼

Devano tidak sadar sudah mengatakan kepada Soledad tentang penyebab Rubby meninggal dunia.


Akhir nya Rubby dan Ricard sudah menjadi suami istri, semoga Rubby bahagia

2022-10-15

1

R. Yani aja

R. Yani aja

mama mertua pengertian sekali... si anak perlu perlakuan khusus ya, dari menantunya itu... 🤭✌

2022-09-24

1

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

✍️⃞⃟𝑹𝑨_νισℓєт νιєηѕтαя⍣⃝కꫝ🎸

pengakuanmu Devano, pengakuan yang tanpa sadar telah membuka rahasia di depan Soledad.

2022-09-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!