Segeralah Kembali Ke Jakarta

Kayra menatap tubuh Ibunya yang terbaring di atas brankar dengan tangan kiri terbalut perban. Dia tahu ada kulit yang melepuh dibalik balutan perban berwarna putih itu. Sementara mata Ibunya itu kini terpejam dengan kening berkerut seakan menahan rasa sakit.

" Ibu ..." Kayra mendekat ke arah brankar dan menyentuh wajah Ibunya itu.

Ibu Sari membuka matanya perlahan saat merasakan sentuhan tangan Kayra dan mendengar suara Kayra yang terdengar jelas di telinganya.

" Kayra ..." Dengan suara lemah Ibu Sari memanggil nama anaknya.

" Ibu ... maafkan Kayra karena tidak bisa menjaga Ibu. Maafkan Kayra karena Kayra tidak ada di saat Ibu terkena musibah." Kayra terisak seraya menciumi wajah Ibunya. Kayra merasa kecewa kepada dirinya sendiri karena dia merasa gagal merawat orang tuanya.

" Kamu tidak salah, Nak. Semua ini adalah musibah. Semua ini karena keteledoran Ibu." Ibu Sari tidak ingin Kayra menyalahkan dirinya sendiri karena anaknya itu bekerja jauh dari rumah dan harus meninggalkannya sendiri di Bandung.

" Kenapa bisa sampai seperti ini, Bu?" tanya Kayra mempertanyakan kenapa kebakaran itu sampai terjadi.

" Ibu teledor, Kayra. Ibu lupa mematikan kompor setelah menghangatkan makanan." Ibu Sari sedikit menceritakan apa yang menyebabkan musibah itu terjadi.

" Apa lukanya parah, Bu? Apa perlu dioperasi? Kalau harus dioperasi sebaiknya dioperasi saja ya, Bu!?" Kayra meminta Ibunya itu menjalani operasi agar luka bakarnya segera sembuh. Dia tidak sampai hati jika Ibunya terus merasakan kesakitan atas lukanya itu

" Tapi bagaimana biayanya, Kayra? Kalau biayanya mahal sebaiknya tidak usah, Nak." Ibu Sari sudah membayangkan biaya yang dibutuhkan untuk menjalani operasi itu besar dan dia tidak ingin membebani putrinya itu.

" Ibu tidak usah memikirkan soal biaya, biar Kayra yang urus soal biaya pengobatan Ibu." Kayra meminta Ibunya untuk tidak memusingkan soal biaya pengobatannya.

" Tapi bagaimana dengan kondisi rumah kita, Nak? Pasti akan butuh biaya untuk merenovasi kerusakan karena kebakaran itu." Ibu Sari juga kepikiran akan tempat tinggalnya setelah kebakaran tersebut.

" Bu, Ibu jangan pikirkan soal dana dulu, sebaiknya Ibu istirahat saja. Nanti Kayra akan bicarakan dengan dokter. Ibu harus tenang jangan pikirkan macam-macam, serahkan semuanya ke Kayra biar Kayra yang akan menanggani semuanya." Kayra tidak ingin Ibunya itu memikirkan soal biaya rumah sakit, pengobatan dan renovasi rumah. Yang diperlukan Ibunya saat ini adalah ketenangan untuk proses penyembuhannya

***

Tok tok tok

" Permisi, Dok. Maaf jika saya mengganggu." Kayra memasuki ruangan dokter yang menangani Ibu Sari setelah dia dipesilahkan masuk oleh seorang perawat.

" Oh, iya silahkan, Mbak." Dokter Hani mempersilahkan Kayra masuk ke dalam ruangannya.

" Perkenalkan, saya Kayra, Dok. Saya putri dari Ibu Sari, pasien yang semalam masuk karena luka bakar." Kayra memperkenalkan dirinya kepada Dokter Hani.

" Jadi Mbak Kayra ini putri dari Ibu Sari, ya? Kebetulan sekali, saya ingin membicakan soal kondisi Ibu Sari kepada Mbak Kayra." Dokter Hani menutup buku agenda yang tadi sedang dia bubuhkan tulisan dengan goresan tintanya.

