Emely dan Raymon menikmati kebersamaan dengan indah di restauran yang mengah itu. Menikmati makan siang dengan hikmad. Sebuah dansa yang romantis menjadi akhir dari pertemuan mereka.
Kini Emely dan Raymon tengah menikmati momen indah itu. Keduanya saling menggenggam tangan dan saling bertatap.
"Aku berharap kebahagiaan di dalam rumah tangga kita nanti, rumah tangga yang indah dan menentramkan. Melihat pasangan muda yang menikah dan mempunyai momongan adalah suatu kebahagiaan tersendiri buat ku, tak sabar aku untuk menjalani itu semua." Emely berbicara panjang lebar sambil membayangkan hal indah itu.
Raymond mengeratkan pelukannya, ditatapnya wajah cantik yang begitu memukau itu. Wajah wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya beberapa minggu lagi itu.
"Berapa anak yang kamu inginkan?" tanya Raymond pada Emely. Wanita cantik itu tersenyum.
"Tidak banyak, cukup dua saja. Itupun aku meminta dua sekaligus." jawabnya dengan kekehan tawanya yang menggemaskan. Raymond menatap Emely sambil tersenyum.
"Apa tidak kuwalahan jika dua sekaligus?" tanya Raymond sambil mengusap wajah cantik Emely. Emely menggeleng cepat. Mendengar mamanya mempunyai anak kembar, membuat dirinya mempunyai hal yang sama.
"Apa aku boleh menyicil membuatnya sekarang?" tanya Raymond. Emely membelalakan matanya. Walau bagaimana dirinya, berhubung di luar nikah menjadi pantangan tersendiri baginya. Pun, kakak tercinta selalu mewanti wanti untuk tidak melakukan hal terlarang itu.
Raymond tampak terkekeh dan mengusap singkat wajah Emely.
"Aku tidak akan melakukannya, aku hanya bercanda saja. Aku tau, kamu sangat menjaga dirimu. Bahkan, kamu tak mempercayai aku," lirihnya sambil tersenyum.
Emely tersenyum dan menatap ke arah Raymond. Dia bahagia Raymond mengerti apa yang dia mau, Raymond juga tidak pernah memaksa kehendaknya. Salah satu sifat Raymond yang selalu membuat dia terpukau dan membuatnya mau menjalani hubungan sampai saat ini.
"Sepertinya kita harus segera fitting baju, sudah sore. Kita sudah menghabiskan waktu lama di sini," ucap Raymond dan diangguki oleh Emely.
Keduanya berjalan ke luar ruangan, menuju ke arah Sheyna Bontique. Tak ada Pemilik Sheyna Bontique disana, akan tetapi tetap saja mereka dilayani dengan istimewa oleh Asyfa. Asisten pribadi dari Nada Aira Azzahwa.
Emely menjatuhkan pilihan pada sebuah gaun Indah yang memukau berwarna putih lengan panjang untuk ijab qobul. Gaun indah berwarna Merah marun untuk acara resepsi pernikahan.
"Desainya sangat cantik, pasti sangat cocok untuk Nina Emely dan Tuan Raymond," ucap Asyfa dengan senyuman yang indah. Emely dan Raymond tersenyum bahagia, keduanya saling berpandangan.
"Karna sudah selesai, kami pamit pulang dulu Sifa, titip salam untuk Nada," ucap Emeli dan diangguki oleh Asyfa.
"Terimakasih kunjungannya Nona," ucap Asifa kemudian mengantarkan kepergian Emely dan Reymon meninggalkan Sheyna Bontique.
Raymond dan Emely berdiri di depan Sheyna Bontique, mereka saling berpandangan.
"Aku pamit dulu, sampai jumpa lain waktu Sayang," ucap Raymond sambil mencium kening Emely.
Emely mengangguk pelan, jika berpisah seperti ini. Entah kapan lagi mereka bisa bertemu. Kesibukan Raymon yang memegang jabatan seorang manager di perusahaan ayahnya membuat harinya sibuk dengan beberapa pekerjaan.
"Hati-hati," ucap Emely dan diangguki oleh Raymond kemudian melenggang pergi.
Emely menyaksikan kepergian Raymon, bibirnya tersenyum indah. Dia sangat bahagia dengan pertemuan hari ini. Emely mendengar satu pesan masuk di ponselnya. Segera wanita cantik itu membuka pesa WA yang berasal dari Kakaknya.
Em, besok lusa ada acara peletakan batu pertama di proyek baru kita. Boleh kakak meminta bantuanmu menemani kakak meninjau lapangan? Anggap saja belajar di dunia yang baru. Kalau tidak dengan kakak, kau bisa datang ke sana dengan asisten kakak,
Emely tersenyum, pasti dia mau melakukan itu. Memang keinginan dirinya belajar hal baru bersama kakaknya.
Siap bos
balasnya cepat. Emely tersenyum setelah tanda centang dua tampak di ponselnya, dia merencanakan akan datang sendiri ke proyek itu besok malam jika memang kakaknya atau asisten pribadi kakaknya tidak bisa menemaninya.
❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Siti Sarfiah
awas kalau nyetir hati"
2023-02-25
0
Mbah Edhok
pergerakan horang kaya mitang miting mulu ... capek sendiri
2022-11-03
0
Liany Sayda
lanjut
2022-06-09
1