Niat Jahat Reno

Beberapa jam sebelum Nara berada di Two Season Hotel. Dia masih stay di kampus, sudah tidak ada kelas tapi sedang memeriksa tugas-tugas yang masuk. Ponselnya bergetar, melihat sekilas layar ponsel dimana terdapat notifikasi pesan masuk.

Setelah menyimpan apa yang sedang dikerjakan, Nara meraih ponselnya. Membaca pesan masuk dari nomor baru, lagi-lagi pesan dari Reno.

‘Nara, aku sudah berada di Indonesia sejak kemarin. Mari kita bertemu.’

‘Tidak perlu. Kita sudah tidak ada urusan.’ Balas Nara.

Baru saja akan memblokir kontak tersebut, masuklah pesan balasan dari Reno.

‘Kamu akan berubah pikiran setelah melihat foto yang aku kirimkan’

[Foto diterima]

[Foto diterima]

Nara membelalakan matanya melihat foto yang dikirim Reno. Nara merasa hubungannya dengan Reno saat itu termasuk ke dalam hubungan yang sehat. Tidak pernah ada skinship apapun. Tapi foto yang Reno kirimkan barusan membuat hatinya resah.

Foto pasangan yang sedang berpelukan dan foto pasangan yang saling memagut bibir. Terlihat wajah dari si perempuan sangat mirip dengan Nara.

‘Bagaimana? Masih tidak ingin menemuiku? Atau perlu aku kirimkan foto-foto ini pada suami kamu.’

Berbagai macam perasaan Nara saat ini. Takut, marah juga kesal pada Reno dan juga dirinya sendiri. Bagaimana mungkin dia pernah mencintai pria yang psycho macam Reno.

Bodoh kamu Nara. Bagaimana jika Reka menerima foto-foto itu, batin Nara.

‘Aku akan kirimkan alamat tempat kita bertemu nanti sore. Pastikan datang sendiri tanpa ada yang tau atau aku kirim foto-foto ini pada orang-orang terdekat kamu.’

‘Hotel XXX’

‘Kirim pesan kalau kamu sudah berada di lokasi’

Nara memejamkan kedua matanya menetralisir perasaan gundah yang dia rasakan. Mencari kontak Reka pada ponselnya, ingin menyampaikan apa yang sedang dialami juga alasan mengapa dia menerima pernikahan dengan Reka. Namun, urung Nara lakukan karena khawatir Reka akan salah paham padanya.

Sesuai dengan waktu dan tempat yang sudah di share oleh Reno. Nara mengendarai mobil menuju lokasi. Bahkan saat ini Nara sudah berada di lobby Hotel. Menunggu cukup lama balasan pesan yang dia kirim pada Reno. Tanpa diketahui Nara, Eltan yang melihat Nara di Two Season sudah berkomunikasi dengan Reka.

‘Ambil kunci kamar di resepsionis atas nama Reno.’

Nara ragu untuk mengikuti perintah Reno. Dia masih duduk di sofa ruang tunggu sampai Reno kembali mengirimkan pesan.

‘Pilihan hanya dua, kamu naik ke atas atau foto aku sebar’

Nara memeriksa tasnya, mencari alat yang bisa dipakai untuk melindungi dirinya. Setelah itu dia menuju resepsionis. Eltan hendak mengikuti Nara tapi keburu Reka tiba. Keduanya bergegas menuju lantai tujuh, kamar yang Nara tuju.

“Siapa Reno?” tanya Eltan saat berada di dalam lift.

“Sepertinya mantan Nara, tapi aku belum pastikan. Dia masih bungkam saat aku tanya.”

Eltan mengangguk, “Kamu cinta dengan Nara?”

Reka menghela nafasnya, tidak melanjutkan menjawab karena pintu lift terbuka. Reka, Eltan dan seorang petugas hotel yang diajak oleh Eltan sebagai saksi tambahan jika ternyata Reno tidak suka karena pihak hotel membantu Reka masuk ke kamarnya.

