POV Raja Iblis
Aku tidak menyukai manusia. Manusia sangat suka menangkap kami, lalu melumpuhkan kami dan menjadikan kami budak.
Kami para iblis mempunyai kemampuan yang lebih kuat dari para manusia itu. Kami bisa berubah menjadi bentuk lain yang lebih kuat. Dan para manusia itu menyebut kami iblis.
Aku sadar bahwa kami para iblis lebih kuat, jadi aku memimpin pemberontakan. Dan kami berhasil. Kami menjadikan para manusia itu sebagai cemilan kami. Mereka lemah dan enak.
Sampai akhirnya muncul manusia yang disebut pahlawan. Para manusia ini mempunyai kekuatan lebih dan mereka sangat licik. Walaupun mereka tidak lebih kuat dari kami, mereka sangat licik. Akhirnya kami kalah karena kelicikan itu. Aku dan kaumku dimusnahkan.
Aku mengira hidupku akan berakhir disini. Tapi ternyata jiwaku melayang ke dunia lain. Dan aku terlahir sebagai raja iblis lagi untuk kedua kalinya. Tapi kali ini aku tidak bisa bertransformasi menjadi manusia. Aku hanya berwujud binatang. Wujudku binatang yang sama denganku dulu. Seekor harimau keren dengan sayap dan taring tajam.
Aku tidak khawatir bahwa aku tidak bisa menjadi manusia. Aku pernah mendengar saat level raja iblis cukup tinggi, dia bisa berubah wujud menjadi manusia. Jadi aku hanya perlu bersabar dan berkultivasi.
Akhirnya aku menjadi kuat. Walaupun aku belum menjadi manusia, aku sudah mengalahkan seluruh bintang iblis di wilayah ini. Bahkan para manusia itu juga mulai memburuku. Kali ini manusianya sangat aneh. Pakaian mereka sangat minim dan bahkan mereka memakai senjata aneh. Sangat berbeda dengan manusia di tempatku dulu.
Tapi manusia tetaplah manusia. Mereka bahkan mengepungku dengan seratus orang dan aku menghancurkan semuanya. Aku mencicipi mereka dan ternyata apa ini. Bleh! Bleh! Bleh! Manusia di zaman ini sama sekali tidak enak. Bau mereka sangat aneh dan mereka memakai sesuatu yang aneh di tubuh mereka. Bahkan aku menemukan bulu dan rambut mereka palsu. Apa-apaan ini? Aku jadi tidak bernapsu untuk makan manusia lagi karena rasa yang tidak enak ini.
Aku pun memutuskan untuk menjelajah dan mencari pengalaman. Selama seratus tahun ini, aku mengunjungi banyak tempat. Di mana ada aku, di situ juga ada para manusia yang berkelompok. Walaupun aku sudah membunuh mereka, mereka tetap muncul. Intinya, jumlah mereka sangat banyak, seperti tanaman, walaupun aku mencabut mereka, tetap akan ada tunas baru lagi.
Akhirnya aku tiba di sebuah tempat. Hutan ini kecil dan jelek. Lalu aku hanya berjalan dan menemukan sebuah manusia kecil. Manusia kecil ini tidak berbau aneh seperti manusia lainnya. Ah~ mungkin dia enak~
Tidak! Tunggu dulu! Sepertinya aku kenal manusia ini....
Walaupun wajahnya sedikit berubah, jiwanya tetap sama. Tidak mungkin! Dia pahlawan brengsek yang membunuhku! Ternyata dia juga reinkarnasi ke tempat ini juga ya! Sialan! Ternyata kami ditakdirkan menjadi musuh seumur hidup! Tapi kali ini aku akan menghancurkannya dan memakannya. Apalagi setelah kulihat auranya benar-benar lemah dan kecil. Hehehe...
