Mona

Perjalanan dengan bus memerlukan waktu setengah jam untuk sampai di bandara. Selama perjalanan, Gin melihat dari jendela pemandangan yang ada di luar. Semuanya benar-benar tidak berbeda jauh dari bumi. Mirip sekali dengan pemandangan perdesaan yang penuh dengan ladang, sawah, irigasi dan rumah-rumah pondok.

'Mirip sekali dengan bumi. Hanya saja dunia ini memiliki sistem kuktivasi untuk bertarung' pikir Gin.

Setelah turun dari bus, Gin langsung menyusuri bandara. Bandara ini sama saja dengan bandara di kehidupan lamanya. Gin mungkin berpikir bahwa dunia ini benar-benar bumi.

Sebelum berangkat, kepala pelayan sudah memberikan sebuah tiket penerbangan padanya. Dia juga diberikan kunci akses masuk untuk apartemen miliknya yang berada di ibu kota. Dia juga diberikan kartu atm. Gin cukup lega dengan perawatan ini. Setidaknya dia punya uang dan tidak akan menjadi tunawisma kalau tersesat.

Gin pun segera check in dan kebetulan sekali 5 menit lagi jam keberangkatan nya. Saat dia menuju tempat check in, terjadi kekacauan disana sehingga antrian sama sekali tidak berjalan.

Gin melihat seorang gadis kecil menangis. Gadis itu tidak mau bergerak dan terus memohon sambil merengek.

"Tiketku benar-benar hilang. Aku sama sekali tidak memilikinya sekarang. Tolong bantu aku, aku harus pergi sekarang. Ujian masuk sekolah akan dimulai..."

"Tunjukkan ponselmu. Kau bisa menunjukkan e-tiketmu padaku."

"Aku tidak punya ponsel. Saat itu aku didaftarkan saudaraku di kampung. Ayolah kakak hiks...kakak...aku ingat nomor tiketnya....tolong bantu aku kakak. Aku harus berangkat sekarang...."

"Tidak bisa. Tidak bisa berangkat tanpa tiket" customer service itu bersikeras. "Silahkan pesan penerbangan baru untuk masalah ini..."

"Aku tidak bisa kakak...tes nya nanti sore. Aku tidak bisa mencari penerbangan baru. Tolonglah kakak...hiks....ini hidup dan matiku. Aku benar-benar berjuang untuk beasiswa ini huaaa...." gadis kecil itu langsung menangis keras.

Para konsumen lainnya yang sedang mengantri merasa terganggu.

"Hei gadis kecil. Berhentilah menangis. menyingkir kalau tidak kami bisa terlambat untuk check in"

"Menyingkirlah. Pesan saja tiket untuk penerbangan selanjutnya!"

"Menyingkir bodoh! Kami juga sedang mengejar waktu!"

"Itu salahmu sendiri. kenapa menghilangkan nya!"

Mendengar teriakan kesal dari orang lain, tangisan gadis itu berhenti. Tapi dia masih terisak dan menundukkan kepalanya. Perlahan dia mulai bergerak dan kembali ke belakang antrian. Akhirnya, antrian mulai berjalan kembali.

Gin tidak bisa melepaskan matanya dari gadis itu. Dia merasa kasihan. Tapi dia juga tidak ingin terlibat.

Tapi, gadis itu mengangkat wajahnya dan tatapan mereka bertemu. Gin langsung tersentak. Gadis itu menatapnya dengan mata menyedihkan sambil terisak.

"Kakak....bantu aku....Hiks...hiks...aku ingin mati"

Mata Gin langsung melonggo saat mendengar perkataannya. "Kau ingin mati hanya karena tiket pesawat? Apa kau gila?"

"Tapi ini benar-benar kesempatan terakhir untukku. Aku benar-benar putus asa. Lagipula aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Aku ingin mati...." kata gadis itu putus asa.

"Uh..." Gin semakin tidak tega. "Baiklah, aku akan berusaha membantu mu tapi aku tidak janji akan berhasil oke"

Mata gadis itu berbinar dan dia mengangguk patuh.