Ketiganya sudah berada di depan kamar 751, Eltan menempelkan acces card dan Reka langsung membuka pintu. Terlihat Nara yang terhimpit menempel di dinding sedangkan Reno berada di hadapan Nara dengan mencengkram wajah Nara.

“Bajingann!” teriak Reka lalu menendang Reno. Kejadian begitu cepat, mulai dari pintu terbuka dan tendangan Reka membuat Reno tidak dapat mengelak dan dia pun tersungkur. Reka memukul wajah Reno, “Lo apain istri gue. Bang_sat,” hardiknya kembali mendaratkan bogem mentah.

Nara yang merapat di dinding terkejut , “Reka,” ucapnya.

Eltan dan petugas Hotel bergegas memisahkan Reka dan Reno. “Sialan, gue nggak terima. Kalian sudah melanggar privacy pelanggan dengan masuk ke sini.”

“Loe nggak terima? Ayo, kita bawa masalah ini ke polisi,” ancam Reka.

Eltan yang memegangi tubuh Reka, memberikan access card baru dari saku jasnya. “Bawa Nara keluar,” perintah Eltan. “Biar ini aku yang urus, jangan pergi sebelum aku hubungi,” tambahnya lagi.

Reka meraih tas Nara lalu menarik siku tangan Nara dan berjalan keluar dari kamar itu.

"Nara!" teriak Reno, melihat Reka membawa Nara pergi.

“Reka,” panggil Nara sambil mensejajari langkah Nara. Memasang wajah seakan mau perang berjalan bergegas menyusuri koridor lantai itu. Berdiri di depan salah satu kamar lalu menempelkan access card untuk membuka pintu.

Eltan benar-benar telah mempersiapkan segalanya sebelum Reka tiba di hotel. Mungkin karena pengalaman menangani hal seperti ini. “Masuk!” perintah Reka. Nara berjalan masuk ke dalam kamar lalu duduk di pinggir ranjang.

Reka menyisipkan kartu pada stop kontak, lampu dan pendingin ruangan kamar itu otomatis hidup. Dia menyugar rambutnya lalu menoleh pada Nara, “Ada yang ingin kamu sampaikan?”

Nara menggelengkan kepalanya, “Ini tidak seperti yang kamu lihat.”

“Memang aku mengatakan apa? Yang aku lihat kamu berada di kamar hotel dengan pria yang aku tau bukan keluarga kamu. Apa kamu berfikir apa yang akan terjadi jika kami terlambat merangsek masuk. Oh God,” ujar Reka lalu mengusap kasar wajahnya.

Nara menunduk dan Reka yakin jika istrinya sedang terisak. Reka masuk ke dalam kamar mandi, setelah melepaskan jaketnya. Membasuh wajahnya berkali-kali untuk menetralisir amarah. Saat keluar dari kamar mandi, dia menatap heran pada Nara.

Ada apa dengan Nara. Apa si brengsek itu memberi obat pada Nara, batin Reka.

Reka menghampiri Nara. “Reka, ada apa dengan tubuhku,” ujar Nara. Ponsel dalam saku Reka bergetar, tanpa melihat siapa yang menghubungi Reka menjawab panggilan itu.

“Halo.”

.....

“Kondisikan saja sebaiknya bagaimana, yang jelas jangan dulu di share ke keluarga. Ada yang harus aku selesaikan di sini,” ucap Reka lalu mengakhiri panggilannya.

Nara sudah melepas sepatu, blazer juga cepolan rambutnya. “Reka, kenapa rasanya panas sekali,” ucap Nara dan terlihat dia sedang mengatur deru nafasnya.

“Apa kamu minum sesuatu di kamar itu?” tanya Reka.

“Reka, ada apa dengan tubuhku?” ucap Nara.

Reka meraih tubuh Nara untuk berdiri menghadapnya. “Jawab aku, apa si breng_sek itu memberimu sesuatu?”

