Ada sebuah lahan besar di tengah-tengah ibu kota. Lahan itu dikelilingi dengan tembok besar sebagai pertahanan. Ada sebuah gerbang pintu masuk yang besar juga di depan.
Kereta sihir dengan elang raksasa milik keluarga Arai mendarat di depan gerbang. Penjaga gerbang itu langsung membukakan pintu dengan hormat.
Tempat ini adalah kediaman keluarga Arai.
Lima keluarga besar di ibu kota mendapatkan tanah yang cukup luas dari pemerintah agat mereka bisa melatih klan mereka. Termasuk keluarga Arai.
Lahan mereka yang luas itu berisi beberapa bangunan untuk pelatihan dan juga villa-villa kecil. Di tengah lahan, ada rumah utama, kediaman patriak keluarga, yang besarnya seperti istana.
Kereta elang itu berhenti di depan gerbang dan masuk ke dalam perkarangan dengan santainya.
Lalu dua orang pria muda keluar dari kereta dan bergegas ke rumah utama. Di dalam rumah utama orang tua mereka masing-masing sudah menunggu mereka.
Yusa Arai adalah anak dari Putra pertama keluarga. Sima Arai adalah anak dari Putra Ketiga.
Yusa dan Sima dengan bahagia memeluk orang tua mereka dan menceritakan kisah ujian masuk mereka. Mereka sangat bangga menceritakan bahwa mereka masuk ke kelas emas, kelas untuk para jenius di sekolah elit itu.
"Kerja bagus" Kakek Arai, sekaligus patriak keluarga, memuji kinerja para cucunya itu.
"Aku juga tidak akan kalah. Saat aku masuk sekolah tahun depan, aku akan mengalahkan rekor kalian humph!" seorang perempuan muda tiba-tiba muncul dengan sikap sombongnya.
Gadis kecil itu adalah putri favorit di keluarga Arai. Sama halnya dengan keluarga Fei yang mempunyai Putri Fei Lan, maka keluarga Arai mempunyai Putri Yuya. Kedua putri dari keluarga ini sangat terkenal di ibu kota karena mereka sudah memiliki tubuh ilahi semenjak mereka lahir.
Fei Lan memiliki tubuh api dan Yuya Arai memiliki tubuh es.
Yusa tersenyum melihat pengakuan adik kecilnya. Walaupun mereka memiliki orang tua yang berbeda, Yusa sangat menyanyangi adik kecilnya itu.
"Yuya kecil pasti bisa melampaui kakak" katanya sambil mengusap kepala gadis kecil itu.
"Yuya, kemari. Jangan buat keributan. Ayo kembali tidur. Kakak-kakakmu sekarang ingin berbincang dengan kakek" seorang wanita dewasa tiba-tiba memeluk gadis kecil itu dan membawanya pergi. Wanita ini adalah ibunya. Istri dari Putra terakhir di keluarga Arai.
Wajah Yuya cemberut, tapi dia tidak memberontak saat ibunya menariknya untuk tidur.
"Yuya ingin udang asam manis" katanya bersikeras. Setiap kali orang-orang memaksanya melakukan sesuatu, seperti memaksanya untuk tidur, dia akan mengungkapkan keinginannya sebagai bayaran atas sikap patuhnya. Dia selalu melakukannya sehingga semua orang di keluarga ini tahu tentang sikapnya.
"Saat kau bangun nanti, ibu akan membuatkan nya untukmu" kata wanita itu sambil mencubit pelan pipi putri nya. "Tapi jangan terlalu banyak makan. Kau akan menjadi bola buntal seperti Bibi Feng saat kau tumbuh nanti"
Yuya bergidik ngeri saat ibunya membicarakan Bibi Feng. Bibi Feng adalah kepala pelayan dapur. Seorang wanita berumur empat puluhan dengan rambut keriting pendek. Tentu saja dengan badan besar yang beratnya lebih dari 180 kg. Saat Yuya masih kecil, dia selalu menangis ketakutan saat melihat bibi Feng. Membuat ibunya selalu menggunakan bibi Feng kalau dia tidak menurut.
***
Setelah mengetahui kinerja para cucunya, Kakek Arai mengangguk puas. Dia pun kembali ke ruang kerjanya yang berada di kamarnya. Semua orang mengira dia akan beristirahat, tapi ternyata tidak.
"Keluar" suara kakek Arai bergema di ruangan yang sunyi itu.
Seorang wanita cantik dengan pakaian hitam ketat di seluruh tubuhnya muncul dari kegelapan. Dia adalah Yina. Pengawal muda berbakat yang ditugaskan untuk melindungi Gin.
Yina sudah mencapai tahap inti emas menengah lv. 1 di usia yang masih muda. sebenarnya bakatnya tidak lebih buruk dari Putri Fei. Tapi Putri Fei adalah jenius nomor satu, mencapai tahap inti emas di usia 16 tahun, tidak bisa dibandingkan.