" Bagaimana dengan kondisi Ibu saya, Dok? Apa parah? Apa bisa disembuhkan?" Tak sabar rasanya Kayra ingin mendapatkan penjelasan dari dokter yang merawat Ibunya itu.

" Ibu Sari mengalami luka bakar, dan luka bakarnya itu termasuk dalam derajat kategori luka bakar tingkat tiga atau full thickness burn, karena mengenai seluruh lapisan epidermis dan dermis. Oleh sebab itu disarankan dilakukan operasi pada anggota tubuh yang mengalami luka bakar tersebut," tutur Dokter Hani menerangkan.

" Apakah Ibu saya akan baik-baik saja, Dok?" cemas Kayra.

" Insya Allah, kondisi kesehatan Ibu Sari akan baik-baik saja," Dokter Hani mencoba menenangkan Kayra.

" Mengenai biaya operasi, apakah biayanya sangat mahal, Dok?" tanya Kayra, karena dia takut uang tabungannya itu tidak dapat mengcover untuk membiayai pengobatan Ibunya. Dan setelah Dokter Hani menyebutkan biaya untuk bedah operasi Ibunya, Kayra bisa menarik nafas lega karena uang tabungannya bisa menutupi biaya operasi Ibunya itu.

" Baiklah, Dok. Tolong lakukan yang terbaik untuk Ibu saya, Dok." Kayra memutuskan untuk segera melakukan tindakan operasi untuk Ibunya. Karena yang paling utama bagi Kayra adalah membuat Ibunya sehat kembali agar dia bisa lebih tenang.

***

Ddrrtt ddrrtt

Kayra mengambil ponselnya yang bergetar dari dalam tasnya. Kayra mendapati nama bosnya di layar ponselnya itu. Kayra dengan cepat mengangkat panggilan ponsel tersebut.

" Selamat siang, Pak." Kayra menyahuti panggilan masuk dari Erlangga.

" Bagaimana keadaan orang tuamu, Kayra?" tanya Erlangga menanggapi sapaan Kayra.

" Hmmm, Ibu saya akan menjalani operasi, Pak." jawab Kayra.

" Apa lukanya parah?" tanya Erlangga lagi.

" Luka bakarnya termasuk jenis luka bakar tingkat tiga, menurut dokter harus segera dioperasi. Tapi luka bakarnya hanya di sekitar tangan kiri saja, Pak." Kayra menjelaskan.

" Oke, baiklah. Dirawat di rumah sakit mana Ibumu?" Erlangga sudah seperti wartawan yang menanyakan secara mendetail.

" Di rumah sakit xx, Pak." sahut Kayra.

" Oke, oke, siapa nama Ibumu? Nanti saya yang akan menanggung biaya rumah sakit dan pengobatan Ibumu, Kayra." ujar Erlangga.

Kayra membulatkan matanya mendengar ucapan atasannya yang mengatakan akan menghandle semua biaya rumah dan pengobatan Ibunya.

" Hmmm, Bapak tidak usah repot-repot, saya ada uang kok, Pak." Kayra menolak rencana Erlangga yang ingin mendanai biaya rumah sakit dan pengobatan Ibunya. Kayra merasa tidak enak hati kalau Erlangga sampai membayar biaya rumah sakit Ibu Sari. Karena masalah Ibunya adalah masalah pribadinya dan tidak ada hubungannya dengan perusahaan.

" Kamu adalah pegawai saya, dan saya sangat membutuhkan tenaga kamu di sini. Tentu saya tidak ingin melihat apa yang terjadi dengan orang tua kamu akan mempengaruhi kinerja kamu di sini!" tegas Erlangga. Sebagai seorang sekretaris yang sudah lima tahun mendampingi pekerjaannya, Erlangga tidak ingin pekerjaan Kayra akan terganggu karena masalah yang dihadapi oleh Ibu dari sekretarisnya itu.

" Tapi, Pak ...."

" Sebentar lagi saya harus menghadiri meeting. Nanti saya akan urus untuk mengurus biaya rumah sakit Ibu kamu. Setelah Ibu kamu membaik, segeralah kembali ke Jakarta." Perintah Erlangga seolah tidak ingin ditentang.

