Kamu Milikku

Reka melepaskan pagutannya, mereka saat ini mengatur deru nafas karena pertukaran saliva yang cukup panas. Menempelkan dahinya di dahi Nara. “Reka,” rengek Nara yang masih diliputi gairah. Reka menyentuh kedua pipi Nara, “Tidak akan menyesal?” tanyanya.

Nara mengangguk dengan tatapan sendu. Reka menuntun Nara menuju ranjang lalu melepaskan kaosnya. Sangat mudah baginya untuk bisa menyamai keadaan menjadi turn on. Karena sejak menikah dengan Nara beberapa hari yang lalu, tubuh itu cukup menggodanya.

Reka melepaskan blouse dan rok yang Nara kenakan dan menyisakan penutup tubuh two pieces Nara. Karena tak tahan, Nara menarik Reka hingga mereka kembali menyatukan bibir dan saling berbelit lidah.

Lidah Reka mampu mengabsen isi rongga mulut Nara, bahkan Nara medessah pelan saat tangan Reka menelusup ke dalam penutup berenda bagian atas tubuh Nara. Melepaskan pengait juga penutup segitiga bagian inti yang menampakan surga dunia mereka berdua.

Reka memandang tubuh polos Nara. Tidak pernah menduga istri sekaligus wanita yang pernah diejeknya akan menyerahkan diri untuknya. Dia pun menatap nyalang pada tubuh Nara.

“Reka, please.” Rengekan Nara kembali menyadarkan Reka. Mencondongkan tubuhnya, bermain di kedua puncak dada Nara, bahkan membenamkan wajah diantaranya sedangkan tangannya sudah bergerak seduktif menyentuh area-area sensitif tubuh Nara. membuat Nara mengerang dan menengadahkan wajahnya sambil meremass rambut Reka.

Reka melucuti sisa pakaian di tubuhnya, Nara menoleh pada Reka dengan tubuh proporsionalnya. Dalam bayangan wanita itu, pasti sudah banyak wanita yang menyentuh tubuh Reka si playboy.

Reka menyapukan tangannya pada bagian inti tubuh Nara yang sudah basah dan yakin Nara saat ini tersiksa karena efek obat di dalam tubuhnya. Kembali melakukan penyatuan bibir untuk memulai memasuki tubuh Nara.

Salah satu tangan Reka menahan kedua tangan Nara agar berada di atas kepala dan menghujamkan miliknya di bawah sana. Sedikit sulit yang dirasakan oleh Reka hingga hentakan kedua Reka berhasil memasukinya. Nara melepaskan pagutannya dan menjerit, kedua matanya meneteskan air mata karena menahan sakit.

Reka tidak menyangka jika Nara belum tersentuh. Mengingat pada mantan Nara, Reka berpikir jika hubungan keduanya tidak sehat. Ternyata Reka salah, justru dirinya yang berhasil memasuki Nara. “Maaf,” bisik Reka dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Nara, bahkan menghisap kulit putih Nara hingga meninggalkan jejak cinta di beberapa tempat.

Dirasa cukup untuk tubuh Nara menyesuaikan bentuk milik Reka yang berada sempurna di bawah sana, Reka pun bergerak mengayun tubuhnya. Dengan mata terpejam menikmati sensasi luar biasa yang dirasakan hingga ke ubun-ubun. Sedangkan Nara mencengkram bahu Reka sambil terus mendessah. Entah berapa lama Reka terus memacu tubuhnya, bahkan Nara sudah lebih dulu mengejang karena telah sampai pada puncak kenikmatan. Reka mempercepat gerakannya lalu menghujam dengan keras dan mengerang. Mengeluarkan cairan hangat yang memenuhi bagian inti Nara.

Di atas kungkungan tubuh Nara, Reka mengatur deru nafasnya. Dia melenguh saat mencabut miliknya dan merebah di samping tubuh Nara.