"Kau ingat nomor tiketmu?"

"99xxxx"

Gin mengeluarkan ponselnya dan dia menghubungi kepala pelayan.

"Ada apa tuan muda?" tanya kepala pelayan dengan sigap.

"Em...aku ada sedikit masalah di bandara. .."

"Apa yang terjadi? Kau tidak apa-apa kan tuan muda? Apa kau terluka?" kepala pelayan itu langsung bertanya dengan panik.

"Tidak...tidak..bukan itu. Apa kau bisa membantuku?" Gin menjelaskan situasinya. Lebih tepatnya situasi gadis kecil yang kehilangan tiket pesawatnya itu.

"Ah~ itu hal yang mudah tuan muda. Aku akan mengirimkanmu token. Tunjukkan saja pada Pihak bandara. Aku yakin mereka akan tahu."

"Baiklah, terima kasih"

"Jangan berterima kasih padaku. Itu hal yang tabu! Itu memang sudah tugasku!"

"Oke, oke, kerja bagus!"

Gin pun menutup telponnya dan Tring! Sebuah pesan gambar masuk. Dia membukanya dan melihat gambar tiket dengan corak aneh dan berwarna emas. Gin tidak tahu ini apa. Tapi kepala pelayan menyuruhnya untuk menunjukkan ini pada pihak bandara sambil menyebutkan nomor tiket pesawatnya. Dan masalah akan terselesaikan kemudian.

Gin menyuruh gadis itu berbaris bersamanya. Sampai akhirnya tiba giliran Gin. Gin menunjukkan gambar itu ke pihak bandara dan mereka langsung terkejut. Mereka langsung bersikap hormat.

Gadis kecil itu menyebutkan nomor tiketnya dan Tring! Masalah selesai dalam sekejap.

Gin tidak peduli apa yang terjadi. Dia sama sekali tidak penasaran kenapa mereka menjadi hormat dan takut. Intinya masalah ini sudah terselesaikan.

Hanya gadis kecil itu yang menatap Gin dengan mata penasaran.

"Kakak, apa kau orang penting?" tanyanya dengan mata berbinar dan wajah polos.

Gin hanya mengernyitkan keningnya sebentar sebelum akhirnya menjawab dengan nada datar. "Bukan. aku hanya meminta bantuan seseorang untuk masalah ini"

Pernyataan Gin tidak sepenuhnya salah. dia meminta bantuan kepala pelayan untuk menangani masalahnya.

"Kakak...terima kasih banyak atas bantuannya" kata gadis itu sungguh-sungguh.

"Tidak masalah..."

"Um...kau bisa memanggilku Mona..." gadis itu memotong dengan suara malu-malu.

"Baiklah Mona, dimana akademimu?"

"Aku akan masuk ke akademi Jin Shi!" jawab Mona bangga sambil membusungkan dadanya. "Aku benar-benar berbakat tahu. Bahkan hanya dengan bakatku aku bisa masuk ke akademi itu walaupun aku bukan bangsawan...hahaha" dia mulai tertawa bangga. Mona melakukan itu karena dia ingin mendengar Gin memujinya.

"Em...kita akan masuk ke akademi yang sama" jawab Gin dengan nada pelan dan datar.

Seketika Mona langsung terkejut. Tapi dia langsung merubah ekspresinya dan berteriak kagum. "Uahhh...apa kakak juga murid baru? Kita punya kesempatan berada di kelas yang sama. Uahhh....keren" dia tertawa bahagia sambil menggoyang kan lengan Gin antusias.

Gin hanya tersenyum kecut. Menurutnya gadis kecil ini terlalu berisik. Entah kenapa dia merasa menyesal membantu nya. Karena gadis itu selalu berteriak di dekat telinganya dan dia merasa tidak nyaman.

Mereka berdua pun masuk ke dalam pesawat. Kali ini mereka terpisah karena tiket Mona berada di kelas biasa dan tiket Gin berada di kelas VIP.

