"Tunggu!" Atensi beralih pada Nara yang menghentikan awal dari proses akad. Reka menoleh, entah kenapa dia khawatir jika Nara akan membatalkan pernikahan ini.
Semalam memang dia ingin menyampaikan pada Nara jika dia bisa membatalkan pernikahan ini. Tapi saat ini entah kenapa Reka seakan keberatan jika Nara akan membatakan semua. Bagaimana perasaan Bunda Meera jika hal itu sampai terjadi.
"Ada apa?" tanya Reka pada Nara.
Penghulu yang juga menjadi wali hakim untuk menikahkan Nara dan Reka pun bertanya, "Ada apa? Apa kalian masih ragu melaksanakan pernikahan ini?"
Nara menggelengkan kepalanya, "Ayah dan Ibu belum hadir," ujar Nara.
Radit menghela nafasnya sebelum dia berbicara. "Nara, tidak usah menunggu yang tidak pasti. Kamu tidak akan dinikahkan oleh Ayahmu, sesuai hukum kamu harus menikah dengan wali hakim," ucap Radit.
"Tapi aku ingin mereka hadir menyaksikan pernikahan ini," ucap Nara dengan suara bergetar menahan tangis. Meera mendekat pada Nara, mengusap pelan punggung wanita yang akan menjadi menantunya.
"Jangan menangis sayang, kita akan tunggu mereka sesuai permintaan kamu. Tapi sebaiknya dihubungi dulu, agar kita mendapat kepastian dalam menunggu," tutur Meera.
Nara mengangguk, Radit memberi perintah pada anggota keluwrganya untuk menghubungi kedua orsngtua Nara.
Reka menyodorkan sapu tangan ke atas pangkuan Nara, karena air mata berhasil lolos jatuh ke pipinya. "Terima kasih," ucap Nara.
Tidak lama kemudian orang kepercayaan Radit menyampaikan jika Ibu Nara sudah berada di lobi sedangkan Ayahnya baru saja memarkirkan mobilnya.
Wali hakim dan Reka kembali berjabat tangan. Kedua orang tua Nara sudah berada di antara mereka meskipun keduanya saling diam tanpa sapa.
Wali hakim mengucapkan deretan kalimat sakral dan dengan satu tarikan nafas Reka menjawab kalimat tersebut. Para saksi dan yang hadir di pernikahan itu serempak menjawab, "Sah." Artinya kini Reka sudah memiliki tanggungjawab sebagai seorang suami, dan Nara sudah tidak bisa berbuat semaunya karena statusnya sebagai seorang istri.
Pengantin baru diarahkan oleh Kayla untuk sungkem dan meminta doa pada orang tua. Dimulai kepada Meera dan Kevin, Radit juga orangtua Nara.
"Apa aku bilang, cantik banget kan?" Bisik Rika. Reka berdecak, sebenarnya apa yang dikatakan Rika benar adanya. Nara terlihat sangat cantik.
Sementara para keluarga sedang beramah tamah dan menikmati hidangan, Kayla meminta juru foto untuk ambil gambar Reka dan Nara. Mulai dari Nara mencium tangan Reka, Reka mencium kening, merangkul bahu dan beberapa pose lainnya.
Reka menghampiri Vano, Yasa dan Dewa yang duduk dipojokan. "Asyik, belah duren dong , nanti malam," ujar Yasa.
Belah duren? batin Reka.
Kevin dan Leon terlihat terlibat percakapan, sedangkan Rea Ibunda Nara memilih langsung pamit setelah proses akad nikah selesai. Nara memandang cincin yang terselip di jarinya. Cincin yang melambangkan dia sudah menjadi seorang istri.
Nara mencuri pandang pada Reka yang sedang bicara pada para kakak iparnya, pakaiannya sudah terlihat tidak serapih tadi. Dalam hati, Nara mengakui jika Reke sebenarnya tampan dan gagah. Tubuhnya lebih tinggi dibandingkan Nara.
"Bu Nara sudah makan?" tanya Rika menghampiri Nara. "Belum, nanti saja," jawabnya.
"Reka," panggil Rika. Reka menoleh, menatap ke arah Rika dan Nara berada. Rika melambaikan tangan seakan memanggil Reka untuk mendekat.
"Bu Nara belum makan, kata Bunda kamu juga belum," ucap Rika.
"Hmm."
"Ya udah makan dulu lah," sahut Rika lalu meninggalkan Reka dan Nara.
Sore hari, Reka dan Nara sudah berada dimobil Nara. Mereka menuju apartemen Elang, Reka memilih tinggal terpisah dari kedua orangtuanya
bersambung
...***...
Advertisement
Rekomendasi Novel Keren, silahkan Mampir
...DUDA VS ANAK PERAWAN...
...(Santi Suki)...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
N Wage
oh iya, nara anak di luar pernikahan.
2024-01-28
0
Jamilah BundawafieYafi
semangat Thor
2023-09-10
0
Santi Rizal
ceritanya bagus Thor
2023-08-13
0