Waktu terus berlalu, tidak terasa sudah tujuh bulan kehadiran Ezra dan Ray menjadi tambahan di rumah ini. Banyak perubahan yang terjadi, temasuk mama Reva yang semau hari semakin merasakan sakit hati.
Kandungan mama Erza terlihat besar, tiga bulan lalu jenis kelamin dari Baby nya sudah di cek yang ternyata adalah perempuan. Yara sering mengelus perut mama Ezra, hal ini membuat mama Reva cemburu akan kedekatan Yara dan Ezra.
Di dalam kamar, Reva sedang memarahi Yara dan terkadang tak segan segan memukul Putri bungsu nya itu. Dia merasa terkhianati oleh Yara, bisa bisanya Yara dekat dengan wanita lain ketimbang dengan dirinya sendiri sebagai ibu kandung.
"Sudah mama bilang jangan dekat dekat dengan wanita itu!" marah Reva. Yara menangis kerna baru saja mendapat cubitan dan pecutan rotan dari mama Reva.
"Maaf ma, Yara tidak akan dekati mama Ezra dan kak Ray lagi, sakit ma jangan pukul Yara lagi," rintih Yara menangis kesakitan, kulit putih nya sudah penuh dengan bekas pecutan rotan.
"Yara malam ini tidur di gudang, mama tidak akan membukanya kecuali Yara mau mengikuti perkataan mama."
"Tidak ma! Yara takut, kenapa mama jadi jahat seperti ini?"
Reva tidak mendengarkan Yara, ia menyeret Yara ke lantai atas dekat atap tempat di mana keberadaan gudang.
Tidak ada yang mendengar tangisan pilu Yara, nenek Tayla ingin membantu Yara tapi di larang oleh mama Reva. Ray Poppy dan Agha berada di sekolah mereka, sedangkan papa Celvin berada di kantor nya bersama mama Ezra yang ingin ikut.
"Reva jangan seperti itu kasian Yara!" cegah nenek Tayla menghalangi jalan Reva.
"Ibu minggir lah, ini hukuman untuk anak nakal yang tidak menurut dengan mama nya." Rasa cemburu Reva kian memuncak membuat nya tega memperlakukan Yara seperti ini.
"Yara tidak nakal ma, " tangis Yara, lutut nya berdarah kerna gesekan lantai akibat di seret mama Reva.
Reva membuka kunci gudang lalu melempar Yara ke dalam, ia mengunci kembali pintu gudang serta mematikan lampu nya.
"Yara kau tidak apa nak?" tanya nenek Tayla di depan pintu yang tertutup.
"Nenek tolong Yara, buka pintu nya nek di sini gelap" pekik Yara takut.
Nenek Tayla tidak bisa berbuat apa apa, kunci gudang itu di bawa Reva pergi.
Tiga hari Yara di kurung di gudang, ia hanya memakan roti tawar dan air putih yang di berikan Reva setiap hari nya, tidak ada yang tau Yara di dalam sana selain mama Reva dan nenek Tayla.
Saat Papa Calvin bertanya tentang keberadaan Yara, mama Reva menjawab Yara nginap di rumah paman nya untuk bermain bersama sepupu.
Kerab kali Ray mendapatkan perlakuan buruk dari Nenek Tayla, Poppy dan Agha, kerna tidak ada Yara di samping nya yang selalu membela Ray.
"Yara kenapa kau meninggalkan ku sendiri di sini? Mereka menyiksa ku Yara," keluh Ray dalam hati, ia menyembunyikan luka nya dari mama Erza.
Sementara itu Yara di gudang meringkuk ketakutan, suasana gelap serta banyak kecoak. tempat itu cukup kotor dan berserakan wajar saja banyak sekali hewan hewan seperti itu.
Tak lama kemudian pintu terbuka menampakkan Reva di depan pintu. "Yara," panggil nya lembut
Yara menoleh dan menangis memeluk kaki Reva. "Ma, Yara tidak mau di sini lagi, Yara takut. Maafkan Yara ma, Yara bakal nurut dengan mama," isak tangis Yara.
Reva tersenyum lalu menggendong Yara keluar, tubuh Yara panas, Reva pun membawa Yara ke kamar nya untuk di tidurkan di tempat yang nyaman.
"Ingat! mama adalah mama aslinya Yara bukan wanita itu, kakak Yara itu kak Poppy dan kak Agha bukan Ray! Jadi Yara harus menjauhi mereka dan jangan berbicara dengan mereka atau mama akan kurung Yara lagi, mengerti!" ancam Reva, Yara pun menganggukkan kepala nya dan memeluk Reva erat.
"Iya ma, maafkan Yara" Jawab Yara.
Tbc.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 113 Episodes
Comments
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
ya ampun kasian sekali anak kecil jadi korban..
katanya bertahan karena anak-anaknya.. lah itu kok tega nyiksa anak kecil?
yang salah suamimu sama madumu loh bu...
2022-07-07
0
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z
kena juga lama-lama mentalnya
2022-07-07
0