Gin 10 Tahun, Bertarung

Tahun demi tahun berlalu dan sekarang Gin berumur 10 Tahun. Tapi tidak ada perkembangan kultivasi. Dia masih saja Tubuh Perunggu level 2, belum menerobos ke level 3. Kakek Hendrik sangat pusing memikirkan cara agar tuan muda ini mau berlatih. Lebih tepatnya tuan muda ini terlalu pemalas. Kau perlu menyeretnya untuk berlatih. Sehingga Kakek Hendrik benar-benar memerlukan tenaga ekstra hanya untuk mengajaknya.

Saat ini Gin sudah mencapai level 50

Nama: Gin Arai

Level: 50

MP: 40.000

HP: 40.000

Tapi, walaupun Gin orang yang santai dan pemalas, kakek Hendrik sama sekali tidak membencinya. Perilaku Gin yang riang dan sopan, membuat kakek Hendrik nyaman saat mengajarnya. Dia sudah mengajari tuan muda ini bertahun-tahun dan dia sudah menganggapnya sebagai cucunya sendiri.

Bukan hanya kakek Hendrik, para pelayan juga berpikir begitu. Dahulu sekali, para pelayan itu sangat suka mengejek tubuh lemah Gin di belakang layar. Tapi setelah mereka tahu tuan muda mereka cukup menggemaskan, mereka jadi menyanyanginya. Mereka bahkan ingin melindungi tuan muda mereka.

Bisa dibilang sikap Gin yang supel dan periang, menarik minat setiap orang disisinya untuk menyanyanginya.

Tapi mereka punya satu kekahwatiran. Tuan muda mereka terlalu lemah! Dan mereka tidak bisa melindungi tuan muda itu selamanya karena dia akan tumbuh dewasa! Kakek Hendrik juga sangat khawatir dengan situasi ini. Begitu pula para pelayan. Jadi mereka bekerja sama untuk menyeret tuan muda pemalas itu berlatih. Walaupun tidak maksimal, setidaknya itu berhasil.

Kakek Hendrik memikirkan cara lebih efektif agar kekuatan muridnya bisa meningkat secara signifikan. Dan dia tahu penyebabnya! Tuan muda ini sama sekali tidak pernah menghadapi pertarungan nyata. jadi dia mulai mengatur rencana. Dia akan mengajak tuan muda ini berburu binatang iblis level rendah untuk melatih teknik tinjunya.

Dan tibalah hari itu. Gin dengan malas mengikuti kakek tua di depannya menyusuri hutan. Dia harus membatalkan jadwal tidur siangnya hari ini untuk berburu sampai malam. Dia sama sekali tidak menyukainya. Tapi dia tidak bisa menolak juga karena kakek dan para pelayan itu memaksanya.

"Baiklah tuan muda, tangkap kelinci itu untukku" perintah kakek Hendrik sambil menunjuk seekor kelinci kecil yang sedang melompat.

Gin semakin cemberut saat melihat binatang imut itu.

Melihat wajah Gin yang tidak senang, kakek Hendrik menggelengkan kepalanya. "Jangan meremehkan kelinci itu tuan muda. Walaupun kecil, kelinci ini tetap binatang iblis. Taringnya cukup tajam dan ini binatang level 5. Sangat cocok untuk pemula seperti anda. Karena tuan muda tidak punya senjata, gunakan teknik tinju yang kuajarkan padamu"

Gin menoleh sambil menyungutkan mulutnya cemberut. Matanya berbinar meminta permohonan.

"Lakukan" titah kakek Hendrik tegas. Dia tidak akan terlena lagi dengan tipuan maut tuan muda pemalas ini. Kakek Hendrik berpikir, semua yang dilakukannya demi kebaikan tuan muda ini sendiri.

Mau tidak mau Gin menurutinya. Dia berjalan maju menghampiri kelinci kecil itu. Kelinci normal akan lari saat manusia mengejarnya. Tapi kelinci ini tidak. Kelinci itu berbalik menatapnya dengan mata melotot sambil menggertakan giginya. Bahkan kelinci itu menggeram!

"Ini pasti kelinci jadi-jadian..." gumam Gin.

Dia melihat sekitar dan ternyata kakek Hendrik menatapnya dengan fokus. Jadi Gin tidak berani mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya.

