Perjalanan Gin pun berlanjut. Pesawat itu mulai lepas landas dan terbang ke langit. Menurut jadwal, mereka akan tiba di ibu kota dua jam lagi. Gin sangat malas untuk berpikir dan bergerak kali ini. Dia sudah menggunakan tenaganya untuk menyeret kopernya sepanjang perjalanan dan hal itu membuatnya malas. Jadi dia memutuskan untuk tidur dengan nyaman kali ini. Ditambah kursinya yang benar-benar empuk membuatnya lebih mengantuk.
Jadi Gin pun memejamkan matanya dan tertidur.
Sebenarnya ini bukan kondisi tidur. Walaupun Gin tertidur, dia masih bisa mendeteksi dan mendengar hal-hal disekelilingnya. Semua ini karena skill pasif yang tiba-tiba muncul. Skill ini bernama "Deteksi". Dia tidak tahu bagaimana skill pasif deteksi ini bisa muncul.
Gin tidur dengan tenang selama satu jam. Sampai akhirnya dia mendeteksi ada sesuatu yang tidak beres. Dia mendengar suara berisik dan juga banyak sekali suara hentakan kaki. Mau tidak mau dia kembali terbangun.
Saat dia bangun, semua orang di dalam pesawat itu sedang panik. Bahkan para pilot dan pramugari yang ada di dalam sangat kewalahan menenangkan para penumpang. Dalam sekejap, Gin bisa tahu apa yang terjadi. Ditambah lagi dia mendengar pengumuman pilot untuk mengenakan alat safety.
Ada insiden yang terjadi di dalam pesawat. Mesin pesawat ini tiba-tiba rusak dan menyebabkan kepanikan semua orang. Tapi Gin bingung. Kenapa mereka perlu panik untuk hal sepele seperti ini? Bukankah mereka bisa bela diri? Mereka tinggal menggunakan teknik mereka untuk terbang atau melompat turun kan? Gin benar-benar bingung.
Jadi dia memutuskan untuk menanyakan pada salah satu pramugari. Pramugari itu sangat cantik. Matanya berwarna biru tetapi rambutnya berwarna hitam. Kelihatannya dia merupakan ras campuran antara ras Mozu dengan ras lainnya. Karena warna matanya kelihatannya lebih mencolok dari semua orang yang ada di pesawat ini.
"Anu...permisi. Aku mau bertanya. Kenapa harus panik? Bukankah mereka tinggal menggunakan teknik dan terbang?" tanya Gin santai dengan kening berkerut.
Pramugari itu langsung berhenti dan melonggo saat mendengar pernyataan Gin.
"Tuan muda! Saya tahu anda orang kaya. Karena itulah anda bisa duduk di kelas VIP dan dikelilingi ahli bela diri. Tapi tidak semua orang yang ada bisa menggunakan teknik terbang atau teknik khusus. Hampir semuanya hanya penduduk biasa. Mereka memiliki level bakat rendah. Karena biasanya para ahli bela diri kuat tidak akan naik penerbangan umum. Mereka memiliki pesawat pribadi atau alat sihir" Walaupun pramugari itu kesal, dia masih berusaha menjelaskannya. "Selama ini kau tinggal dimana? Bahkan kau tidak tahu apa yang ada di dunia ini"
"Ah!" Gin sedikit tersentak.
Dia benar-benar tidak tahu kondisi di dunia ini. Semua pelayan yang ada di mansionnya bisa dikategorikan lumayan berguna karena mereka bisa menghadapi monster dan juga terbang. Dia mengira semua teknik itu sangat umum, tapi ternyata dia salah. Dia lupa bahwa dia lahir di keluarga terkenal, karena itulah dia semua orang yang mengelilinginya lebih kuat dari penduduk biasa. Ditambah dia juga memiliki level bakat rendah, yang membuat penjagaannya semakin diperketat karena dia lumayan lemah di mata orang lain.
"Maaf" kata Gin menyesal.
Mendengar permintaan maaf Gin, wajah kesal pramugari itu semakin tenang. Dia segera memberi Gin anggukan kecil dan berkata "kalau tuan muda memiliki teknik khusus untuk menyelamatkan diri, silahkan pergi duluan. Ini akan membantu mengurangi bebanku menyelamatkan orang yang lainnya" katanya ketus sebelum pergi meninggalkan Gin.
Gin hanya menggeleng. "benar-benar wanita yang galak"
Kelihatannya perjalanannya kali ini tidak akan berjalan mulus. Dia sebenarnya ingin meninggalkan pesawat dan terbang langsung ke ibu kota. Tapi benarkah dia harus meninggalkan semua orang yang ada di pesawat ini? Dia ragu.
Walaupun Gin tidak mau menjadi pahlawan. Dia sudah menjadi pahlawan di kehidupan lamanya dan jiwa pahlawan itu sudah tertanam dalam dirinya. Tapi Gin tidak menyadari itu.
