Gin memperhatikan wanita itu lebih detail. Gadis pengawal itu memang memiliki kesan kuat. Gin tidak tahu berapa tingkat kultivasi wanita ini. Tapi mungkin cukup tinggi.
Melihat Gin tidak menjawab, Yina mengernyitkan keningnya dan kembali bertanya "Maaf, apakah anda Tuan Muda Gin?"
Gin kemudian tersadar dan menganggukkan kepalanya pelan.
Yina cemberut. Tuan besar dari rumah utama menugaskan dirinya untuk menjemput cucu tersembunyinya. Sebenarnya semua orang di rumah utama tidak pernah melihat tuan muda ini. Sejak dia dilahirkan, dia sudah disembunyikan. Tapi semua orang tahu siapa itu tuan muda Gin. Tuan muda Gin terkenal dengan tuan muda yang terlahir dengan talenta sampah. Semua orang di keluarga Arai tahu bahwa mereka memiliki seorang keturunan yang tidak berguna. Untung saja tuan besar dengan cepat menyembunyikan tuan muda itu. Sehingga berita tentangnya tidak sampai ketelinga musuh dan keluarga besar lainnya.
Sebenarnya ini bukan keputusan yang bagus membawa sampah itu ke ibu kota. Dia lebih aman tinggal di perdesaan. Yina tidak mengerti apa yang dipikirkan Tuan Besar. Dan hal ini membuat suasana hatinya tidak baik. Karena dia harus mengawal orang lemah seperti ini. Tapi Yina juga tidak bisa menentangnya. Yina adalah orang yang loyal terhadap keluarga Arai. Walaupun dia tidak menyukai tugasnya, dia tetap bertanggung jawab untuk itu.
"Nama saya Yina, saya adalah pengawal yang dikirim oleh tuan besar" Yina memperkenalkan dirinya sekali lagi.
"Oke" Gin menjawab dengan singkat lalu mengalihkan pandangannya.
Melihat jawaban acuh tak acuh anak laki-laki di depannya, Yina semakin kesal. Dia menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya erat-erat. Bocah ini sama sekali tidak punya sopan santun! Dia sama sekali tidak menganggap keberadaanya. Walaupun statusnya hanyalah pelayan, dia tetap punya harga diri. Bahkan di villa utama, mereka sama sekali tidak mementingkan status. Hanya ada satu semboyan yang menandakan status "Semakin kuat dirimu maka kau akan semakin dihormati dan disegani".
Tuan muda lemah ini benar-benar tidak tahu diri!
Haa~ Dengan tubuh bergetar dia menghela napas untuk menenangkan dirinya.
"Baiklah...saya ditugaskan untuk mengantar tuan muda ke kediaman"
"Eh? Ke tempat orang tuaku?" tanya Gin penasaran. Apa dia benar-benar akan pindah ke rumah para tetua itu? Dia tidak mau. Entah kenapa perasaannya tidak nyaman. Dia tidak bertemu dengan orang tuanya selama belasan tahun. Kalau dia tiba-tiba berdiri di hadapan mereka mungkin dia akan merasa canggung. Kalau gadis ini ingin membawanya ke sana, dia akan berusaha mencari cara untuk melarikan diri. Dan mencari alasan yang bagus supaya bisa tinggal sendiri.
'Jangan bermimpi!!' Yina mengumpat dalam hatinya. Tidak mungkin tuan besar akan membawa tikus ini ke villa utama! Dasar tikus tidak tahu diri!
Yina terus mengumpat di dalam hatinya sambil menatap jijik Gin.
"Tidak. Tuan besar sudah menyiapkan tempat tinggal untuk tuan muda"
"oh?" Gin langsung merasa lega. Kelihatannya keluarga ini benar-benar ingin memutuskan hubungan dengannya. Dan menganggap dirinya sama sekali tidak ada. Itu bagus.
"Baiklah, ayo pergi"
Yina langsung memimpin dengan berjalan di depan. Gin mengikutinya di belakang. Akhirnya sebuah mobil sedan berwarna hitam sudah menunggu di depan. Yina langsung duduk di kursi kemudi. Gin menempati kursi penumpang yang ada di belakang sambil menyandarkan kepalanya.
Gin sama sekali tidak bertanya apapun kepada wanita pengawal itu. Dia mengikuti wanita itu dengan acuh tak acuh, bahkan tanpa mencurigainya sebagai orang jahat. Hal ini membuat Yina merasa sangat geram. Kewaspadaan bocah lemah ini sangat buruk! Dia yakin bocah ini akan menyusahkannya nanti.
"Tuan muda, aku memberi saran padamu. Apabila ada orang yang menghampirimu dengan dalih sebagai utusan atau keluarga, kau tidak boleh langsung mempercayainya. Kau harus menyelidiki mereka dulu. Setidaknya biarkan mereka menunjukkan bukti identitas mereka" kata Yina tidak sabar.
Gin mendengarkan, tapi setelah itu dia mengabaikannya. Kenapa dia harus melakukan hal merepotkan seperti itu?
"baiklah" tapi dia tetap merespon seakan-akan dia mengerti itu.
Setelah satu jam perjalanan dari bandara, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan.
Mereka memasuki kompleks apartemen mewah dengan tinggi 30 lantai. Gin melihat kondisi tempat tinggal barunya. Apartemen itu memiliki konsep minimalis dan modern. Berbeda jauh dengan tempat tinggal lamanya, sebuah villa dengan konsep kerajaan.
Yina memberikan kunci mobil dan sebuah kartu padanya.
