Memasuki unit apartement tempat yang akan Reka habiskan bersama Nara. Menyeret dua buah koper milik Nara dan membawanya ke kamar.
"Yakin bawaannya cuma segini, biasanya perempuan lebih ribet dengan segala perlengkapannya," ujar Reka.
"Nanti, aku bisa ambil sesuai kebutuhan," sahut Nara.
"Hmm." Reka merebahkan diri di ranjang. "Akhirnya," ujar Reka. Nara memasuki walk in closet membuka salah satu koper, memilih piyama tidur dan akan mengganti busana pernikahannya. Saat melepaskan kebayanya ternyata ada payet bagian belakang tersangkut di rambutnya dan susah untuk dilepas.
Tepat pada belakang tubuhnya membuat Nara kesulitan meraih bagian yang tersangkut. "Aduh, gjmana ini? Masa aku panggil Reka. Mana sudah terbuka sebagian."
Nara tetap berusaha meraih bagian yang tersangkut sampai akhirnya menyerah. Menyembulkan kepalanya pada pintu, melihat Reka masih berada diranjang.
"Reka," panggil Nara.
Reka bergeming.
"Reka," panggil Nara lagi.
Reka pun mengerjapkan matanya, lalu beranjak bangun dan menoleh pada Nara yang masih berada di pintu walk in closet.
"Tolong lepaskan rambut aku yang tersangkut," ujar Nara.
Reka yang berada di belakang tubuh Nara, melepas helai demi helai rambut yang tersangkut pada kebaya Nara. Sesekali menoleh pada ceruk leher Nara yang ketika melihatnya membuat Reka merasakan getaran aneh.
"Sudah belum?" Pertanyaan Nara membuat Reka tersadar dari lamunannya.
"Sedikit lagi," jawab Reka. "Oke, sudah," ujar Reka.
"Terima kasih."
Reka masih berdiri mematung, Nara yang akan melepas bajunya menoleh. "Kamu kok masih disini?"
"Jaga-jaga, takut kamu butuh bantuan lagi."
"Reka, aku mau ganti baju," ucap Nara.
"Oke," sahut Reka sambil mengangkat kedua tangan, "Aku tunggu di luar, kita harus bicara."
Reka dan Nara duduk berhadapan pada sofa, "Jadi?" Tanya Reka.
"Sesuai dengan kesepakatan, kamu boleh dekat dengan wanita lain atau lanjutkan hubungan dengan kekasihmu. Asal jangan bawa dia ke tempat tinggal kita atau secara terang-terangan bermesraan di hadapanku."
Reka tersenyum sinis, "Kamu pikir aku serendah itu? Bunda berpesan aku harus menjaga dan menghormati perasaan wanita. Aku tidak mengerti, apa yang kamu sembunyikan dengan menyanggupi pernikahan ini. Tadinya aku ingin kita mencoba menjalankan rumah tangga ini seperti pada umumnya tapi melihat ego kamu sepertinya tidak memungkinkan. Aku ikuti apa maumu," ucap Reka.
"Reka," panggil Nara karena Reka bangun dari duduknya.
"Kamu boleh tidur di ranjang kamar itu, aku akan tidur di sini," ucap Reka lalu menghampiri meja kerja, menghidupkan laptop dan fokus pada layar benda elektronik tersebut.
Nara merasa bersalah dengan ucapannya barusan. Sebenarnya dia tidak ingin mengekang Reka dengan pernikahan yang dilakukan untuk menolongnya, maka dari itu membiarkan Reka dan hidupnya. Ternyata hal ini menjadi kesalahpahaman bagi Reka.
Reka yang fokus dengan laptop, alih-alih mengerjakan skripsi akhirnya termenung dengan berbagai spekulasi tentang alasan Nara menerima pernikahan ini.
Mungkinkah Nara hanya memanfaatkan aku karena ada masalah dengan kekasihnya? Atau jangan-jangan kekasihnya adalah pria beristri atau ... aaahh, batin Reka dengan hati geram.
Menjelang malam, Nara keluar dari kamar, memandang Reka yang masih fokus pada laptop. Merasa bersalah dengan keegoisannya, dia berjalan menghampiri Reka.
"Reka," panggil Nara
"Hmm."
"Ini sudah malam, jangan menyelesaikan skripsi sambil begadang."
Reka tetap pada aktifitasnya, "Lalu aku harus apa? Ahhh, atau ada yang mau kita lakukan? Seingatku ini malam pertama dengan status kita suami istri. Menurut kamu kita akan lakukan apa?" tanya Reka sambil melipat kedua tangan di dada.
Nara bergeming, tetap pada posisinya berdiri menatap Reka. Reka beranjak dari duduknya lalu berjalan melewati Nara.
"Tidurlah, aku mau ke club. Bersenang-senang," ucap Reka santai.
Entah kenapa, Nara merasa hatinya tidak baik-baik saja ketika Reka mengatakan akan bersenang-senang dan meninggalkannya sendiri.
bersambung
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Advertisement
...EX MAFIA HOT DADDY...
...(Bhebz)...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Jamilah BundawafieYafi
ceritamu bagus Thor
2023-09-10
0
afrena
ck dasar cewek naif, harusnya jalani pernikahan dg semestinya bukannya mempermainkannya
2022-11-22
2
RATNA RACHMAN
sakit kan Nara makanya jgn asal.ngomong...
2022-10-21
0