Mona merasa sedih saat dia berpisah dengan Gin. Dia merasa ada sesuatu yang kosong saat dia melihat pria yang menolongnya pergi menjauh.

Gin tidak peduli. Dia malah merasa senang. Akhirnya dia bisa lepas dari gadis berisik itu.

"Mungkin aku akan tidur selama perjalanan haa..." gumam Gin malas sambil duduk di kursi empuknya.

"Benar-benar teringat masa lalu..." Gin merasa nostalgia saat dia melihat pesawat terbang ini. Semuanya sangat mirip seperti di bumi dan dia merasa sangat de ja vu.

"Aku berharap aku bisa tetap bersantai di dunia ini..." mata Gin dengan melankolis menatap jendela di samping nya.

Tapi sayangnya keinginan nya untuk bersantai tidak akan pernah terwujud. Gin yang malang...

Terpopuler

Comments

Don T

Don T

karna kau sudah tua gadis kecil itu kau anggap cucu 🤣🤣🤣🤣🤣

2023-01-09

1

bwaaa

bwaaa

terlalu baik pada orang tidak baik ya kawan kawan

2022-10-11

0

βAkuRyu

βAkuRyu

bro n sis.. ni novel ada 1000an yg jadiin favorit.. tapi kok yg like tiap chapter cuma 400an sih.. Like lah kawan.. biar authornya semangat..