Jadi tanpa dia sadari, dia mulai ingin menolong semua orang yang ada di pesawat itu.
"Bukan berarti aku ingin menolong mereka, aku hanya ingin perjalananku berlangsung damai" gumam Gin menyakinkan dirinya sendiri.
Sesuai permintaan sang pramugri, Gin segera menuju pintu keluar pesawat. Saat Gin beranjak, pramugari itu juga melihatnya dan memberikan pandangan jijik. Gin juga memperhatikan tatapan jijik itu, tapi dia mengabaikannya. Dia sudah melihat berbagai jenis tatapan di kehidupan masa lalunya. Jadi tatapan itu termasuk biasa untuknya.
Gin segera menggunakan sihir terbangnya dan melompat keluar pesawat. Dia mengambang di atas awan sambil memegang dagunya untuk berpikir. Pesawat di depannya terbang dengan tidak stabil. ini terjadi karena kerusakan mesin pada pesawat. Dia bisa melihat semua orang panik sambil memakai pelindung diri. Beberapa orang yang mempunyai alat terbang sudah melemparkan diri mereka dari pintu pesawat untuk menyelamatkan diri.
Tiba-tiba, Pesawat itu bergetar turun, menguncang orang-orang yang ada di dalamnya. Seketika, Gin bisa mendengar semua orang berteriak panik.
Refleks Gin langsung bergerak maju. Dia menuju bawah pesawat. Lalu meletakkan kedua tangannya ke atas, menahan pesawat agar tidak jatuh. Dia mengira dia akan gagal karena kekuatannya tidak cukup. Tapi semuanya salah! Pesawat ini benar-benar ringan untuknya. Sama seperti mengangkat botol air minum 600 ml. Dia bahkan hanya menggunakan satu tangan untuk menompangnya.
Secara perlahan Gin mulai mengangkat badan pesawat dan membawa pesawat rusak itu terbang. Mereka sudah menempuh sebagian besar perjalanan dan hampir mendekati tujuan. Menurut perkiraan, tiga puluh menit kemudian mereka akan tiba di bandara ibu kota. Gin mempercepat terbangnya sambil membawa pesawat itu. Dia tidak peduli bahwa semua penumpang yang ada di dalam sedang mengalami guncangan hebat.
"Apa yang terjadi? Pesawatnya tidak jatuh?" seru pilot tidak percaya. Dia sudah memberikan informasi untuk mengirim bantuan evakuasi di laut. Karena menurut perkiraan pesawat itu akan jatih di sekitar sini. Tapi tenyata pesawat itu bergerak dengan ketinggian yang stabil bahkan kecepatan terbangnya meningkat!
Gin tidak tahu bahwa kekuatan levelnya bahkan mudah untuk mengangkat badan pesawat. Dia merasa khawatir sedikit. Dia kembali mengingat masa lalunya, dimana saat dia menjadi pahlawan dan menyelamatkan dunia. Dia tidak ingin melakukan hal tidak berguna seperti itu lagi. Intinya, saat ini dia tidak boleh mengungkapkan kekuatannya. Dia tidak mau menjadi repot dan dikhianati orang terdekatnya lagi.
Akhirnya beberapa menit kemudian, pesawat itu mendarat dengan aman di bandara. Pilot segera keluar dari pesawat untuk mengecek apa yang terjadi. Tapi dia tidak menemukan apapun. Hanya pesawat dengan mesin rusak di atas tanah. Mesin pesawat sudah rusak berat. Dia harus segera memanggil teknisi untuk memperbaikinya atau pesawat ini akan meledak.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" pikir si pilot. Kelihatannya mereka mengalami kejaiban kali ini dan berhasil selamat. Dia bahkan berpikir seorang kultivator kuat tidak sengaja terbang melintas dan menyelamatkan mereka.
***
Setelah menempatkan pesawat itu di landasan, Gin segera berbaur dengan manusia lain dan menuju keluar bandara. Kepala pelayan memberitahu sebuah informasi sebelumnya. Dia harus menunggu seseorang di bandara. Karena dia tiba lebih cepat, kemungkinan dia harus menunggu orang itu beberapa menit lagi.
Sampai akhirnya seseorang menghampirinya. "Apakah anda tuan muda Gin?" suara yang merdu bergema.
Gin menoleh. Dia melihat seorang wanita dewasa dengan tubuh molek berdiri didepannya. wanita itu mengenangkan kemeja putih berlapis jas hitam. Dan juga mengenangkan sepatu dan celana berwarna hitam. Rambutnya diikat rapi dengan style ekor kuda. Gaya pakaian benar-benar seperti style seorang bodyguard.
"Perkenalkan saya Yina, saya adalah pengawal yang dikirim tuan besar untuk mengawal tuan muda"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Hadi P
MC habis keluar dari goa,,, kurang cerdas 🤔🤔
2023-03-27
1
Don T
kek suparman dooong😁
2023-01-09
0
Aqiyu
wow
2023-01-03
0