"Bagaimana keadaan anak itu?" tanya kakek Arai.
"Dia baik-baik saja" jawab Yina singkat. Sebenarnya dia sangat gugup sekarang. Dia sama sekali tidak tahu keadaan tuan sampah itu. Dia tidak mau mengawasinya. Tapi dia tahu bahwa orang itu masih hidup.
"Bagaimana sekolahnya?" kakek Arai bertanya lagi.
"Lancar. Tidak ada yang istimewa" jawab Yina ambigu. Sebenarnya dia bingung harus menjawab apa karena dia tahu apa pun.
STARE!
Kakek Arai menatap Yina dengan tajam. Aura dingin yang sangat dahsyat keluar dari tubuhnya. Bahkan Yina terdorong mundur ke belakang, hanya karena aura.
Yina gugup. Keringat bercucuran dari dahinya. Dia tidak tahu kenapa kakek ini menyerangnya. Dia tidak akan bisa bertahan di depan kultivator Immortal. Walaupun inti emas dan immortal hanya berbeda satu tingkat. kekuatan mereka tetap berbeda jauh bagaikan langit dan bumi. Bahkan kultivator inti emas tinggi memerlukan waktu puluhan tahun untuk mencapai tahap inmortal dasar. Sementara kakek Arai ini sudah berada di tahap tubuh ilahi
"Aku mendapat laporan dari kedua cucuku bahwa seorang anak dengan nama keluarga Arai menggemparkan hasil ujian masuk. Anak itu hanya di tubuh perunggu tapi kekuatan serangannya sangat tinggi. Bagaimana kau menjawab semua ini? Bukankah aku menyuruhmu mengawasinya? Kenapa kau tidak mengawasinya? Apa kau berani mengabaikan perintah ku?" teriak kakek Arai dengan suara yang sangat mengerikan.
"Maafkan saya, tuan besar" kata Yina sambil berlutut. Dia menundukkan kepalanya hormat sambil berusaha menahan tekanan itu.
"Aku akan memaafkanmu. Tapi aku tidak akan mendengar kelakuan seperti ini lagi untuk kedua kalinya"
"Saya mengerti tuan"
"Kau bisa kembali. Awasi anak itu dengan benar. Lalu temukan apakah anak itu menyimpan suatu harta yang bisa melipat gandakan kekuatan nya" titah Kakek Arai untuk terakhir kalinya sambil melambaikan tangannya.
Yina mengangguk sebelum akhirnya menghilang di kegelapan malam.
Yina segera terbang keluar villa dan meninggalkan kediaman keluarga Arai.
Setelah dia cukup jauh, dia langsung turun dan menyusuri jalanan.
"Cih!" dia mengumpat sambil menendang kaleng kosong yang menghalangi pandangannya.
"Dasar sampah itu! Benar-benar menyusahkan!" gerutunya sambil menggertakkan gigi.
Sementara di sisi lainnya, Gin terlelap di sofa ruang tamu.
"Aku ingin begini. Aku ingin begitu. Ingin itu, ingin ini. Banyak sekali~ tra lala tri lili" ringtone aneh mulai berbunyi dan ponselnya terus bergetar di atas meja.
Gin merasa terganggu. Dengan mata masih setengah mengantuk dia mengangkat ponselnya.
"Halo. Siapa?" katanya malas.
"Ini aku" suara yang indah bergema dari balik ponsel.
"Siapa? Aku tidak mengingat mu" kata Gin acuh tak acuh. dia tidak menyukai gangguan ini dan ingin kembali tidur.
"Sialan!" terdengar umpatan dari balik ponsel. "Ini aku Fei Lan! Kenapa kau tidak menghubungi ku?"
Gin menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Lalu dengan santai dia mengklik ikon merah, memutuskan panggilan.
Lalu dia melempar ponselnya.
"Tidak penting" gumamnya sambil menutup matanya kembali.
Fei Lan yang ditolak secara tidak langsung mengamuk untuk melampiaskan kekesalan. Dia menghancurkan halaman belakang rumahnya dan membuat para pelayan bergetar ketakutan.
"Gin bajingan itu! Aku akan menghancurkan nya!" Fei Lan berteriak seperti monster buas. Dalam sekejap image gadis cantik itu menghilang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
will
bukannya dijelaskan sebelumnya bahwa kakek arai adalah kultivator tingkat ilahi? kok sekarang jadi imortal?turun satu tingkat
2023-08-14
1
Dewei Tumbil
sistem tidak pernah muncul???
2023-06-22
0
kardita
ini system nya kurang berguna ya thor,ku kira naik levelnya kaya nama system nya " solo leveling" membunuh monster biar cepat naik tingkat
2023-01-09
0