" Baik, Pa. Terima kasih." Tak lupa Kayra mengucapkan terima kasihnya atas kebaikan bosnya itu, walaupun dia tahu apa yang dilakukan Erlangga hanya karena Erlangga membutuhkan tenaganya di kantor.

Tak lama setelah Kayra mengucapkan terima kasih atas bantuan bosnya itu, Erlangga langsung menutup panggilan teleponnya.

Kayra menghembuskan nafas, walaupun dia merasa tidak enak tapi dia merasa bersyukur seluruh biaya rumah sakit Ibunya ditanggung pihak perusahaan tempat dia bekerja. Setidaknya uang yang rencananya dia pakai untuk membiayai pengobatan Ibunya bisa dia gunakan untuk memperbaiki kerusakan di bagian rumahnya yang terbakar.

.

*

*

*

Bersambung ....

Happy Reading❤️

Terpopuler

Comments

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

Ah ibuku apalgi ni kya bgini ni sering bnget . Klo lg goreng² sesuatu psti lauknya yg di angkt dluan tp tuh api masih nyala..
Prnh 2 kali tuh penggorengan kebakar, kita yg drmh jd ikutan panik🤦🏻‍♀️

2023-10-11

2

Deni Marviana💜

Deni Marviana💜

ini ceo nya udah mulai perhatian dan dia merasa hampa krn ga ada sekretarisnya.. tanda tandanya dimulai dr bayarin rmh sakit hehe

