“Ray, sebenarnya aku menyukaimu, maukah kau menjadi pacarku?” ujar Poppy malu-malu.
“Lupakan,” singkat Ray.
Ray melangkahkan kakinya meninggalkan Poppy yang terdiam di rooftop sekolah.
Pernyataan cintanya ditolak. Poppy berlari mengejar Ray, ia raih tangan Ray untuk menghentikan langkah pria itu.
“Kenapa kau menolakku? Bahkan aku jauh lebih cantik dibandingkan maya.”
“Oh maya? Aku juga sudah putus dengannya semalam, aku bosan.”
“Benarkah? Kalau gitu terima aku, aku janji gak bakal buat kamu bosan,” pinta Poppy memohon.
“Bukankah kau sudah punya gilang?”
“Tidak! Gilang itu hanya temanku percayalah.”
“Baiklah, tapi kalau bosan aku tidak akan segan segan mencampakkanmu.” Ray menyungging senyumnya.
“Kau akan nyaman bersamaku, sekarang kita pacaran kan?” tanya Poppy dan Ray pun mengangguk, sangking senangnya Poppy langsung mencium bibir Ray dan terjadilah lum*tan dari pasangan yang baru saja resmi di tangga rooftop.
Pukul 19.00 malam, Yara sudah rapi bersiap ke alamat yang diberikan Retno untuk mengerjakan tugas kelompok mereka.
Sengaja mereka memilih waktu malam kerna Retno dan teman temannya ingin menginap bersama, tidak dengan Yara yang langsung pulang nantik, mana mungkin ia menginap, sedangkan Yara itu orang yang paling dibenci Retno bukan hanya Retno saja tapi teman kelas yang lainnya juga.
“*Ck apa pembunuh itu belum ditemukan juga? Bagaimana nasibku saat pulang nanti? Lindungi aku Tuhan, semoga aku tidak bertemu dengannya lagi. Saat itu aku berhasil selamat mungkin kerna ada orang lain yang menyelamatkanku*,” pikir Yara.
Baru saja Yara mau keluar dari gerbang kost, ia dikejutkan dengan kedatangan Poppy yang bergelayut manja di lengan Ray.
“Kaka?”
“Sudah ku bilang jangan panggil aku kaka kalau ada orang lain,” ujar Poppy pelan.
“Adik mu?” tanya Ray.
“Bukan! Mana mungkin aku punya adik cepu seperti dia, kami hanya tetangga kost dia memang sering memanggil ku dengan sebutan kaka,” jelas Poppy sambil tersenyum paksa.
“Kalian pacaran?” tanya Yara.
“Iya,” jawab Poppy.
“Selamat ya, tapi kak kenapa kau membawa laki laki ke kost? Nanti ketahuan papa kau akan dimarahi.”
“Oh jadi kau ingin cepu ke papa ku? Jangan macam-macam kau, Yara.”
“*Papamu kan juga papaku*,” batin Yara. “Terserah kaka deh, tapi kalian jangan macam macam di dalam, dan kak Ray aku mohon jangan apa-apakan kakakku,” ucap Yara.
“Aku bukan kakamu dan jangan ikut campur urusan ku! Ayok sayang kita masuk.” Poppy mambawa Ray ke kamarnya.
Dari pada termenung di gerbang kost, Yara langsung berlari ke halte menempuh gang yang ramai, entah kerna apa tak biasanya gang di situ ramai.
Dengan napas yang tak beraturan Yara sampai tepat waktu untuk menaiki bus menuju alamat jalan yang diberikan Retno.
“Sudah pukul 19.33, aku harap mereka tidak memakiku nanti.”
Setelah pemberhentian di halte, Yara berjalan kembali sambil celingak-celinguk mencari alamat, ia berharap alamat yang diberikan Retno adalah asli bukan semata mata untuk mengerjainya saja.
Jujur saja Yara takut tapi ia menepis tuduhan itu kerena melihat Retno dan teman temannya sedang duduk sambul bercanda di teras rumah tak jauh dari sana.
*Aku udah berpikir macam-macam tadi*.
Tbc.
...Ayok **Like, Vote** and **coment**...
...Jangan lupa tambahkan ke **favorit** jika kalian suka dengan karya Author...
...Thank You...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Yunita Sinaga
poppy ini cewek yahh kak??
2022-07-06
1