“Reka,” ucap Nara sambil memeluk tubuhnya dari samping. Reka menoleh, menatap netra Nara yang masih diliputi gairah. Sepertinya efek obat dari tubuh Nara belum hilang. Jika bukan karena pengaruh obat, seharusnya Nara saat ini sudah terlelap atau bahkan merintih kesakitan tapi saat ini wanita itu sedang menggoda Reka agar kembali menyentuhnya.

Sudah lewat tengah malam saat keduanya mengakhiri percintaan panas mereka. Reka dapat mengimbangi Nara yang dalam pengaruh obat yang entah berapa kali mereka mereguk puncak kenikmatan. Setelah membersihkan diri dan hanya mengenakan bathrobe, Reka duduk pada sofa memandang Nara yang terlelap karena kelelahan.

Baru saja dia menerima panggilan telepon dari Eltan. Background keluarga Reno mungkin saja akan membuat berita negatif mengenai Two Season. Meskipun bukan hal yang rumit tapi Eltan menyampaikan hal ini pada Elang. Elang menyampaikan masalah Reno dan keluarganya biar menjadi urusannya membuat Reka sedikit lega.

Reka akhirnya membuka ponsel Nara, dengan menempelkan jari Nara agar dapat mengakses ke dalam ponsel tersebut. Mengecek pesan masuk dan sesuai dugaannya, Reno mengancam dan menjebak Nara. Reka hanya menggelengkan kepalanya karena Nara bisa-bisanya tidak melibatkan Reka dalam urusan seberat ini.

Entah apa yang akan terjadi jika Reno mengatur pertemuan dengan Nara bukan di Two Season atau mereka terlambat menyergap ke dalam kamar. Nara saat ini pasti sudah menjadi korban pelecehan dari Reno. Merebahkan tubuhnya di samping Nara, “Kamu sudah menjadi milikku sayang. Istirahatlah dan tidak usah khawatir dengan mantan sialann itu.” Keduanya pun kini terlelap sampai pagi menjelang.

...***...

Reka sudah kembali duduk pada sofa dengan botol air mineral juga cangkir berisi kopi yang sudah kosong. Menatap wajah cantik Nara, yang masih terlelap dengan surai yang sedikit tidak beraturan. Ada beberapa hal yang masih mengganjal dalam hati Reka, tapi dia akan mencari tahu sendiri jika Nara masih tidak mau jujur.

Nara mengerjapkan matanya, menyesuaikan pandangan dengan suasana kamar tempatnya berada. Mengingat apa yang terjadi kemarin juga percintaan panasnya dengan Reka, Reka suaminya. Merasakan perih di bagian inti juga badannya yang terasa pegal di sana sini. Entah dia harus merasa senang karena bisa menyerahkan kehormatannya pada orang yang tepat atau sedih karena yang telah dia lewati karena pengaruh obat.

“Bangunlah putri tidur, banyak hal yang perlu kita bicarakan,” ujar Reka membuat Nara menoleh ke arahnya. Malu karena adegan semalam, wajah Nara pun merona. Memalingkan pandangannya lalu menatap sekeliling mencari pakaiannya karena saat ini tubuhnya hanya tertutup selimut.

“Itu pakaian ganti kamu,” tunjuk Reka pada goody bag yang berada di atas nakas juga bathrobe yang diletakan tidak jauh darinya. Entah kapan Reka menyiapkan hal itu dan bisa tau jika Nara membutuhkannya.

Benar-benar seorang player sejati, batin Nara sambil menghela nafas.

Reka memalingkan wajahnya saat Nara menyingkap selimut dan mengenakan bathrobe. Nara memekik karena rasa nyeri saat dia melangkah. Reka menghampiri lalu mengangkat tubuh Nara, menggendongnya ala bridal. Nara yang terkejut refleks mengalungkan tangannya dileher Reka. 

"Bawah tubuh kamu baru saja terkoyak, seharusnya kamu minta bantuan" ucap Reka. Nara membenamkan wajahnya di dada bidang Raka karena malu. 

Mendudukan Nara pada kloset, "Mau aku mandikan?" Nara menggelengkan kepalanya, "Aku bisa sendiri."

