Emeli mencoba melepaskan dirinya tetapi Dani semakin kuat menekan tubuhnya seakan mengatakan jangan bergerak.
"Kau lihat, adikku menderita karnamu. Kau menghancurkan hati semua anggota keluarganya," ucap Dani tepat di telinga Emeli. Emeli melirik ponsel Dani yang menampakan seorang yang tengah terbaring tak berdaya. Sebenarnya rasa bersalah selalu menghantui otaknya, akan tetapi dia tak mampu berbuat banyak.
"Tapi aku tidak sengaja!" teriak Emeli yang semakin tersudut di tembok, tapi Dani tetap mendesak tubuhnya.
"Aku tidak sengaja, lalu bagaimana lagi aku harus menjelaskan? Aku minta maaf dan kau tidak mau dengar, aku bertanggung jawab dengan uang tapi kamu tidak butuh, lantas aku harus apa?" teriak Emeli.
Dani yang semula diam, kini mengepalkan tangannya. Berani sekali wanita ini meneriaki dirinya. Tak ada satu orangpun yang berani melakukan itu padanya. Dani merasa geram, membuat satu pukulan di dinding dan mampu membuat Emely ketakutan.
"Kau harus membayar mahal," ucap Dani sambil mengusap pelan pipi Emeli, membuat Emeli memejamkan matanya. Bulunya meremang. Takut, gelisah, semua menjadi satu.
"Raymon tolong aku," ucap Emely.
Deg, ucapan Emely terdengar di telinga Dani. Membuat lelaki itu tersenyum sinis.
"Panggil kekasihmu bila kau mampu, sepertinya dia tidak perduli. Kau, bukan perempuan yang pantas untuk dirindukan," lirihnya.
Emeli menghela napas panjang. Harus berhadapan dengan manusia seperti Dani adalah ujian terberat baginya. Emeli hanya diam, enggan untuk menjawab ucapan Dani lagi yang hanya akan menimbulkan perdebatan.
Dani medekatkan wajahnya ke arah Emeli, tangannya mencengkram erat lengan Emeli. Emeli mengeluarkan air matanya, menaham rasa sakit yang mendera tubuhnya.
Brak
Suara banyak orang yang mendobrak pintu. Emely dan Dani yang kini tampak mesra segera melepaskan sentuhan. Keduanya menatap ke arah warga desa yang berada di depan pintu.
"Ayo giring mereka ke kantor desa, mereka pasangan mesum. Ayo kita nikahkan mereka. Jangan biarkan desa kita sial karna ulah mereka." teriak orang yang menjadi propokator para warga.
Emeli membelalakan matanya, Dani juga merasakan hal yang sama. Dipastikan mereka semua salah paham. Aish, sangat menjengkelkan.
"Ayo kita bawa mereka," ucap mereka lagi sambil menarik Emeli dan Dani ke kantor desa.
Mereka sudah seperti tersangka pembunuhan, padahal mereka tidak enak-enak. Ini apa? Kenapa malah jadi seperti ini?
"Pak, kami bisa menjelaskan," ucap Emely saat warga desa menariknya. Dani mengepalkan tangannya. Bagaimana bisa ini terjadi? Dimana pak Ahmad?
"Pak, dengarkan dulu. Aku bisa menjelaskan," ucap Dani dan tidak mendapatkan tanggapan yang berarti. Karna keduanya kini di arak menuju ke kantor desa.
Emeli memejamkan matanya ketika dia di sidang penduduk desa. Pikiranya melayang jauh, sorot mata tajamnya mengarah pada Dani yang kini juga memandangnya dengan tatapan benci.
"Hubungi keluarga kalian," ucap kepala desa.
"Tapi kami tidak melakukan apapun," ucap Emeli.
"Kami tidak percaya," ucap Warga.
"Tolong jangan nikahkan kami, saya sudah ada calon dan satu bulan lagi kami akan menikah," lirih Emeli.
Dani membelalakan matanya, jadi gadis di sampingnya punya kekasih? Hais, kenapa malah memikirkan itu?
"Kami tidak mau tau, peraturan di sini seperti itu dan tidak bisa dibantah. Kami akan mengurus segala sesuatu tentang pernikahan kalian di sini. Jadi sebelum surat-surat itu keluar, kalian malam ini kami nikahkan siri dulu," ucap kepala desa.
"Lalu, selama menunggu apa kami boleh pulang?" tanya Dani.
"Tidak boleh, bisa-bisa kalian kabur. Kalian boleh keluar dari sini sesudah beres pernikahan dan pesta pernikahan." ucap kepala desa lagi.
"Tapi kami harus bekerja pak," ucap Emeli prustasi.
"Tidak ada alasan, kalian harus menjalani hukuman sampai berkas pernikahan tuntas. Sekarang hubungi keluarga kalian dan kita laksanakan pernikahan yang sah menurut agama dulu. Setelah itu, kalian bisa tinggal di rumah dinas di dekat kantor desa itu," ucap pak lurah sambil menunjuk rumah sederhana di sebrang sana.
"Dasar manusia laknat, ini karnamu. Awas saja, aku akan membuat perhitungan denganmu!" geram Emely.
"Dasar wanita sial, dimanapun kau berada, kenapa selalu membawa kesialan?!" geram Dani.
😆😆😆😆😆
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Siti Sarfiah
dani , itu karma memaksa nada menikah dengan radit
2023-02-27
0
Neneng cinta
awas lho kalian jd bucin....benci itu beda tipis sm cinta😁
2022-07-10
0
Nur Cahaya
wkwkw... karma berjalan.
dulu dani yg maksa nada buat nikah ama radit eh sekarang giliran dia yg dipaksa nikah ama warga karna kesalah pahaman.
2022-06-15
0