Yara diam diam mengintip Ray yang tengah termenung di pagi libur ini, ingin sekali Yara menghampiri nya dan bermain seperti dulu lagi.
Terlihat raut wajah Ray yang datar, ia berubah menjadi sesok anak laki laki yang pendiam dan tidak banyak berbicara.
Tak lama kemudian Poppy menghampiri Ray dengan membawa seember kecil air pel bekas.
“Ngapain kak Poppy dengan air kotor itu,” gumam Yara dalam hati, ia masih mengamati dari jauh.
Byuurr~
Poppy tertawa setelah menyiram Ray dengan air kotor yang ia bawa. Yara menggeram kesal, seandainya ia mampu mungkin sekarang Yara sudah menjambak rambut Poppy.
Pandangan pun Yara alihkan ke arah Ray, kaka tirinya itu hanya diam tanpa melakukan apapun, bahkan tak mengusik lamunan Ray padahal baru saja di siram oleh Poppy.
“Hei kenapa kau diam saja hah!” bentak Poppy, ia sangat benci dengan respon Ray yang mencueki nya.
“Jadi kau ingin aku membalas mu gitu?” kata Ray, akhirnya ia mengalihkan tatapannya ke arah Poppy.
“Balas saja kalau kau berani, aku akan mengadukan mu pada nenek dan mama ku,” ancam Poppy
“Ck pengadu,” singkat Ray “Apa kau sudah selesai dengan urusan mu? Kalau sudah maka pergilah”
Poppy pun menggeram kesal. “Awas saja, aku akan datang lagi bersama nenek.” Setelah mengatakan itu Poppy pun berlari pergi.
Yara menyadari perubahan Ray, dulu biasanya Ray akan menangis jika di ganggu, tapi sudah sebulan ini Yara tidak melihat air mata itu lagi. Ray sudah berubah menjadi anak yang kuat dan tidak cengeng lagi.
Tiba tiba dari ruang keluarga terdengar kebisingan, Yara pun berlari untuk melihat apa yang terjadi begitu juga dengan Ray.
Setelah sampai sudah tidak ada lagi orang di sana, tapi Yara melihat ke arah luar dan menemukan Papanya tengah menggendong mama Ezra yang sepertinya kesakitan.
“Mama!” teriak Ray berlari ke luar dengan rasa khawatir.
Mobil pun sudah berjalan begitu juga Ray yang sudah berada di dalam mobil, ia ikut kerna papa Calvin sempat berhenti untuk membawa Ray juga.
Sementara itu Yara terdiam dengan segala kebingungan nya.
“Yara ayo masuk,“ ucap Reva menarik tangan Yara.
“Apa yang terjadi dengan mama Ezra ma?” tanya Yara penasaran.
“Dia mau lahiran.”
“Berarti bentar lagi ada dedek bayi di rumah ini dong.” Mata Yara berbinar senang, Reva yang menyadari itu langsung menegur Yara.
“Yara!” tegas Reva.
“I-iya ma Yara mengerti” Yara menutup mulut nya merasa bersalah, takut dirinya akan di hukum lagi.
Sore hari, kabar tentang tante Ezra pun sampai ke kediaman keluarga Calvin. Ezra dan bayi nya di nyatakan meninggal kerna mengalami pendarahan pasca melahirkan.
Esoknya Ezra di makamkan bersama dengan bayi nya, Ray menangisi kepergian Ezra.
Yara juga ikut menangis, dengan berani Yara memeluk Ray tampa memperdulikan keberadaan Rava yang melihat nya.
Ray yang di selubungi kesedihan menerima pelukan Yara, melupakan rasa sakit hati nya pada Yara untuk sementara.
“Ray jangan nangis lagi, pasti sekarang mama Ezra sudah di surga bersama dedek bayi,” tutur Yara polos diiringi oleh segukan tangisan pilu.
Seandainya tidak ada papa Celvin di sini mungkin saja Reva sudah menarik Yara menjauh dari Ray.
Tbc
......Like, Vote and Coment......
......untuk mendukung karya ini maju......
......Terimakasih......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
tidak ada yang tau apa yang akan terjadi...
2022-07-07
1
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
aku merinding thor...
merasa bersalah aku😣😣
2022-07-07
1