2023-01-08

0

Pipit Sopiah

Pipit Sopiah

awal mula komplik nih dengan pertama membayar semua tagihan rumah sakit

2022-12-04

2

lihat semua
Episodes
1 Musibah
2 Pulang Ke Bandung
3 Segeralah Kembali Ke Jakarta
4 Pindah Ke Jakarta
5 Membawa Ibu Ke Jakarta
6 Bekerja Sebaik Mungkin
7 Menghemat Pengeluaran
8 Ikutlah Dengan Saya!
9 Kenapa Kamu Malah Duduk?
10 Rencana Helen
11 Rumah Gubuk
12 Menjodohkan Kayra
13 Kemarahan Erlangga
14 Tanpa Harus Membayar
15 Tugas Dari Erlangga
16 Telepon Dari Siapa?
17 Rasanya Aneh
18 Sikap Erlangga Yang Berlebihan
19 Harus Berbohong
20 Kamu Mau Menemani Saya?
21 Jangan Terlalu Dekat Dengan Erlangga
22 Karena Salah Minum
23 Tidak Akan Ada Affair
24 Semalam Dari Mana?
25 Aku Tahu Kau Sedang Berbohong
26 Berhentilah Ikut Campur Masalah Pribadi Saya!
27 Temani Saya, Jangan Ke Mana-Mana
28 Apa Yang Kalian Lakukan?
29 Pindah Tugas
30 Mulutmu Selalu Menampik
31 Halusinasi Erlangga
32 Larangan Menjalin Hubungan
33 Memperistri Kayra
34 Rencana Kabur
35 Rencana Kabur
36 Tidak Ada Larangan Untuk Menikahimu
37 Pelarian
38 Istri Erlangga
39 Kapan Kamu Akan Siap?
40 Dasar Pria Aneh
41 Kenapa Kamu Melepas Cincinmu?
42 Rasa Penasaran Wira
43 Nyonya
44 Belum Pernah Melakukannya Denganmu
45 Saya Akan Melayani Bapak
46 Diamlah! Dan Nikmati Saja!
47 Jadilah Istri Yang Baik
48 Apa Yang Saya Makan, Itu Juga Yang Harus Kamu Makan
49 Wanita Lain
50 Ingin Bersamamu
51 Lupakan Ambisimu!
52 Apa Yang Kau Lakukan Dengan Wira?
53 Merasakan Kenikmatan
54 Ingkar Janji
55 Harus Berani Melawan
56 Kedai Soto
57 Berada Di Sarang Cinta
58 Orang Yang Mencurigakan
59 Pemecatan Rivaldi
60 Mencari Tahu Siapa Jimmy
61 Pasrah Menerima Nasib
62 Menolak Agnes
63 Rasa Kagum Erlangga
64 Undangan Ke Bandung
65 Uang Bulanan
66 Penyusup
67 Kedatangan Caroline
68 Sebaiknya Batalkan Rencana Perceraian Bapak
69 Mandi Bersama
70 Nyonya Erlangga Mahadika Gautama
71 Apa Kurangnya Menjadi Istri Erlangga?
72 Istri Simpanan CEO
73 Menginap Di Villa
74 Sidang Perceraian
75 Ada Apa Di Antara Kamu Dan Erlangga?
76 Restu
77 Ke Salon
78 Sekretaris Kedua
79 Bukan Nyonya Erlangga Lagi
80 Berkunjung Ke Kantor Krisna
81 Takut Kehilangan
82 Isi Dalam Box
83 Pelampiasan Emosi
84 Membuka Lembaran Baru
85 Kisah Kita Sudah Usai
86 Mabuk Perjalanan
87 Sayang
88 Keputusan Resign
89 Mas Erlangga
90 Periksa Kandungan
91 Sesuatu Yang Paling Berharga
92 Sedang Menginginkan