2022-01-22

1

lihat semua
Episodes
1 Dunia Baru
2 Kelahiran Gin
3 Gin, 1 Tahun
4 Gin 5 Tahun: Berlatih Kultivasi
5 Gin 10 Tahun, Bertarung
6 Gin 10 Tahun, Raja Iblis
7 Gin 15 Tahun, Berangkat
8 Mona
9 Insiden di Pesawat
10 Tempat Tinggal Baru
11 Melanggar Lalu Lintas ?!
12 Lima Keluarga Besar
13 Ujian Masuk
14 Sampah
15 Kelas Emas
16 Bertemu Mona Lagi
17 Keluarga Arai
18 Kelas Pertama
19 Perpustakaan
20 Buku Misterius
21 Poin Kontribusi
22 Bergabung dengan Klub
23 Memilih Misi
24 Petunjuk Misi
25 Penyamaran
26 Penyamaran 2
27 Menjalankan Misi
28 Para Senior
29 Polisi Wanita, Fei
30 Hukuman
31 Kekuasaan Mengalahkan Hukum
32 Target ditemukan
33 Knife Tertangkap
34 Kristal Biru
35 Teknik Kultivasi Tubuh
36 Tidak Ada Kartu, Tidak Bisa Masuk
37 Ternyata Kau Kaya
38 Batu Qi
39 Teroris
40 Boroxi
41 Diculik
42 Penyelamatan
43 Jangan Panggil Aku Penatua
44 Tuan Gin
45 Pertukaran Setara
46 Batu Pusaka Aneh 1
47 Batu Pusaka Aneh 2
48 Hukuman Yina
49 Kelompok Belajar
50 Apartemen Gin
51 Apartemen Gin (2)
52 Fei Lei
53 Aku Pria Normal
54 Keluarga Li
55 Gui
56 Yina Bertugas
57 Ujian: Ujian Tertulis
58 Nol
59 Mengumpulkan Bendera
60 Kau tidak Mendapatkan Bendera
61 Sistem yang sedang Liburan
62 Harusnya ada Harta Karun kan?
63 Pertarungan Antar Kelompok
64 Keraguan Sima
65 Segel yang Lepas
66 Kucing Bodoh
67 Ulah Boroxi
68 Senior
69 Evaluasi Hasil Ujian Praktek
70 Hanya Memungut di Jalan
71 Orang Tua yang Buruk
72 Muca
73 Kelas Silver
74 Mengambil Misi Lagi
75 Bertemu Wanita Gila Lagi
76 Ujian Kelas Silver
77 Kelas Perunggu
78 Rumah Lelang
79 Mengawasi
80 Pelajaran di Kelas Perunggu
81 Aku tidak Cemburu
82 Impian Mona
83 Penguntit Bertemu Penguntit
84 Kalian Berdua adalah Penguntit
85 Qiqi
86 Bertemu Yurion Lagi dan Lagi
87 Menikahlah denganku!
88 Penyusup
89 Asal Usul Boroxi
90 Hadiah Untuk Ayah (Qiqi)
91 Hutan Mati
92 Bimba VS Aligator
93 Harta Karun
94 Zeus
95 Tugas Lari
96 Penyusup di Akademi
97 Pengawas Rain
98 Bertemu dengan Kenalan Lama
99 Penyusup yang ditemukan
100 Kelas Campuran
101 Pelatihan untuk Muca
102 Memburu Hantu
103 Alat Sihir Pertama
104 Pemilihan Kelas Campuran
105 Pil Obat
106 Peta Petualang
107 Kuali Obat
108 Meracik Pil
109 Asosiasi Alkemis
110 Tidak Pantas disebut Tuan Muda
111 Pertemuan Guru dan Murid
112 Ramuan Langka incaran Para Wanita
113 Lu Tu
114 Pahlawan Muda
115 Kota Burma
116 Tuan Kota
117 Apa Kau Berasal dari Keluarga Arai?
118 Desa Aneh
119 Tertangkap
120 Menguping
121 Padang Rumput Misterius
122 Penyusup dari Aksara
123 Pohon Raksasa
124 Perut Pohon Raksasa
125 Monster Tanaman
126 Monster Bunga
127 Lily
128 Siapa kau Pohon Jelek
129 Gin VS Pohon Raksasa
130 Misi dilanjutkan
131 Binatang Sihir Tubuh Ilahi
132 Peringatan Ular Putih
133 Pembunuh
134 Telur yang Hilang
135 Kota Burma, Tuan Vensasius
136 Pelindung Kura-Kura
137 Kelinci Percobaan
138 Berkumpul Kembali
139 Organisasi Pembunuh, Deraxa
140 Bertemu Kembali (2)
141 Lagipula dia bukan dari Keluarga Besar
142 Tidak dibayar untuk Menghadapi Orang Gila
143 Hadiah Racun
144 Paman Geto dan Paman Seno
145 Gadis Kecil Asing
146 Nona Muda Yuya
147 Penjelasan Lu Tu
148 Kakek, Siapa itu Gin?
149 Perisai Tubuh Terkutuk
150 20 Artefak Ilahi
151 Apa Kalian Punya Pakaian Ganti?
152 Kuru
153 Kau Tidak Ikut?
154 Teknik Es
155 Akhir dari Tantangan
Episodes

