"Tapi, Pak. Coba beri waktu saya untuk berbicara," bantah Dani.
"Maaf, sepertinya itu adalah yang terbaik. Untuk masalah mbak Emyli kita bisa lanjutkan besok lagi. Untuk sementara waktu Nona Emily dan Tuan Dani bisa pulang terlebih dulu," ucap Pak polisi mempersilahkan.
Dani Merasa geram, dadanya terasa sesak dan bergemuruh marah. Dani dan Emely segera keluar dari ruangan itu, keduanya saling menatap benci saat sama sama sampai di parkiran depan.
"Mungkin disini kau menang, tapi jangan harap kau bisa tenang di luaran sana," ucap Dani.
"Apa yang kau mau? Biaya rumahsakit? Aku akan membiayai semua," ucap Emily.
"Kami tidak butuh uangmu," sentak Dani sambil melangkah maju mendekat ke arah Emili. Emili yang ketakutan mundur dan terus mundur, sampai dia mentok di dinding.
"Mau apa kau laknat?" sentak Emili yang mulai gugup karna Dani sangat dekat dengannya. Bahkan dia bisa merasakan degupan jantung Dani dan hembusan napas hangat dari hidung Dani menampar wajahnya.
Sepi? Di luar kantor sangat sepi, tak ada satupun manusia yang lewat. Dani tersenyum sinis dan mengarahkan jari telunjuknya di pipi Emily. Mendongakkan wajah Emyli sehingga dia dapat melihat dengan jelas wanita di depannya.
Keduanya saling menatap, entah perasaan apa yang menyelinap masuk. Namun, jantung keduanya tampak berdetak dengan kencang.
Emely mendorong tubuh Dani dan mampu membuat Dani mundur beberapa langkah.
"Jangan kurang ajar, aku memang menabrak, tapi aku tidak salah. Dan kau tidak patut memperlakukan aku seperti ini, aku akan membiayai semua perawatan adikmu." ucapnya kemudian melangkah pergi.
Namun, Dani menarik lengan Emyli. Mungkin terlalu kasar sehingga Emyli terhuyung dan hampir terjatuh, tubuhnya yang lemas karena sejak tadi belum makan adalah alasan tepat dia hampir terjatuh.
Seakan mengetahui wanita itu lemas, Dani segera menahan dan meraih pinggang wanita cantik itu. Keduanya merapat dan sangat dekat. Mereka kembali saling menatap.
Beberapa detik kemudian, Dani membantu Emili berdiri, Dani menatap lekat wajah itu dan mengamati setiap inci dari wajah wanita itu.
"Kau pikir aku mau apa? Tidak sudi aku menggoda penjahat sepertimu. Yang ada, aku akan mengingat wajah penjahat sepertimu, aku tunggu kedatanganmu beriktikat baik meminta maaf atas kesalahanmu besok siang," ucap Dani kemudian melangkah pergi. Emili memejamkan matanya dan mengusap wajahnya. Netraanya memandang ke arah laju mobil lelaki menyebalkan itu.
"****," umpatnya sambil mengusap pelan wajahnya.
Tak lama dari itu, berhentilah sebuah mobil mewah di depannya. Vino keluar dari mobil dan menghampiri adiknya yang berdiri di depan kantor polisi.
"Sayang, kau baik-baik saja?" tanya Vino sambil meraih Emyli dalam dekap hangatnya.
"Aku baik-baik saja, kenapa kakak baru sampai?" tanya Emily sambil mengusap air matanya. Air mata yang sejak tadi di tahan di depan manusia laknat yang menyebalkan itu.
"Maaf, kakak dan Wili tadi masih menyelesaikan beberapa hal. Berkas yang kamu bawa tadi sudah kakak ganti yang baru, jadi besok bisa berjalan seperti rencana." ucap Vino. Emili mengangguk.
"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Vino sambil melepas pelukannya dan menatap ke arah Emily.
"Aku baik, semua bisa diselesaikan dengan jalan damai. Tapi aku harus minta maaf pada keluarga mereka, dan untuk mobil aku minta tolong kakak mengurusnya," ucap Emyli.
"Hem, biar Willy yang mengurus semua besok," ucap Vino.
"Okey, lebih baik kita pulang sekarang, kamu butuh istirahat," ucap Vino lagi dan diangguki oleh Emyli. Keduanya berjalan ke arah mobil dan melaju meninggalkan kantor polisi.
😍😍😍😍
Like komen, ritualnya jangan lupa ya🌹🌹🌹❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
puri purihat
aku lagi baca istri simpann Delon . wily yg suka ama zifana ..
2022-10-01
0
luluk latifah
💪💪
2022-06-12
1
candra rahma
dani murka ,krn dani blm tau siapa emely
2022-06-12
1