Gin tetap berjalan. Dia tidak memperhatikan sekeliling nya, walaupun dia sudah membuat kehebohan dengan mendapatkan nomor milik Fei Lan, sang putri sekolah.
Sampai akhirnya tiba-tiba seseorang menyentuh bahunya dan membuat Gin agak tersentak. Dia tidak menyangka bahwa ada yang berani menyentuhnya. Saat dia menoleh, dia melihat seorang gadis yang menunduk kan kepalanya dengan malu-malu.
"Tuan...kita bertemu lagi..." kata gadis itu lirih.
"Siapa kau?" tanya Gin. Dia tidak mengenal gadis itu.
Wajah gadis itu kecewa, sebelum dia membuka mulutnya lagi. "Kita pernah bertemu di bandara sebelumnya. Tuan sudah membantuku..."
"Apa kau gadis yang kehilangan tiket itu?" tanya Gin lagi setelah dia berusaha mengingat nya.
Gadis itu mengangguk dengan antusias. "Ya.Ya."
"Aku tahu kau akan ikut ujian masuk ke sekolah ini. Kau benar-benar lulus ya..." kata Gin sambil melontarkan senyum tulus. Dia juga senang melihat gadis itu lulus. Berarti dia cukup berbakat untuk bersekolah di tempat ini.
"Ya tuan...aku berhasil mendapatkan beasiswa nya. Semua karena tuan. Aku sudah melakukan tes ujian masuk kemarin. Kau tidak menyangka akan melihat tuan di tempat ini bersama dengan anak bangsawan lainnya. Tuan Gin..." jelas gadis itu dengan wajah memerah.
"Um...kau tahu namaku? Maaf, aku lupa namamu. apa kelasmu?"
"Tidak masalah Tuan Gin. Namaku Mona. Aku...aku...kita sekelas..."
Gin cukup kaget saat mendengar nya. Gadis itu juga berada di kelas emas. Berarti kultivasinya tidak berbeda dengan para anak berbakat itu. Walaupun dia tidak bisa melihat hasil tes miliknya karena jadwal tes mereka yang berbeda.
"Jangan memanggilku Tuan oke. Panggil aku Gin saja. Karena kita berada di kelas yang sama, ayo kita masuk bersama-sama."
Mona tersenyum malu-malu. "Em." dia mengangguk lembut.
Kedua orang itu pun melanjutkan perjalanan mereka ke kelas emas. Selama perjalanan Mona menjelaskan beberapa hal pada Gin. Seperti peraturan sekolah, letak denah bangunan, dan juga tentang ujian peringkat. Semua penjelasan nya membuat Gin menjadi mengerti sedikit tentang sistem sekolah ini. Sebelumnya dia tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang sekolah, ini cukup membantunya.
Mereka akhirnya tiba di kelas Emas. Bangunan kelas itu lebih besar dari bangunan lainnya. Saat Gin masuk, dia bisa melihat sekitar dua puluh murid di dalamnya. Gin memilih bangku kosong dan duduk di atasnya. Mona mengikuti Gin dan duduk di samping nya dengan malu-malu.
Walaupun Gin tetap menjadi pusat perhatian karena kemampuan nya di ujian masuk, ini tidak Parah seperti sebelumnya. Setidaknya para murid itu hanya memberinya tatapan yang tidak menyenangkan, tapi tidak mengatakan gosip apa pun lagi. Mungkin mereka sudah lelah untuk melakukannya.
Beberapa menit kemudian, guru perempuan yang cantik melenggang masuk. Gin mengenalnya. Ya, itu Siyan.
Siyan berdiri di depan podium sambil menatap semua murid di depannya. Ada dua puluh tujuh murid di kelas emas ini.
"Ini tidak buruk" pikir Siyan sambil mengangguk kan kepalanya pelan. Dia mengenali bakat mereka semua dan mereka semua jenius.
Saat dia melihat Gin, Siyan hanya bisa menggeleng lemah. Anak itu terlalu misterius untuknya. Dia memasukkan anak itu ke kelas emas karena dia ingin mengujinya serta mengawasi perkembangan nya.
"Baiklah, aku akan mengumumkan beberapa peraturan bagi murid baru di SMA Jinshi." Siyan memulai pidatonya. Dia menarik napas sebelum berbicara lagi.
"SMA Jinshi adalah sekolah terbaik di negara ini. Kami berhasil melatih banyak jenius dan sekarang nama mereka terkenal di belahan dunia ini. Tapi ada satu fakta yang harus kalian hadapi. Saat bersekolah disini kalian harus benar-benar belajar. Kami juga tidak bisa menerima anak dengan otak otot sebagai anak jenius" dia mengetuk kepalanya dengan jari.
"Kami ingin anak yang pintar juga. Jangan sekali-sekali kalian berpikir kultivasi tinggi kalian sudah cukup sehingga melupakan pelajaran kalian. Itu sangat fatal" suaranya menjadi dingin.
