Dani meletakkan tubuh Emely di samping kemudi. Dia memutar langkah dan masuk ke dalam mobil. Sejenak netranya menatap ke arah wajah Emely yang tertutup dengan rambut. Disibaknya rambut Emely yang berjatuhan. Diselipkan rambut itu di telinga Emely. Ibu jarinya mengusap lembut wajah cantik yang kini tampak sedikit pucat itu.
"Apa dia kelaparan?" lirih Dani dan tersenyum tipis.
Dani memejamkan matanya, wajah itu tampak putih bersih dan mampu mengusik hatinya.
Sejenak Dani terpesona dengan wajah ayu manusia cantik di depannya. Akan tetapi rasa marah masih bergelayut di hatinya. Dani menepis perasaan itu. Dia bertekat ingin memberi pelajaran untuk wanita di sampingnya? Benar sekali, dia ingin membuat wanita itu jera.
Dani melepaskan wajah Emely, menancap gas mobilnya menuju ke alamat rumah yang dikirimkan oleh Marvel Raditia Dika kepadanya. Ya, dia akan membawa Emely menuju ke rumah baru miliknya itu. Untuk apa? Yang jelas dia ingin mempersulit hidup wanita yang kata pak polisi bernama Emely itu.
Jalanan lumayan sepi karna memang masih pagi, Dani menautkan alisnya saat melihat beberapa pesantren yang dia lewati. Apa Radit tidak salah? Apa ini yang membuat Radit mengatakan rumah barunya berada di tempat yang sangat nyaman dan tentram? Dani memejamkan matanya sejenak. Membawa Emely di kawasan seperti ini apa tidak salah? Hais, entahlah. Sepertinya akal sehatnya sudah ditutupi dengan kebencian sehingga membuat dirinya tak berpikir berulang kali.
Dani menepikan mobilnya ke arah rumah di sebrang jalan. Rumah yang sangat indah dan sangat asri. Suara gema sholawat terdengar merdu dari bangunan menjulang tinggi yang tak jauh dari rumah barunya itu. Sangat tentram sekali memang berada di sini.
Dani segera keluar dari mobil, kedatangannya di sambut oleh seorang tukang kebun yang tengah membersihkan lingkungan disekitarnya.
"Pagi, apa ini Tuan Dani?" tanya Pak Ahmad pada Dani dengan Ramah.
"Benar Pak," jawabnya ramah.
"Kenalkan Den, saya Ahmad yang bekerja pada Den Radit disini, dan kata Den Radit rumah ini sudah berpindah tangan pada Den Dani," ucap Pak Ahmad panjang lebar. Dani mengangguk dan tersenyum.
"Benar sekali Pak, senang bertemu dengan bapak. Apa bisa saya masuk?" tanya Dani pada Pak Ahmad yang kini menatapnya juga.
"Mohon maaf Den, kunci rumahnya ketinggalan. Ini saya baru mau pulang lagi untuk mengambilnya," ucap Pak Ahmad.
Dani menghela napas panjang, sebenarnya dia ingin mengistirahatkan badanya yang terasa capek. Tapi pada akhirnya dia menganggukkan kepalannya. Baru hari pertama, masak iya dia marah marah pada tukang kebunnya?
"Oke, ambil saja kuncinya Pak." ucapnya pada pak Ahmad. Pak Ahmad mengangguk kemudian melenggang pergi membawa motor roda dua miliknya.
Dani menghela napas panjang, diliriknya Emely yang masih belum sadarkan diri juga.
"Dia pingsan atau tidur?" kesalnya.
Dani menoleh ke arah sana, tampak sebuah paviliun yang terbuka, enggan menunggu lama, pada akhirnya Dani membawa tubuh Emely ke sana. Meletakan tubuh Emely di sofa, lagi lagi hatinya bergetar saat melihat wajah itu. Entah, magnet apa yang membuatnya seperti itu.
Dani segera berdiri, mencoba menepis rasa yang entah apa namanya. Dia yang mengantuk merebahkan diri di tempat tidur yang berada di dalam ruangan itu. Terpisah dengan tempat dimana Emely terbaring.
❤❤❤❤
Emely mengerjabkan matanya, kepalanya sangat pusing. Perutnya sangat sakit. Emely mengucek matanya. Mencoba menetralkan pandangannya. Bola matanya berputar, mengamati tempat asing yang tak dia kenal.
Emely menghela napas panjang, segera dirinya duduk. Jantungnya berdetak kencang.
"Dimana aku?" paniknya sambil mencari keberadaan ponsel yang kini masih berada di saku jasnya.
❤❤❤❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Siti Sarfiah
dirimu ada d rumah dani
2023-02-27
0
Mbah Edhok
diculik ning...
2022-11-03
0
nurstyaningsih
entah siapa yang akan jatuh cinta duluan,Dani ataukah emely?
2022-06-14
1