Hari ini adalah pernikahan papa Calvin dan mama Ezra. Yara nampak senang dengan duduk di samping Ray dan Mama Reva sambil menikmati hidangan yang tersedia.
Berbeda dengan ketenangan Yara, dua kakaknya tidak menyukai situasi ini. Tergambar jelas dari tatapan Agha dan Poppy pada Ray kalau mereka berdua sangat membenci kehadiran bocah itu. Nenek Tayla juga menatap Ray tidak suka, apalagi menatap menantunya yang bersanding dengan wanita yang tidak di kenal nya di pelaminan.
Orang tua mana yang terima anaknya dimadu?
“Yara sini dekat nenek,” panggil nenek Tayla, berniat membuat Ray sendiri.
Emang dari awal hanya Yara lah yang menerima kedatangan Ezra dan Ray, itu kerna ia masih kecil yang tidak mengerti apa apa selain bermain dan teman.
Usai pernikahan papa Calvin membawa mama Ezra ke kamar pengantin, mama Reva menggendong Yara untuk pulang, Ray yang tidak dekat dengan siapapun di sana selain Yara pun mengikuti mama Reva yang membawa Yara.
“Kau mau kemana?” tegur nenek Tayla pada Ray yang mengekori mama Reva dari belakang.
“Pulang,” ujar Ray, terlihat ia sangat takut dengan nenek Tayla.
“Pulang? Rumah kami bukanlah rumah mu, kau hanya numpang, ibu mu juga sama.”
Ray kebingungan, dia harus pergi kemana? apa ia pergi ke dekat mama nya saja? Tapi mama Ezra dan papa Calvin telah hilang entah kemana.
Ray pun menangis memanggil mamanya, Yara yang sudah jauh tanpa sengaja mendengar suara Ray.
“Mah kak Ray mana?” Yara melompat dari gendongan mama Reva berlari ke arah Ray yang sedang menangis di hadapan nenek Tayla.
“Nenek, kak Ray kenapa menangis?”
“Yara kenapa di sini sayang? ayo kita pulang,” ajak nenek Tayla mendorong pelan tubuh Yara agar maju dan meninggalkan Ray. Tapi gadis itu menolak tangannya dan memilih menggandeng tangan Ray.
“Kak Ray ayo kita pulang duluan, papa dan mama Ezra katanya akan menyusul nanti.” Yara menarik tangan Ray membawa nya untuk menyusul mama Reva yang terdiam di tempat memandang ke arah putri bungsu nya.
Keluarga Yara termasuk dalam kata kaya, papa Celvin merupakan salah satu direktur dari perusahaan besar, hanya direktur bukan CEO.
Selama perjalanan mata Yara sangat mengantuk, mama Reva mengelus elus kepala putri bungsu nya itu agar tertidur kerna hari emang sudah larut. “Yara tidur ya ini sudah malam, nanti kalau sudah sampai mama gendong ke kamar.”
“Yara tidur dengan kak Ray ya ma, kasian kak Ray, mama nya pergi sama papa.” Reva hanya mengangguk menjawab perkataan Yara, sebenarnya ia juga tidak tega mengucilkan Ray seperti ini tapi rasa sakit hati nya lebih dominan dari pada rasa prihatin.
Dalam benak Ray, ia sangat bersyukur ada Yara di dekat nya, gadis ceria ini walaupun terlihat manja tapi ia juga baik.
“Kak Ray malam ini tidur dengan Yara ya, Yara tidur sendirian kadang Yara merasa takut.” Ray pun mengangguk sambil tersenyum.
“*Yara, Ray nanti mengambil papa dari kita, jangan berteman dengan Ray*,” bisik Poppy pada adik nya, guna menghasut Yara untuk memusuhi Ray.
“Badan Ray kecil seperti ku kak, mana bisa dia mengangkat badan papa yang besar untuk di bawa pergi,” jawab Yara terus terang.
Agha tertawa mendengar nya sedang kan Poppy mendengus kesal kerna kepolosan adik nya itu seperti anak bodoh.
“Kak Ray tidak akan menculik papa nya Yara kan?” ucap Yara langsung bertanya pada Ray.
“Ray juga punya papa kok tapi mama membawa Ray jauh dari papa,” jawab Ray sedih
“Dengar tuh kak, kak Ray juga punya papa. Tak apa kak Ray nanti kalau sudah besar Yara bakal bantu kak Ray cari papa kaka ok”
“Ok” terima Ray singkat, atas tawaran Yara.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Death angel
maaf ya thor
sebenernya mau ngumpat d episode 1.
jangan d banyakin pelakor ya thor.
maaf ya pribadi lebih suka banyak pembantaian daripada pelakor.
2022-07-15
1
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
aku sebel sama papa calvin...
2022-07-07
0
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
gak bisa jahat dia ☺☺☺
2022-07-07
0