“Dia hanya persilahkan aku minum. Reka, ini rasanya ....” Nara mengusap lengan kirinya seakan menahan sesuatu.

“Sepertinya minuman itu sudah diberi obat yang membuat kamu bergairah. Dia punya niat jahat dengan kamu,” ucap Reka.

Nara berjongkok, menahan semua gejolak yang dia rasakan sambil mengelola nafasnya yang tidak beraturan. “Nara, bangunlah. Kamu harus berendam untuk mengurangi gairah yang ....”

Tiba-tiba Nara berdiri, “Reka, bantu aku. Aku tidak tahan.” Nara sedikit berjinjit untuk menyamakan wajah mereka dan menangkup wajah Reka lalu menyatukan bibir mereka. Reka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depannya, dengan sedikit menundukan wajah lalu membalas pagutan bibir Nara.

Terpopuler

Comments

hìķàwäþî

hìķàwäþî

stupid girl

2023-11-09

2

Cano Dias

Cano Dias

dosen ko goblok yah...banyak banget lagi goblok y

2023-06-22

0

Anietcha Moy

Anietcha Moy

rejeki nomplok

2023-01-05

0

lihat semua
Episodes
1 Tak Kenal Maka Tak Sayang
2 Keluar
3 Ibu, ada masalah apa?
4 Cari Jodoh
5 Menghormati Perempuan
6 Perawan Tua
7 Masa Lalu Nara
8 Bukan Tua tapi Dewasa
9 Jangan Tolak Perjodohan Ini
10 Please, Bantu Aku
11 Persiapan Pernikahan
12 Persiapan Pernikahan (2)
13 Sudah Siap?
14 Belah Duren
15 Bersenang-senang
16 Pusing Karena Nara
17 Rahasia Nara
18 Mencari Kebenaran
19 Niat Jahat Reno
20 Kamu Milikku
21 Kejujuran Nara
22 Gaplok Able dan Tendangable
23 Tipe Gue Banget
24 Masa Lalu Reka
25 Kepedulian Reka
26 Aroma Bucin
27 Susah Connect
28 Apalagi
29 i don't like monday
30 Harap-Harap Cemas
31 Ketakutan Nara
32 Hipotermia
33 Kenang-kenangan Dari Fans
34 Bau Rokok
35 Mencari Nara (1)
36 Mencari Nara (2)
37 Reka Frustasi
38 Berusaha Kabur
39 Percaya Aku
40 Sudah Mulai Bucin
41 Kita Perlu Bicara
42 Fans Nara
43 Bingung, Judulnya Apa
44 Kecewa
45 Jangan Dipercaya
46 Tamu Tak Diundang
47 Ayo Kita Masuk
48 Kejujuran Dan Masa Lalu
49 Keluarga Yang Aneh
50 Penggemar Reka
51 Tamu Tak Diundang
52 Sita Ponsel
53 Pagi Yang Tidak Damai
54 Bu Dosen Merajuk
55 Bodo Amat
56 Cemburu Boleh, Ngambek Jangan
57 Keluarga Toxic
58 Kita LDR
59 Akhirnya LDR
60 Benar-benar Selesai
61 Makan Malam Keluarga
62 Makan Malam Keluarga (2)
63 Lepaskan Aku
64 Partner Rumah Tangga
65 Bikinnya Sama-sama
66 Melepas Rindu
67 Emosi Reka
68 Ngarep Sama Pasangan Orang
69 Kamu Kenapa?
70 Wait and See
71 Bukan Ranah Kamu
72 Semakin Sibuk
73 Mandi Dulu
74 Tidak Tertarik
75 Mengancam Selly
76 Pulang Saja
77 Jangan Yang Itu
78 Makin Dewasa
79 Harus Hadir
80 Tunggu Aku di Jakartamu
81 Dasar Bocah
82 Aku Lapar
83 Obat Rindu
84 Rahasia Nara (2)