93 Pengaruh Hormon
94 Hanya Halusinasi
95 Jangan Mengusik Kami
96 Status Kayra
97 Di Mana Kayra?
98 Kayra, Sedang Apa Kamu Di Sini?
99 Kalang Kabut
100 Pembalasan Henry
101 Krisis Percaya Diri
102 Apa Kamu Takut Aku Akan Berpaling?
103 Jadi Bos
104 Merasa Sangat Dibutuhkan
105 Wanita Licik
106 Jaya Raya Garment
107 Menggantikan Posisi Kayra
108 Rencana Menculik
109 Kita Lihat Saja Nanti
110 Bakso Beranak
111 Jangan Makan Pedas!
112 Mulai Beraksi
113 Seperti Seorang Ratu
114 Undangan Makan Malam
115 Bukan Menantu Yang Diinginkan
116 Bagaikan Langit Dan Bumi
117 Apa Enaknya Menjadi Istri CEO?
118 Mempersulit Keadaan
119 Membatasi Gerakan Rivaldi
120 Adik Perempuan
121 Mencari Detektif
122 Aktivitas Agnes
123 Semakin Aman
124 Firman Dan Rena
125 Penyamaran Rizal
126 Cerita Masa Lalu
127 Tawaran Menghadiri Pesta Pernikahan
128 Cinderella Dan Pangeran
129 Arina
130 Ketakutan Arina
131 Pengaruh Kehamilan
132 Siapa Mama Rivaldi?
133 Sus Rina
134 Ancaman Agnes
135 Siap Mempertaruhkan Nyawa
136 Otak Cemerlang Rizal
137 Sosok Istri Dan Menantu Idaman
138 Ancaman Erlangga
139 Mengorek Kehidupan Pribadi Rivaldi
140 Sudah Bertobat
141 Sesuatu Yang Janggal
142 Mengurus Anak Sendiri
143 Bertemu Arina
144 Kisah Arina
145 Kania Pratiwi
146 Ketakutan Erlangga
147 Mirip Siapa?
148 Penyesalan Helen
149 Menemani Helen Berbelanja
150 Merasa Terancam
151 Hasil DNA
152 Kejujuran Ibu Sari
153 Berbicara Empat Mata Dengan Nugraha
154 Bertemu Dengan Siapa Tadi?
155 Kayra Yang Cemburu
156 Sosok Sebaik Erlangga
157 Pertemuan Kedua Ibu Mertua
158 Saat Melamar
159 Tamu Istimewa
160 Perasaan Yang Aneh
161 Pelindung Kayra
162 Mana Yang Diutamakan?
163 Berkunjung Ke Suatu Tempat
164 INFO NOVEL BARU
165 Sama-Sama Ibu Bagi Kayra
166 Apa Benar Aku Bukan Anak Ibu?
167 Merasa Tidak Diinginkan Oleh Orang Tuanya
168 Tidak Mengurangi Rasa Cintaku
169 Kamu Wanita Hebat
170 Bisa Berdamai
171 Papa Danny
172 Suami Idaman
173 Rumah Singgah
174 Wanita Yang Disukai Aldi
175 Demi Istri Tercinta
176 Devanka Affandra Mahadika ( Tamat )
177 Kontraksi Palsu
178 Devanka Affandra Mahadika ( TAMAT )
179 Bonchap 1 -- Terbiasa Dengan Suasana Kantor
180 Bonchap 2 -- Menegur Erlangga
181 INFO NOVEL BARU
182 Bonchap 3 -- Undangan
183 INFO NOVEL BARU
184 Bonchap 4 - Sepak Bola
185 Bonchap 5 - Gencatan Senjata
186 INFO NOVEL BARU
187 INFO NOVEL BARU
188 Kepoin novel baru, yuk!
Episodes

