Annisa tersenyum dengan Atha. Dia menarik napasnya dalam.
"Ya, aku istrinya Farhan," jawab Annisa pelan.
Atha yang kaget menginjak rem, dan mobil berhenti mendadak. Annisa yang berada di kursi belakang kaget, dan dahinya terbentur kursi depan.
Atha memandang kebelakang mendengar suara kepala kebentur.
"Maaf, Nissa. Aku kaget," ucap Atha.
"Nggak apa, Pak. Lain kali harus lebih hati-hati. Bagaimana jika ada mobil di depan?" ucap Nissa sambil mengusap dahinya yang memerah karena kebentur.
Atha menepikan mobilnya dan memandangi Annisa. Melihat dahinya yang memerah, Atha mengambil obat kompres dan menyerahkan pada Annisa.
"Maaf, aku benar-benar kaget. Kenapa kamu nggak jujur dari awal jika kamu istrinya Farhan?"
"Aku hanya menuruti kata suami. Kak Farhan meminta aku menyembunyikan pernikahan kami."
"Kenapa harus disembunyikan?" tanya Atha.
"Aku nggak tau, Pak. Mungkin ada hal yang membuat kak Farhan harus sembunyikan semuanya."
"Kenapa kamu nggak kerja di perusahaan Farhan, suamimu."
"Aku nggak ingin orang beranggapan jika aku diterima karena aku istrinya Farhan. Aku ingin buktikan jika aku juga memiliki kemampuan. Makanya aku melamar kerja di perusahaan lain."
"Baiklah, maaf jika aku banyak tanya. Bukan aku ingin mencampuri pribadi kamu. Sekali lagi maaf."
Atha menjalankan mobilnya kembali menuju perusahaan. Sampai di perusahaan baik Atha dan Annisa lebih banyak diam.
Atha masih berpikir alasan apa yang membuat Farhan tidak mengakui istri secantik dan sepintar Annisa.
"Nissa, siang ini kita akan keperusahaan kemarin lagi. Akan diumumkan pemenang tendernya. Jam sebelas kamu siap-siap."
"Baik, Pak."
Nissa mengerjakan berkas dengan segera. Dia tidak ingin nanti saat jam sebelas pekerjaan masih belum kelar. Atha menyaksikan dari tempat duduknya keseriusan Annisa dalam bekerja.
Kenapa Farhan menyembunyikan pernikahannya. Apa dia masih berhubungan dengan model itu? Farhan, kamu bodoh jika demi wanita itu sembunyikan pernikahanmu, itu sama saja kamu memberi peluang pria lain mendekati istrimu. Padahal Annisa jauh lebih segalanya dari Sherlin.
...----------------...
Jam sebelas Annisa dan Atha menuju perusahaan besar itu. Saat memasuki ruangan,Annisa melihat Farhan yang duduk berdekatan dengan sekretarisnya.
Pimpinan perusahaan itu mengumumkan jika pemenang tender kali ini adalah perusahaan Atha.
Atha tersenyum semringah mendengarnya. Dia menyalami Annisa sebagai ucapan terima kasih karena telah membantunya presentasi hingga memenangkan tender.
Setelah pengumuman, pimpinan perusahaan mengajak seluruh yang hadir untuk makan siang dengan hidangan yang disediakan.
Atha dan Annisa sedang mengambil makanan saat Farhan datang mendekat.
"Selamat Pak Atha atas kemenangannya?" Farhan menyalami Atha memberikan ucapan.
"Terima kasih, Pak Farhan. Apakah anda tidak ingin memberikan selamat pada Annisa. Kemenangan kali ini atas andil darinya. Presentasi yang dia berikan sangat bagus dan berkesan'kan?"
"Selamat Bu Annisa, atas kemenangan perusahaan tempat anda bekerja." Farhan mengulurkan tangannya dan disambut Annisa.
"Pak Farhan nggak ingin memeluknya?" tanya Atha lagi.
"Apa maksud anda?"
"Bukankah Pak Farhan mengatakan jika Annisa istri anda, saat saya menghampiri tadi pagi."
Farhan hanya diam memandangi Annisa. Dia yakin Annisa yang telah mengatakan semuanya.
Annisa beranjak menuju meja setelah mengambil makanannya, dia berjalan sendiri tanpa menunggu Atha.
"Apa Pak Farhan tidak takut jika banyak pria mendekati Annisa. Wanita cantik,cerdas, sopan dan ramah. Pasti akan banyak pria yang tertarik!" ucap Atha.
"Termasuk anda Pak Atha?" tanya Farhan dengan suara sumbang.
