Dani melangkahkan kaki menuju ke kantor MRD, dengan langkah seribu segera Dani menuju ke ruangan Marvel Raditya Dika. Bos menyebalkan yang selalu memamerkan kemesraan di depannya dan membuat dirinya iri.
"Selamat Siang, Tuan Marvel Raditya Dika yang terhormat." ucap Dani sambil membuka pintu ruangan Radit yang tidak dikunci. Dia berjalan dan duduk di sofa depan.
"Siang, kemana saja kau? Kenapa kau tak datang datang?" cerocos Bos sekaligus sahabat baiknya itu. Radit menyandarkan tubuhnya di kursi putar dan menatap ke arah Dani yang kini duduk dengan wajah kusutnya.
"Apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Radit sambil membenahi duduknya. Netranya tetap mengawasi mimik wajah asistennya.
Sebenarnya Radit sudah mengetahui kabar, jika keluarga Dani menggelar acara pernikahan. Pernikahan yang di datangi keluarga dekat saja. Radit juga sudah mendengar kegagalan acara di rumah Asistennya itu. Akan tetapi, dia ingin mendengar kejelasan dari Mulut Dani sendiri.
"Aku pusing sekali, sebenarnya aku menghindar dari acara pernikahan dengan anak sahabat Papa," ucap Dani sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.
"Kenapa bisa begitu?" tanyanya sambil menatap ke arah Dani yang tampak tidak baik baik saja.
"Sebenarnya dari awal aku sudah menolaknya, selain aku merasa di manfaatkan oleh keluarga wanita itu. Aku juga tertarik dengan bidadari Sheena Bontique yang sangat cantik itu," ucap Dani sambil tersenyum, membayangkan wajah Asifa, sekertaris dari Nada Aira Azzahwa.
"Siapa? Sifa?" tanya Radit.
"Hem, sudah cantik. Sopan, berhijab, tak ada cela bagi wanita itu di mataku, dia begitu sempurna. Bahkan, sama istimewanya seperti Nona Nada," ucap Dani sambil menatap langit-langit ruangan itu sambil tersenyum senyum membayangkan wajah Sifa. Wanita impian yang selalu mengiang di otaknya.
Radit membelalakan matanya, rasanya tak rela jika istrinya disamakan dengan orang lain. Radit melemparkan sebuah buku ke arah Dani. Dani yang sigap, menangkap lemparan buku dari Radit. Netranya tampak geram menatap ke arah Radit.
"Kenapa melempariku dengan buku buku itu? Apa salahku? Bukankah Sifa belum ada yang punya?" Protesnya pada Radit. Dani menghela napas panjang dan menatap ke arah Radit dengan geram. Rasanya hayalan dengan wanita se istimewa Sifa harus berakhir karna lemparan Radit.
Radit ternyata juga tak kalah tajam menatap ke arahnya.
"Apa kau waras? Kenapa menyamakan Nada dengan Sifa? Nada istriku, dia bukan Sifa. Sifa tetap Sifa, Nada bukan Sifa," ucap Radit dengan intonasi yang singkat, padat dan jelas.
Astaga, Dani membelalakan matanya. Menggelengkan kepalanya dengan tenang. Apa sebegitu posesifnya Radit? Kenapa disamakan saja tidak boleh? Dani tak menanggapi ucapan Radit. Kini dia menatap langit langit kamar.
"Marvel, aku ingin mengatakan sesuatu padamu," ucap Dani. Kini dia menatap ke arah Radit yang tampak menatap dirinya dengan penasaran.
"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Radit. Dani menghela napas dalam-dalam dan menatap Radit.
"Sebenarnya aku ingin mengundurkan diri menjadi asistenmu, dulu aku menghendel karna kau tidak ada. Tapi saat ini, sepertinya kau sudah tak lagi membutuhkan aku," ucap Dani sambil menatap ke arah Radit dengan tenang.
"Apa yang membuat dirimu ingin mengundurkan diri?" tanya Radit yang tampak terkejut dengan pengakuan asisten pribadinya itu. Dani menghela napas panjang.
"Dulu aku terjun ke posisi ini karna papa meminta aku membantunya. Sekarang, kau sudah kembali. Sepertinya aku harus fokus mengelola perusahaan aku sendiri, kau harus fokus juga menjaga diri mu sendiri," ucap Dani. Radit menghela napas panjang dan mencoba untuk tenang.
❤❤❤❤🌹🌹
like, komen, fote, hadiah jangan lupa😍😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Siti Sarfiah
sebenarnya dani mengundurkan diri mau menikah dengan Emely
2023-02-25
0
Mbah Edhok
pembicaraan horang kaya ...
2022-11-03
0
Daniel Aufa Daniel Aufa
lanjut
2022-06-08
1