Updated 188 Episodes

1
Musibah
2
Pulang Ke Bandung
3
Segeralah Kembali Ke Jakarta
4
Pindah Ke Jakarta
5
Membawa Ibu Ke Jakarta
6
Bekerja Sebaik Mungkin
7
Menghemat Pengeluaran
8
Ikutlah Dengan Saya!
9
Kenapa Kamu Malah Duduk?
10
Rencana Helen
11
Rumah Gubuk
12
Menjodohkan Kayra
13
Kemarahan Erlangga
14
Tanpa Harus Membayar
15
Tugas Dari Erlangga
16
Telepon Dari Siapa?
17
Rasanya Aneh
18
Sikap Erlangga Yang Berlebihan
19
Harus Berbohong
20
Kamu Mau Menemani Saya?
21
Jangan Terlalu Dekat Dengan Erlangga
22
Karena Salah Minum
23
Tidak Akan Ada Affair
24
Semalam Dari Mana?
25
Aku Tahu Kau Sedang Berbohong
26
Berhentilah Ikut Campur Masalah Pribadi Saya!
27
Temani Saya, Jangan Ke Mana-Mana
28
Apa Yang Kalian Lakukan?
29
Pindah Tugas
30
Mulutmu Selalu Menampik
31
Halusinasi Erlangga
32
Larangan Menjalin Hubungan
33
Memperistri Kayra
34
Rencana Kabur
35
Rencana Kabur
36
Tidak Ada Larangan Untuk Menikahimu
37
Pelarian
38
Istri Erlangga
39
Kapan Kamu Akan Siap?
40
Dasar Pria Aneh
41
Kenapa Kamu Melepas Cincinmu?
42
Rasa Penasaran Wira
43
Nyonya
44
Belum Pernah Melakukannya Denganmu
45
Saya Akan Melayani Bapak
46
Diamlah! Dan Nikmati Saja!
47
Jadilah Istri Yang Baik
48
Apa Yang Saya Makan, Itu Juga Yang Harus Kamu Makan
49
Wanita Lain
50
Ingin Bersamamu
51
Lupakan Ambisimu!
52
Apa Yang Kau Lakukan Dengan Wira?
53
Merasakan Kenikmatan
54
Ingkar Janji
55
Harus Berani Melawan
56
Kedai Soto
57
Berada Di Sarang Cinta
58
Orang Yang Mencurigakan
59
Pemecatan Rivaldi
60
Mencari Tahu Siapa Jimmy
61
Pasrah Menerima Nasib
62
Menolak Agnes
63
Rasa Kagum Erlangga
64
Undangan Ke Bandung
65
Uang Bulanan
66
Penyusup
67
Kedatangan Caroline
68
Sebaiknya Batalkan Rencana Perceraian Bapak
69
Mandi Bersama
70
Nyonya Erlangga Mahadika Gautama
71
Apa Kurangnya Menjadi Istri Erlangga?
72
Istri Simpanan CEO
73
Menginap Di Villa
74
Sidang Perceraian
75
Ada Apa Di Antara Kamu Dan Erlangga?
76
Restu
77
Ke Salon
78
Sekretaris Kedua
79
Bukan Nyonya Erlangga Lagi
80
Berkunjung Ke Kantor Krisna
81
Takut Kehilangan
82
Isi Dalam Box
83
Pelampiasan Emosi
84
Membuka Lembaran Baru
85
Kisah Kita Sudah Usai
86
Mabuk Perjalanan
87
Sayang
88
Keputusan Resign
89
Mas Erlangga
90
Periksa Kandungan
91
Sesuatu Yang Paling Berharga
92
Sedang Menginginkan
93
Pengaruh Hormon
94
Hanya Halusinasi
95
Jangan Mengusik Kami
96
Status Kayra
97
Di Mana Kayra?
98
Kayra, Sedang Apa Kamu Di Sini?
99
Kalang Kabut
100
Pembalasan Henry
101
Krisis Percaya Diri
102
Apa Kamu Takut Aku Akan Berpaling?
103
Jadi Bos
104
Merasa Sangat Dibutuhkan
105
Wanita Licik
106
Jaya Raya Garment
107
Menggantikan Posisi Kayra
108
Rencana Menculik
109
Kita Lihat Saja Nanti
110
Bakso Beranak
111
Jangan Makan Pedas!
112
Mulai Beraksi
113
Seperti Seorang Ratu
114
Undangan Makan Malam
115
Bukan Menantu Yang Diinginkan
116
Bagaikan Langit Dan Bumi
117
Apa Enaknya Menjadi Istri CEO?
118
Mempersulit Keadaan
119
Membatasi Gerakan Rivaldi
120
Adik Perempuan
121
Mencari Detektif
122
Aktivitas Agnes
123
Semakin Aman
124
Firman Dan Rena
125
Penyamaran Rizal
126
Cerita Masa Lalu
127
Tawaran Menghadiri Pesta Pernikahan
128
Cinderella Dan Pangeran
129
Arina
130
Ketakutan Arina
131
Pengaruh Kehamilan
132
Siapa Mama Rivaldi?
133
Sus Rina
134
Ancaman Agnes
135
Siap Mempertaruhkan Nyawa
136
Otak Cemerlang Rizal
137
Sosok Istri Dan Menantu Idaman
138
Ancaman Erlangga
139
Mengorek Kehidupan Pribadi Rivaldi
140
Sudah Bertobat
141
Sesuatu Yang Janggal
142
Mengurus Anak Sendiri
143
Bertemu Arina
144
Kisah Arina
145
Kania Pratiwi
146
Ketakutan Erlangga
147
Mirip Siapa?
148
Penyesalan Helen
149
Menemani Helen Berbelanja
150
Merasa Terancam
151
Hasil DNA
152
Kejujuran Ibu Sari
153
Berbicara Empat Mata Dengan Nugraha
154
Bertemu Dengan Siapa Tadi?
155
Kayra Yang Cemburu
156
Sosok Sebaik Erlangga
157
Pertemuan Kedua Ibu Mertua
158
Saat Melamar
159
Tamu Istimewa
160
Perasaan Yang Aneh
161
Pelindung Kayra
162
Mana Yang Diutamakan?
163
Berkunjung Ke Suatu Tempat
164
INFO NOVEL BARU
165
Sama-Sama Ibu Bagi Kayra
166
Apa Benar Aku Bukan Anak Ibu?
167
Merasa Tidak Diinginkan Oleh Orang Tuanya
168
Tidak Mengurangi Rasa Cintaku
169
Kamu Wanita Hebat
170
Bisa Berdamai
171
Papa Danny
172
Suami Idaman
173
Rumah Singgah
174
Wanita Yang Disukai Aldi
175
Demi Istri Tercinta
176
Devanka Affandra Mahadika ( Tamat )
177
Kontraksi Palsu
178
Devanka Affandra Mahadika ( TAMAT )
179
Bonchap 1 -- Terbiasa Dengan Suasana Kantor
180
Bonchap 2 -- Menegur Erlangga
181
INFO NOVEL BARU
182
Bonchap 3 -- Undangan
183
INFO NOVEL BARU
184
Bonchap 4 - Sepak Bola
185
Bonchap 5 - Gencatan Senjata
186
INFO NOVEL BARU
187
INFO NOVEL BARU
188
Kepoin novel baru, yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!