Please, Bantu Aku

“Masih belum mau bicara juga? Katanya penting, atau hanya alasan doang karena mau bertemu ....”

“Jangan tolak perjodohan ini,” ucap Nara memotong kalimat Reka.

“Hahh!”

Nara menarik nafas panjang sebelum dia menjelaskan lebih jelas apa yang akan dia sampaikan. “Please, jangan batalkan perjodohan ini. Aku minta sama kamu untuk bantu bicara dengan keluarga agar pernikahan ini tetap dilaksanakan, kalau perlu dipercepat,” ungkap Nara.

Reka heran dengan usulan Nara. “Dipercepat?” tanya Reka.

Nara mengangguk, “Tolong aku,” jawab Nara.

Reka menatap sinis pada Nara. “Jangan bilang kalau kamu hamil dan aku ketiban sial harus bertanggung jawab.” Nara menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak hamil.”

“Terus, kenapa malah minta pernikahan dipercepat?” tanya Reka heran.

“Please tolong aku. Belum saatnya aku bercerita, mungkin nanti saat tiba waktunya.”

“Di otak gue mikirnya negatif terus karena ide gila ini,” ujar Reka. “Enggak ada dipercepat, aku maunya dibatalkan.”

Nara kecewa, dia bingung harus bagaimana melindungi dirinya. “Reka, tolong aku. Setelah kita menikah aku akan biarkan kamu tetap berhubungan dengan kekasih kamu. Sampai situasi terkendali kamu boleh ceraikan aku. Please, bantu aku,” pinta Nara.

“Yang bener aja, keuntungannya apa dengan gue terima tawaran ini,” ucap Reka sambil membuka bungkus rokok. Mengambil salah satu batang, menyulut dengan api dan menghisap dalam lalu mengeluarkan kepulan asap. Tidak habis pikir dengan wanita dihadapannya. Seorang yang dianggap pintar dan cerdas bisa menawarkan ide segila ini.

“Setelah kita menikah, kamu bebas untuk berhubungan dengan wanita lain. Aku tidak akan keberatan, karena kita memang tidak saling cinta. Selama tidak ada keluarga yang tau, kamu tidak akan disebut selingkuh,” tutur Nara.

“Kenapa aku? Kamu bisa cari orang lain. Karena aku ingin perjodohan ini dibatalkan.”

Nara hanya bisa pasrah, dia menyandarkan tubuh pada kursi yang diduduki sambil mencoba berfikir ide apa untuk melindunginya dari gangguan mantannya yang bernama Reno. Reka melihat gurat kecewa di wajah Nara. Meskipun Nara tidak ingin bercerita, Reka tau jika Nara sedang berada dalam kondisi sulit.

“Berikan aku satu alasan yang masuk akal untuk menerima ide kamu!”

Nara menatap wajah Reka. Ternyata dirinya masih bisa berharap pada Reka, pria dihadapannya. Nara menghela nafas, “Dengan kamu menikahi aku, artinya kamu sudah menolong seorang wanita dari keburukan yang mungkin saja terjadi. Bahkan tanpa kamu ketahui telah melindungi harga diri, kehormatan dan ...."

“Cukup!”

Nara menatap Reka yang sedang menekan batang rokok yang masih panjang pada asbak. Gurat emosi tersirat di wajah laki-laki yang di kampus adalah mahasiswanya.

“Sampaikan saja pada Kakek Radit kalau ingin dipercepat.” Reka akhirnya mengalah, entah masalah apa yang dihadapi Nara. Namun, dia teringat dengan Kayla dan Rika yang menghadapi masalah cukup pelik dalam hidupnya. Memutuskan untuk menerima perjodohan dengan harapan kehidupannya bisa lebih baik setelah menikah. Meskipun saat ini dirinya tidak mencintai Nara, berharap waktu akan membuat mereka saling mencintai.

“Benarkah?” tanya Nara yang dijawab Reka dengan mengangguk.

“Terima kasih.” Terlihat wajah yang berbinar dari Nara. 

Reka akhirnya menyanggupi, bukan karena dia diperbolehkan tetap berhubungan dengan kekasihnya. Meskipun sebenarnya dia tidak ada kekasih. Kalaupun banyak wanita yang menyukainya. Reka masih penasaran dengan ide gila Nara.

Setelah pertemuan dengan Reka. Nara menemui Radit dan menyampaikan idenya untuk menikah dengan Reka lebih cepat. Tentu saja Radit sangat senang dengan permintaan Nara. Dia yakin jika lelaki pilihannya adalah sosok yang tepat untuk menjadi suami Nara.

