Emely memejamkan mata indahnya, membuka sejenak dan menoleh ke arah mansion mewah yang tadi dia datangi.
"Pernikahan? Gagal? Pelakor?" lirihnya.
"Apa itu yang tadi mereka pikirkan? Astaga, kenapa aku begitu bodoh?" kesalnya pada diri sendiri.
Bayangan wajah dari Mama Ardani Rahardian Wijaya tercetak hebat dipikiranya. Bayangan ketika dia membentak-bentak seseorang di ARW group juga jelas sekali di ingatannya. Emely mencoba untuk tenang. Menghela napas panjang.
Hais, entahlah. Emely menggeleng pelan, untung saja dia tidak meninggalkan jejak. Bahkan lelaki itu tak tau tentang dirinya.
"Semoga aku akan baik baik saja nantinya," lirihnya lagi. Ponsel Emely kembali berdering. Segera Emely mengulurkan tangannya mengambil ponselnya.
"Lelita, tolong jangan menggangguku. Aku sekarang lagi pusing karna ulahmu, kenapa kamu mengirimkan alamat yang salah? Kau tau, aku malu karna ini!" sentaknya panjang lebar dengan suara yang keras.
Sebal sekali dengan asisten pribadinya itu. Kenapa semuanya terjadi padanya? Biasanya juga tidak seperti ini. Dia tidak ikut campur, kenapa kali ini begitu menjengkelkan?
"Apa yang terjadi Baby? Ada masalah dengan pekerjaanmu, Sayang?" tanya suara di sebrang. Emely memejamkan mata indahnya. Senyuman menghiasi wajahnya. Suara itu membuat dirinya nyaman sekali. Suara siapa lagi kalau bukan Raymond kekasih hatinya.
"Sayang, maaf. Aku pikir Si Lelita, aku kesal padanya. Dia benar-benar membuat aku jengkel," ucapnya dengan tenang.
"Apa yang terjadi? Bisa kamu ceritakan padaku Baby," lirih Raymond.
"No, hanya masalah kecil dan aku sudah menyelesaikan semuanya Sayang. Aku baik-baik saja," ucap Emely.
"Okey jika memang begitu, aku menunggu dirimu di butik yang kamu inginkan Nanti. Satu jam lagi aku akan sampai di sana, segeralah menyusul Baby," ucap Raymond dengan lembut.
Emely tersenyum, setelah beberapa kali gagal fitting baju, kali ini tidak tertunda lagi? Benar-benar kebahagiaan yang terjadi saat suasana hatinya tidak baik-baik saja.
"Aku akan segera ke sana, Sayang. kita bertemu di sana, jangan lupa membawa segenggam cinta untukku," ucap Emely sambil tersenyum bahagia.
Gurat kebahagiaan tampak di wajah cantik wanita berusia dua puluh tiga tahun tersebut. Wajahnya yang putih bersih kini bersemu merah muda.
"Bukan hanya segenggam, tapi memang yang aku cintai hanyalah dirimu. Nona Rakhayla Emely Pradikta," lirih Raymond yang ada di sebrang sana.
Ucapan Raymond bagaikan sebuah es batu yang memberikan rasa dingin di hati Emely yang tadinya bergemuruh marah. Rasa marahnya hilanglah sudah.
"Terimakasih Sayang, aku segera meluncur ke sana. Sampai bertemu disana, Tuan Malaskay Raymon Ardiansyah," ucap Emely kemudian menutup panggilan ponselnya.
Emely memejamkan matanya, memeluk ponselnya sejenak. Rasa bahagia benar-benar tercipta di hatinya.
"Ya Tuhan, tolong berikan bahagia yang seperti ini selalu. Bahagia yang membuat aku nyaman dan membuat aku tentram," batinya mendamba.
Emely meletakan kembali ponselnya ke dalam tasnya. Segera Emely menancap gas mobilnya menuju ke butik Sheyna bontique yang menempuh waktu tiga puluh menit dari tempatnya berada.
"Sayang, aku menuju ke sana," lirihnya.
🌹🌹🌹🌹
Di pelataran MRD group, perusahaan besar yang dia kendalikan beberapa tahun lamanya Dani memberhentikan mobil mewahnya. Marvel Raditya Dika telah kembali, terbesit rasa untuk mengundurkan diri dari tanggung jawab yang sebelumnya dia pikul.
Dani menghela napas panjang, ingin keluar dari mobil. Tapi, ingatannya tertuju pada wanita menyebalkan yang tadi menyita waktunya.
"Jika bertemu lagi, ku pastikan hidupmu tidak baik baik saja," lirih Dani sambil mengepalkan tangannya. Pasalnya, Radit sempat menelpon dan memaki dirinya karna tak datang datang.
🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤
Like, komen dan hadiahnya yok😍😍😍🌹.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Siti Sarfiah
jangan terlalu d pikirkn
2023-02-25
0
Maria Lamur
bentar bucin loh Dani. gak sabar nunggu waktu itu datang
2022-07-30
0
Daniel Aufa Daniel Aufa
update
2022-06-08
1