"Gimana? Udh beres?" tanya Dewa saat bertemu di parkiran.
"Sial bangetlah. Rese bener jadi dosen. Gue rasa itu cewek kurang kasih sayang ya, hidupnya lempeng-lempeng aja. Enggak bakalan ada cowok yang suka orang cupu begitu. Nanti jadi perawan tua," ungkap Reka.
"Jangan gitu loh, nanti malah kena karma."
"Kenyataannya begitu." Reka menaiki motor sportnya lalu meninggalkan kampus.
Meskipun hatinya masih dongkol dengan keputusan akan perjodohan dia, Reka tetap pulang ke rumah.
Bunda sedang mengasuh Kiran, putri dari Rika. Setelah mencium pipi Meera, Reka hendak ke kamar tapi terhenti dikejutkan oleh Rika yang tiba-tiba muncul dari dapur.
"Eh, udah pulang? Gimana perjodohannya? Pasti bete 'kan?" ranya Rika sambil tertawa.
"Puas?"
"Enggak lah, yang bisa muasin aku cuma Bang Eltan seorang," ledek Rika.
"Punya kembaran otaknya gesrek," ujar Reka lalu mengacak rambut Rika dan terbahak sambil berlari menuju kamarnya di lantai dua.
Di tempat berbeda, Nara meletakan tas kerjanya, juga melepas kacamata dan cepolan rambut. Duduk di pinggir ranjang, memikirkan kembali keinginan kakek yang akan menjodohkannya.
Nara yakin jika pria yang akan dijodohkan dengannya pasti bukan pria sembarangan. Keluarga mereka sudah jelas berada di lingkaran bisnis yang sama dengan sang kakek. Tapi yang menjadi masalah adalah dia tidak tahu karakter pria yang akan menjadi imam dalam hidupnya nanti. Juga rasa takut akibat hubungannya dengan mantan kekasih. Nara bukan gadis polos yang belum pernah pacaran. Saat kuliah dia menjalin hubungan yang sehat dengan Reno. Tapi jiwa Reno yang tidak sehat. Terlalu mengekang Nara, bahkan berlebihan. Juga sangat posesif, Nara yang tidak nyaman menyampaikan hal itu pada Reno kekasihnya.
Reno tidak terima, Nara mendapatkan kekerasan. Keputusan mengakhiri hubungan mereka malah membuat Reno semakin menjadi. Untung saja Reno yang saat itu sudah lulus segera diminta orang tuanya meneruskan bisnis keluarga. Membuat pria itu harus meninggalkan Indonesia. Nara hanya khawatir jika dia akan bertemu pria seperti Reno.
Dering ponsel Nara menghentikan lamunannya. Mengeluarkan ponsel dari tasnya. Nara mengernyitkan dahinya melihat deret nomor yang menghubunginya. Nomor tidak dikenal, Nara pun urung menjawab. Memilih menuju toilet untuk membersihkan diri.
***
Seminggu berlalu, Reka bergabung dengan orangtuanya di meja makan. Masih dengan mode ngambek pada Kevin. Meera hanya menghela nafas melihat hubungan kedua pria yang memiliki tempat tersendiri di hatinya.
Sebenarnya Meera tidak setuju dengan perjodohan Reka. Menikah karena cinta saja bisa bubar, seperti kisahnya dulu. (Bolehkah baca Menikahi Pamanmu kalau mau tau, hehehe).
Tapi Meera juga tidak ingin Reka terus berada di pergaulan yang salah. Dengan menikahkan Reka, Meera dan Kevin berharap langkah itu bisa membuat Reka menjadi bertanggung jawab dan merubah gaya hidupnya.
"Nanti malam, jangan sampai tidak datang. Kita akan makan malam dengan calon istri kanu," titah Kevin. Reka melepaskan sendok dan garpu di tangannya, menatap bergantian Papih dan Bundanya.
"Ternyata kalian serius ya menyiksa anak sendiri."
Meera menoleh pada Reka, "Menyiksa kamu bilang?" tanya Meera sambil menghela nafas. "Menyiksa mana dengan Bunda yang harus menerima kedatangan perempuan-perempuan yang sudah kamu pacari. Bunda takut ada diantara mereka yang datang minta pertanggung jawaban kamu. Bunda tidak ingin kamu menikah dengan wanita yang biasa datang ke club malam."
Meera menyeka air mata di pipinya, Reka hanya diam. Sebenarnya dia juga tidak ingin membuat Bundanya menangis. "Ibu, kakak dan adikmu perempuan, jadi hargai dan hormati perempuan. Jangan sakiti apalagi merendahkan harga diri seorang perempuan."
Reka menghela nafasnya, "Aku berangkat," ujarnya lalu berdiri dan meninggalkan ruangan di mana masih terdapat Kevin dan Meera.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
tmi lotus
reka aya aya wae
2023-06-28
0
RATNA RACHMAN
gimana jadinya ya kalau mereka berdua bertemu...
2022-10-21
2
Milka
selamat ketemu jodoh
2022-10-13
0