***
Kakek Hendrik sedang mengumpulkan rempah-rempah sambil memanjat beberapa pohon. Tapi tiba-tiba jam tangannya berbunyi. Ada berita bahwa ada raja iblis yang pergi ke wilayan hutan utara di kota kecil XY. Dia berpikir sebentar, lalu dia sadar ini tempatnya! Ada raja iblis di tempat ini!
"Sial!"
Dia langsung kembali untuk menemui tuan mudanya, tapi tuan muda itu tidak ada di tempat.
Dia berusaha masuk lebih dalam untuk mencari. Tapi terdengar raungan yang hebat. Dan tiba-tiba ada angin kencang yang menyeret seluruh hutan. Dia juga tidak bisa menahan pijakannya dan ikut terseret.
"Sialan! Tuan muda dimana kau!!" dia berteriak frustasi. Dia sangat menyesali tindakannya meninggalkan tuan muda itu sendiri di tengah hutan. Dia sangat menyesal, bahkan hampir menangis. Tuan muda itu ada disana. Dia pasti tidak akan selamat dari angin kencang ini walaupun dia tidak bertemu raja iblis. Dia juga tidak bisa menghadapi raja iblis ini karena kekuatannya tidak cukup kuat. Perlu beberapa orang tubuh immortal untuk menghadapi raja iblis ini. Sementara dia hanyalah seorang kultivator inti emas kecil.
Lalu jam tangannya memberi pemberitahuan terbaru. Pemerintah akan mengirimkan beberapa bantuan ke tempat ini. Mereka akan mengirimkan sepuluh orang kultivasi immortal dan satu orang tubuh ilahi.
Tubuh ilahi ada disini. Dia merasakan harapan baru. Kultivator tubuh ilahi mempunyai kekuatan yang mirip dengan dewa. Dia yakin mereka akan berhasil mengalahkan raja iblis itu. Sekarang tugasnya hanyalah menunggu. Menunggu para penyelamat itu, lalu dia akan mengikuti mereka untuk mencari tuan muda.
"Tuan muda...bertahanlah" katanya cemas sambil menggertakan gigi.
***
Gin bertatapan tajam dengan monster di depannya.
"kau mengikuti kemari?" tanya Gin dengan wajah cemberut.
"Siapa yang mengikutimu, brengsek!" teriak raja iblis itu sambil mengaum keras.
Tentu saja auman itu tidak berefek pada Gin. Dia hanya merasa telinganya sedikit sakit karena mendengar suara yang terlalu keras.
"Aku akan memakanmu sekarang. Kau benar-benar lemah sekarang. Ternyata karma itu benar-benar terjadi hahaha" raja iblis itu tertawa.
"...."
Melihat Gin sama sekali tidak ketakutan, sang raja iblis semakin kesal. Jadi dia mulai menyerang. Dia bersiap untuk membawa manusia kecil itu dalam mulutnya dan mengigitnya.
Tapi ekspektasi tidak sesuai dugaan. Saat raja iblis itu mendekat sambil mengangga, Gin sudah bersiap dengan tendangannya. Kakinya mengarah ke dagu harimau itu. Lalu tubuh harimau itu terlempar beberapa meter karena tendangannya.
"Kau yang lemah. Kau mirip boneka harimau sekarang" kata Gin kecewa.
Raja iblis itu terpukau dengan pemandangan di depannya. Bagaimana mungkin manusia ini bisa kuat dengan qi selemah itu? Dia benar-benar bingung. Dia berusaha berdiri sambil membenarkan rahangnya yang patah karena tendangan.
"Lihat saja kau. Aku akan membalasmu nanti" teriak raja iblis itu sambil berusaha melarikan diri.
Tapi Gin langsung mendekat dengan cepat. Dan BUK! Dia memukul perut bagian bawah harimau itu. Dan harimau itu kembali terlempar dan terkapar.
"Hmph!" Gin mendegus sombong sambil menginjak tubuh raja iblis itu. "Ingin membalasku?"
"Hehehe Aku hanya bercanda teman. Kita harus mengingat pertemanan kita di dunia sebelumnya..."