Hari-hari berikutnya, di kampus. Kembali pada kelas Reka dengan Nara sebagai dosennya. Nara konsisten dengan gaya mengajarnya juga penampilannya. Reka bertanya-tanya kenapa Nara tidak berpenampilan seperti saat bertemu dengannya di luar kampus, sangat feminim dan sangat cantik. Sedangkan saat di kampus, Nara selalu berpenampilan serius dan terlihat lebih dewasa. Bahkan Reka pun pernah menyebutnya perawan tua. Reka menatap lekat pada Nara yang sudah lebih dari satu jam berbicara menjelaskan materi.

 “Oke, ada yang ingin bertanya?” tanya Nara.

Reka yang sejak Nara masuk ke dalam kelas tidak mengalihkan pandangannya pada wanita itu, mengangkat tangannya. “Mau nanya apaan lo?” tanya Yasa.

“Kayak nyimak aja sama materi yang dibahas,” ujar Dewa lirih.

“Silahkan,” sahut Nara. 

“Bagaimana caranya agar Ibu bisa jadi pembimbing skripsi saya.” Kalimat Reka barusan mengundang atensi kelasnya. Ada yang bersorak, bersiul bahkan tertawa.

Yasa berdiri dan menenangkan kelasnya, “Tenang kawan-kawan, coba sekali-kali kita dengarkan playboy ditolak cewek,” tutur Yasa membuat kelas kembali ramai.

“Sepertinya kamu tidak memahami prosedur kegiatan skripsi. Silahkan baca kembali, panduannya. Ada pertanyaan lain?” tanya Nara lagi pada kelas.

Reka kembali mengangkat tangannya.

“Eh busyet, nanya apa lagi sih?” tanya Yasa.

“Kalau mau ngajak ibu Jalan, ada panduannya gak?”

Kelas Reka kembali riuh bahkan lebih dari sebelumnya. “Halah, dosen woy. Masih aja jadi target.”

Kelas pun bubar tanpa Nara menjawab pertanyaan Reka.

“Bu Nara,” panggil Reka sambil mensejajari Nara. 

