Dani melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Micela sangat dia sayangi. Gadis cantik yang sejak kecil tak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya itu benar-benar seperti adik kandungnya sendiri.
Mendengar Micela tertabrak membuat hatinya merasakan sakit. Rasa marah membuncah di hatinya. Ingin rasanya menghabisi nyawa orang yang menabrak adiknya itu.
Sampailah Dani di tempat kejadian perkara yang tak jauh dari mansion MRD. Dani menghentikan mobilnya dan segera turun. Ambulance yang membawa Micel baru saja pergi. Masih sempat juga Dani melihat Nada dan Radit yang kini masuk ke mobil dan mengikuti ambulance.
Dani berhenti ketika melihat kerumunan, dia pun terkejut ketika sekilas netranya melihat mobil di sebrang jalan.
Dani, dia segera mendekat ke arah mobil yang kini sudah tak berbentuk itu. Mobilnya seperti ini? Lalu bagaimana keadaan Micel? Dani mengepalkan tangannya.
"Siapa pengendara mobil itu?" tanya Dani pada salah satu gerombolan orang yang kemudian menunjukkan telunjuk ke arah wanita cantik yang kini diobati petugas medis.
Dani menoleh ke bawah pohon, dilihatnya wanita cantik yang tak asing dilihatnya. Sejenak Dani berpikir. Siapa? Dani memejamkan matanya. dan dia menangkap memori wajah wanita itu.
Dani mengepalkan tangannya dan menatap wajah wanita cantik itu dengan sinis.
"Siapa dia sebenarnya? Kenapa mengusik ketenangan keluarga besar Handika Wijaya?Jangan harap bisa selamat dariku. Menyakiti Micel, sama saja mencari perkara denganku," ucap Dani sinis, kemudian mencoba untuk mendekat.
Namun, salah seorang polisi mendatanginya meminta dirinya untuk segera mengikutinya atas permintaan Marvel Raditya Dika. Dani mengangguk dan mengikuti arah kemana polisi itu pergi. Netranya masih menatap ke arah wanita yang kini tampak sedikit pucat itu.
"Kau habis denganku Nona," lirihnya.
❤❤❤❤❤
Emely yang masih tampak syok segera menyeruput air putih yang diberikan petugas medis ketika dia tampak membuka matanya. Emely mengulurkan tangannya dan meletakkan kembali gelas itu, kini Emely sedikit tenang. Emely mencari ponsel di tas yang masih berada di pundaknya, segera dia mengambil ponsel dan mencoba menghubungi nama Vino disana.
"Halo Emely, ada apa?" tanya suara di seberang.
"Kak, aku nabrak." ucapnya sambil memejamkan mata.
"Nabrak?" tanya suara di sebrang tampak terkejut.
"Iya," liriknya.
"Lalu bagaimana keadaanmu?" tanya suara di sebrang lagi dan terdengar sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja Kak. Tapi sepertinya korban aku terluka parah," ucap Emely prustasi. Air matanya mengalir. Kejadian yang begitu cepat itu terjadi begitu saja, bahkan dirinya sudah mencoba menghindari akan tetapi masih saja menyerempetnya.
"Memangnya mau kemana kamu?" tanya kakaknya.
"Ke proyek kak," lirihnya sambil menggigit bibir bawahnya dan menahan isak tangis.
"Astaga Em, kakak sudah bilang tidak usah ke proyek dan biar diurus Wili asisten kakak. Tapi kamu ngotot, jadi begini kan. Untung aja kamu selamat Em," terdengar suara Vino yang tampak begitu khawatir.
"Maaf kak, aku terlalu bahagia karena belajar di bidang yang baru," ucapnya. Ya, baru kali ini Emyli membantu Vino. Tapi ternyata musibah malah datang menghampiri.
"Ya sudah, Kakak dan Wily akan segera ke sana. Kamu tenang ya," ucap Vino kemudian menutup panggilannya.
Vino memejamkan matanya, dia berharap semua berjalan lancar.
"Bos, ada apa dengan Nona Emely?" tanya Willy dengan tergopoh.
"Emely kecelakaan, kita harus segera kesana," ucapnya. Willy tampak terkejut dan segera mengikuti langkah Vino ke luar.
Emely menutup ponselnya dan menyimpan di tasnya lagi. Seorang polisi mendekat ke arahnya.
"Selamat malam Nona. Mohon maaf Nona, apa anda baik baik saja?" tanya Pak polisi itu. Emely hanya tersnyum.
"Jika begitu kami ingin meminta keterangan di kantor, mari ikut saya," ucap pak polisi. Emely mengangguk dan segera berdiri di bantu seorang perawat tampan di sampingnya.
"Mari, Nona," ucap pak polisi mempersilahkan. Emely berjalan beriringan dengan pak polisi tersebut menuju ke kantor.
🎀🎀🎀🎀
Yok, like komen, hadiah 😂😂😂 biar aku rajin up. aku lgi dalam mode kurang semangat 😭.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Ning Aja
lanjut author sayang... aku menanti up mu selalu..
2022-06-11
1
Nur Cahaya
"habis kau nona ditanganku" lirih dani. ah masak sih dan habis, yg ada tar kamu malah kurang lagi bukannya habis🤣🤣🤣🤣
2022-06-11
0
luluk latifah
jd penasaran gmn kshy emelyy dani
2022-06-11
1