Emely yang panik segera menghubungi nomer Vino, kakaknya. Dia takut berada di tangan orang jahat. Dia berhasil mengingat, terakhir kali dia bersama dengan Ardani Rahardian wijaya. Pasti dia masih dendam padanya karna kecelakaan itu.
"Halo Em, ada apa?" tanya suara di sebrang.
"Hallo, assalamualaikum kak," ucap Emely terdengar ketakutan dan panik. Terdengar juga isakan tangis disana.
"Em, ada apa? Kenapa menangis?" tanya Vino tampak khawatir pada adiknya itu.
"Kak, aku disekap di sebuah rumah di kawasan terpencil kak," ucap Emeli di sela isak tangisnya dan suaranya terdengar lirih sekali.
"Siapa yang menyekap?" tanya Vino.
"Entahlah, sepertinya kakak dari korban yang aku tabrak kak, dia tidak terima dengan keputusan polisi yang membebaskan aku, dan aku dalam keadaan baik-baik saja. Saat ini adiknya kritis, dan keadaannya memburuk. Maka dari itu, setelah aku kesana tadi, dia tidak terima maafku, bahkan sekarang aku di sekap olehnya. Aku tidak tau ini ada dimana kak," ucap Emyli di tengah isak tangisnya lagi. Vino terdengar menghela napas kasar.
"Kenapa kamu sendiri Em, harusnya menunggu kakak atau Willy," ucap Vino sambil mengusap kasar wajahnya.
"Aku merasa bersalah Kak, makanya aku buru-buru ke sana. Kak, jangan libatkan polisi. Sepertinya harus kakak yang bicara padanya agar bisa ketemu solusi yang terbaik," ucap Emyli.
"Tenanglah, kakak akan memikirkanmya. Yang penting sekarang kamu jangan panik, jangan sampai orang itu mengambil ponselmu," ucap Vino.
"Iya kak," jawab Emily kemudian mematikan ponselnya. Emely menyandarkan tubuhnya di dinding.
"Siapa yang kau hubungi?" Suara itu membuat emely terperanjak kaget. Dia menatap seorang yang kini berjalan penuh amarah ke depannya.
"Siapa yang kau hubungi?" tanya Dani lagi. Suara berisik Emely yang menelpon terdengar di telinga Dani sehingga dia terbangun.
Emeli mundur dan menaruh ponselnya di belakang tubuhnya, mencoba untuk menyelamatkan ponselnya agar tidak di ambil oleh manusia laknat di depannya.
"Siapa yang kau hubungi?" bentak Dani sehingga membuat nyali Emely menciut.
"Siapa?" bentak Dani lagi hingga Emeli terkejut dan menjatuhkan ponselnya.
Prak
Emeli memejamkan matanya, sudah pasti ponselnya hancur karna pecahan kaca teprecik di kakinya.
"Siapa?" ucap Dani sembari melangkah maju.
"Bukan siapa-siapa!" bentak Emeli juga.
"Bohong," jawab Dani.
"Lalu, apa kamu berharap aku mengatakan padamu aku menghubungi kekasihku begitu?" sentak Emeli dengan tegas.
"Cih, aku hanya memastikan kau tidak menghubungi polisi, jangan salah sangka Nona," ucap Dani dengan sorot mata tajam dan mengintimidasi, dan berhasil membuat Nyali Emili tampak menciut.
Dani melangkah maju, Emely mundur ke belakang, Dani maju lagi mengikis jarak di antara keduanya.
Emeli hampir saja mundur, tetapi tangan Dani meraih Emeli dan benar-benar keduanya tak ada jarak sama sekali. Emeli mendongak, Dani menunduk menatap wajah Emeli yang semakin ketakutan.
Kedua pasang mata itu saling beradu. Jantung Emeli berdetak hebat, perasaan takut menyelimuti hatinya.
Dani bisa merasakan detak jantung Emeli yang tak beraturan. Kini dia tau, wanita di depannya sangat takut dengannya.
Dani tersenyum puas dan mendekatkan mulutnya di telinga Emeli. Mungkin Emeli sama bencinya dengan dia, sama bencinya dengan manusia yang kini mencoba menghakiminya.
"Jangan takut, aku tidak akan menodaimu," ucap Dani tepat di telinga Emeli.
Emeli memejamkan matanya, ucapan Dani bagaikan goresan sembilu yang menoreh luka dalam di hatinya. Ya, memang itu yang dia takutkan. Dia takut dinodai, bahkan dia sudah tunangan dan hanya menunggu satu bulan lagi menikah. Lalu, bagaimana jika lelaki di depannya menodainya?
Emeli mencoba melepaskan dirinya tetapi Dani semakin kuat menekan tubuhnya seakan mengatakan jangan bergerak.
❤❤❤❤❤
Like komen hadianya dong wkwkwk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Siti Sarfiah
hati" ada warga d sekitar mengintaimu dani
2023-02-27
0
Yayuk Bunda Idza
mulai seru ni...
2022-06-14
1
Ilah Alfiah
dan malam itu terjadilah nikahan dadakan antara ardhani dan emely
2022-06-14
0