Kini Nara sudah duduk di pinggir ranjang mengenakan dress yang disiapkan Reka. Dengan wajah menunduk dan tangan saling meremas, berada dalam tatapan tajam Reka yang sedang mengintrogasinya.

“Jadi, ada yang mau kamu sampaikan?” tanya Reka yang bersandar pada sofa dengan tangan dilipat di dada menatap Nara dihadapannya.

“Semuanya tidak seperti yang kamu lihat dan bayangkan,” sahut Nara.

“Oke. Kalau begitu katakan dan buktikan agar aku tidak berpikir seperti apa yang aku lihat. Buat aku merubah pikiran itu,” ujar Reka.

“Kamu harus percaya aku.” Air mata sudah menetes di pipi Nara. Reka hanya menghela nafas agar sabar menghadapi Dosen cantik dihadapannya. 

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

akhir nya jadi juga belah duren perawan dan perjaka tinggal tunggu hasilnya 🤭🤭🤭🤭

2023-10-03

0

afrena

afrena

akhirnya nang ning jg dah, jgn galak gitu dong😁

2022-11-22

0

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KLO GK DI KASI OBAT PERANGSANG MA RENO, MNGKIN REKA BLM BELAH DUREN MA NARA..
UNTUNG GERCEP REKA & ELTAN SERTA PETUGAS HOTEL, KLO NGGK HABIS SI NARA..

