Reka meraih ponsel lalu menghubungi Nara. Tidak lama panggilan pun terjawab. "Halo," jawab Nara diujung telpon. Reka hanya diam. "Reka," panggil Nara.
Mendengar suara Nara, Reka urung menyampaikan maksud menghubungi Nara. Padahal dia sudah mempersiapkan rangkaian kata untuk disampaikan. "Nggak jadi, Bu. Besok aja," sahut Reka lalu mengakhiri panggilan.
"Shitt," ujar Reka. "Tinggal bilang, Bu, kalau mau membatalkan pernikahan masih ada waktu loh. Gitu doang, susah amat sih," ucap Reka bermonolog.
Reka pun memejamkan matanya mencoba untuk tidur agar besok lebih siap menghadapi takdir masa depannya.
Di tempat berbeda, Nara berada di kamarnya. Sore tadi Ayahnya mendatangi kediaman Radit, mengutarakan kekecewaan karena sebagai seorang Ayah dia tidak dilibatkan dalam pernikahan Nara, putri satu-satunya.
"Aku harus melibatkan kamu seperti apa? Apa kamu selama ini sudah menjadi Ayah yang baik untuk Nara?"
Leon, Ayah Nara tersinggung dengan ucapan Radit. "Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi setelah Rea menggugat cerai saya, Nara anda ambil dan saya tidak dilibatkan lagi terkait urusan Nara."
"Cukup," teriak Nara. "Apa kalian harus seperti ini terus. Aku sudah dewasa tapi kalian masih mempersoalkan masa lalu yang aku sendiri tidak paham," ujar Nara. Nara tinggal di bawah asuhan Radit, karena orang tuanya bercerai, membuat Nara tidak terlalu dekat dengan ayah atau ibunya.n0
Bahkan Rea, Ibu kandungnya belum terlihat mengunjungi kediaman Radit.
"Maafkan Ayah Nara, yang jelas besok Ayah akan mendampingi kamu," ujar Leon. Menghampiri Nara memeluk putrinya lalu pamit undur diri.
Nara menghela nafasnya mengingat moment sore tadi.
...***...
"Rika mana Bun?" tanya Reka.
"Nginap di hotel, Eltan bilang biar enggak ribet. Sekalian dia pastikan semua oke," jawab Meera. "Kamu kok belum rapih sih," ujar Meera.
"Mau minta Rika pasangkan dasi aku," ujar Reka.
Meera meraih dasi dari tangan Reka. "Biar aku aja Bun," ucap Kayla. Reka menatap wajah Kayla yang sedang merangkai dasi di kerah kemejanya.
"Sudah pilihan kamu menerima Nara. Meskipun kalian dijodohkan, jadilah suami yang baik dan bertanggung jawab."
Kayla membantu Reka memakai jas dan memastikan tidak ada cacat dalam penampilan adiknya.
Reka menangkup wajah Kayla dan mendaratkan bibirnya pada kening Kayla. "Heh, apaan itu. Enggak usah pakai cium-cium segala," ujar Elang.
"Dasar bucin," ejek Reka pada Elang.
"Sudah siap semua? Reka?" tanya Kevin.
"Sudah Pih," jawabnya.
Reka dan keluarga sudah berada di ruangan tempat acara berlangsung. Rika duduk menemani Reka, "Pasti gugup," ujar Rika.
"Enggaklah."
"Akan makin gugup ketika melihat wajah Bu Nara, dijamin makin klepek klepek deh," ejek Rika.
Reka berdecak mendengar ejekan Rika.
"Bun, Keluarga Pak Radit sudah berada di lobby, sedang menuju ke sini," lapor Eltan pada mertuanya.
Ternyata yang dikatakan Rika benar, Reka semakin gugup. Apalagi saat pintu ruangan dibuka dan masuklah Radit juga rombongan keluarganya yang disambut oleh Kevin dan Meera.
Reka memandang sosok yang terlihat berbeda dari rombongan tersebut.
Ya, Tuhan. Mimpi apa aku semalam, berasa lihat bidadari, batin Reka.
Ternyata yang disampaikan Rika benar, Reka terpana dengan kecantikan Nara yang saat ini duduk di samping Reka. Bahkan, Reka sempat berdehem untuk menghilangkan gugupnya.
Nara mengenakan kebaya modern yang terlihat pas di tubuhnya. Sapuan make up yang tidak berlebihan membuatnya berbeda ditambah dengan tatanan rambutnya dengan sanggul yang melengkapi penampilan paripurna Nara.
"Baik, kita mulai saja. Sudah siap saudara Reka?" tanya penghulu yang duduk dihadapan Reka.
"Siap dong," jawab Reka.
Terdengar ejekan dari Vano juga kedua teman dekatnya Yasa dan Dewa. Reka baru saja menerina uluran tangan untuk mengucapkan lafadz Ijab saat Nara menginterupsi.
"Tunggu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Sri Widjiastuti
temennya sdh tahu tuh, reka & nara menikah
2024-08-19
0
Katherina Ajawaila
dasar Reka, banyak gaya
2023-10-03
0
Santi Rizal
Reka bakal bucin nih
2023-08-13
0