Bab Tujuh Belas. NTC.

Annisa berjalan menuju meja yang menyediakan berbagai macam minuman. Annisa mengambil segelas es sirup dan membawanya menuju meja tempat dirinya duduk.

Farhan dan Sherlin yang juga akan mengambil air berpapasan dengan Annisa. Sherlin yang dari tadi sudah sakit hati melihat Farhan yang selalu menatap istrinya sengaja menabrak dirinya ke Annisa.

Air minum yang Annisa bawa tumpah membasahi baju Sherlin. Wanita salah, dia berpikir tadi air akan mengenai baju Annisa, karena sudah kepalang basah Sherlin berteriak.

"Apa kamu nggak punya mata? Kamu sengaja menabrak aku agar air tumpah membasahi bajuku?" teriak Sherlin.

Teriakannya ternyata mengundang banyak mata. Perhatian tamu undangan tertuju pada mereka bertiga.

Annisa yang merasa tidak bersalah hanya berdiri tenang dihadapan Farhan dan Sherlin. Farhan yang tahu semua salah Sherlin menjadi serba salah.

Dia tahu betul jika Sherlin tidak mau disalahkan. Jika dia membela Annisa pasti akan berbuntut panjang.

"Udahlah, Sherlin. Kita bersihkan di kamar mandi saja bajumu," ucap Farhan. Ternyata ucapannya makin membuat Sherlin gusar.

"Udahlah katamu. Apa kamu nggak lihat bajuku basah? Bagaimana bisa aku tetap di sini jika dengan pakaian begini."

"Maaf, jika membuat bajumu basah," ucap Annisa. Atha yang melihat pertengkaran itu mendekati Annisa.

Melihat Atha yang mendekat, Sherlin makin marah. Kenapa Annisa begitu mudahnya mendapat simpati dari pria.

"Kamu nggak perlu membentak begitu. Berapa harga bajumu? Aku akan menggantinya," ucap Atha.

Perkataan Atha malah membuat Farhan malu, karena Annisa di bela oleh pria lain.

"Kamu nggak perlu menggantinya. Aku masih sanggup membelikan baju lagi buat Sherlin."

"Apa kamu nggak bisa menjaga wanitamu dari gangguan wanita lain?" tanya Atha.

"Apa maksudmu?" Farhan bertanya balik.

"Jika aku memiliki seorang wanita yang telah sah mendampingi hidup aku, nggak akan aku biarkan ada wanita lain menghinanya. Aku akan membela wanita yang sah mendampingi aku."

Sherlin berpikir Atha belum mengetahui jika Annisa adalah istri Farhan, sehingga Sherlin merasa jika Atha meminta Farhan membela dirinya.

"Aku rasa Pak Atha nggak perlu mengingatkan Farhan untuk membelaku, dia pasti akan melakukan tanpa Bapak minta," ujar Sherlin memeluk lengan Atha.

"Kamu ... aku tau kamu iri melihat keserasian aku dan Farhan, sehingga sengaja menyiram pakaianku agar tampak jelek. Maaf, semua orang yang hadir di sini tau, jika aku kekasihnya Farhan, sejak lama, jangan mencoba mencuri perhatiannya."

"Buat apa aku iri dan mencuri perhatiannya. Aku bisa melakukan lebih dari yang kamu lakukan padanya."

"Apa maksudmu?" ucap Sherlin.

"Apapun cerita sebenarnya,bagaimana pun kondisi maupun perasaanmu. Jangan terlalu berharap akan ada yang bersimpati padamu. Jika mereka tau posisi kamu saat ini. Mungkin kamu yang lebih awal hadir di hidupnya, tapi namaku yang pertama disebut dalam ijab kabul dan namaku yang dituliskan pertama dalam buku nikah. Bersikukuh merebut si dia dari pasangannya hanya akan menganugrahimu cap kotor, perebut pasangan orang, dan berbagai julukan mengerikan lainnya," ujar Annisa.

"Mungkin pendapat orang lain tidak seberapa penting bagimu. Mungkin kamu pikir bisa bersamanya setara dengan semua yang harus kamu pikul. Tetapi sadarkah bahwa secara tidak langsung kamu telah gagal menghormati dirimu sendiri?" ucap Annisa lagi.

Mendengar ucapan Annisa, Sherlin mengangkat tangannya hendak menampar, tapi ditahan Farhan.

"Udahlah Sherlin. Jangan berbuat sesuatu yang akan memalukan dirimu sendiri. Sebaiknya kita pulang. Bajumu juga telah basah."

Farhan mengajak Sherlin meninggalkan ruangan pesta.

Annisa juga mengajak Atha pulang. Dia sudah tidak ada semangat mengikuti acara.

Saat diparkiran Annisa kembali bertemu dengan Farhan dan Sherlin. Wanita itu mendekati Farhan. Dan mengatakan sesuatu.

"Kak Farhan, sesekali aku ingin kamu bercermin dan melihat seseorang yang pantas mendampingimu. Apakah aku, orang yang bersedia hidup bersamamu, ataukah dia, orang yang kau anggap menarik meski sebenarnya pengganggu. Sakit hati yang begitu dalam hingga mungkin tidak pernah bisa dimaafkan adalah ketika engkau menduakan cinta pasanganmu. Berselingkuh mengejar kebahagiaan yang hina bersama orang lain," ujar Annisa pelan agar orang nggak mendengar ucapannya.

"Kamu bisa bersembunyi dari kesalahanmu, tapi nggak dari penyesalanmu. Kamu bisa saja bermain dengan dramamu, tapi nggak dengan karmamu. Aku akan belajar 'setia' dari orang-orang yang menghianatiku. Aku belajar 'bertahan' dari orang yang memberiku ketidakpastian."

Annisa berjalan menuju mobil Atha setelah mengatakan itu pada Farhan.

...****************...

Bersambung

Terpopuler

Comments

Rahmah

Rahmah

ngapain juga Anisa harus berkata seperti itu pada Farhan .bikin aja Farhan nyesal dgn tindakan tanpa perlu kata kata

2024-03-24

2

Ahsin

Ahsin

mantap btl utk nisa ..

2023-12-22

0

Wirda Wati

Wirda Wati

Hebattt Nisa....kata katamu menyentuh hatiku yg terdalam...

2023-11-24

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!