2022-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Tak Kenal Maka Tak Sayang
2 Keluar
3 Ibu, ada masalah apa?
4 Cari Jodoh
5 Menghormati Perempuan
6 Perawan Tua
7 Masa Lalu Nara
8 Bukan Tua tapi Dewasa
9 Jangan Tolak Perjodohan Ini
10 Please, Bantu Aku
11 Persiapan Pernikahan
12 Persiapan Pernikahan (2)
13 Sudah Siap?
14 Belah Duren
15 Bersenang-senang
16 Pusing Karena Nara
17 Rahasia Nara
18 Mencari Kebenaran
19 Niat Jahat Reno
20 Kamu Milikku
21 Kejujuran Nara
22 Gaplok Able dan Tendangable
23 Tipe Gue Banget
24 Masa Lalu Reka
25 Kepedulian Reka
26 Aroma Bucin
27 Susah Connect
28 Apalagi
29 i don't like monday
30 Harap-Harap Cemas
31 Ketakutan Nara
32 Hipotermia
33 Kenang-kenangan Dari Fans
34 Bau Rokok
35 Mencari Nara (1)
36 Mencari Nara (2)
37 Reka Frustasi
38 Berusaha Kabur
39 Percaya Aku
40 Sudah Mulai Bucin
41 Kita Perlu Bicara
42 Fans Nara
43 Bingung, Judulnya Apa
44 Kecewa
45 Jangan Dipercaya
46 Tamu Tak Diundang
47 Ayo Kita Masuk
48 Kejujuran Dan Masa Lalu
49 Keluarga Yang Aneh
50 Penggemar Reka
51 Tamu Tak Diundang
52 Sita Ponsel
53 Pagi Yang Tidak Damai
54 Bu Dosen Merajuk
55 Bodo Amat
56 Cemburu Boleh, Ngambek Jangan
57 Keluarga Toxic
58 Kita LDR
59 Akhirnya LDR
60 Benar-benar Selesai
61 Makan Malam Keluarga
62 Makan Malam Keluarga (2)
63 Lepaskan Aku
64 Partner Rumah Tangga
65 Bikinnya Sama-sama
66 Melepas Rindu
67 Emosi Reka
68 Ngarep Sama Pasangan Orang
69 Kamu Kenapa?
70 Wait and See
71 Bukan Ranah Kamu
72 Semakin Sibuk
73 Mandi Dulu
74 Tidak Tertarik
75 Mengancam Selly
76 Pulang Saja
77 Jangan Yang Itu
78 Makin Dewasa
79 Harus Hadir
80 Tunggu Aku di Jakartamu
81 Dasar Bocah
82 Aku Lapar
83 Obat Rindu
84 Rahasia Nara (2)
85 Undangan Pernikahan
86 Cinta Dibayar Tunai
87 Ruang Sidang
88 Candle Light Dinner
89 Drama Keluarga Kevin
90 Akhirnya Wisuda
91 Kebahagiaan Keluarga Kecil Reka dan Nara (End)
92 Boncap - Hooneymoon yang tertunda
93 KUKIRA KAU CINTA
94 Jerat Cinta Dibalik Dendam
95 Makin Benci, Makin Cinta
96 (Bukan) Suami Pengganti
97 Pesan Terakhir
98 Arini I'm In Love
99 Bukan Istri Salihah
100 Bosku Duda Arogan
101 SUAMIKU BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Tak Kenal Maka Tak Sayang
2
Keluar
3
Ibu, ada masalah apa?
4
Cari Jodoh
5
Menghormati Perempuan
6
Perawan Tua
7
Masa Lalu Nara
8
Bukan Tua tapi Dewasa
9
Jangan Tolak Perjodohan Ini
10
Please, Bantu Aku
11
Persiapan Pernikahan
12
Persiapan Pernikahan (2)
13
Sudah Siap?
14
Belah Duren
15
Bersenang-senang
16
Pusing Karena Nara
17
Rahasia Nara
18
Mencari Kebenaran
19
Niat Jahat Reno
20
Kamu Milikku
21
Kejujuran Nara
22
Gaplok Able dan Tendangable
23
Tipe Gue Banget
24
Masa Lalu Reka
25
Kepedulian Reka
26
Aroma Bucin
27
Susah Connect
28
Apalagi
29
i don't like monday
30
Harap-Harap Cemas
31
Ketakutan Nara
32
Hipotermia
33
Kenang-kenangan Dari Fans
34
Bau Rokok
35
Mencari Nara (1)
36
Mencari Nara (2)
37
Reka Frustasi
38
Berusaha Kabur
39
Percaya Aku
40
Sudah Mulai Bucin
41
Kita Perlu Bicara
42
Fans Nara
43
Bingung, Judulnya Apa
44
Kecewa
45
Jangan Dipercaya
46
Tamu Tak Diundang
47
Ayo Kita Masuk
48
Kejujuran Dan Masa Lalu
49
Keluarga Yang Aneh
50
Penggemar Reka
51
Tamu Tak Diundang
52
Sita Ponsel
53
Pagi Yang Tidak Damai
54
Bu Dosen Merajuk
55
Bodo Amat
56
Cemburu Boleh, Ngambek Jangan
57
Keluarga Toxic
58
Kita LDR
59
Akhirnya LDR
60
Benar-benar Selesai
61
Makan Malam Keluarga
62
Makan Malam Keluarga (2)
63
Lepaskan Aku
64
Partner Rumah Tangga
65
Bikinnya Sama-sama
66
Melepas Rindu
67
Emosi Reka
68
Ngarep Sama Pasangan Orang
69
Kamu Kenapa?
70
Wait and See
71
Bukan Ranah Kamu
72
Semakin Sibuk
73
Mandi Dulu
74
Tidak Tertarik
75
Mengancam Selly
76
Pulang Saja
77
Jangan Yang Itu
78
Makin Dewasa
79
Harus Hadir
80
Tunggu Aku di Jakartamu
81
Dasar Bocah
82
Aku Lapar
83
Obat Rindu
84
Rahasia Nara (2)
85
Undangan Pernikahan
86
Cinta Dibayar Tunai
87
Ruang Sidang
88
Candle Light Dinner
89
Drama Keluarga Kevin
90
Akhirnya Wisuda
91
Kebahagiaan Keluarga Kecil Reka dan Nara (End)
92
Boncap - Hooneymoon yang tertunda
93
KUKIRA KAU CINTA
94
Jerat Cinta Dibalik Dendam
95
Makin Benci, Makin Cinta
96
(Bukan) Suami Pengganti
97
Pesan Terakhir
98
Arini I'm In Love
99
Bukan Istri Salihah
100
Bosku Duda Arogan
101
SUAMIKU BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!