"Gin, ingin ikut denganku ke klub misteri?" ajak Mona saat kelas berakhir.
"Untuk sekarang aku tidak akan masuk klub apa pun" jawab Gin. "Aku akan ke perpustakaan"
"Em baiklah" Mona kecewa, tapi dia tidak menunjukkannya dan tersenyum.
Dua orang itu akhirnya berpisah. Gin pun langsung menuju ke gedung perpustakaan.
Gedung perpustakaan itu berada di dekat gedung sekolah. Gedung itu juga sangat besar dan menjulang tinggi.
Saat masuk, Gin disambut oleh seorang kakek berjanggut panjang dan berjubah ungu.
"Lencana" kata sang kakek dengan nada acuh.
Gin langsung memberikan lencana miliknya.
Mata Sang kakek sedikit berbinar, tapi kemudian dia bersikap acuh lagi. "Murid baru
Hanya bisa pergi ke lantai 1 dan 2. Baca peraturannya sebelum masuk" katanya sambil menunjuk papan poster yang berada di tiang lantai dasar perpustakaan.
Gin mengangguk.
Untuk tiket masuk, dia perlu membiarkan lencananya menjadi bahan titipan. Setelah dia selesai berkunjung, lencana miliknya akan dikembalikan.
Ini adalah pertama kali Gin menginjakkan kakinya di Perpustakaan sekolah sejak dia datang ke dunia ini.
Dia langsung melihat papan poster untuk melihat denahnya. Ternyata ada lima lantai di perpustakaan ini. Anak kelas 1 hanya bisa mengakses lantai 1. Anak kelas 2 bisa mengakses lantai 1 dan 2. Anak kelas 3 bisa mengakses lantai 3. Untuk lantai 4 dan 5 hanya bisa diakses kalau kau mempunyai jabatan khusus. Ada beberapa jabatan khusus yang diterapkan, yaitu murid dari Kelas Emas, anggota dewan sekolah, murid peringkat umum 1-10.
Gin mengangguk mengerti. Kalau dia hanya murid baru biasa, dia hanya bisa mengakses lantai 1. Tapi karena dia berada di kelas emas, dia mendapat kan akses masuk tambahan.
Gin memutuskan untuk menjelajah lantai dasar terlebih dahulu. Dia melihat seluruh rak buku. Supaya lebih efisien, dia mengaktifkan sihirnya.
"Observation" adalah sihir yang bisa mengamati objek. Setelah Gin mengaktifkan sihirnya, dia tidak perlu membuka buku untuk memperoleh informasi. Tapi hanya memandang sampul buku tersebut.
Gin merasa semua teknik ini sangat biasa. Dia melewati rak satu dan lainnya sambil tertawa kecil, merasa bahwa penamaan teknik-teknik ini sangat lucu.
"Tinju kecil dewa. Pedang Lotus. Tinju kura-kura. Tarian pedang pangeran. Pedang abadi...." Gin membaca semuanya satu persatu sambil terkekeh. Dia merasa teknik yang dipelajarinya waktu kecil memiliki nama yang lebih baik. Walaupun dia tidak ingat namanya sekarang.
Setelah mengelilingi seluruh rak dan tidak mendapatkan hal yang menarik, Gin segera melangkah ke lantai dua.
Dia mulai mengamati semua teknik yang ada di rak. Tapi dia tidak menemukan satu pun teknik yang menarik perhatiannya. Sampai akhirnya terjadi Keane dengan skill observasi miliknya.
Saat dia melihat ke lantai, skill itu bereaksi. Padahal itu hanya lantai, bukan rak buku dan tidak ada apa pun disana.
"Judul: Hagemoni Iblis
Level: Rare
Deskripsi: ???? (tidak dapat ditemukan)"
"Hm?" Gin mengernyit bingung. Ada buku aneh di lantai ini. Apakah tertimbun di antara papan?
Gin ingin mengambil nya, tapi dia tidak bisa merusak lantai atau dia akan menarik perhatian semua orang karena melalukan hal itu.
Jadi mau tidak mau dia harus menggunakan banyak sihir sekarang. Dia menggunakan sihir perendam suara disekeliling tubuhnya. Lalu dia mulai berjongkok dan menggali ke bawah lantai.
Gin tidak menduga lantai itu cukup dalam. Di terus menggali menggunakan sihirnya, sampai akhirnya dia menemukan buku itu. Dengan sihir teleportasi dia memindahkan buku itu ke tangan lainnya. Lalu dia menggunakan sihir rekontruksi untuk mengembalikan kondisi lantai yang sudah di hancurkannya.