"Teknik tinju ya?"

"Tinju aneh ini?" pikir Gin sambil memutar-mutar tangannya.

Saat Gin sedang fokus dengan tangannya, dia tidak tahu bahwa kelinci itu tiba-tiba menyerang. Kelinci itu terbang ke arahnya sambil membuka mulutnya, menampakan taring-taring kecil yang tajam.

Gin panik. Dia belum bersiap-siap. Dia juga tidak sempat menghindar. Jadi dia mengarahkan tinjunya ke arah si kelinci refleks. Kelinci itu memasukan kepalan tangan Gin ke dalam mulutnya.

Gin langsung memejamkan matanya dan berusaha menahan sakit. Dia mengira tangannya akan robek oleh gigi-gigi itu. Tapi ternyata dia tidak merasakan apa pun! Kelinci itu juga bingung karena dia tidak bisa mengigit tangan musuhnya. Tangan manusia ini terlalu keras!

Gin tahu bahwa kemenangannya sudah di depan mata.

"Tinju angin!" dia berteriak bodoh merapalkan jurusnya dan mengeluarkan qinya. Lalu dia memukul kepala kelinci yang menempel di gepalan tangannya.

BAK! Kelinci itu terjatuh ke tanah dan mati.

Gin langsung mengambilnya dan berteriak. "Guru, aku berhasil!" dia membawa bangkai kelinci itu sambil menghampiri kakek Hendrik.

Sebenarnya sang kakek sedikit khawatir saat kelinci itu mulai menyerang. Dia takut muridnya dalam bahaya. Kakek Hendrik melihat bahwa si kelinci mengigit tangan si murid dan dia cukup khawatir. "Tanganmu tidak apa-apa" dia tidak mempedulikan bangkai kelinci itu dan meraih tangan Gin. Dia memeriksanya dengan teliti dan ternyata tidak ada bekas luka apa pun.

Wajah kakek Hendrik langsung berkerut bingung.

"Kelinci ini sakit gigi!" jawab Gin cepat-cepat dengan suara bocahnya.

"Apa?" kakek Hendrik melonggo tak percaya. Sejak kapan binatang iblis bisa sakit gigi?

"Em!" Gin berusaha menyakinkan gurunya. "Saat dia mengigitku aku tidak merasakan apa pun. Lalu tiba-tiba kelinci itu menjerit kesakitan dan sangat lemah. Aku bahkan mengalahkannya dengan satu pukulan"

Kakek Hendrik berusaha mencerna perkataan Gin. Lalu dia mengangguk. Dia mengerti. Mungkin saja kelinci iblis ini sudah terluka sebelumnya, makanya sangat lemah. Teori "sakit gigi" itu tentu saja sama sekali tidak dipercayainya. Kakek Hendrik memaklumi Gin karena anak ini masih bocah.

Akhirnya kedua orang itu terus berjalan ke dalam hutan. Kakek Hendrik tidak khawatir untuk menyusuri seluruh hutan ini, karena tidak ada yang berbahaya di sini. Para penduduk juga sering ke hutan ini untuk mencari tumbuhan atau pun kayu. Hanya ada bintang iblis level rendah di tempat ini.

"Tangkap tupai iblis itu" titah kakek Hendrik.

Dan Gin pun menangkapnya.

Mereka akhirnya berburu beberapa tupai dan kelinci dalam perjalanan. Sang kakek memasukan bangkai itu dalam karung. "Kita akan memanggangnya nanti" kakek Hendrik ingin membuat pesta barbeque di mansion. Dia akan menceritakan ke semua pelayan bahwa tuan muda mereka yang menangkap semua binatang itu.

"Tuan muda tunggu disini sebentar" kata Kakek Hendrik. Dia ingin mengambil beberapa rempah untuk dibuat bumbu. Rempah itu ada di pohon yang sangat tinggi, jadi dia harus mengambilnya sendiri. Lagipula tempatnya tidak jauh dari sini. Dia hanya perlu memetik beberapa dan kembali.

Gin merespon dengan menganggukan kepalanya patuh.

SYUU! Kakek Hendrik pun segera menghilang dalam sekejap.

Gin masih berdiri di tempatnya. Dia sangat bosan.

