Mama Nina selaku ibu Dani menatap tak percaya kepada sepasang lelaki dan perempuan di bawah sana. Seketika Mama Nina berjalan mendekati mereka. Sinta menatap Mamanya dengan senyuman sinis.
"Apa kau merencanakan sesuatu?" tanya mamanya sambil menepuk pundak Sinta dan menatap ke bawah sana juga.
"Aku tidak akan membiarkan Tante Nina mengetahui ini semua," ucap Sinta dengan senyumannya.
"Kita harus menyelamatkan diri kita, meskipun harus membuat hidup orang lain menderita," ucap mamanya sambil tersenyum sinis.
"Hem, benar sekali," ucap Tuan Shien. Mereka menatap ke arah bawah, menyaksikan perdebatan di bawah sana.
Emely yang sadar dengan posisinya begitu dekat dengan Dani segera berdiri. Bahkan, keduanya masih rapat. Emely bisa mencium bau wangi parfum seorang Ardani Rahardian Wijaya di hadapannya.
Emely sedikit memundurkan dirinya dan menatap ke arah Dani yang kini memandangnya. Memandang dirinya dengan tatapan entah bagaimana, Emely pun tak bisa menerjemahkannya.
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda, Tuan Ardani Rahardian Wijaya," ucap Emely dengan suara tegasnya.
"Apa yang ingin Anda bicarakan?" tanya Dani dingin.
"Aku butuh penjelasan," ucap Emely. Dani menautkan alisnya. Penjelasan? Penjelasan apa? Batinnya.
"Kenapa Anda membatalkan? Apa anda pikir saya akan menerima dengan baik-baik saja? Anda sudah memberikan harapan dan tidak di tepati, Anda pikir semuanya semudah itu? Kenapa Anda tidak memberikan kepastian dan menghilang tanpa kabar? Dimana tanggung jawab anda? Semuanya sudah terlanjur dan saya..."
"Cukup," sentak Nyonya Nina yang baru saja sampai, sambil menatap ke arah Emely dengan tajam. Dia mendengar ucapan Emely, dan dipastikan dia salah paham.
Emely menatap ke arah Nyonya Nina dan melangkah mendekat ke arah wanita itu.
"Maaf Nyonya, tidak bisa begitu. Tuan Ardani harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan," ucap Emely lagi.
"Berapa yang Kamu mau? Aku akan memberikan semuanya, asal kau menjauhi anakku, Pelakor!" sentaknya.
Deg
Emely membelalakan matanya, pelakor? Apa apaan ini? Dirinya kesini untuk meminta pertanggungjawaban catering dan bingkisan yang tiba-tiba saja di batalkan. Lalu bagaimana bisa dia disebut seorang pelakor? Emely menggelengkan kepalanya. Dia tak pernah diajari menjadi pelakor. Kenapa dia dituduh seperti itu?
Dani menautkan alisnya, pelakor? Apa ibunya salah paham? Dani menatap kedua orang itu bergantian.
"Apa Anda bilang? Pelakor?" tanya Emely sambil mengarahkan pandangan matanya pada Nyonya Nina.
"Ya, kedatanganmu kesini untuk menjadi pemisah antara putraku dan tunangannya. Lalu apa panggilan yang tepat untukmu kecuali pelakor? Bukankah tidak ada?" tanya Nyonya Nina dengan sinis.
Dani menautkan alisnya, Bagaimana bisa mamanya menuduh wanita itu? Bahkan belum pernah sekalipun berjumpa dengan wanita itu.
"Maaf, Nyonya yang terhormat. Saya ke sini hanya untuk..."
"Em, sebaiknya kita pergi. Tak ada gunanya juga menjelaskan semuanya," Dani yang tidak mau mamanya banyak bicara segera menarik tangan Emely. Emely merasa jengkel, akan tetapi dia tak bisa melepaskan cekalan tangan Dani.
"Dani, tinggalkan wanita itu!" ucap mamanya dan tak dihiraukan oleh Dani. Dani terus saja menarik tangan Emely. Setelah sampai di parkiran, Dani membuka pintu mobil untuk Emely. Mendorong wanita cantik itu untuk masuk ke dalam mobil, kemudian menutup dengan keras pintu mobil itu.
Emely membelalakan mata indahnya, dibukanya kaca mobil miliknya. Wajahnya yang emosi menatap ke arah Dani yang menatap dirinya sambil tersenyum sinis di luar sana.
"Apa maksudmu? Aku kesini untuk menanyakan catering yang dibatalkan. Lalu, aku dikatai pelakor? lantas apa maumu? Kenapa, menarikku kesini, kau waras?" sentak Emely panjang lebar sambil menatap tajam ke arah Dani. Dani hanya tersenyum tipis.
"Pergilah, terimakasih sudah membantuku!" ucap Dani kemudian melangkah pergi. Emely membelalakan matanya.
"Apa apaan ini?" gerutunya dalam hati.
"****," umpat Emely dengan kesal.
🌹🌹🌹🌹🌹
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 140 Episodes
Comments
Siti Sarfiah
dh d kata in pelakor sama ibu nani , malah dani suruh emeliy pergi
2023-02-25
0
Ainin Mu
q setia dg karya mu KA
2023-02-02
0
Nur Cahaya
ulala.... jadi begitu jlan ceritanya.
seru2.... thor.
wah bu nina bkal nyesal tar kalau dah tau siapa yg sdah dibntak dan dikatai pelakor tadi
2022-06-06
0