"Pasti itu, jika saya belum mengetahui status perkawinannya. Namun, saat ini saya nggak mungkin mendekatinya kecuali anda yang tidak menginginkan Annisa lagi, saya akan siap menerimanya."
"Apakah anda tidak malu menerima wanita janda, bekas saya?" tanya Farhan dengan suara sumbang.
"Kenapa? Hanya bekas satu pria. Dari pada wanita yang mengaku gadis tapi telah dipegang dan dijamah banyak pria."
"Maksud anda?" tanya Farhan dengan suara tinggi.
"Suatu saat anda akan mengerti dengan ucapan saya. Semoga semuanya belum terlambat. Aku sedikit mulai mengerti, kenapa anda menyembunyikan pernikahan. Semoga saat anda menyadarinya semua belum terlambat dan masih bisa diperbaiki. Jangan mencari cinta yang lain, jika di rumah anda telah ada cinta yang tulus."
Atha berjalan meninggalkan Farhan yang masih bingung dengan ucapannya. Atha duduk dekat meja dimana Annisa berada.
Setelah makan siang, perusahaan besar ini mengundang seluruh pimpinan perusahaan yang ada di ruangan saat ini, untuk perayaan ulang tahun perusahaannya dua minggu lagi.
Annisa pamit dengan Farhan saat akan meninggalkan ruangan.
"Kak, aku pamit mau kembali ke kantor. Maaf,aku terpaksa mengakui status pernikahan kita pada pak Atha karena dia bertanya. Aku nggak mungkin berbohong."
"Terserah apa yang kamu ingin katakan. Silakan pergi!" ucap Farhan dengan wajah berang.
Annisa berjalan mendekati Atha. Mereka berjalan beriringan menuju mobil yang terparkir. Dibelakangnya Farhan berjalan dengan mata yang tidak berkedip memandangi kepergian Atha dan Annisa.
Di dalam mobilnya, Sekretaris Farhan yang dari tadi ingin bertanya sesuatu, akhirnya buka suara.
"Apa maksud perkataan Mbak Annisa tadi, Pak?"
"Perkataan yang mana?" tanya Farhan pura-pura tidak mengerti.
"Jika dirinya terpaksa mengatakan tentang status pernikahannya dengan pak Atha. Apakah Mbak Annisa itu istrinya bapak?" tanya sekretarisnya Farhan.
"Ya, Annisa istri saya?"
"Apa? Jadi bapak udah menikah. Bagaimana dengan Mbak Sherlin?" tanyanya lagi.
Farhan hanya diam, tidak tahu harus menjawab apa.
"Apa Bapak nggak takut jika Pak Atha naksir dengan Mbak Annisa? Mbak Annisa sangat cantik, pintar dan ramah. Beruntung banget Bapak dapat istri seperti Mbak Annisa."
"Kami menikah karena dijodohkan orang tua. Saat ini aku masih berhubungan dengan Sherlin, karena aku mencintainya. Kami telah berhubungan enam tahun. Sejak masih kuliah. Nggak mudah melupakan Sherlin begitu saja. Makanya sampai hari ini aku masih berhubungan dengan Sherlin."
"Apa Mbak Annisa tau kalau Bapak masih berhubungan dengan Mbak Sherlin?" tanya sekretarisnya Farhan.
"Tau, aku sudah mengatakan semuanya."
"Mbak Annisa nggak marah mengetahui Bapak masih berhubungan dengan Mbak Sherlin?"
"Aku nggak tau. Tapi dia sering mengatakan yang tidak benar tentang Sherlin. Kami sering bertengkar karena masalah ini. Sepertinya dia cemburu karena aku memberi perhatian lebih dengan Sherlin?"
"Pantaslah Mbak Annisa cemburu. Pacaran aja, kita akan cemburu jika mendengar kekasih kita bicarakan wanita lain. Apa lagi jika udah menjadi suami? Coba bapak yang berada di posisi Mbak Annisa bagaimana? Apakah bapak nggak cemburu jika Mbak Annisa dekat dengan pria lain dan berhubungan lebih dari sekadar teman?"
Farhan memandang ke arah sekretarisnya. Apa yang dikatakan sekretaris itu ada benarnya. Selama ini dia sering memuji Sherlin di depan Annisa. Apa selama ini dia sudah keterlaluan,pikir Farhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
istripak@min
sikat thai istrinya si farhan
2024-10-04
0
Heni Nurliani
Atha...Atha..Atha...😅
2024-05-27
0
Siti Aminah
ku tunggu karma mu farhan
2024-01-02
0