85 Undangan Pernikahan
86 Cinta Dibayar Tunai
87 Ruang Sidang
88 Candle Light Dinner
89 Drama Keluarga Kevin
90 Akhirnya Wisuda
91 Kebahagiaan Keluarga Kecil Reka dan Nara (End)
92 Boncap - Hooneymoon yang tertunda
93 KUKIRA KAU CINTA
94 Jerat Cinta Dibalik Dendam
95 Makin Benci, Makin Cinta
96 (Bukan) Suami Pengganti
97 Pesan Terakhir
98 Arini I'm In Love
99 Bukan Istri Salihah
100 Bosku Duda Arogan
101 SUAMIKU BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Tak Kenal Maka Tak Sayang
2
Keluar
3
Ibu, ada masalah apa?
4
Cari Jodoh
5
Menghormati Perempuan
6
Perawan Tua
7
Masa Lalu Nara
8
Bukan Tua tapi Dewasa
9
Jangan Tolak Perjodohan Ini
10
Please, Bantu Aku
11
Persiapan Pernikahan
12
Persiapan Pernikahan (2)
13
Sudah Siap?
14
Belah Duren
15
Bersenang-senang
16
Pusing Karena Nara
17
Rahasia Nara
18
Mencari Kebenaran
19
Niat Jahat Reno
20
Kamu Milikku
21
Kejujuran Nara
22
Gaplok Able dan Tendangable
23
Tipe Gue Banget
24
Masa Lalu Reka
25
Kepedulian Reka
26
Aroma Bucin
27
Susah Connect
28
Apalagi
29
i don't like monday
30
Harap-Harap Cemas
31
Ketakutan Nara
32
Hipotermia
33
Kenang-kenangan Dari Fans
34
Bau Rokok
35
Mencari Nara (1)
36
Mencari Nara (2)
37
Reka Frustasi
38
Berusaha Kabur
39
Percaya Aku
40
Sudah Mulai Bucin
41
Kita Perlu Bicara
42
Fans Nara
43
Bingung, Judulnya Apa
44
Kecewa
45
Jangan Dipercaya
46
Tamu Tak Diundang
47
Ayo Kita Masuk
48
Kejujuran Dan Masa Lalu
49
Keluarga Yang Aneh
50
Penggemar Reka
51
Tamu Tak Diundang
52
Sita Ponsel
53
Pagi Yang Tidak Damai
54
Bu Dosen Merajuk
55
Bodo Amat
56
Cemburu Boleh, Ngambek Jangan
57
Keluarga Toxic
58
Kita LDR
59
Akhirnya LDR
60
Benar-benar Selesai
61
Makan Malam Keluarga
62
Makan Malam Keluarga (2)
63
Lepaskan Aku
64
Partner Rumah Tangga
65
Bikinnya Sama-sama
66
Melepas Rindu
67
Emosi Reka
68
Ngarep Sama Pasangan Orang
69
Kamu Kenapa?
70
Wait and See
71
Bukan Ranah Kamu
72
Semakin Sibuk
73
Mandi Dulu
74
Tidak Tertarik
75
Mengancam Selly
76
Pulang Saja
77
Jangan Yang Itu
78
Makin Dewasa
79
Harus Hadir
80
Tunggu Aku di Jakartamu
81
Dasar Bocah
82
Aku Lapar
83
Obat Rindu
84
Rahasia Nara (2)
85
Undangan Pernikahan
86
Cinta Dibayar Tunai
87
Ruang Sidang
88
Candle Light Dinner
89
Drama Keluarga Kevin
90
Akhirnya Wisuda
91
Kebahagiaan Keluarga Kecil Reka dan Nara (End)
92
Boncap - Hooneymoon yang tertunda
93
KUKIRA KAU CINTA
94
Jerat Cinta Dibalik Dendam
95
Makin Benci, Makin Cinta
96
(Bukan) Suami Pengganti
97
Pesan Terakhir
98
Arini I'm In Love
99
Bukan Istri Salihah
100
Bosku Duda Arogan
101
SUAMIKU BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!