Updated 155 Episodes

1
Dunia Baru
2
Kelahiran Gin
3
Gin, 1 Tahun
4
Gin 5 Tahun: Berlatih Kultivasi
5
Gin 10 Tahun, Bertarung
6
Gin 10 Tahun, Raja Iblis
7
Gin 15 Tahun, Berangkat
8
Mona
9
Insiden di Pesawat
10
Tempat Tinggal Baru
11
Melanggar Lalu Lintas ?!
12
Lima Keluarga Besar
13
Ujian Masuk
14
Sampah
15
Kelas Emas
16
Bertemu Mona Lagi
17
Keluarga Arai
18
Kelas Pertama
19
Perpustakaan
20
Buku Misterius
21
Poin Kontribusi
22
Bergabung dengan Klub
23
Memilih Misi
24
Petunjuk Misi
25
Penyamaran
26
Penyamaran 2
27
Menjalankan Misi
28
Para Senior
29
Polisi Wanita, Fei
30
Hukuman
31
Kekuasaan Mengalahkan Hukum
32
Target ditemukan
33
Knife Tertangkap
34
Kristal Biru
35
Teknik Kultivasi Tubuh
36
Tidak Ada Kartu, Tidak Bisa Masuk
37
Ternyata Kau Kaya
38
Batu Qi
39
Teroris
40
Boroxi
41
Diculik
42
Penyelamatan
43
Jangan Panggil Aku Penatua
44
Tuan Gin
45
Pertukaran Setara
46
Batu Pusaka Aneh 1
47
Batu Pusaka Aneh 2
48
Hukuman Yina
49
Kelompok Belajar
50
Apartemen Gin
51
Apartemen Gin (2)
52
Fei Lei
53
Aku Pria Normal
54
Keluarga Li
55
Gui
56
Yina Bertugas
57
Ujian: Ujian Tertulis
58
Nol
59
Mengumpulkan Bendera
60
Kau tidak Mendapatkan Bendera
61
Sistem yang sedang Liburan
62
Harusnya ada Harta Karun kan?
63
Pertarungan Antar Kelompok
64
Keraguan Sima
65
Segel yang Lepas
66
Kucing Bodoh
67
Ulah Boroxi
68
Senior
69
Evaluasi Hasil Ujian Praktek
70
Hanya Memungut di Jalan
71
Orang Tua yang Buruk
72
Muca
73
Kelas Silver
74
Mengambil Misi Lagi
75
Bertemu Wanita Gila Lagi
76
Ujian Kelas Silver
77
Kelas Perunggu
78
Rumah Lelang
79
Mengawasi
80
Pelajaran di Kelas Perunggu
81
Aku tidak Cemburu
82
Impian Mona
83
Penguntit Bertemu Penguntit
84
Kalian Berdua adalah Penguntit
85
Qiqi
86
Bertemu Yurion Lagi dan Lagi
87
Menikahlah denganku!
88
Penyusup
89
Asal Usul Boroxi
90
Hadiah Untuk Ayah (Qiqi)
91
Hutan Mati
92
Bimba VS Aligator
93
Harta Karun
94
Zeus
95
Tugas Lari
96
Penyusup di Akademi
97
Pengawas Rain
98
Bertemu dengan Kenalan Lama
99
Penyusup yang ditemukan
100
Kelas Campuran
101
Pelatihan untuk Muca
102
Memburu Hantu
103
Alat Sihir Pertama
104
Pemilihan Kelas Campuran
105
Pil Obat
106
Peta Petualang
107
Kuali Obat
108
Meracik Pil
109
Asosiasi Alkemis
110
Tidak Pantas disebut Tuan Muda
111
Pertemuan Guru dan Murid
112
Ramuan Langka incaran Para Wanita
113
Lu Tu
114
Pahlawan Muda
115
Kota Burma
116
Tuan Kota
117
Apa Kau Berasal dari Keluarga Arai?
118
Desa Aneh
119
Tertangkap
120
Menguping
121
Padang Rumput Misterius
122
Penyusup dari Aksara
123
Pohon Raksasa
124
Perut Pohon Raksasa
125
Monster Tanaman
126
Monster Bunga
127
Lily
128
Siapa kau Pohon Jelek
129
Gin VS Pohon Raksasa
130
Misi dilanjutkan
131
Binatang Sihir Tubuh Ilahi
132
Peringatan Ular Putih
133
Pembunuh
134
Telur yang Hilang
135
Kota Burma, Tuan Vensasius
136
Pelindung Kura-Kura
137
Kelinci Percobaan
138
Berkumpul Kembali
139
Organisasi Pembunuh, Deraxa
140
Bertemu Kembali (2)
141
Lagipula dia bukan dari Keluarga Besar
142
Tidak dibayar untuk Menghadapi Orang Gila
143
Hadiah Racun
144
Paman Geto dan Paman Seno
145
Gadis Kecil Asing
146
Nona Muda Yuya
147
Penjelasan Lu Tu
148
Kakek, Siapa itu Gin?
149
Perisai Tubuh Terkutuk
150
20 Artefak Ilahi
151
Apa Kalian Punya Pakaian Ganti?
152
Kuru
153
Kau Tidak Ikut?
154
Teknik Es
155
Akhir dari Tantangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!