Pagi hari.
Panas tubuh Yara sudah turun, mama Reva memandikan Yara sebelum sarapan. Semua anggota keluarga sudah lengkap duduk di meja makan untuk sarapan.
"Yara kau dari mana saja?" tanya Ray pada Yara yang terlihat tidak seperti Biasanya yang selalu menyapa setiap pagi, tapi hari ini tidak.
"Jangan berbicara dengan ku," ketus Yara, jawaban Yara terdengar oleh nenek Tayla, ia senang sekarang Yara memusuhi Ray begitu juga dengan Reva. Reva berhasil menjauhkan putri bungsunya dari Ray.
"Yara tadi mama Erza buat puding kesukaan Yara, nanti habis sarapan di makan ya," tutur Erza.
"Yara tidak mau makan buatan mama Erza, Yara mau buatan mama Reva saja." Jawaban Yara sontak membuat Ezra sedih, kemana Yara yang sangat menyukai nya itu? hampir saja air mata Erza jatuh.
Calvin pun menanggapi. "Yara jangan kurang ajar seperti itu, mama Ezra bangun pagi sekali untuk membuat kan mu puding dan itu balasan mu? Papa tidak pernah mengajari mu sekurang ajar itu," marah Calvin, kerna melihat Ezra mengeluarkan air matanya.
"Sudahlah mas, mungkin Yara sedang tidak berselera saja." Ezra menenangkan Calvin agar tidak terus memarahi Yara.
"Nanti mama buatkan puding yang enak untuk Yara," sambung Reva, dan Yara pun mengangguk sebenarnya Yara ingin menangis kerna Calvin menegurnya tadi.
Hari hari berlalu, tidak terasa sudah tiga bulan Yara tidak menegur Ray dan Ezra. Bukan nya sengaja, tapi Yara terpaksa, ia tidak ingin di pukul dan di kurung lagi kerna itu ia mencueki Ray dan Erza.
Bahkan di depan mata Yara sendiri ia melihat bagaimana buruk nya keluarga nya memperlakukan Ray si anak laki laki yang tidak mengerti di mana letak kesalahan nya. Tapi Yara tidak bisa berbuat apa apa. Ingin sekali Yara mengadu pada papa nya tapi ketakutan nya pada hukuman Reva menghentikan niat baik Yara.
Malam hari di saat semua orang tertidur, diam diam Yara masuk ke kamar Ray dan mencium pipi Ray sambil terus berkata maaf. Tanpa Yara sadari selalu ada seorang wanita yang melihat Yara masuk ke kamar Ray dan mencium Ray.
"*Mama tau Yara terpaksa bersikap jahat pada kami kan nak? Setiap malam mama melihat mu menangis di depan Ray yang sedang tertidur dan terus meminta maaf pada nya dan juga mama*," ujar Ezra mengintip Yara dari balik pintu yang sedikit terbuka.
"Maaf kak Ray, Yara sayang kak Ray dan juga mama Ezra, tapi mama Yara tidak suka itu dia akan menghukum Yara jika dekat dengan kalian," ungkap Yara.
"*Yara anak yang baik nak, terimakasih hanya Yara dan mas Calvin lah yang menerima kami di rumah ini, mama tidak marah dengan Yara mama mengerti kenapa Yara menjauhi kami*." Ezra ikut menangis, setiap malam ia ke kamar Ray untuk mengintip Yara yang diam diam masuk. Pengakuan Yara di depan Ray yang sedang tidur terkadang membuat hati Ezra tersayat sedih tapi juga bahagia kerna Yara tidak benar benar membenci nya.
Saat Yara berenjak ingin pergi, Ezra cepat cepat sembunyi agar tidak ketahuan, setelah Yara masuk ke kamar nya baru lah Ezra keluar.
"Kau sedang apa di sini?" ujar Calvin menghampiri Ezra yang tampak mengendap endap seperti maling dengan perut yang besar.
"Eh mas? Kau membuat ku terkejut saja," balas Ezra.
"Jangan bergadang ayo tidur."
"Mas gak tidur dengan mbak Reva? nanti mbak Reva marah loh mas kalau tidur dengan ku terus."
"Mas hanya ingin menemani Baby sayang, udah jangan pikirkan Reva." Calvin menggendong tubuh Ezra untuk masuk ke kamar mereka
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
Happy Kids
wajar kalk reva marah
2024-09-07
0
Happy Kids
nah inilah dia ga adil. sbnernya emang niag aja si calvin mah
2024-09-07
0
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
itu karena si papa yg gak bisa ngatur...
tapi aku masih belum bisa terima mamanya ray😔
2022-07-07
1