Tapi tiba-tiba dia menemukan sesuatu yang menarik. Dia melihat ular warna-warni. "Astaga! Bagaiamana bisa ular seindah itu!" pekiknya girang. Dengan instingnya dia mulai mengikuti si ular untuk masuk lebih dalam ke hutan. "Aku ingin memeliharanya!"

Dia mengikuti ular itu dan berhasil menangkapnya. Lalu dia memasukkannya dalam botol minum yang dia bawa. Tidak lupa dia melubanginya juga untuk saluran udara. Saat dia ingin kembali ke tempat tadi, dia langsung terdiam.

"Aku lupa jalannya..." gumamnya lirih sambil melonggo.

Dia melihat seluruh hutan yang sama persis untuknya. Dia sama sekali tidak ingat jalan pulang. Sampai akhirnya

ROARRRR! Sebuah auman keras menggema di seluruh hutan. Bahkan tanah yang diinjaknya mulai bergetar.

"Sialan! Apa yang terjadi?"

Setelah auman keras itu, tiba-tiba angin yang kencang seperti badai mulai menghantamnya. Gin berusaha mengerahkan kekuatannya agar kakinya tetap berpijak di tanah dan tidak terseret angin.

Lalu PAK! PAK! PAK! Dia mendengar suara kepakan sayap. Dan ROARR! Auman yang membuat telinganya hampir tuli. Dan dia melihat penyebabnya. Saat ini penyebab itu terbang di atas kepalanya.

"Harimau dengan sayap?" Gin berpikir bingung. Dia merasa de ja vu dengan binatang ini. Dimana ya dia melihatnya?

Saat dia menatap harimau itu, Harimau itu juga menatapnya.

Lalu secara perlahan Gin bisa mendengar suara si harimau.

"Kau! Kau pahlawan ******** itu!" teriak harimau itu sambil mengaum.

"Astaga!" Gin juga melonjak kaget. "Kau raja iblis keparat itu!" Dia ingat raja iblis yang merupakan musuh terakhirnya di dunianya yang dulu. Kenapa sekarang raja iblis itu ada disini? Kenapa mereka bisa dipertemukan di dunia yang sama lagi?

Terpopuler

Comments

Kang Comen

Kang Comen

emng musuh abadi sllu terikat takdir

2024-02-03

1

Ariest

Ariest

tupainya lgi sakit gigi dan sariwawan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-03-06