"Kartu perak ini kunci apartemenmu. Apartemenmu ada di lantai teratas nomor 150. Lalu mobil ini adalah milik Tuan Muda. Tuan Muda bisa menggunakannya sesuka hati."
Lalu Yina mengeluarkan sebuah kertas. "Ini adalah nomor teleponku. Hubungi aku bila terjadi sesuatu mendesak. Aku tinggal di lantai yang sama dengan tuan muda nomor 145."
Gin mengangguk.
Yina tersenyum dan dia segera beranjak dari tempat itu. Akhirnya dia melepaskan bebannya. Walaupun tuan besar menyuruhnya menjaga bocah itu 24 jam, trik seperti ini juga akan baik-baik saja. Lagipula dia tinggal di tempat yang sama dengan bocah lemah itu. Dia hanya akan membantu di situasi berbahaya. Dia bukan babysister yang harus mengikuti bocah itu selama 24 jam. Lagipula dia ingat hal penting yang dikatakan Tuan Besar.
"Jangan biarkan anak itu mati" Jadi selama bocah itu masih hidup dan bisa diselamatkan, itu baik-baik saja. Dia tidak peduli dengan hal lain seperti luka, trauma dan sebagainya.
Setelah wanita dingin itu menghilang secepat kilat, Gin langsung memasuki apartemen. Dia memasuki lift dan menuju kamarnya.
TING! Bunyi alarm berbunyi saat dia menempelkan kartunya dan pintu kamarnya secara otomatis terbuka. Dia melihat ruangannya. Itu lumayan luas. Walaupun tidak seluas villa lamanya, ini masih cukup mewah. Ada ruang tamu dan kamar yang besar. Dapur yang terpisah di belakang. Dan mereka juga menyediakan kolam renang di dekat kamar mandi. Ternyata para orang tua itu masih memperlakukannya dengan baik. Setidaknya dia bisa tinggal di tempat yang layak.
Dia langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan menyilangkan kakinya. Lalu tiba-tiba ponselnya berdering. Ternyata kepala Pelayan menelponnya.
"Tuan muda, apa kau sampai dengan selamat?" tanyanya tergesa-gesa.
"Em"
"Syukurlah" Kepala Pelayan menghela napas lega. "Tuan muda, ibu kota agak berbahaya. Harap berhati-hati"
"Baik"
"Baiklah, besok adalah hari pertamamu untuk bersekolah. Harap persiapkan diri dengan baik. Aku yakin tuan muda akan mendapat banyak teman"
"Em...aku ingin bertanya tentang sesuatu" Gin mengingat gadis yang ditemuinya di bandara. Kalau tidak salah dia akan ikut tes masuk hari ini, tapi kenapa dia harus menjalaninya besok?
"Aku mendengar mereka juga mengadakan tes masuk hari ini"
"Ah! Hari ini memang ada tes masuk. Tapi itu hanya diperuntukan bagi para penerima beasiswa yang menginginkan sekolah tanpa mengeluarkan biaya"
"Begitu..."
"Tuan muda jangan khawatir. Siswa normal tidak perlu mengikuti tes masuk. Tes masuk itu hanya formalitas saja. Jadi apa pun hasilnya tenang saja. Tuan muda pasti diterima!" Kepala Pelayan menjelaskannya dengan semangat tapi dalam hatinya dia terlalu canggung. Hanya dia yang tahu bahwa Tuan Mudanya bisa masuk sekolah dengan aman karena otoritas Tuan Besar.
Gin sepertinya merasa bahwa Kepala Pelayan tidak nyaman saat membicarakan hal itu. Jadi dia segera mengakhiri pembicaraan. "Baiklah, aku mengerti. Jangan khawatir, aku akan melakukan yang terbaik. Untuk sekarang aku ingin beristirahat sebentar. Aku lelah karena perjalanan yang panjang"
"Silahkan beristirahat dengan nyaman Tuan Muda~"
Percakapan mereka pun berakhir.
Gin berpikir sambil menyentuh dagu dengan ujung ponselnya. Dia tidak tahu seperti apa tes masuk itu. Dan bagaimana kehidupan sekolah di dunia ini. Karena dia selalu belajar di rumah dan tidak pernah bersosialisasi dengan orang-orang lain dari dunia ini, dia merasa sedikit khawatir. Tapi dia langsung menepiskan semua pikiran itu jauh-jauh. Semuanya tidak terlalu penting. Dia hanya harus mengikuti arus, maka semuanya akan aman.
"Kurasa waktu santaiku akan benar-benar terganggu kali ini" Gin bergumam sambil secara perlahan memejamkan matanya, bersiap untuk tidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
༄ᶦᶰᵈ᭄𝙄𝙦𝙗𝙖𝙡࿐
knp semua novel hampir sama ke mc gini dari naif bodo goblok suka direndahin suka dikucilkan kek ank bgst, bosan bosan, ini novel bagusnya klo mau naikin amarah ajh cocoknya,susah betul nyari yg mc yg gk suka direndahin tapi gk mencolok santai tapi gk bodo ,mc pinter dan licik juga, lah yg ini sdh hidup lama dari sebelumnya tapi malah goblok pas reinkarnasi hadehh, ak tau sebenarnya buat novel gk mudah klo bisa mau juga ak buat novel tapi ak gk suka, ak lebih enak ngebaca daripada membuat, klo kubuat baru kubaca ulang yg ad bosan ajh juga karna dah tau ceritanya
2023-01-21
5
louise
oi!!!!!! pelayan GAK TAU DIRI!!!!!
2023-01-20
0
louise
pelayan kok ngerendahin tuanya hukum pancung aja tu pelayan gak tau diri
2023-01-20
0