"Ada beberapa hal yang dilarang di sekolah. kalau kalian melanggar nya, kalian akan dikeluarkan. Tidak peduli seberapa tinggi status keluarga kalian. Pertama, dilarang membunuh sesama murid. Kami menyediakan arena bertanding sebagai tempat kalian unjuk gigi, tapi bukan untuk membunuh. Kedua, dilarang berkelahi di lingkungan sekolah dan merusak properti sekolah. Ketiga, dilarang bolos selama seminggu tanpa kabar apapun"
Dia akhirnya mengakhiri pidatonya. "Baiklah, hanya sampai di sini. Kalian boleh pulang. Pelajaran akan dimulai besok dan ingat jangan terlambat" Lalu Siyan melenggang keluar dari kelas.
Para murid pun mulai berhamburan keluar kelas. Gin masih duduk di tempatnya. Mona masih duduk sambil diam-diam mengintip Gin.
Tapi siapa yang menyangka Fei Lan tiba-tiba menghampiri mereka dan membuat mata semua orang melotot iri.
"Gin!" Fei Lan menghentak meja di depan Gin dengan tangannya. "Jangan lupa menghubungiku oke" katanya sambil tersenyum manis. Lalu dengan langkah anggun dia berjalan keluar kelas sambil mengibaskan rambutnya.
'Humph! Aku yakin serangga itu pasti terepsona padaku sekarang' pikirnya percaya diri.
Tapi Gin hanya menatapnya dari awal sampai akhir tanpa ekspresi. Wajahnya sangat datar.
"Gin? Kau akrab dengan Putri Lan?" tanya Mona malu-malu.
"Tidak. Aku baru tahu namanya beberapa jam yang lalu" jawab Gin polos.
"Baiklah, aku akan pulang. Sampai jumpa nanti Mona."
"Um...Gin! Apa kau langsung pulang? Apa aku boleh bertanya arah rumahmu?" tanya Mona lagi dengan wajah memerah.
"Ya, aku ingin pulang. Aku ingin tidur. Rumahku tidak jauh dari sini. aku tinggal di apartemen terdekat." jawab Gin.
"Apa kita bisa pulang bersama? Aku kira arah apartemen kita sama?" katanya ragu-ragu.
"Kau tidak menginap di asrama?"
Mona menggeleng cepat. "Sekolah memang menyediakan asrama untukku. Tapi bibiku sudah menyewakan ku apartemen di dekat sekolah"
"Baiklah, tidak masalah"
Mona tersenyum lebar. Dengan cepat dia menghampiri Gin. Dua orang itu pun mulai berjalan bersama lagi.
Mereka mengobrol di sepanjang jalan. Gin sebenarnya tidak terlalu suka berbicara. Tapi dia merasa tidak nyaman saat melihat ekspresi sedih Mona kalau dia mengabaikan nya. Jadi Gin berusaha menjawab nya sebisa mungkin. Walaupun jawabnya sangat singkat dan tertutup. Sehingga Mona harus memutar otaknya agar pembicaraan mereka tidak terputus.
Yang lebih mengejutkan nya lagi, ternyata mereka berdua tinggal di apartemen yang sama. Gin cukup kaget.
"Kau juga tinggal di tempat ini?" tanya Gin tak percaya.
"Um...kau juga?"
Gin mengangguk.
Mona tersenyum cerah. "Gin, kau tinggal di lantai berapa?"
"Lantai 30"
Mona terkejut. Walaupun dia baru sebentar menginap di tempat ini, dia tahu sistemnya. Apartemen ini adalah apartemen terkenal. Banyak sekali orang kaya dan artis yang tinggal di dalamnya. Semakin tinggi lantainya, maka semakin tinggi status orang itu. Karena harga sewa ditentukan berdasarkan tinggi lantai. Dan fasilitas yang mereka dapatkan juga sangat beebeda, seperti langit dan bumi!
'Bukankah berarti status Gin sangat tinggi? Dia mungkin anak pedagang kaya dari suatu tempat!' pikir Mona.
Walaupun pekerjaan bibinya cukup baik dan bisa membiayai tempat tinggalnya, tetap saja dia tidak akan bisa membayar sewa kamar di lantai atas.
"Aku tinggal di lantai dua. Kamar nomor 20..." Mona menjawab lirih.
Gin memperhatikan bahwa ekspresi Mona berubah menjadi tidak bersemangat.
"Kau bisa main di tempat ku. Aku juga akan berkunjung di tempat mu nanti" kata Gin berusaha menghibur nya
"Tidak, tidak, aku tidak bisa" Mona langsung menolak. "Aku tidak bisa mengakses lantai 20 ke atas. Kau memerlukan kartu VIP untuk naik..." jawabnya sedih.
"Jangan khawatir. Aku akan berkunjung nanti. Entah kenapa aku merasa senang saat tahu bahwa ada orang yang kukenal tinggal di apartemen ini"
Wajah Mona memerah saat Gin berkata akan berkunjung ke kamarnya. "Um. Aku akan membuat kanmu makanan saat kau berkunjung" jawabnya malu-malu.
"Baiklah, selamat beristirahat. sampai nanti"
"Sampai nanti"
Akhirnya kedua orang itu berpisah saat mereka memasuki apartemen karena lift yang mereka gunakan berbeda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Kocak
1 lagi beban dunia kultivator, beda bngt ama donghuanya
2023-02-02
1
Don T
diawal bilangnya gk punya siapa² 😁😁
2023-01-09
0
Dian Isnu
lumayan lah ya ada temen...
2022-10-16
0