0

Aqiyu

Aqiyu

reuni Gin sama iblis

2023-01-03

0

lihat semua
Episodes
1 Dunia Baru
2 Kelahiran Gin
3 Gin, 1 Tahun
4 Gin 5 Tahun: Berlatih Kultivasi
5 Gin 10 Tahun, Bertarung
6 Gin 10 Tahun, Raja Iblis
7 Gin 15 Tahun, Berangkat
8 Mona
9 Insiden di Pesawat
10 Tempat Tinggal Baru
11 Melanggar Lalu Lintas ?!
12 Lima Keluarga Besar
13 Ujian Masuk
14 Sampah
15 Kelas Emas
16 Bertemu Mona Lagi
17 Keluarga Arai
18 Kelas Pertama
19 Perpustakaan
20 Buku Misterius
21 Poin Kontribusi
22 Bergabung dengan Klub
23 Memilih Misi
24 Petunjuk Misi
25 Penyamaran
26 Penyamaran 2
27 Menjalankan Misi
28 Para Senior
29 Polisi Wanita, Fei
30 Hukuman
31 Kekuasaan Mengalahkan Hukum
32 Target ditemukan
33 Knife Tertangkap
34 Kristal Biru
35 Teknik Kultivasi Tubuh
36 Tidak Ada Kartu, Tidak Bisa Masuk
37 Ternyata Kau Kaya
38 Batu Qi
39 Teroris
40 Boroxi
41 Diculik
42 Penyelamatan
43 Jangan Panggil Aku Penatua
44 Tuan Gin
45 Pertukaran Setara
46 Batu Pusaka Aneh 1
47 Batu Pusaka Aneh 2
48 Hukuman Yina
49 Kelompok Belajar
50 Apartemen Gin
51 Apartemen Gin (2)
52 Fei Lei
53 Aku Pria Normal
54 Keluarga Li
55 Gui
56 Yina Bertugas
57 Ujian: Ujian Tertulis
58 Nol
59 Mengumpulkan Bendera
60 Kau tidak Mendapatkan Bendera
61 Sistem yang sedang Liburan
62 Harusnya ada Harta Karun kan?
63 Pertarungan Antar Kelompok
64 Keraguan Sima
65 Segel yang Lepas
66 Kucing Bodoh
67 Ulah Boroxi
68 Senior
69 Evaluasi Hasil Ujian Praktek
70 Hanya Memungut di Jalan
71 Orang Tua yang Buruk
72 Muca
73 Kelas Silver
74 Mengambil Misi Lagi
75 Bertemu Wanita Gila Lagi
76 Ujian Kelas Silver
77 Kelas Perunggu
78 Rumah Lelang
79 Mengawasi
80 Pelajaran di Kelas Perunggu
81 Aku tidak Cemburu
82 Impian Mona
83 Penguntit Bertemu Penguntit
84 Kalian Berdua adalah Penguntit
85 Qiqi
86 Bertemu Yurion Lagi dan Lagi
87 Menikahlah denganku!
88 Penyusup
89 Asal Usul Boroxi
90 Hadiah Untuk Ayah (Qiqi)
91 Hutan Mati
92 Bimba VS Aligator
93 Harta Karun
94 Zeus
95 Tugas Lari
96 Penyusup di Akademi
97 Pengawas Rain
98 Bertemu dengan Kenalan Lama
99 Penyusup yang ditemukan
100 Kelas Campuran
101 Pelatihan untuk Muca
102 Memburu Hantu
103 Alat Sihir Pertama
104 Pemilihan Kelas Campuran
105 Pil Obat
106 Peta Petualang
107 Kuali Obat
108 Meracik Pil
109 Asosiasi Alkemis
110 Tidak Pantas disebut Tuan Muda
111 Pertemuan Guru dan Murid
112 Ramuan Langka incaran Para Wanita
113 Lu Tu
114 Pahlawan Muda
115 Kota Burma
116 Tuan Kota
117 Apa Kau Berasal dari Keluarga Arai?
118 Desa Aneh
119 Tertangkap
120 Menguping
121 Padang Rumput Misterius
122 Penyusup dari Aksara
123 Pohon Raksasa
124 Perut Pohon Raksasa
125 Monster Tanaman
126 Monster Bunga
127 Lily
128 Siapa kau Pohon Jelek
129 Gin VS Pohon Raksasa
130 Misi dilanjutkan
131 Binatang Sihir Tubuh Ilahi
132 Peringatan Ular Putih
133 Pembunuh
134 Telur yang Hilang
135 Kota Burma, Tuan Vensasius
136 Pelindung Kura-Kura
137 Kelinci Percobaan
138 Berkumpul Kembali
139 Organisasi Pembunuh, Deraxa
140 Bertemu Kembali (2)
141 Lagipula dia bukan dari Keluarga Besar
142 Tidak dibayar untuk Menghadapi Orang Gila
143 Hadiah Racun
144 Paman Geto dan Paman Seno
145 Gadis Kecil Asing
146 Nona Muda Yuya
147 Penjelasan Lu Tu
148 Kakek, Siapa itu Gin?
149 Perisai Tubuh Terkutuk
150 20 Artefak Ilahi
151 Apa Kalian Punya Pakaian Ganti?
152 Kuru
153 Kau Tidak Ikut?
154 Teknik Es
155 Akhir dari Tantangan