Gin mengamati buku yang ada di tangannya. Buku itu sangat lusuh. Penuh debu bahkan lembarannya sudah penyok terlipat-lipat. Gin tidak yakin bahwa ini adalah buku yang dimaksud. Covernya berwarna hitam dan tidak ada tulisan apa pun di atasnya.
"Judul: Hagemoni Iblis
Level: Rare
Deskripsi: ???? (tidak dapat ditemukan)"
Tapi status buku itu tetap sama.
Gin mencoba membuka buku itu dan dia melihat bahwa hanya ada gambar abstrak yang menujukkan posisi untuk mempelajari sebuah teknik.
Walaupun Gin merasa bingung, dia tetap memutuskan untuk mengambil buku itu dan meminjamnya.
Sang kakek berjanggut menerima buku yang ingin di pinjam Gin dengan kening berkerut. Dia belum pernah mengingat bahwa buku aneh ini ada di perpustakaan nya. Saat dia membukanya, isinya hanyalah teknik tingkat dasar yang tidak berguna.
"Pffttt" kakek itu berusaha menahan tawanya. melihat tidak ada judul di cover buku ini, kemungkinan buku ini adalah ciptaan orang iseng yang ingin bermain. Sama sekali bukan buku teknik. Dia ingin menertawakan Gin karena meminjam buku seperti ini. Tapi dia berusaha menahannya.
"Apa kau yakin akan meminjam buku ini?" kakek itu memastikan lagi.
Gin mengangguk.
"Berapa hari?"
"Biasanya berapa hari?" Shin bertanya balik dengan ekspresi polos.
"Ehem! Paling sebentar seminggu. Paling lama sebulan"
"Oke seminggu"
Sang kakek menscan lencana miliknya di sebuah alat asing, lalu kemudian menscan buku itu. Proses pun selesai. Dia bisa membawa pulang buku itu.
Walaupun Gin sudah menghabiskan waktunya untuk berkeliling di perpustakaan, bel pulang sama sekali belum berbunyi. Gin merasa resah karena dia tidak bisa melakukan apa pun sekarang. Dia juga tidak bisa menemukan tempat untuk tidur. Jadi dia memutuskan untuk pergi ke cafe terdekat. Memakan cemilan sambil membaca buku yang baru saja dipinjamnya.
Gin membeli beberapa kue kukus, lalu duduk di meja paling belakang. Setelah kue kukusnya sampai ke mejanya, dia segera memakannya sambil membolak-balik buku di depannya.
Tidak ada yang istimewa dengan buku itu. Hanya ada gambar yang sama. Bahkan saat dia mencoba membuka lembaran sampai akhir, beberapa lembaran kosong tanpa isi.
Karena bosan, Gin mengisi waktunya sesuai intruksi yang ada di buku itu. Ada tiga jenis teknik di buku itu. Teknik meditasi, menyerang dan bertahan. Gin mencoba untuk mempraktekkan teknik meditasinya.
Saat dia mencoba, jujur saja teknik ini sama dengan teknik dasar yang diajarkan kakek Hendrik padanya. Apa buku ini mencoba mempermainkan nya?
Tapi tiba-tiba, saat dia mengulang tekniknya sebanyak tiga kali, buku itu bersinar. Buku itu bergerak sendiri dan membuka halaman yang awalnya kosong. Secara perlahan mulai muncul tulisan pada halaman yang kosong itu dan sebuah kalimat instruksi.
"Katakan kalimat ini saat memulai meditasi, maka pelatihan teknik hagemoni iblis anda dimulai ER THA"
Gin mengernyit bingung. Apa-apaan intruksi aneh itu? Apa dia perlu mengucap mantra sekarang?
Walaupun Gin tidak senang dengan buku aneh itu, dia tetap mencoba menuruti nya. Saat mulai bermeditasi dia mengucapkan kata ER THA di dalam pikirannya. Dan ajaibnya tubuh nya langsung mengumpulkan Qi dengan cepat nya.
Gin langsung menghentikan teknik nya dan menganga takjub. Biasanya, dia menyerap Qi dengan sangat lamban karena bakatnya sangat rendah. Tapi tiba-tiba sekarang dia bisa menyerap Qi dua kali lebih cepat!
Gin melihat buku usang di depannya.
"Mungkin ini harta karun?" gumamnya dengan mata berbinar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Aqiyu
padahal tanpa enegi Qi Gin sangat kuat
2023-01-03
1
Dian Isnu
hati2 sama kakek mu qin
2022-10-16
0
Sendtot Haryanto Gawi
mantap lanjut up nya thor
2021-11-05
0