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

iseng nya Reka, kelewatan😋😋😋

2023-10-03

0

Chandra Dollores

Chandra Dollores

wkwkwkwkwk
kocaknya bikin ngakak sambil snorkeling

2023-05-05

0

Anietcha Moy

Anietcha Moy

oke sengklek sekali kau reka.. suk aku gaya macam kau... alamakkk

2023-01-05

0

lihat semua
Episodes
1 Tak Kenal Maka Tak Sayang
2 Keluar
3 Ibu, ada masalah apa?
4 Cari Jodoh
5 Menghormati Perempuan
6 Perawan Tua
7 Masa Lalu Nara
8 Bukan Tua tapi Dewasa
9 Jangan Tolak Perjodohan Ini
10 Please, Bantu Aku
11 Persiapan Pernikahan
12 Persiapan Pernikahan (2)
13 Sudah Siap?
14 Belah Duren
15 Bersenang-senang
16 Pusing Karena Nara
17 Rahasia Nara
18 Mencari Kebenaran
19 Niat Jahat Reno
20 Kamu Milikku
21 Kejujuran Nara
22 Gaplok Able dan Tendangable
23 Tipe Gue Banget
24 Masa Lalu Reka
25 Kepedulian Reka
26 Aroma Bucin
27 Susah Connect
28 Apalagi
29 i don't like monday
30 Harap-Harap Cemas
31 Ketakutan Nara
32 Hipotermia
33 Kenang-kenangan Dari Fans
34 Bau Rokok
35 Mencari Nara (1)
36 Mencari Nara (2)
37 Reka Frustasi
38 Berusaha Kabur
39 Percaya Aku
40 Sudah Mulai Bucin
41 Kita Perlu Bicara
42 Fans Nara
43 Bingung, Judulnya Apa
44 Kecewa
45 Jangan Dipercaya
46 Tamu Tak Diundang
47 Ayo Kita Masuk
48 Kejujuran Dan Masa Lalu
49 Keluarga Yang Aneh
50 Penggemar Reka
51 Tamu Tak Diundang
52 Sita Ponsel
53 Pagi Yang Tidak Damai
54 Bu Dosen Merajuk
55 Bodo Amat
56 Cemburu Boleh, Ngambek Jangan
57 Keluarga Toxic
58 Kita LDR
59 Akhirnya LDR
60 Benar-benar Selesai
61 Makan Malam Keluarga
62 Makan Malam Keluarga (2)
63 Lepaskan Aku
64 Partner Rumah Tangga
65 Bikinnya Sama-sama
66 Melepas Rindu
67 Emosi Reka
68 Ngarep Sama Pasangan Orang
69 Kamu Kenapa?
70 Wait and See
71 Bukan Ranah Kamu
72 Semakin Sibuk
73 Mandi Dulu
74 Tidak Tertarik
75 Mengancam Selly
76 Pulang Saja
77 Jangan Yang Itu
78 Makin Dewasa
79 Harus Hadir
80 Tunggu Aku di Jakartamu
81 Dasar Bocah
82 Aku Lapar
83 Obat Rindu
84 Rahasia Nara (2)
85 Undangan Pernikahan
86 Cinta Dibayar Tunai
87 Ruang Sidang
88 Candle Light Dinner
89 Drama Keluarga Kevin
90 Akhirnya Wisuda
91 Kebahagiaan Keluarga Kecil Reka dan Nara (End)
92 Boncap - Hooneymoon yang tertunda
93 KUKIRA KAU CINTA
94 Jerat Cinta Dibalik Dendam
95 Makin Benci, Makin Cinta
96 (Bukan) Suami Pengganti
97 Pesan Terakhir
98 Arini I'm In Love
99 Bukan Istri Salihah
100 Bosku Duda Arogan
101 SUAMIKU BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Tak Kenal Maka Tak Sayang
2
Keluar
3
Ibu, ada masalah apa?
4
Cari Jodoh
5
Menghormati Perempuan
6
Perawan Tua
7
Masa Lalu Nara
8
Bukan Tua tapi Dewasa
9
Jangan Tolak Perjodohan Ini
10
Please, Bantu Aku
11
Persiapan Pernikahan
12
Persiapan Pernikahan (2)
13
Sudah Siap?
14
Belah Duren
15
Bersenang-senang
16
Pusing Karena Nara
17
Rahasia Nara
18
Mencari Kebenaran
19
Niat Jahat Reno
20
Kamu Milikku
21
Kejujuran Nara
22
Gaplok Able dan Tendangable
23
Tipe Gue Banget
24
Masa Lalu Reka
25
Kepedulian Reka
26
Aroma Bucin
27
Susah Connect
28
Apalagi
29
i don't like monday
30
Harap-Harap Cemas
31
Ketakutan Nara
32
Hipotermia
33
Kenang-kenangan Dari Fans
34
Bau Rokok
35
Mencari Nara (1)
36
Mencari Nara (2)
37
Reka Frustasi
38
Berusaha Kabur
39
Percaya Aku
40
Sudah Mulai Bucin
41
Kita Perlu Bicara
42
Fans Nara
43
Bingung, Judulnya Apa
44
Kecewa
45
Jangan Dipercaya
46
Tamu Tak Diundang
47
Ayo Kita Masuk
48
Kejujuran Dan Masa Lalu
49
Keluarga Yang Aneh
50
Penggemar Reka
51
Tamu Tak Diundang
52
Sita Ponsel
53
Pagi Yang Tidak Damai
54
Bu Dosen Merajuk
55
Bodo Amat
56
Cemburu Boleh, Ngambek Jangan
57
Keluarga Toxic
58
Kita LDR
59
Akhirnya LDR
60
Benar-benar Selesai
61
Makan Malam Keluarga
62
Makan Malam Keluarga (2)
63
Lepaskan Aku
64
Partner Rumah Tangga
65
Bikinnya Sama-sama
66
Melepas Rindu
67
Emosi Reka
68
Ngarep Sama Pasangan Orang
69
Kamu Kenapa?
70
Wait and See
71
Bukan Ranah Kamu
72
Semakin Sibuk
73
Mandi Dulu
74
Tidak Tertarik
75
Mengancam Selly
76
Pulang Saja
77
Jangan Yang Itu
78
Makin Dewasa
79
Harus Hadir
80
Tunggu Aku di Jakartamu
81
Dasar Bocah
82
Aku Lapar
83
Obat Rindu
84
Rahasia Nara (2)
85
Undangan Pernikahan
86
Cinta Dibayar Tunai
87
Ruang Sidang
88
Candle Light Dinner
89
Drama Keluarga Kevin
90
Akhirnya Wisuda
91
Kebahagiaan Keluarga Kecil Reka dan Nara (End)
92
Boncap - Hooneymoon yang tertunda
93
KUKIRA KAU CINTA
94
Jerat Cinta Dibalik Dendam
95
Makin Benci, Makin Cinta
96
(Bukan) Suami Pengganti
97
Pesan Terakhir
98
Arini I'm In Love
99
Bukan Istri Salihah
100
Bosku Duda Arogan
101
SUAMIKU BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!