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Dunia Baru
2
Kelahiran Gin
3
Gin, 1 Tahun
4
Gin 5 Tahun: Berlatih Kultivasi
5
Gin 10 Tahun, Bertarung
6
Gin 10 Tahun, Raja Iblis
7
Gin 15 Tahun, Berangkat
8
Mona
9
Insiden di Pesawat
10
Tempat Tinggal Baru
11
Melanggar Lalu Lintas ?!
12
Lima Keluarga Besar
13
Ujian Masuk
14
Sampah
15
Kelas Emas
16
Bertemu Mona Lagi
17
Keluarga Arai
18
Kelas Pertama
19
Perpustakaan
20
Buku Misterius
21
Poin Kontribusi
22
Bergabung dengan Klub
23
Memilih Misi
24
Petunjuk Misi
25
Penyamaran
26
Penyamaran 2
27
Menjalankan Misi
28
Para Senior
29
Polisi Wanita, Fei
30
Hukuman
31
Kekuasaan Mengalahkan Hukum
32
Target ditemukan
33
Knife Tertangkap
34
Kristal Biru
35
Teknik Kultivasi Tubuh
36
Tidak Ada Kartu, Tidak Bisa Masuk
37
Ternyata Kau Kaya
38
Batu Qi
39
Teroris
40
Boroxi
41
Diculik
42
Penyelamatan
43
Jangan Panggil Aku Penatua
44
Tuan Gin
45
Pertukaran Setara
46
Batu Pusaka Aneh 1
47
Batu Pusaka Aneh 2
48
Hukuman Yina
49
Kelompok Belajar
50
Apartemen Gin
51
Apartemen Gin (2)
52
Fei Lei
53
Aku Pria Normal
54
Keluarga Li
55
Gui
56
Yina Bertugas
57
Ujian: Ujian Tertulis
58
Nol
59
Mengumpulkan Bendera
60
Kau tidak Mendapatkan Bendera
61
Sistem yang sedang Liburan
62
Harusnya ada Harta Karun kan?
63
Pertarungan Antar Kelompok
64
Keraguan Sima
65
Segel yang Lepas
66
Kucing Bodoh
67
Ulah Boroxi
68
Senior
69
Evaluasi Hasil Ujian Praktek
70
Hanya Memungut di Jalan
71
Orang Tua yang Buruk
72
Muca
73
Kelas Silver
74
Mengambil Misi Lagi
75
Bertemu Wanita Gila Lagi
76
Ujian Kelas Silver
77
Kelas Perunggu
78
Rumah Lelang
79
Mengawasi
80
Pelajaran di Kelas Perunggu
81
Aku tidak Cemburu
82
Impian Mona
83
Penguntit Bertemu Penguntit
84
Kalian Berdua adalah Penguntit
85
Qiqi
86
Bertemu Yurion Lagi dan Lagi
87
Menikahlah denganku!
88
Penyusup
89
Asal Usul Boroxi
90
Hadiah Untuk Ayah (Qiqi)
91
Hutan Mati
92
Bimba VS Aligator
93
Harta Karun
94
Zeus
95
Tugas Lari
96
Penyusup di Akademi
97
Pengawas Rain
98
Bertemu dengan Kenalan Lama
99
Penyusup yang ditemukan
100
Kelas Campuran
101
Pelatihan untuk Muca
102
Memburu Hantu
103
Alat Sihir Pertama
104
Pemilihan Kelas Campuran
105
Pil Obat
106
Peta Petualang
107
Kuali Obat
108
Meracik Pil
109
Asosiasi Alkemis
110
Tidak Pantas disebut Tuan Muda
111
Pertemuan Guru dan Murid
112
Ramuan Langka incaran Para Wanita
113
Lu Tu
114
Pahlawan Muda
115
Kota Burma
116
Tuan Kota
117
Apa Kau Berasal dari Keluarga Arai?
118
Desa Aneh
119
Tertangkap
120
Menguping
121
Padang Rumput Misterius
122
Penyusup dari Aksara
123
Pohon Raksasa
124
Perut Pohon Raksasa
125
Monster Tanaman
126
Monster Bunga
127
Lily
128
Siapa kau Pohon Jelek
129
Gin VS Pohon Raksasa
130
Misi dilanjutkan
131
Binatang Sihir Tubuh Ilahi
132
Peringatan Ular Putih
133
Pembunuh
134
Telur yang Hilang
135
Kota Burma, Tuan Vensasius
136
Pelindung Kura-Kura
137
Kelinci Percobaan
138
Berkumpul Kembali
139
Organisasi Pembunuh, Deraxa
140
Bertemu Kembali (2)
141
Lagipula dia bukan dari Keluarga Besar
142
Tidak dibayar untuk Menghadapi Orang Gila
143
Hadiah Racun
144
Paman Geto dan Paman Seno
145
Gadis Kecil Asing
146
Nona Muda Yuya
147
Penjelasan Lu Tu
148
Kakek, Siapa itu Gin?
149
Perisai Tubuh Terkutuk
150
20 Artefak Ilahi
151
Apa Kalian Punya Pakaian Ganti?
152
Kuru
153
Kau Tidak Ikut?
154
Teknik Es
155
Akhir dari Tantangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!