BUK! Gin langsung menamparnya sebelum raja iblis itu selesai berbicara.
"Aku..."
BUK!
"Tolong maafkan aku...biarkan aku bebas...hiks...aku hanya hidup seratus tahun di dunia ini. Aku tidak ingin mati lagi..." kali ini sang raja iblis memohon sambil menangis. Gin menghentikan tamparannya.
"Baikla...."
"Tuan muda!" Teriakan kakek Hendrik yang tiba-tiba membuat Gin panik. Dia langsung bersembunyi di bawah tangan raja iblis sambil terisak menangis.
"Guru~ hiks, hiks,"
"Tuan muda, kau tidak apa-apa kan?" kakek Hendrik sama sekali tidak takut dengan tubuh binatang iblis itu. Dia langsung memeluk tuan mudanya dan membawanya menjauh.
Ternyata bukan hanya ada kakek Hendrik, ada banyak orang lainnya. Gin melihat banyak sekali kakek-kakek dan paman-paman. Saat ini otak Gin sedang berputar untuk menjelaskan sesuatu yang terjadi. Dia harus mencari alasan yang masuk akal untuk semua kejadian ini!
"Apa yang terjadi tuan muda?" tanya Kakek Hendrik cemas sambil memeluk dan mengelus kepala Gin.
"Aku tidak tahu kakek. Tiba-tiba ada mosnter raksasa. Lalu ada orang aneh. Mereka bertarung dan monster itu kalah dan jatuh di dekatku" Gin menjelaskan dengan ambigu. Dia berharap orang-orang ini percaya ada sosok misterius yang mengalahkan raja iblis itu.
"Kau ingat wajah orang misterius itu?"
Gin menggeleng dengan cepat.
Lalu kakek lainnya lainnya juga datang mendekati mereka. Kakek ini adalah kultivator tubuh ilahi yang dikirim olrh pemerintah. Saat Gin melihatnya, entah kenapa dia tidak aising. Apa dia pernah bertemu dengan kakek ini dulu ya?
"Kau tidak apa-apa?" kakek ilahi itu bertanya.
Gin menggeleng cepat.
Kakek itu mengernyitkan kening seakan tidak percaya. Lalu dia menarik tangan Gin dan memeriksa denyut nadinya. Dan ternyata tubuh bocah itu baik-baik saja. Jadi dia mendesah lega.
"Tangkap binatang itu!" kakek ilahi itu mengalihkan perhatiannya kembali pada raja iblis dan memerintahkan orang lainnya untuk menyediakan segel.
Persiapan hanya memerlukan waktu beberapa menit sebelum semua orang menghilang. Para kakek, paman, dan raja iblis itu menghilang dalam sekejap. Hanya menyisakan Gin dan Kakek Hendrik.
Gin mungkin lupa kakek kultivator ilahi itu. Tapi tidak dengan Kakek Hendrik. Kakek kultivator ilahi itu tidak lain adalah kepala rumah tangga keluarga Arai, yang berarti kakek Gin yang ditemuinya saat dia baru lahir. Walaupun kakek Gin mengabaikan cucu tidak bergunanya. Dia tetap khawatir saat tahu cucunya berada dalam bahaya. Lagipula dia masih darah dagingnya. Dan menjadi lemah juga bukan kemauannya, itu hanya takdirnya dari lahir. Jadi Kakek Arai tidak bisa menyalahkan cucunya.
Semenjak kejadian ini, Kakek Hendrik semakin protektif pada Gin. Begitu pula dengan para pelayan yang ada di mansion.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Haji Ambiya
Ayo Gin tingkatkan terus keahlianmu, cepat tunjukkan kamu lebih hebat dari cucu² yg lain
2024-03-19
1
Aqiyu
ga tahu ajah Gin sama bahkan lebih kuat dari iblis
2023-01-03
0
Rani nay
kok sayang sih Thor 😁
2022-10-06
1