Di sebuah manshion mewah, tengah terjadi perdebatan sengit. Pasalnya Putra semata wayang mereka menentang keras menikah.
Rumah sudah disulap bak istana, bahkan semua persiapan sudah matang. Pengantin wanita juga telah siap. Akan tetapi, Seorang Ardani Rahardian Wijaya enggan untuk melaksanakan ijab qobul yang dua jam lagi akan terlaksana.
Plak
Mamanya melayangkan satu tamparan di pipi Dani. Membuat lekaki itu mengusap pipinya yang terasa panas.
"Tampar lagi Ma, Tampar!" Dani memberikan wajahnya tanpa rasa takut sedikitpun kepada Mamanya. Dada Mama tampak bergemuruh saat suaranya meninggi. Napasnya tersenggal-senggal, kentara sekali. Bahunya naik turun menahan amarah.
"Dani, kenapa kamu tega Mempermalukan mama dan Papa seperti ini. Kamu harus menikahinya," ucap Mamanya lagi.
"Mama meminta aku menikahi dia? Aku sudah bilang tidak! itu artinya tidak. Sampai kapanpun aku tidak akan menikah dengan wanita itu," ucap Dani sangat dingin, kemudian meninggalkan ruangan itu.
Pak Hendra Wijaya beserta Istri kini hanya bisa menghela napas panjang. Menatap ke arah mempelai wanita yang kini tampak panik. Bahkan, Papa dan Mama dari Sinta menatap tajam ke arah Pak Hendra dan Nyonya Hendra.
"Maaf Sean, aku tidak menduga sebelumnya jika akan seperti ini kejadiannya," ucap Pak Hendra sambil menatap ke arah Sean Papa dari Sinta-wanita yang akan dinikahi oleh Ardani.
"Maaf katamu? Setelah semuanya seperti ini? Kenapa baru sekarang?" tanya Tuan Shein dengan amarahnya. Tuan Hendra menghela napas panjang. Dirinya masih terkejut dengan keputusan Dani. Dani memang biasanya tak pernah menolak apapun permintaan Papa dan Mamanya, akan tetapi kali ini mereka benar-benar kecewa.
Dani menghela napas panjang, menikah dengan Sinta dan hidup bahagia dengannya sempat akan dia setujui. Akan tetapi, Dani memergoki Sinta merencanakan hal buruk kepada keluarganya. Bahkan, Sinta mempunyai niat jahat mengambil semua harta milik keluarganya. Sampai pada akhirnya Dani tak pernah menyetujui. Akan tetapi, kedua keluarga tetap melanjutkanya.
Enggan untuk berdebat terlalu lama, Dani segera keluar dari mansion keluarga Hendra Wijaya.
"Tunggu, Dani," ucap seseorang yang kini berjalan ke arah Dani.
Dani menoleh dan menatap ke arah Sinta, wanita yang akan menikah dengannya itu.
"Dani, tolong beri aku kesempatan untuk bisa bersama denganmu. Apa salah aku? Kenapa kamu melakukan semua ini?" tanya Sinta dengan derai air mata.
"Aku melakukan apa? Aku tidak melakukan apapun, dari awal aku tidak menyetujui pernikahan denganmu. Lalu apa salahku?" tanya Dani dengan santainya.
"Apa salahku Dani, kedua orang tua kita sepakat. Kenapa kamu tak mau melakukan? Jika tidak mencintaiku, kamu bisa melakukan semua ini demi nama baik kedua keluarga kita," ucap Sinta mencoba untuk tenang.
Dani tersenyum kecut, berjalan ke arah Sinta. Berputar dengan pelan, menatap Sinta dari atas hingga ke bawah.
"Kau lebih tau, kenapa aku menolak menikah denganmu. Aku yakin, kamu tidak sebodoh yang aku kira. Bahkan, aku juga tidak sebodoh yang kamu sangka, lihat saja di ponselmu," ucap Dani sambil memasukkan ponselnya ke saku celana kemudian melangkahkan kakinya.
Sinta membuka ponselnya, satu pesan masuk dari nomer tak dikenal. Dipastikan itu nomer Dani. Dari mana lelaki itu tau nomornya? Sinta segera membuka pesan Vidio yang dikirim oleh Dani. Percakapan dirinya dengan kedua orang tuanya. Sinta mengepalkan tangannya. Dani tau semua?
"****," umpatnya.
"Sepertinya aku harus mencari cara, agar kedua orang tua Dani tetap percaya padaku dan mendukung pernikahanku," ucap Sinta sambil menghapus air matanya. Menatap kepergian seorang Ardani Rahardian Wijaya.
Dibawah sana, Emely yang mendapatkan alamat mansion ARW dari kantor ARW group, tengah keluar dari mobil. Di kantor tadi, dia sempat beradu mulut dengan beberapa staf hingga akhirnya mendapatkan alamat ini. Sepertinya emosi telah berada di ubun ubun. Hingga langkah kaki jenjangnya menapak dengan cepat.
Dani yang berlari kecil menuruni anak tangga tak tau jika seseorang berlari ke atas.
Brak
Emely yang tak sempat menghindari membuat mereka bertabrakan. Keduanya terkejut, segera Dani menarik tangan Emely sehingga wanita cantik itu tidak terjatuh. Emely yang sempat memejamkan matanya kini membuka matanya.
"Ardani Rahardian Wijaya," lirih Emeli membaca papan nama yang menempel di jas Lelaki itu. Nama itu nama yang disebut oleh orang yang tadi berdebat dengannya. Rasa kesal membuncah di dadanya.
Diatas sana, kedua orang tua Dani dan juga kedua orang tua Sinta menyaksikan adegan ini. Sinta yang mengetahui semua ini segera mengambil kesempatan untuk melakukan sesuatu.
"Dia wanita yang mencoba merebut Mas Dani Dariku, dia adalah perebut lelaki orang, sehingga Mas Dani menggagalkan pernikahan ini," ucap Sinta dan membuat ke empat orang itu menatap Emely dan Dani yang masih pada posisi yang sama.
❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹😍
Yok, Like, Komen, hadiahnya. Olah raga jempolnya ya🤭🤭🤭🤭.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Bundanya Pandu Pharamadina
masih nyimak cerita nya🙏
2023-10-28
0
Mbak R
ih sebel bgt ama sinta,,.
2023-06-06
0
Siti Sarfiah
hmm lagi" emeliy yg menjadi korban shinta" ngaca kamu
2023-02-25
0